NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Intan harus berjuang membuktikan pada keluarga sang suami bahwa dia bukanlah pelacur walaupun dia terlahir dari rahim seorang pelacur. Namun akibat pengkhianatan sang suami yang menikah lagi tanpa sepengetahuan darinya dan tidak diperlakukan dengan adil oleh suaminya, akhirnya Intan terjerumus dalam sebuah dosa dengan kakak iparnya . Dan hal itu lah yang menjadi penyebab hancurnya rumah tangganya bersama dengan Aldy. Dan intan harus rela dibenci oleh anak kandungnya sendir hingga bertahun- tahun lamanya akibat sang anak dipengaruhi oleh keuarga Aldy jika sang ibu bukan orang baik. Apakah Intan bisa kuat menjalani kehidupannya yang dipenuhi dengan kebencian dari keluarga Aldy dan juga anak kandungnya...? Yuk baca cerita selengkapnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Rejeki nomplok

Intan memejamkan matanya sambil menghapus air mata yang terus mengalir di kedua pipinya. Iya, Intan merasa bersalah pada almarhum Ridwan.

"Maafkan aku mas.. Maafkan aku... Aku tidak menjaga amanahmu dengan baik... Aku salah mas...aku salah... aku berdosa... " ucap Intan dalam hati sambil menangis.

Melihat Intan menangis tentu saja Aldy menjadi merasa bersalah.

"Intan... Maafkan aku... " ucap Aldy.

"Nggak mas... Aku juga salah..." jawab Intan sambil menghapus air matanya.

Aldy dan Intan pergi ke kamar mandi bergantian untuk mencuci muka dan memakai kembali pakaiannya. Setelah itu mereka keluar dari kamar. Aldy sudah berjanji pada Intan untuk mengantarnya pulang.

Sementara itu di lantai dua mami Monic tersenyum melihat Intan keluar dari kamar bersama seorang laki- laki tampan. Intan nampak berjalan pelan seperti tidak nyaman di area kewanitaannya akibat ulah Aldy.

"Akhirnya Intan mendapatkan pelanggan..." ucap mami Monic sambil menghisap rokok.

"Hebat juga dia, pertama kali dapat klien laki- laki tampan dan sudah siang begini mereka baru keluar kamar. Kuat juga Intan melayani tamunya dari malam hingga siang..." sambung mami Monic sambil terkekeh.

Mami Monic lalu menghubungi bu Yuyun dengan menggunakan ponselnya.

"Yun... Selamat ya, akhirnya si Intan sudah mendapatkan klien pertama..." ucap mami Monic .

"Iya..Laki- lakinya tampan, pinter Intan cari pelanggan pertama... sepertinya dia orang kaya, saya lihat dia bawa mobil bagus. Semoga Intan semalam bisa memuaskan laki- laki itu dan dia bisa jadi langggannya Intan ke depannya ya Yun..." sambung mami Monic.

💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

Mobil Aldy berhenti tepat di depan rumah Intan.

"Terima kasih sudah mengantar saya..." ucap Intan.

"Intan... Sekali lagi aku minta maaf..." lagi- lagi Aldy merasa bersalah.

"Ehm... Tolong berikan nomor rekeningmu, saya mau mentransfer uangnya..." ucap Aldy.

Intan mengerutkan keningnya mencerna kalimat yang diucapkan oleh Aldy.

"Ma...maksud mas Aldy apa...?" tanya Intan.

"Ya... Maksudnya semalam kan kita sudah..."

"Maksudnya mas Aldy mau membayar saya atas apa yang sudah mas Aldy lakukan pada saya tadi malam...?'' tanya Intan tersinggung dengan ucapan Aldy.

"Ehm..." Aldy pun bingung harus menjawab apa ketika melihat raut wajah Intan yang menunjukkan rasa tidak suka atas perkataannya.

"Aku bukan pelacur mas, tapi aku kerja di diskotik sebagai waiters. Tentu mas Aldy tahu kan tugas waiter itu apa...? Tugasnya mengantar minuman dan makanan kepada para tamu, bukan menjual tubuhnya..." ucap Intan.

