NovelToon NovelToon
Akan Ku Buat Dia Menyesal

Akan Ku Buat Dia Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Fantasi Wanita / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:46.5k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."

Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.

Karena cinta baginya hanya... Bullshit!

Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cara Kotor

"Tidak berada di tempat?" Tanya Fransisca.

"Be... benar! Tidak berada di tempat. Tuan Johan sedang menemui klien." Jawab Roy cepat, keningnya berkerut layaknya orang yang tengah sembelit.

"Dimana?" Fransisca mengangkat sebelah alisnya.

"Di luar kota! Sa... sambil meninjau proyek." Lagi-lagi Roy tersenyum dipaksakan seperti tengah menahan buang air besar.

"Proyek apa? Dimana tempatnya? Aku ingin mengantarkan pakaian padanya selaku adik ipar..." Kalimat pelan, penuh senyuman mengintimidasi. Orang ini seperti Arkan Zoya sebelum kecelakaan, tapi versi wanita.

"Proyeknya di...di luar pulau. Ibu kota baru yang akan dibangun. Disana ada investor yang---" Roy menghentikan kata-katanya merasa ada yang aneh, menelan ludah, ini terasa semakin menegangkan saja melihat ekspresi orang ini. Yang menatapnya bagaikan singa betina yang tengah mencari makan untuk anak ayam?

"Investor? Siapa nama investornya? Bukankah perusahaan tidak bergerak di bidang real estate? Kenapa harus ke ibukota yang akan baru dibangun? Apa berencana membuka cabang di bidang lain? Berapa alokasi dananya? Bisa berikan rinciannya padaku?" Tanya Fransisca benar-benar detail.

Roy ingin menangis rasanya. Sudah diduga olehnya, semakin berbohong maka posisinya akan semakin sulit. Tapi mau bagaimana lagi Jovan tengah menyemai benih.

"Tidak bisa! Itu rahasia perusahaan!" Tegas Roy.

"CEO ada disini." Ucap Fransisca terlihat tenang, memperlihatkan sosok Arkan Zoya.

"A...aku memang C...E...O!" Arkan berusaha menunjukkan dirinya dengan nada arogan menggemaskan.

"Tapi dia---" Kalimat Roy disela.

Fransisca mendekat, senyuman menyeringai di wajahnya. Sedikit berbisik pada Roy, terdengar mengerikan."Sekali berbohong padaku, maka kamu akan mati pelan-pelan."

Roy menelan ludahnya ketakutan. Jika dengan Arkan Zoya sebelum kecelakaan, wanita ini sudah pasti benar-benar serasi.

Tapi dirinya juga tidak dapat membocorkan bahwa Johan tengah bercinta di atap.

"Apa yang kalian lakukan disini?" Suara seseorang terdengar. Seorang pria paruh baya yang merupakan kakak ipar dari Arkan Zoya.

Pria yang melangkah mendekat dengan wanita seusianya. Wanita paruh baya yang memakai name tag sebagai pekerja kantor perusahaan. Tapi bukankah jam tangan yang digunakannya terlalu mewah untuk jam tangan seorang karyawan?

Fransisca menyipitkan matanya. Apa wanita ini korupsi? Itulah hal pertama yang ada dalam otaknya. Tidak ada pikiran bahwa Johan baru saja bercocok tanam.

"Kakak ipar, aku mengunjungi perusahaan milik suamiku. Apa salah?" Tanya Fransisca pelan dengan nada penuh penekanan.

"Sebagai seorang istri kamu seharusnya di rumah menikmati hidup dengan Arkan. Pulanglah! Biar aku dan Doni yang menjaga perusahaan." Kalimat penuh senyuman, seketika menjadi pria yang ramah.

Orang ini sungguh biawak yang luar biasa. Fransisca tertawa kecil."Mulai besok aku akan bekerja di bidang keuangan. Kakak ipar mohon persiapkan dengan baik."

"Wanita seharusnya tinggal di rumah saja! Menikmati uang dan berbelanja!" Bentak Johan.

Fransisca masih dapat tersenyum."Perusahaan...aset semuanya milik suamiku. Tenang saja, aku tidak akan melakukan apapun. Hanya saja, aku ingin menghitung berapa jumlah uang yang lenyap setiap detik..."

"U...uang yang lenyap!? Kamu menuduh keluarga sendiri mencuri!? Semenjak Arkan sakit aku yang mengurus usaha miliknya! Hingga laba mencapai miliaran rupiah!" Bentak Johan.

"Itulah anehnya... bukankah seharusnya minimal keuntungan ratusan miliar. Jumlah uang yang berputar triliunan rupiah. Tapi keuntungan hanya miliaran. Aku mulai meragukan bakat kakak ipar untuk berhitung." Fransisca berucap dengan nada mengejek mengundang emosi.

Sungguh! Wanita ini memang membuat darah tinggi kumat.

"Arkan! 4 ditambah 2 berapa?" Tanya Fransisca.

"6!" Teriak Arkan cepat.

"Anak pintar... tidak seperti kakak iparmu yang berhitung saja tidak bisa. Tapi malah ingin memimpin perusahaan." Tawa kecil kembali mengejek. Sembari mengelus kepala Arkan Zoya.

"Arkan memang pintar! Nanti malam kak Fransisca akan mengajari Arkan cara membuat anak kan?" Tanya Arkan Zoya.

"Tentu saja Arkan sayang. Aku akan mengajari Arkan bagaimana membuat anak yang berkualitas." Fransisca tersenyum lembut menghela napas kasar.

"Kamu tidak berhak ikut campur dengan masalah perusahaan!" Bentak Johan.

