Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Vira menikmati segelas teh hangat di temani dengan cemilan, dia duduk santai di balkon kamar nya. Pandangan nya tertuju ke bawah, ke pintu gerbang rumah nya yang menjulang tinggi.
Vira menanti kedatangan suami dan juga gundik nya,dia tidak ingin melewati kesempatan emas dengan menyambut kedatangan mereka ke istana nya. Demi agar anak nya tetap dekat dengan ayah nya, Vira harus mau menerima bahwa Miranda juga akan tinggal bersama mereka.
Tapi semua itu tidak gratis, ada harga mahal yang harus mereka dapat kan untuk bisa menjadi bagian dari istana ini.
"Akhir nya mereka datang juga!" Guman Vira setelah dia melihat sepasang manusia itu masuk, dengan Bayu menyeret koper besar milik Miranda.
Bergegas Vira turun ke bawah, dia ingin menyambut kedatangan madu nya ke dalam rumah nya.
Dengan langkah angkuh, Miranda berjalan bersama Bayu memasuki rumah itu. Dia bersikap seolah - olah dia adalah pemilik rumah itu.
"Bibi!!!!!" Teriak Miranda dengan lantang ketika dia tiba di ruang tamu.
Tapi yang di panggil tidak kunjung datang, membuat Miranda semakin kesal. Tepat pada saat itu Vira turun dari lantai atas rumah nya.
"Ini bukan hutan, jangan berteriak di rumah saya!" Vira mengingat kan madu nya dengan tangan yang di lipat di dada.
"Jangan lupa aku juga punya hak yang sama atas rumah ini, aku ini juga istri nya mas Bayu!" Miranda sengaja memanasi Vira dengan bergelayut manja di lengan Bayu.
"Baik lah, karena kau sudah datang ke rumah ini. Maka aku akan menunjuk kan tempat mu yang sesungguhnya!" Ujar Vira dengan senyum sinis di sudut bibir nya.
Senyum bahagia mengembang di sudut bibir nya Miranda, dia pikir begitu mudah nya menjadi nyonya besar di istana ini. Miranda bangga akan diri nya yang berhasil bisa menjadi istri dari seorang laki - laki beristri seperti Bayu.
Vira berjalan mendekati Miranda yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponsel mahal nya, Vira segera merebut ponsel itu dari tangan nya.
"Apa - apaan kamu, kembalikan ponsel ku!" Miranda berusaha merebut kembali ponsel milik nya yang saat ini sudah berada di tangan Vira.
"Ponsel ini di beli dengan uang perusahan, dan jangan lupa perusahaan itu milik orang tua ku. Jadi aku berhak mengambil nya kembali!" Ujar Vira sambil menggoyang- goyang kan ponsel itu di tangan nya.
"Vira, itu ponsel Miranda, kembali kan!" Bentak Bayu dengan kasar.
"Pelan kan suara mu mas, atau aku akan membawa kasus penggelapan dana di perusahaan ke jalur hukum. Maka aku pastikan kalian berdua akan membusuk di dalam nya!" Vira memperingati Bayu dan juga Miranda.
Seketika wajah bahagia milik Miranda menjadi tegang setelah mendengar ucapan Vira, dia tidak mau jika sampai di penjara. Tapi Miranda sebisa mungkin menyembunyikan ketakutan nya di depan Vira, dia bersikap seolah - olah dia adalah orang yang paling berani.
"Bagai mana kau bisa memenjarakan kami, perusahan itu milik Mas Bayu. Sebagai istri nya, secara otomatis aku juga punya hak di dalam nya!" Miranda berkata dengan sangat percaya diri.
"Apa kau bilang? Perusahaan itu milik nya mas Bayu?" Vira tertawa mendengar ucaoan Miranda.
"Vira, benar apa yang di katakan oleh Miranda. Aku ini suami mu, dan aku punya hak yang sama dengan mu di perusahan itu!" Bayu kembali mengklaim perusahaan itu sebagai milik nya.
"Oh ya benar kah? Lalu jika kau memang punya hak di perusahaan itu, kenapa kau tidak bisa mendapat kan kembali jabatan mu. Baik lah, aku akan telepon orang yang mendirikan perusahan itu dan mengatakan bahwa kau sudah mengklaim milik nya!" Ujar Vira sambil mengambil ponsel milik nya.
"Tidak Vira, Miranda hanya salah bicara. Iya, aku berjanji akan menuruti semua keinginan mundan tidak akan membuat mu marah!" Bayu meraih tangan Vira.