"Dan tadi malam adalah malam yang sial buat saya. Karena saya harus mengalami hal yang tidak seharusnya terjadi..." sambung Intan.

"Ma...maaf... Maafkan saya..." ucap Aldy.

Intan terdiam. Aldy lalu mengambil kartu nama di dalam dompetnya.

"Ini kartu nama saya... Kalau ada sesuatu, kamu hubungi nomor ini..." Aldy memberikan kartu nama pada Intan.

Intan pun menerima kartu nama tersebut dari tangan Aldy. Kemudian Intan turun dari mobil Aldy.

💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

Sampai di dalam rumah, Bu Yuyun langsung menyambut kepulangan Intan dengan gembira.

"Intan...Intan... Sini duduk..." bu Yuyun menuntun Intan agar duduk di sofa ruang tengah.

"Intan, ibu dengar malam ini kamu sudah dapat pelanggan pertama...? ayo ceritakan pada ibu, seperti apa orangnya, kata mami pelanggan pertama kamu itu orang kaya ya...?" tanya bu Yuyun dengan semangat.

"Ibu apa- apaan sih...! Pelanggan...pelanggan...! Intan tidak meneima pelanggan seperti ibu...'' Intan terlihat tidak suka dengan pertanyaan sang ibu.

"Hei Intan... Kamu ini kenapa sih, malu kamu sama ibu...? Ya ampun Intan... Ngapain malu- malu, kita ini sekarang sudah punya profesi yang sama. Kamu harus terbuka sama ibu, biar nanti ibu kasih tips supaya kamu punya banyak langganan. Kalau kamu punya banyak pelanggan, kamu akan punya banyak duit. Ingat, tapi kamu harus memilih pelanggan yang kaya..." ucap bu Yuyun.

"Bu... Aku ini kerja sebagai waiters bu, bukan wanita penghibur seperti ibu...!'' Intan bangun dari duduknya.

"Halah...Kamu pikir ibu nggak tahu semalaman kamu ngapain aja sama laki- laki itu...?" bu Yuyun menghampiri Intan yang berdiri di depan pintu kamarnya.

"Lihat ini... Ini apa...? Ini perbuatan laki- laki itu kan...?" bu Yuyun menyingkirkan rambut Intan yang menutupi lehernya yang banyak terdapat tanda merah.

"Kamu tidak usah menutup- nutupi ini semua dari ibu. Kamu nggak usah malu Intan... Ibu malah senang akhirnya kamu mengikuti jejak ibu. Ibu jamin hidup kamu bakalan enak karena kamu banyak duit...." sambung bu Yuyun.

"Ya ampun bu... apa yang ibu katakan...? Ibu ini orang tua macam apa...? Kok bisa ibu merasa senang kalau Intan mengikuti jejak ibu menjadi wanita penghibur...? Intan benar- benar nggak ngerti dengan jalan pikiran ibu...'' intan menggeleng- gelengkan kepala.

"Halah... Munafik banget kamu Intan. Kalau kamu tidak mau mengikuti jejak ibu, kenapa kamu bermalam dengan laki- laki itu hingga kamu baru pulang sekarang dalam keadaan seperti ini...?" tanya bu Yuyun sambil menatap kondisi Intan yang telihat lelah, serta cara jalan Intan yang tidak seperti biasa.

Iya, karena tadi malam Intan digempur oleh Aldy hingga beberapa ronde, tentu saja Intan merasa tidak nyaman di area kewanitaannya sehingga membuat cara jalannya tidak seperti biasa.

"Itu semua terjadi bukan karena disengaja bu, tapi karena kecelakaan ..." ucap Intan dengan mata berkaca- kaca.

"Kecelakaan apa...?'' tanya bu Yuyun.

"Laki- laki itu namanya mas Aldy bu, dia tidak pernah datang ke diskotik sebelumnya, Dan mas Aldy dikerjai oleh kedua temannya. Tanpa sepengetahuan mas Aldy , mereka mencampurkan obat per*ngsang di minuman mas Aldy. Dan mereka meminta Intan mengantar mas Aldy ke kamar. Dan tanpa Intan duga, karena pengaruh obat per*ngsang itu, Mas Aldy, memaksa Intan untuk melakukan itu bu... Hik...hik..." Intan menangis.

