NovelToon NovelToon
Penghianatan Tak Termaafkan

Penghianatan Tak Termaafkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Dia mencintaiku untuk sebuah taruhan. Aku menghancurkannya untuk sebuah keadilan."

​Kirana percaya bahwa Arka Mahendra adalah pelabuhan terakhirnya. Di pelukan pria itu, ia merasa aman, hingga sebuah malam di pesta megah mengoyak dunianya. Di balik tawa mahal dan denting gelas sampanye, Kirana mendengar kenyataan pahit, cintanya hanyalah sebuah objek taruhan, dan harga dirinya hanyalah alat untuk memenangkan kontrak bisnis keluarga Mahendra.

​Dikhianati, dipermalukan, dan dibuang hingga ke titik nol tak membuat Kirana menyerah. Ia menghilang, mengubur gadis naif yang penuh cinta, dan terlahir kembali sebagai wanita sedingin es yang haus akan pembalasan.

​Tiga tahun kemudian, ia kembali. Bukan untuk memohon maaf, tapi untuk mengambil setiap keping kekayaan, kehormatan, dan kewarasan pria yang telah menghancurkannya.

Selamat datang di Cerita Kirana, di mana cinta adalah racun dan pengkhianatan adalah senjatanya.

By: Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7

Keheningan di apartemen Kirana terasa mencekik. Cahaya fajar mulai menyelinap melalui jendela, namun Kirana masih duduk di posisi yang sama sejak telepon itu terputus semalam. Di lantai, ponselnya yang retak dan kalung safir yang putus menjadi saksi bisu hancurnya sebuah ilusi.

Kirana menatap pantulan dirinya di cermin rias. Matanya merah, bukan karena air mata, tapi karena kemarahan yang membakar setiap sel sarafnya. Kulit lehernya sedikit tergores akibat rantai yang ia tarik paksa, meninggalkan jejak merah yang tampak seperti bekas jeratan.

"Taruhan," bisiknya. Suaranya serak, dingin, dan asing di telinganya sendiri. "Kau menganggap hidupku, karierku, dan hatiku sebagai meja judi, Arka?"

Kirana berdiri. Rasa sakit itu masih ada, sangat dalam hingga membuatnya mual, namun ia menekannya jauh ke dalam lubuk hatinya. Ia tidak boleh hancur sekarang. Jika Arka ingin mengakhiri permainan ini di pesta ulang tahun Mahendra Group besok malam, maka Kirana akan memastikan panggung itu menjadi tempat eksekusi bagi reputasi keluarga Mahendra.

Ia mengambil ponselnya yang retak, menyalakannya, dan melihat belasan pesan dari Arka yang masuk setelah panggilan tak sengaja itu.

"Maaf tadi teleponnya terputus, Sayang. Aku sedang di rapat darurat, berisik sekali. Tidurlah yang nyenyak. Sampai jumpa di pesta besok."

Kirana tersenyum sinis. Rapat darurat. Ya, rapat tentang bagaimana cara membuangnya setelah mendapatkan segalanya.

Dengan tangan yang stabil, Kirana mulai mengetik balasan.

"Tidak apa-apa, Arka. Aku mengerti. Aku sangat menantikan pesta besok malam. Itu akan menjadi malam yang tidak terlupakan bagi kita berdua."

Sepanjang hari itu, Kirana bekerja seperti robot. Ia mengumpulkan seluruh tim IT kepercayaannya dan tim hukum pribadi tanpa sepengetahuan direksi utama Kencana Jewelry. Ia tahu ia telah melakukan kesalahan fatal dengan memberikan daftar vendor itu, dan satu-satunya cara untuk menebusnya adalah dengan menarik kembali "jantung" itu sebelum Arka sempat memanfaatkannya lebih jauh.

"Ibu Kirana, Anda tampak pucat," ujar Maya, asistennya, dengan nada khawatir. "Apa perlu saya batalkan jadwal besok?"

"Tidak, Maya," Kirana menatap asistennya dengan tatapan yang membuat Maya merinding. "Besok adalah hari terpenting dalam karier saya. Siapkan dokumen pencabutan hak akses darurat dan kirimkan ke server vendor kita di Afrika dan Kalimantan. Aktifkan protokol Silent Killer pada data yang saya berikan kepada Arka semalam."

Maya tertegun. Protokol itu berarti data yang ada di tangan Arka akan hancur sendiri atau berubah menjadi data sampah jika dibuka tanpa kunci enkripsi yang diperbarui. "Tapi Bu, itu akan memicu alarm di pihak Mahendra Group jika mereka mencoba membukanya."

"Itu tujuannya," jawab Kirana pendek. "Biarkan mereka merasa memiliki permata itu, sampai mereka menyadari bahwa yang mereka genggam hanyalah bom waktu."

Malam pesta itu tiba.

Hotel Grand Hyatt Jakarta didekorasi dengan kemewahan yang memuakkan. Bunga-bunga eksotis, lampu kristal yang berdentang, dan karpet merah yang membentang luas. Seluruh elite bisnis Jakarta hadir. Mereka datang untuk merayakan kejayaan Mahendra Group, namun banyak juga yang datang karena mendengar rumor tentang "tunangan misterius" Arka Mahendra.