"Tidak berhak? Kakak ipar ingin aku menjual saham milik Arkan? Kakak ipar hanya punya 6%, sedangkan suamiku 74%." Fransisca menghela napas."Kakak ipar...aku hanya akan mengatakannya sekali. Untuk memperkenalkan sifatku sebagai keluarga. Aku akan menghancurkan hal yang tidak dapat aku miliki."

Kalimat penuh arogansi dan penekanan membuatnya mengepalkan tangannya. Menahan rasa benci dan kesal pada wanita ini.

Menghancurkan hal yang tidak dapat dimiliki? Bukankah ini juga seperti ancaman pada Doni.

"Fransisca! Jangan macam-macam denganku." Saran dari Johan tersenyum memendam rasa kesalnya."Jika kamu tidak ingin mengalami nasib sial."

"Nasib sial? Nasib sial yang diciptakan Tuhan... berbeda dengan kutukan yang diciptakan manusia." Kalimat demi kalimat dengan nada sindiran.

Fransisca melangkah pergi, sejenak senyuman di wajahnya lenyap. Akan sulit menyingkirkan kutu-kutu ini dari perusahaan suaminya. Jika saham dijual, itu memang merupakan pilihan mudah. Tapi itu artinya dirinya kalah. Tidak! Akan ada strategi lain untuk menjatuhkan mereka.

"Kak Fransisca...apa kak Fransisca kesal? Arkan bisa memeluk untuk menghibur." Ucap Arkan pelan.

"Ya... mungkin aku membutuhkannya." Gumam Fransisca, mengingat mulai besok hari-harinya sebagai staf bagian keuangan akan begitu sulit.

***

Sementara itu kala Fransisca telah melangkah pergi, Johan menghela napas. Bagaimana caranya menyingkirkan orang ini? Mungkin hanya itulah yang ada dalam otaknya.

Pada awalnya dirinya ingin menjadikan Fransisca sebagai istri Doni. Menjadi tangan kanan di perusahaan. Wanita licik dan pintar seperti Fransisca seharusnya berada di samping putra tunggalnya.

"Sayang...dia Fransisca bukan? Dia yang seharusnya menjadi menantu kita. Tapi kenapa malah saat ini menentangmu?" Tanya Sela (selingkuhan Johan).

"Tidak tau! Aku pusing!" Johan membanting map yang ada di atas mejanya.

"Ceritakan dulu ada apa?" Tanya Sela pelan, membimbing Johan untuk masuk ke ruangan CEO.

Pria yang mulai duduk di sofa, sedangkan Sela duduk di pangkuannya."Minumlah!" Ucapnya memberikan segelas air putih pada Johan.

Perlahan Johan meminumnya."Kamu memang yang paling lembut padaku sayang..."

"Sekarang ceritakan apa yang terjadi?" Tanya Sela lagi.

"Sebelum pernikahan Doni dan Fransisca. Wijaya, Doni, dan Mira mendatangiku. Mereka menawarkan hal yang lebih menarik. Ini ada hubungannya dengan kelahiran Fransisca dan Mira. Selain itu Doni berlutut di hadapanku berkata ingin mengabulkan permintaan terakhir Mira. Aku tidak mungkin tega pada putra tunggalku sendiri." Johan sedikit bercerita, tapi tidak semuanya. Menjaga segalanya tertutup rapat.

"Permintaan terakhir? Mira sakit keras?" Tanya Sela.

Johan mengangguk."Dia menderita kanker darah stadium akhir. Doni juga berjanji, akan menikahi Fransisca setelah kematian Mira. Fransisca...dia cerdas, licik, juga bersedia melakukan cara kotor!" Pria yang kembali menikmati air putih."Aku tidak menyangka dia akan menikahi Arkan. Kemudian menjadi pedang yang berbalik menyerangku."

"Sayang...kamu mudah sekali tertipu...Mira... Mira... Mira... wanita yang tidak dikenal itu, seharusnya berbohong." Ucap Sela pelan.

"Berbohong?"

"Sttt...pakai otakmu dan selidiki lah! Wanita perayu akan melakukan apapun untuk mendapatkan cinta kasih. Termasuk hal kotor..."

1
Septi Lahat
nggk ush diajarin,, ajak praktek lgsung je,, toh kalian kan suami istri sah😁
Alishe
gue yg gregetttttt manis bgt si mreka🤭🤭🤭🤭🤭
Alishe
order dmn su enak beud perasaan isca ihh pengen🤣🤣🤣
Alishe
dibayar lunas tuh sakit beneran🤣🤣🤣🤣
Alishe
pantesan meriksanya ati atiiii bgt ya dok🤭🤭🤭
Alishe
lebih menarik martabaknya beli dmn si isca tuh mayan buat liat drama🤣🤣🤣🤣
Alishe
nyawa Rendi sisa separo kayanya🤣🤣🤣🤣
Alishe
kesian juga yg mulia istri kita klo arkan masi stay cool bocah seakan berjuang sendiri jdnya sooo ganbateeee semangattt😘😘😘😘
Alishe
end udah end🤣🤣🤣
Alishe
beda tipis🤣🤣🤣
chataleya
🙈🙈🙈
Alishe
nah nah sapose dteng😱😱😱
Alishe
ahahaha kretek🤣🤣
Alishe
huahahahahaha dpt cilok goceng kembalian beli data buat sehari🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Alishe
gaplok Rendi🤣🤣🤣
Alishe
mamp**🤣🤣🤣🤣
Inah Ilham
ternyata lebih boooommm...
Alishe
agak apa emang bod** si tungtung🤣🤣🤣🤣
Alishe
bayangin pas lg mode normal ngomong bikin anak muka arkan gmn ya🤣🤣🤣🤣
Nur Wahyuni
ayo gimana cara ngajarinnya Fransisca.. yg ada setengah jalan trz Fransisca disuruh minum susu dan pusing 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!