Iya, Intan tidak pernah menyangka jika malam tadi akan menjadi malam yang sial buatnya karena terjebak dalam kondisi yang tidak dia inginkan. Walaupun pada Akhirnya Intan menyerah pada Aldy, dan dibuat tidak berdaya, tapi sekarang Intan merasa menyesal dan berdosa telah melakukan dosa besar.

Mendengar apa yang diucapkan oleh Intan, bu Yuyun pun tertawa.

"Intan...Intan... Kamu polos banget sih jadi anak... " bu Yuyun kembali tertawa.

"Ya tapi maklumlah kamu kan belum punya pengalaman di dunia malam. Dan kamu masih saja bisa dibodohi dengan cerita seperti itu..." sambung bu Yuyun.

"Tapi tidak apalah... Tapi asal kamu tahu Intan, orang- orang yang datang ke diskotik itu bukan orang bodoh. Tentu saja mereka sudah tahu dunia malam seperti apa. Mereka yang datang ke sana itu butuh hiburan dan ingin bersenang- senang. Tidak ada acara jebak- jebakan. Laki- laki itu pasti dari awal memang sudah mengincar kamu, melihat kamu yang polos itu, makanya dia bikin cerita bohong seperti itu...'' ucap bu Yuyun yang tidak percaya dengan cerita Intan.

"Sudahlah Intan... Kamu tidak usah memikirkan kejadian tadi malam. Semua sudah berlalu. Lupakan saja. Oya...kamu di bayar berapa...?'' tanya bu Yuyun.

Mendengar pertanyaan sang ibu mengenai bayaran, Intan langsung menggelengkan kepala.

"Nggak bu... Intan nggak minta bayaran sepeserpun. Intan sudah bilang kan, kalau Intan bukan wanita penghibur seperti ibu. Jadi Intan tidak mau dibayar karena Intan memang tidak menjual tubuh Intan..." jawab Intan dengan tegas.

"A...apa...? Ja..jadi kamu tidak dibayar sepeserpun sama dia...?" bu Yuyun kaget bukan main.

"Dasar anak bodoh...! Bisa- bisanya kamu memberikam aset berhargamu secara gratis....! Apa kamu sudah gila Intan...!! Dasar anak t*lol...!'' bu Yuyun langsung memaki- maki Intan sambil menoyor kepala Intan beberapa kali.

"Ibuu...hik..hik..." Intan menangis. Sedangkan bu Yuyun terus memaki- maki Intan.

Intan lalu masuk ke dalam kamarnya dan kembali menangis di dalam sana. Apa lagi setelah Intan melihat foto almarhum suaminya yaitu Ridwan, Intan bertambah menangis merasa bersalah karena telah melakukan pebuatan yang menjijikan apalagi dengan laki- laki yang baru dia kenal.

"Mas Ridwan...maafkan Intan mas... Intan sudah melakukan perbuatan hina...hik...hik...Intan kotor mas... Intan kotor...hik..hik..." Intan terus menangis.

Iya, kata- kata Ridwan beberapa saat sebelum dia mengalami kecelakan dan meninggal tentu saja masih terngiang di telinga Intan. Ridwan berpesan padanya agar selalu menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik. Namun kenyataannya Intan malah melanggar amanah dari Ridwan.

🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓

Keesokan harinya Aldy sudah datang lebih awal di kantornya. Sedangkan dua temannya yaitu Dandy dan Angga datang sepuluh menit kemudian. Begitu kedua temannya datang, Aldy yang sedang duduk di meja kerjanya segera berdiri menghampiri mereka berdua yang sejak kemarin tidak bisa dihubungi lewat telpon.

"Hei... Ke mana saja kalian...hah...? Aku sudah menelpon kalian berkali- kali tapi tidak diangkat..." Aldy menarik tangan kedua sahabatnya.