Arka berdiri di lobi utama, tampak sangat tampan dengan tuksedo hitam pekat. Ia dikelilingi oleh Dion dan teman-teman satu gengnya. Mereka tertawa, sesekali melirik jam tangan mereka.

"Mobil sport-mu sudah siap di depan, Arka," bisik Dion sambil menyeringai. "Begitu kau mengumumkan kerja sama dengan Singapura dan melepas wanita itu, kuncinya langsung berpindah tangan."

Arka membenarkan letak bowtie-nya. "Sabar, Dion. Biarkan dia masuk dulu. Aku ingin melihat wajahnya saat dia merasa menjadi ratu semalam, tepat sebelum mahkotanya aku injak."

Tak lama kemudian, sebuah limosin hitam berhenti di depan lobi. Pintu terbuka, dan suasana seketika senyap.

Kirana turun dari mobil. Ia tidak mengenakan gaun hijau atau warna-warna lembut lainnya. Ia mengenakan gaun backless berwarna hitam legam dengan payet yang berkilau seperti sisik naga.

Bibirnya dipulas merah darah, dan matanya digaris dengan eyeliner tajam. Ia tidak lagi mengenakan kalung safir dari Arka. Sebagai gantinya, ia mengenakan kalung berlian mentah yang besar dan berat milik koleksi pribadi Kencana Jewelry.

Ia berjalan dengan dagu terangkat. Setiap langkahnya memancarkan aura kekuasaan yang mengintimidasi. Arka terpaku sesaat. Ada sesuatu yang berbeda dari Kirana malam ini. Sisi lembut yang biasanya ia lihat telah hilang sepenuhnya, digantikan oleh sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

Arka segera menghampirinya, mencoba meraih tangan Kirana untuk menciumnya. "Kirana, kau terlihat... luar biasa. Tapi di mana kalung dariku?"

Kirana menarik tangannya dengan halus sebelum bibir Arka menyentuhnya, pura-pura merapikan gaunnya. "Oh, itu? Rantainya putus semalam. Mungkin itu pertanda bahwa barang murah tidak akan pernah bisa bertahan lama di leherku, Arka."

Arka sedikit tersentak oleh nada bicara Kirana, namun ia tertawa kecil, menganggapnya sebagai bentuk kekesalan karena ia tidak mengangkat telepon semalam. "Aku akan membelikanmu yang sepuluh kali lebih mahal malam ini, setelah pengumuman besar kita."

"Aku tidak sabar menunggu pengumuman itu," jawab Kirana dengan senyum manis yang tidak sampai ke mata.

Acara dimulai. Surya Mahendra naik ke atas panggung untuk memberikan pidato pembukaan. Ia berbicara tentang ekspansi, tentang kekuatan, dan tentang masa depan. Di samping panggung, Arka memegang tangan Kirana, sesekali berbisik mesra yang kini terdengar seperti desisan ular di telinga Kirana.

"Dan sekarang," suara Surya menggema melalui pengeras suara, "putra saya, Arka Mahendra, akan mengumumkan kerja sama strategis yang akan mengubah peta industri perhiasan Asia."

Arka melangkah maju ke podium dengan penuh percaya diri. Ia menarik Kirana untuk berdiri di sampingnya. Lampu sorot menghujam mereka berdua.

"Malam ini adalah malam yang istimewa," Arka memulai, suaranya terdengar sangat meyakinkan. "Bukan hanya karena kesuksesan perusahaan kami, tapi karena kami telah berhasil mengamankan jalur pasokan vendor eksklusif yang selama ini tidak tersentuh. Dengan data ini, Mahendra Group secara resmi menandatangani kerja sama dengan Global Star Corp dari Singapura!"

Tepuk tangan riuh memenuhi ruangan. Layar besar di belakang panggung mulai menampilkan slide presentasi yang menunjukkan daftar vendor yang dicuri dari Kirana.

Dion dan teman-temannya bersorak dari meja depan. Arka melirik Kirana, memberikan senyum kemenangan yang sangat merendahkan. Ia lalu mendekatkan mulutnya ke mik lagi.

"Dan mengenai Ibu Kirana di samping saya... saya ingin berterima kasih karena telah menjadi... 'mitra' yang sangat kooperatif. Begitu kooperatif hingga ia memberikan rahasia perusahaannya demi apa yang ia kira adalah cinta."

Beberapa orang di ruangan itu mulai berbisik-bisik. Nada bicara Arka mulai berubah menjadi menghina.

"Tapi sayangnya," Arka melanjutkan sambil menatap Kirana dengan mata dingin, "di dunia Mahendra, cinta tidak punya nilai tukar. Terima kasih, Kirana. Peranmu selesai malam ini. Kau bisa pergi sekarang sebelum petugas keamanan mengantarmu keluar."

Ruangan menjadi sangat sunyi. Kirana berdiri mematung di tengah panggung. Semua mata menatapnya dengan rasa kasihan, ejekan, dan penghinaan. Arka merasa telah memenangkan segalanya.

