NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Suamiku

Identitas Tersembunyi Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Komedi / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Safa, wanita dari keluarga sederhana, memberikan makanan pada seorang pria yang dia anggap pengemis – ternyata adalah Riki, CEO perusahaan besar. Terharu dengan kebaikan Safa, Riki menyembunyikan statusnya, mereka jatuh cinta dan menikah.

Ketika Safa bekerja di kantor Riki, dia bertemu "Raka" – teknisi yang ternyata adalah Riki yang berpura-pura. Setelah menemukan kebenaran, Safa merasa kecewa, tapi Riki membuktikan cintanya tulus dengan memperkenalkannya pada keluarga aslinya. Mereka akhirnya memperpublikasikan pernikahan mereka dan hidup bahagia dengan cinta yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMINTA MAAF DENGAN CARA UNIK

Setelah kejadian di pasar yang hampir membuatnya terbongkar, Riki merasa sangat bersalah dan ingin meminta maaf pada Safa karena tidak bisa mengatakan yang sebenarnya padanya.

Dia merencanakan cara yang unik untuk meminta maaf agar Safa tidak merasa terluka dan bisa memahami bahwa dia hanya ingin melindungi perasaan mereka berdua.

Pada hari Minggu pagi, saat Waroeng Mak Ina sedang sibuk karena banyak pelanggan yang datang makan sarapan, Riki muncul di warung dengan mengenakan seragam pelayan yang sama seperti Safa dan Maya.

Dia membawa topi dan apron yang sudah disiapkan dengan rapi, lalu langsung mendekati Safa dengan senyum sedikit malu.

"Saya mau minta maaf ya Saf," ucap Riki dengan suara yang jelas sehingga beberapa pelanggan bisa mendengarnya. "Aku tahu kamu merasa sedikit aneh tentang kejadian kemarin di pasar. Untuk itu, aku ingin meminta maaf dengan cara membantu kamu bekerja di warung hari ini!"

Safa dan Maya langsung terkejut melihat penampilan Riki. Safa bahkan tidak bisa berkata apa-apa dan hanya berdiri dengan mulut terbuka lebar.

"Riki... kamu apa ini?" tanya Safa dengan suara yang penuh kebingungan tapi juga sedikit tertawa.

"Aku mau tunjukkan bahwa aku sungguh-sungguh minta maaf dan juga ingin menunjukkan bahwa aku bisa bekerja seperti kamu lho," jawab Riki dengan semangat. "Bu Yanti sudah menyetujui kan Bu?"

Bu Yanti yang melihat kejadian itu hanya bisa tersenyum dan mengangguk. "Ya sudah Saf, biarkan saja dia membantu kita hari ini. Kayaknya dia sudah sangat siap kok."

Tanpa menunggu tanggapan lagi, Riki langsung mulai bekerja. Dia belajar cara menyambut pelanggan dari Maya, cara mencatat pesanan dengan benar, dan cara menyajikan makanan ke meja pelanggan.

Awalnya dia sering membuat kesalahan lucu – salah mencatat pesanan, menyajikan makanan ke meja yang salah, bahkan hampir menjatuhkan piring makanan karena tidak terbiasa membawanya.

"Saya minta satu porsi nasi goreng kampung ya Pak!" ucap seorang pelanggan pria.

"Baiklah Pak, satu porsi nasi goreng spesial segera datang!" jawab Riki dengan ceria sebelum berlari ke dapur untuk menyampaikan pesanan.

Safa yang melihatnya tidak bisa menahan tawa. "Riki, dia pesen nasi goreng kampung bukan spesial!"

"Ah maaf banget!" teriak Riki dengan panik sebelum kembali ke dapur untuk memperbaiki pesanannya.

Meskipun sering membuat kesalahan, Riki tetap bekerja dengan sangat giat dan penuh semangat.

Pelanggan yang melihatnya bekerja dengan tekun justru semakin suka dan sering memberikan pujian padanya.

"Wah pelayan baru kamu ini baik banget ya Bu Yanti!" ucap salah satu pelanggan wanita. "Meskipun masih banyak salah tapi kerjaannya sungguh-sungguh!"

Bu Yanti hanya bisa tersenyum dan melihat Riki dengan rasa kagum. "Ya sudah, anak muda sekarang seperti ini sudah jarang Bu. Dia memang orangnya baik hati."

Setelah jam sibuk sarapan berlalu dan jumlah pelanggan mulai berkurang, Riki bisa sedikit beristirahat. Safa datang mendekatinya dengan membawa segelas teh hangat.

"Terima kasih sudah mau membantu bekerja hari ini sayang," ucap Safa dengan senyum hangat. "Meski kamu banyak salah dan membuat aku jadi ketawa terus, tapi aku bisa merasakan bahwa kamu sungguh-sungguh minta maaf."

Riki mengambil tangan Safa dan melihatnya dengan mata yang penuh kejujuran. "Aku memang sangat minta maaf Saf. Aku tidak bisa memberitahu kamu semua hal tentang diriku sekarang, tapi aku berjanji bahwa suatu hari nanti aku akan bilang semua yang sebenarnya. Hanya saja sekarang aku ingin kamu mencintaiku apa adanya, bukan karena hal-hal lain yang mungkin membuat kamu melihatku dengan cara yang berbeda."

Safa mengangguk dan memberikan ciuman lembut di dahi Riki. "Aku sudah memaafkan kamu.

Aku tahu bahwa kamu pasti punya alasan sendiri untuk menyembunyikannya dariku. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu karena siapa kamu sebagai orangnya, bukan karena pekerjaan atau apa yang kamu miliki."

Mendengar kata-kata tersebut, Riki merasa sangat terharu. Dia mengelilingi pinggang Safa dan memeluknya erat. "Terima kasih sudah mau memaafkan aku Saf. Aku berjanji akan selalu menjaga cinta dan kepercayaan yang kamu berikan padaku."

Maya yang melihat mereka berdua dari kejauhan hanya bisa tersenyum dan merasa lega. Dia melihat bahwa hubungan antara Safa dan Riki memang sangat kuat dan penuh cinta, meskipun ada beberapa rahasia yang belum terungkap.

Setelah itu, Riki kembali bekerja dengan lebih giat lagi. Dia bahkan belajar cara mencuci piring dan membersihkan meja dengan benar dari Bu Yanti.

Sampai sore harinya, dia tetap berada di warung membantu segala sesuatunya sampai waktu tutup.

Sebelum pulang, semua orang yang bekerja di warung berkumpul untuk makan malam bersama menggunakan makanan yang tersisa di warung.

Mereka makan dengan sangat bahagia dan penuh tawa, berbagi cerita tentang kesalahan lucu yang dilakukan oleh Riki saat bekerja hari ini.

"Aku tidak akan pernah melupakan hari ini sepanjang hidupku," ucap Riki dengan senyum lebar. "Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagiku. Terima kasih sudah menerima aku sebagai bagian dari tim kalian semua."

Semua orang memberikan tepuk tangan yang meriah. Bu Yanti berdiri dan memberikan ucapan terima kasihnya kepada Riki. "Kita juga sangat berterima kasih kepada kamu Riki. Kamu telah menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang benar-benar baik hati dan tidak sombong. Semoga kamu dan Safa selalu bahagia bersama."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!