Desakan mama yang menginginkan agar Kevin segera menikah membuat ia dipertemukan dengan seorang wanita penuh akan misteri, atau lebih tepatnya masalah.
Hubungannya dengan sang kekasih memang tidak bisa dipertahankan lagi dengan pengkhianatan yang dilakukan Fira dibelakang Kevin. Sehingga itu pula yang membuat Kevin yakin membawa Nayla masuk ke dalam bagian hidupnya.
Bersama wanita yang dipilihnya itu, Kevin akan membuktikan pada sang mantan bahwa ia bisa hidup tanpa Fira, juga membalas pengkhianat Fira akan hubungan mereka yang lalu.
2021 direvisi ulang 2026
@nyanalyn_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. PHSC NEW
Nayla duduk satu mobil dengan calon mertuanya. Mereka berdua hari ini akan menuju butik untung fiting costume baju pengantin.
Di ruangan yang di dominasi warna putih dengan lemari kaca bersusun di mana di ********** terpajang deretan baju gaun pernikahan mewah. Membuat mata Nayla dimanjakan akan keindahan desainnya.
Linda sedang berbicara dengan pemilik sekaligus desainer perancang dari semua pakaian yang di pajang itu.
“Kau tau, aku sangat menanti hari ini tiba. Akhirnya aku bisa memiliki seorang anak perempuan, pokoknya kau harus buatkan aku baju khusus untuk calon menantuku, Mira,” Mama Linda berceloteh panjang.
Segala urusan pakaian pernikahan memang wanita senja itu yang mengurusnya, tidak ada request khusus bagi Nayla saat hari bahagia ia akan memulai kehidupan baru. Yang perlu Nayla siapkan mulai sekarang adalah hanya mental dan fisik yang kuat untuk ke depannya nanti saat berumah tangga.
“Iya.. Iya Lin. Sudah pasti aku akan buatkan gaun terbaik untuk anak mu dan calon istrinya. Turut bahagia ya Lin, semoga resepsi anak mu lancar sampai hari H.”
“Kamu juga, Nak. Semoga kebahagiaan selalu menyertai, lancar dan sukses untuk pernikahannya,” doa Mira pada anak temannya itu.
•••
Undangan spesial dengan gift di dalamnya langsung dilempar Akram murka. Kertas yang bertuliskan nama mempelai wanita itu yang membuat ia sangat marah.
“Kenapa harus secepat ini. Nayla kau belum boleh menikah dengan orang lain. Kau harus jelaskan kebenaran dimasa lalu dulu.”
“Besok? Iya besok aku harus mengajak Nayla bertemu. Aku butuh dia, lebih dari apa pun,” Akram lalu mengetikkan pesan pada Kevin.
Ia berpesan untuk meminta waktu agar bisa bertemu dengan Nayla yang statusnya sekarang adalah calon istrinya Kevin.
Menunggu beberapa menit bahkan sampai lewat satu jam, baru ia mendapat balasan. “Aku tidak bisa memberi izin, karena untuk sekarang Nayla masih belum tanggung jawab ku. Tapi kalau kau ingin mengobrol dengannya, datanglah ke apartemen ku. Di sana aku akan menunggu mu!”
Deretan pesan itu Akram baca dengan serius, ia hendak mengirim tanggapan lain, agar ia diberi akses mengobrol berdua. Namun Akram urungkan.
“Baiklah, besok aku akan menemui kalian.”
Nayla menyendiri di balkon kamar. Melihat awan malam yang pekat dipenuhi warna hitam. Titik-titik cahaya dari bintang dan bulan membuat suasana gelap itu tidak terlihat horor.
Ia merangkai garis tak terlihat dengan deretan bintang yang bergerombol. Cekikikan Nayla di malam begini terdengar di balkon samping yang membuat penghuninya merinding seram.
“Bentuknya mirip segitiga, ah yang itu bentuknya kotak,” gumam Nayla disambung tawa kecil dengan tingkah lakunya sendiri. Ia mengakui bahwa ia sangat amat ke kanakan, padahal umurnya sekarang sudah menginjak usia 22 tahun.