Namun, Kirana tidak pergi. Ia justru melangkah maju, mengambil mikrofon dari tangan Arka yang terkejut.

"Terima kasih atas sambutannya yang... jujur, Arka," suara Kirana terdengar sangat jernih dan berwibawa melalui pengeras suara. "Tapi sepertinya kau terlalu cepat merayakan kemenanganmu."

Kirana melirik ke arah Maya yang berada di meja teknis. Maya memberikan anggukan kecil.

Tiba-tiba, slide presentasi di layar besar berubah. Daftar vendor yang tadi terpampang hilang, digantikan oleh video rekaman percakapan Arka dan Dion di kelab malam semalam. Suara Arka yang mengejek Kirana dan menyebut tentang taruhan mobil sport terdengar sangat jelas di seluruh ballroom.

Wajah Arka menjadi pucat pasi. Surya Mahendra berdiri dari kursinya dengan wajah merah padam.

"Itu belum semuanya," lanjut Kirana, suaranya semakin tajam. "Daftar vendor yang kau banggakan itu? Coba periksa tabletmu sekarang, Arka. Data itu sudah terhapus secara otomatis dan telah mengirimkan laporan pencurian data ke Kepolisian Cyber Indonesia serta Bursa Efek. Mahendra Group baru saja mengumumkan kerja sama menggunakan data ilegal yang sudah tidak berlaku."

Arka mencoba mengambil tabletnya di podium, namun layarnya hanya menampilkan tulisan merah besar - **ACCESS DENIED - DATA CORRUPTED**.

"Kau..." Arka menggeram, mencoba meraih bahu Kirana, namun Kirana menepisnya dengan kasar.

"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu," desis Kirana. Ia menoleh ke arah tamu undangan yang ternganga. "Malam ini, kalian semua menjadi saksi bagaimana Mahendra Group membangun kejayaan di atas penipuan dan taruhan murahan. Saya, Kirana, secara resmi mengundurkan diri dari Kencana Jewelry dan akan membawa kasus ini ke jalur hukum."

Kirana melemparkan mikrofon ke lantai. Bunyi dentuman keras bergema di seluruh ruangan. Ia berbalik dan berjalan menuruni panggung dengan langkah yang sangat anggun.

"Kirana! Berhenti!" teriak Arka, namun para wartawan langsung menyerbu panggung, memburunya dengan kamera dan pertanyaan yang menghujam. Surya Mahendra tampak hampir pingsan karena skandal ini meledak di depan para investor internasional.

Kirana terus berjalan menuju pintu keluar. Di ambang pintu, ia berhenti sejenak, melihat Arka yang sedang dikepung wartawan dan mencoba menutupi wajahnya.

"Permainanmu berakhir di sini, Arka," bisik Kirana pada dirinya sendiri. "Tapi permainanku... baru saja dimulai."

Kirana masuk ke dalam mobilnya dan melesat pergi meninggalkan hotel yang kini sedang dilanda badai skandal terbesar tahun itu. Ia menatap telapak tangannya yang gemetar. Ia telah memenangkan pertempuran pertama, namun ia tahu, mulai besok, ia akan menjadi buronan bagi keluarga Mahendra. Ia telah menghancurkan mereka, dan mereka akan membalas dengan lebih kejam.

...----------------...

**Next Episode**....

1
anju hernawati
bagus jalan ceritanya author lanjut y .....
Miss Ra: siaaappp
total 1 replies
zhelfa_alfira
makin seru
Renjana Senja
nah bener. harus waspada sama barang asing gitu
Renjana Senja
eh. kiriman apa itu kalau boleh tau kawan?
zhelfa_alfira
wah keren²
zhelfa_alfira
lanjut²...
Sunaryati
Okey ku kira walau di penjara Bram tidak tinggal, orang yang serakah hal dunia biasanya sulit menerima kekalahan walau terbukti bersalah
Sunaryati
Menegangkan melebihi cerita mafia
Sunaryati
Semoga Arka selamat
zhelfa_alfira
semangat²
zhelfa_alfira
lanjut sama2 masih punya perasaan tapi ego masih sama² tinggi
zhelfa_alfira
dah selesai yang menegangkan kita tunggu yang manis2 nya lagi.😁🤭
zhelfa_alfira
wow seru nya cerita ini...
zhelfa_alfira
akhirnya keangkuhan arka selesai juga
zhelfa_alfira
bagus akhirnya ketahuan juga padahal reza sudah tau semua kebusukan arka...semangat²
zhelfa_alfira
entah lah bisa² nya masuk lobang yang sama...
zhelfa_alfira
keren² aku suka hancur kan dan hempaskan yang sudah menyakiti
zhelfa_alfira
keren
Miss Ra: /Kiss//Heart/
total 1 replies
zhelfa_alfira
wow keren aku suka karakter kinara tegas...semangat up kk author
zhelfa_alfira: sama² semangat
total 2 replies
zhelfa_alfira
lanjut²
Miss Ra: siaaap...

lanjut besok pagi ya kak..
good night...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!