"Halo Aldy apa kabar...? Wah...kelihatan beda nih sekarang, kayak ada yang lain gitu...? '' tanya Angga tanpa sedikitpun punya rasa bersalah pada Aldy.

"Apa yang kalian berdua lakukan hah...!'' Aldy nampak.kesal.

"Ada apa sih, kita baru datang udah kena marah aja...?'' tanya Dandy.

"Iya nih nggak jelas banget..." sahut Angga.

"Kalian ngak.usah pura- pura b*go ya.. Kalian pikir aku nggak tahu perbuatan kalian.." Aldy menunjuk muka kedua sahabatnya secara bergantian.

"Memangnya apa yang kami lakukan...? Hah...?'' tanya Angga.

"Kalian menjebakku kan kemarin malam...!'' Aldy bertambah kesal

"Menjebak apa...?'' tanya Dandy.

"Jangan berlagak bego kalian...!'' Aldy sedikit meninggikan suaranya karena dibuat kesal terus oleh kedua sahabatnya itu.

Akhirnya dengan penuh kekesalan Aldy menjelaskan bahwa di dalam minumannya ada kandungan obat perangsang yang membuatnya tak bisa mengendalikan hasrat seksualnya hingga membuatnya menghabiskan malam dengan Intan.

Mendengar cerita Aldy, kedua sahabatnya itu bukannya merasa bersalah, mereka malah tertawa. Tentu saja Aldy bertambah kesal. Namun percuma saja, kedua sahabatnya itu memang ndableg, mau dimarahi seperti apa pun oleh Aldy mereka akan cuek saja.

"Sudahlah Aldy... Nggak usah kesal begitu kenapa sih...? Semua kan sudah kamu lewati, kamu sudah merasakan seperti apa nikmatnya surga dunia. Kamu puas kan...?" ucap Angga.

Aldy mendengus kesal.

"Gimana Al...kamu berhasil hajar Intan berapa ronde...? Pasti lebih dari satu kan...? Wah... Pasti enak banget itu, apalagi Intan itu kan cantik, bohay, aaaahh.... Pasti bikin nagih..." tanya Dandy sambil membayangkan tubuh indah Intan.

"Kalian berdua ini benar- benar gila..." sahut Aldy yang masih kesal dengan kekonyolan kedua sahabatnya itu.

Aldy lalu duduk di meja kerjanya kemudian memijit keningnya.

"Kamu kenapa sih Al...?" Angga lalu menggeser kursinya ke depan meja kerja Aldy lalu mereka duduk berhadapan. Sedangkan Dandy berdiri di samping Angga.

Aldy yang kesal pun tidak mau menjawab pertanyaan Angga. Iya, sejak kejadian malam itu, hidup Aldy menjadi tidak tenang. Pikirannya terus dibayangi dengan apa yang telah dia lakukan pada Intan di kamar sewa di dalam diskotik tempat Intan bekerja.

Rasa berdosa tentu saja menghantui perasaan Aldy, dan rasa bersalanya pada Intan pun terus menganggu pikirannya.

"Al,... kenapa sih, nyantai aja lagi..." ucap Angga.

"Gimana aku bisa nyantai... Aku sudah melakukan perbuatan dosa gara- gara kelakuan kalian..." sahut Aldy.

"Ya elah begitu aja dipikirin. Ya udah kamu tingal bertaubat aja sama Tuhanmu itu. Minta ampun... Selesai kan...." jawab Angga.

Aldy berdecak kesal.

"Jangan taubat dulu lah Aldy. Memangnya kamu nggak mau lagi nidurin intan yang cantik itu. Mending kamu puas- puasin dulu deh sama Intan. Nanti kalau kamu sudah puas dan bosan, baru kamu taubat. Dan kamu kasih aja Intan padaku. Aku juga penasaran gimana rasanya bercumbu sama Intan..." sahut Dandy.

"Gila kamu ya..." Aldy nampak kesal mendengar Dandy yang mengininkan Intan seperti menginginkan sebuah barang.

"Kalian dengar ya... selain aku merasa berdosa sama Alloh, aku juga merasa bersalah sama Intan. Dia itu bukan wanita penghibur seperti yang kalian kira. Dia hanya bekerja di sana sebagai waiters saja..." ucap Aldy.