Seiring waktu yang telah dilalui, dan Nayla sudah tidak mendapatkan masalah dari keluarganya, membuat Nayla bisa hidup nyaman dan damai. Neneknya di rumah pun sudah hidup lebih tenang, tidak ada lagi Erni yang selalu marah-marah dan membuat masalah. Sedikit banyak membuat kesehatan neneknya kian membaik.
Di masa tuanya yang tidak bisa bergerak dengan leluasa itu membuat neneknya sering menghabiskan waktu di kamar. Nayla juga sudah memperkerjakan tetangga dekat nya untuk mengurusi sang nenek.
Beberapa kali Nayla pulang ke rumah dan mendatangi sang nenek, mengatakan bahwa ia akan segera menikah sekaligus meminta restu. Nayla juga menawari sang nenek untuk tinggal bersamanya di rumah suaminya nanti, namun wanita tua itu menolaknya tegas.
Neneknya bersikeras tidak mau merepotkan sang cucu, sudah cukup masa remajanya dihabiskan untuk melayani ia yang tua ini. Sekarang adalah waktunya Nayla bahagia dengan kehidupannya sendiri tanpa mengkhawatirkan keluarga yang lain.
•••
Sesuai dengan janjinya semalam. Akram mendatangi apartemen Kevin di saat jam makan siang. Sengaja ia mendatangi saat siang hari, pastinya dengan begini Kevin tidak akan ikut dalam obrolan yang memang harus ia bicarakan hanya berdua dengan Nayla.
Tok..
Tok..
Dua kali bunyi ketukan itu berdengung, Nayla langsung membukanya tanpa memeriksa di lubang kecil pintu. Ia mengira itu adalah Kevin, karena biasanya lelaki itu mendatanginya saat jam makan siang.
“Kamu!” mata Nayla langsung membola, mendapati Akram berdiri di depan pintu apartemen milik Kevin.
Tangannya buru-buru menarik pintu kembali, namun dihalangi kaki Akram yang menyembul di pinggirannya sehingga pintu tidak bisa di tutup dengan rapat.
Celah pintu yang tersisa memudahkan Akram untuk mendorong pintunya lagi. Nayla terdorong beberapa langkah ke belakang, untung ia bisa menahan tubuhnya hingga tidak terjatuh.
“Kenapa kau sangat tidak menyukai saat bertemu denganku, Ly? Apa aku seperti penjahat di matamu itu,” tanya Akram melangkah masuk.
“Akram berhenti di sana. Berhenti!” sentak Nayla kasar. Ia tidak terbiasa untuk bersikap baik dengan pria di masa lalunya itu.
“Ok.. ok aku akan berdiri di sini. Tapi tolong kau harus mau berbicara dengan ku Nayla. Banyak kebingungan yang belum aku pahami sampai sekarang,” Akram mengalah, ia tahu dengan perbuatannya dimasa lalu tidak bisa di maafkan, bahkan untuk memaklumi pun Nayla enggan karena perbuatannya dulu sangat membuat wanita itu trauma.
“Katakan, apa yang masih belum kau pahami? Aku tidak bisa meluangkan waktu ku lebih lama, aku tidak mau nantinya calon suamiku akan salah paham.”
“Aku tanya lagi, apa benar kau tidak terlibat dalam kasus kecelakaan adik ku? Disya meninggal bukan karena kamu kan Nayla?”
Nayla memalingkan wajahnya menatap Akram tajam. “Untuk apa aku menjelaskan ulang? Bukankah dulu kau tidak percaya kalau aku tidak pernah terlibat! Mana ada teman yang membunuh sahabatnya sendiri.”
“Kau juga lebih percaya ucapan orang lain bukan. Dan aku yang harus menanggung kesalahan yang tidak ku perbuat itu. Disini yang jahat itu kau Akram, bukan aku,” murka Nayla emosi.
Mengingat masa dulu saat masih sekolah, membuat Nayla terbawa emosi dan sedih. Saat kejadian itu memang Nayla ada di lokasinya, tapi bukan ia pelakunya.
“Pergi sekarang kau Akram. Sekarang kau sudah tau kan jawabannya, jadi jangan ganggu kehidupan yang mau aku bangun ini.” Nayla menunjuk pintu dimana Akram berdiri di belakangnya.
Penyesalan memang datang terlambat, dulu saat Disya meninggal ia malah ikut menyalakan Nayla hanya karena wanita itu ada di lokasi tempat Disya bunuh diri.