Tapi karena merasa jijik dengan Bayu, Vira menepis tangan Bayu sambil tersenyum.
"Baik lah, aku mengizin kan kau tinggal di rumah ini. Tapi ada harga yang harus di bayar, tudak ada yang gratis di dunia ini!" Ujar Vira sambil mencondong kan badan nya ke arah Miranda.
"Apa maksud mu?" Tanya Miranda dengan gusar.
"Kau akan tahu nanti!" Ujar Vira lagi.
"Bi Marni!!!" Vira memanggil nama asisten rumah tangga nya.
Wanita setengah tua itu tergopoh- gopoh muncul dari arah dapur, dengna celemek yang masih terpasang di tubuh nya.
"Iya Nya, ada apa?" Tanya Bi Marni sambil melihat ke arah Vira.
"Antar kan koper ini ke kamar saya!" Perintah Vira pada bi Marni sambil menunjuk kan koper besar milik Miranda.
"Baik bu!" Jawab Bi Marni dengan patuh.
Tanpa membantah, bi Marni langsung menyeret koper besar milik Miranda ke kamar majikan nya. Miranda tersenyum puas, dia dan Bayu saling melempar kan pandangan sambil tersenyum. Miranda mengira bahwa Vira menempat kan diri nya di kamar utama yang saat ini di tempati oleh Vira.
Tidak lama kemudian, bi Marni kembali ke bawah setelah meletakkan koper milik Miranda di kamar nya Vira.
"Terima kasih banyak kakak madu, aku capek dan aku mau istirahat!" Ujar Miranda dengan tidak tahu malu dan dia berjalan melewati Vira ingin pergi ke lantai atas.
Tapi ketika dia melewati Vira, dengan cepat Vira mencekal tangan nya.
"Mau kemana kau?" Tanya Vira dengan santai.
"Ya mau ke kamar aku lah. Kan kamu sendiri yang sudah menempati aku di kamar mu, sekarang kau silah kan tidur di kamar yang lain!" Jawab Miranda dengan rasa percaya diri yang tinggi.
"Siapa yang menyuruh mu untuk pergi ke kamar ku?" Tanya Vira dengan tatapan mengintimidasi.
"Kamu sendiri lah, siapa lagi. Kan kamu sudah meminta bi Marni membawa koper ku ke kamar mu!" Jawab Miranda lagi.
"Jangan bermimpi Miranda, aku memang sengaja meminta bi Marni membawa koper mu ke kamar ku bukan untuk memberikan kamar ku pada ku. Semua barang yang ada di dalam koper mu itu di beli dengan uang curian dari perusahaan milik orang tua ku, jadi sekarang aku mengambil nya kembali!" Ujar Vira dengan tegas.
"Apa maksud mu?" Tanya Miranda dengan kesal.
"Apa ucapan ku kurang jelas?" Aku mengambil kembali apa yang kau curi dari perusahan orang tua ku. Jadi kau tidak berhak atas semua isi yang ada di dalam koper itu!" Vira kembali menegaskan lagi.
"Vira, kembalikan koper Miranda!" Bayu meminta pada Vira.
"Jangan ikut campur urusan ku, atau kau juga akan kehilangan semua nya!" Vira memberikan ancaman pada Bayu sehingga membuat Bayu tidak berkutik di hadapan Vira.
Bayu dan Miranda saling melempar kan pandangan, tatapan mereka mengisyaratkan kegugupan dan kecemasan dengan apa yang akan mereka alami ke depan nya. Vira menikmati wajah gugup dan tegang milik suami dan juga madu nya tersebut.
ya sudah gak apa apa bunga mawar merah yaaaaa
mana Ada yg bullly alasan aneh, tu Mawa yg gugat cerai insan anaknya gk papa. 😂. ngomong saja masih Cinta.
jng besarkan anak dlm lingkungan gk sehat. anakmu yg kena mental nntinya.
km punya agama gk fir. kl punya hrse tau kl istri gk nglayani suami dosa.
kl bertahan ya terima poligaminya. kl gk terima ya cerai. lihat tu Mawa yg suaminya nikah ma inara berani gugat cerai anaknya baik baik saja.
alasan saja anak pdhl masih ngarep ma bayu kn 🤣🤣🤣
tinggal usir mereka... ato jual rmhmu....
kadang cerai bukan buat anak trauma tp mntelamat kan mental. semakin berbohong nnti kl anak tau mlh tambah bikin anak gk sehat secara psikis.