"Halah... Yang namanya waiters di diskotik itu pekerjaannya bukan hanya mengantar minuman. Mereka juga punya sampingan melayani pelanggan. Kamu tahu apa sih Aldy tentang dunia malam...." sahut Dandy dan disambut oleh anggukan dari Angga yang membenarkan apa kata Dandy.

"Tapi Intan nggak seperti itu..." jawab Aldy.

"Kata siapa...? '' tanya Angga.

"Ya kata dia lah. Kalian tahu, ketika aku akan memberinya uang padanya, dia menolaknya dan dia marah karena secara tidak langsung aku menganggap dia sebagai wanita penghibur..." jawab Aldy.

"Trus kamu tidak membayarnya dong,..?" tanya Dandy.

"Ya nggak lah... Dia begitu tersinggung..." jawab Aldy dengan ketus.

"Gila... Itu sih namanya kamu dapat rejeki nomplok Al. Beruntung banget sih kamu Al.. Udah dapat cewek cantik, gratis lagi...." sahut Dandy. Angga pun mengangguk.

 "Kalau Intan tarif harga, mahal banget pasti, dia cantiknya nggak ketulungan. Badannya bagus lagi. Aku jadi pengin tidur sama Intan. Kapan- kapan aku mau ke sana ah, siapa tahu dapat rejeki nomplok juga seperti kamu..." sambung Dandy.

"Eh, jangan kurang ajar kamu Dandy. Jangan ganggu dia...! " Aldy nampak kesal.

"Lho kenapa kamu marah sih...?" tanya Dandy.

Angga lalu menatap wajah Aldy.

"Kamu kenapa Al...? Kamu suka sama Intan...?'' tanya Angga karena melihat keanehan pada sikap Aldy.

"Ya nggak lah gila apa..." sahut Aldy lagi- lagi kesal.

"Kalau kamu suka sama Intan, ya sudah kamu nikahi dia aja Al. Lagi pula kamu belum punya cewek kan...? Kamu bilang kamu nggak mau pacaran maunya langsung nikah aja..." ujar Angga.

"Mana boleh Aldy nikah sama cewek yang kerja di diskotik seperti Intan. Yang ada nanti Umi nya ngamuk.... Aldy kan anak kesayangan Umi...pasti kan Uminya itu menginginkan gadis soleha yang berhijab yang berlatar belakang pesantren...." sahut Dandy.

"Oh iya ya... Aldy kan anak Abi Umi... Saya lupa..." jawab Angga.

Angga dan Dandy pun tertawa. Sedangkan Aldy hanya mendengus kesal.

Bersambung...

1
Salsa
Playing victim banget si Fatimah 😄😄
Asmara
Keren ceritanya
Asmara
Umi sendiri yg duluan menghina Intan giliran dibalas sama Intan dia mewek merasa terzolimi ih najis bgt mertua model begitu 😡
Asmara
Pasti si Aldy punya istri lain
Asmara
Hadeh apes amat kamu Intan
Asmara
Suami nyebelin si Aldy😡
Asmara
Sungguh terlalu mertua sama iparmu Intan 😡
Salsa
Ceritanya menarik 🥰🥰🥰
Salsa
Ngeselin ya si Aldy
Salsa
Apes amat nasibmu Intan ,pynsuami nggak tegas, ibu mertua menyebalkan, adik ipar ngeselin , ibu kandung nya jg edan , lengkap SDH penderitaan kamu
Salsa
Aldy sebenarnya cinta SMA intan cuma gengsi saja dia
Salsa
Suka nya ngalahin org lain tuh si Umi.. pdhl anak sndiri jg salah
Salsa
Umi Fatimah itu ciri" orng munafik
Asmara
Akhirnya menikah jg
Asmara
Duhh intan intan kasihan amat hidupmu
Asmara
Ibunya nggak ngotak
Asmara
Hadir Thor ,.
Mommy Almira: Mksih dah mampir 😊
total 1 replies
Salsa
Lanjut Thor, ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!