Selang beberapa tahun dan kini Nayla sudah melupakan orang-orang yang main hakim dengannya. Malah sekarang ia dipertemukan lagi dengan orang yang paling ingin Nayla hindari keberadaannya.
Akram lelaki yang pernah dekat dengannya. Kakaknya Disya itu pria pertama yang Nayla kenal. Namun sejak meninggalnya Disya hubungan mereka berdua renggang.
Nayla masih menutup rapat rahasia saat Akram meluapkan emosinya padanya. Kakaknya Disya itu pernah hendak memerkosa Nayla karena ia tidak terima adiknya meninggal.
Akram terpengaruh ucapan teman wanita yang menyukainya. Lelaki itu diperdaya sehingga ia hanya melihat kejahatan Nayla, padahal wanita itu tidak pernah berbuat apa pun.
“Maafkan aku Ly. Aku memang bodoh, aku jahat! Tapi bisakah kau beri aku kesempatan, aku masih sama seperti dulu, aku mencintaimu Nayla,” seru Akram. Ia melihat wajah Nayla yang gusar. Memang ia yang bodoh mau saja percaya dengan omongan orang lain.
•••
Kevin memasuki apartemennya, tidak mendapati Nayla di ruang tamu. Lantas ia mencarinya di dalam kamar.
Punggung mungil wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu bergetar di tempat tidur. Kevin mengernyitkan dahinya melihat keadaan Nayla sekarang.
“Nayla, kamu kenapa?” Kevin duduk di pinggir kasur. Ia usap punggung Nayla yang terbaring membelakanginya.
Huuuu... hiks...
Isak tangis Nayla membuat tanda tanya besar bersarang di kepalanya. Kevin usap lagi punggung rapuh wanita itu, lalu membalikkannya lembut.
“Kenapa? Bicara sama aku, apa ada yang menyakitimu Nayla,” tanya Kevin dengan suara yang sangat lembut.
“Vin aku takut, aku lelah sekarang. Aku mau hidup dengan tenang, kenapa sulit sekali mencari kedamaian yang aku inginkan," bangkit Nayla langsung memeluk tubuh Kevin.
Dalam dekapan tubuhnya Kevin terus mencoba memberikan ketenangan untuk Nayla. "Shuuft sudahi ya menangis nya, nanti matanya bengkak," bujuk Kevin lembut.
"Tapi aku masih takut, Vin. Aku takut kedepannya ini akan menjadi masalah besar."
"Memangnya apa yang sudah terjadi? Siapa yang membuatmu kacau seperti ini Nayla, ayo beritahu aku!"
Nayla dengan terpaksa harus menceritakan kisah kelamnya. Ia tidak tahu ke depannya akan seperti apa, yang pasti Kevin sudah mengetahui semuanya, jadi pria itu bisa menilai sendiri bagaimana seharusnya ia mengambil sikap di kemudian hari.
Akram mendatangi makam sang adik, di pusara gundukan tanah yang sudah ditumbuhi rumput itu, ia menumpahkan segala rasa sedih dan kesalahannya di masa lalu.
"Dek, maafkan kakak mu ini yang tidak bisa menjaga teman mu. Kakak memang harus mendapat hukuman atas perbutan kakak dimasa lalu. Tapi—tapi kakak tidak sanggup jika harus melihat Nayla menikah dengan orang lain dek. Kakak harus gimana sekarang?" tanya Akram pada kubur sang adik, yang sudah pasti tak akan ada jawaban.
"Kakak belum bisa menepati keinginan mu itu, agar melindungi Nayla. Dia, sudah menemukan kehidupan yang baru, apa mungkin masih ada kesempatan kakak untuk memilikinya."
"Kakak akan melakukan apa pun agar Nayla kembali pada kakak. Kau pasti ingin melihat teman mu itu bersama kakak kan dek? Seperti keinginan mu agar kakak terus melindunginya." Setelah meluapkan kegundahan hatinya, Akram lalu menghubungi seseorang. Ia membicarakan rencana khusus untuk mengambil Nayla bagaimana pun caranya.
kyak novel sblumx tapi sayang pake koin.🤦🏻akux masih penasaran sih...ama ceritax