ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************
Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.
ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.
hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.
siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MK 7 |TIBA TIBA MENDEKATI|
Pagi ini sarapan seperti biasa, Eltav juga menyiapkan kebutuhan kedua anak nya, tapi sarapan pagi ini lebih ramai karna ada keluarga Asli Eltav.
Selesai sarapan, Eltav berpamitan untuk berangkat sekolah, jalan kaki? Tentu saja dan kali ini juga di temani oleh sang kakak, tidak ada kata risih karna Divya terus menempel pada nya melainkan rasa nyaman dan hangat.
Perlakuan nya bukan seorang kekasih yang perhatian pada kekasih nya, tapi seorang kakak yang memberikan perhatian pada seorang adek.
Rasa canggung pasti ada di antara mereka, tapi mereka mengimbangi nya dengan menikmati moment kebersamaan mereka. Mungkin bagi yang tidak mengetahui hubungan mereka pasti mengira bahwa mereka merupakan sepasang kekasih, tapi mereka tidak peduli selagi orang orang tidak mengusik atau mengganggu mereka.
Sesampai nya di sekolah, mereka seketika menjadi pusat perhatian, lebih banyak yang menghujat terutama pada Eltav tapi semua murid juga heran karna Davin malah terlihat tersenyum melihat mereka lalu menghampiri mereka.
"seneng banget kayak nya, gimana?" tanya Davin.
"biasa aja dia Vin, cuma senyum tipis doang karna ternyata dia sudah tau siapa aku sebener nya" jawab Divya.
"wow, sangat di luar dugaan"
"aku sama Aarav dulu ya Vin"
"iya, tapi setelah kita menikah, jangan harap bisa sama dia lagi"
"siap"
"sangat pengertian atau sengaja mengalah padahal asli nya cemburu?" tanya Eltav.
"dua dua nya juga gak papa" jawab Davin.
"jadi kakak harus adil" ucap Eltav pada Divya.
"kakak udah adil kok, ayo sekarang ke kelas" ajak nya sambil menggaet lengan Davin dan tidak melepaskan rangkulan di lengan Eltav.
Eltav pun hanya menuruti sang kakak, tapi ia juga menarik tangan Regan dan tentu saja Regan juga mengikuti, sedangkan Alga cs yang tidak tau apa apa hanya diam saja tapi Alga juga kesal karna mengira Eltav merebut pacar orang.
"jangan sampai kesalah pahaman lo buat hubungan lo dan Eltav jadi tambah renggang" ucap Devan tiba tiba sambil menepuk pundak nya.
Ya, sejak kejadian di rumah Eltav waktu itu, hubungan mereka jadi renggang. Eltav tidak menjauh, tapi seperti enggan berbicara dengan Alga.
✴✴✴
Saat istirahat, Divya dan Davin telah berada di depan kelas Eltav dan Regan. Divya pun langsung mengapit lengan Eltav, sedangkan Regan berjalan di belakang mereka bersama Davin.
Kemudian di koridor, Regan yang melihat gerak gerik seorang cewek yang hendak menghampiri Eltav pun langsung berdiri tepat di samping Eltav.
"ada kupu malam El, hati hati" bisik Regan.
"hm"
(ke mana dia? Tumben gak bareng tuh cewek) batin nya.
"hai Eltav, udah lama kita gak bareng, bareng yuk ke kantin" ajak gadis tersebut.
"gak boleh, Eltav udah ada pawang nya nih, ada tiga nih pawang nya" ketus Regan.
"heh lo kan udah ada pacar lo nih jadi Eltav biar sama gue aja"
"serah gue dong, gue kan mau nya sama Eltav"
"pacar lo cemburu tuh karna lo bareng cowok lain"
"urus in aja hidup lo itu, hidup belum bener aja mau ngurus hidup orang lain, lagian gue juga gak cuekin pacar gue, kenapa lo yang sewot" sinis Divya.
"ih lo kan udah ada pacar jadi Eltav sama gue aja"
Sedangkan Eltav yang sudah muak dengan gadis yang ada di hadapan nya pun langsung melepas rangkulan kakak nya dan pergi begitu saja meninggalkan mereka semua serta tidak menghiraukan panggilan mereka.
Entah kenapa pikiran nya di penuhi oleh Mifa Mifa dan Mifa, Mifa juga teman nya sejak smp meski tidak terlalu dekat. Saat ini ia khawatir dengan Mifa yang tidak terlihat sama sekali padahal tadi pagi ia masih terlihat bersama Inay.
Hingga langkah kaki nya mengarah ke arah sebuah gudang tua yang tidak terpakai tepat di ujung lorong lantai tiga di bawah tangga.
(kamu di mana Mif?) batin nya.
Tiba tiba, samar samar ia mendengar suara rintihan seseorang dari dalam gudang dan beberapa orang cowok sedang tertawa lirih.
Eltav yang sudah sangat khawatir pun langsung mendobrak pintu nya membuat 3 orang cowok yang ada di lama terkejut sekaligus kesal karna kesenangan mereka terganggu.
"siapa lo hah!!!" marah salah satu di antara mereka.
"cih" decih Eltav.
Eltav pun langsung melayangkan pukulan ke arah ketiga nya hingga mereka babak belur, kemudian mereka berlari keluar gudang.
Setelah itu Eltav pun menghampiri gadis yang sudah tergeletak pingsan di sana, gadis itu yang tak lain adalah Mifa. Eltav yang melihat pakaian Mifa yang robek pun melepas almamater nya dan memakaikan nya ke Mifa.
Sebelum menggendong nya, ia meminumkan ramuan hasil ciptaan nya semalam lalu menempelkan penyedap suara kecil ciptaan nya di lengan nya serta menyabotase ponsel Mifa.
(ternyata perasaan ini bukan cinta, hanya sekedar kagum atau kasihan mungkin) batin nya dan langsung menggendong nya lalu segera membawa nya ke uks.
Setelah menitipkan nya pada perawat di sana, ia pun pergi begitu saja menuju kelas nya.
✴✴✴
sepulang sekolah, Eltav langsung berganti pakaian dan kembali berpamitan keluar pada orang tua nya untuk bekerja.
"mari kita keluar meteor" gumam nya sambil menepuk pelan motor sport nya berwarna navy, lalu menaiki nya.
Ia menjalankan motor sport nya menuju restoran nya. Sesampai nya di restoran nya, ia langsung menuju ruangan nya.
"ini buku pemasukan dan pengeluarkan nya, semua sudah tercatat untuk bulan ini" ucap Veer sambil memberikan sebuah dua buku besar.
"hm"
Eltav pun mengerjakan pekerjaan nya, ia harus menyelesaikan nya dengan cepat agar bisa cepat pulang karna ada anak anak nya yang sedang menunggu nya.
tok tok tok
"masuk"
"El, di bawah ada Inay" ucap Veer.
"suruh pulang, gue sibuk"
"oke"
3 jam kemudian, akhir nya pekerjaan nya selesai, ia pun langsung membereskan meja kerja nya dan bergegas pulang, namun saat di parkiran, ia kembali di hampiri Inay yang ternyata masih menunggu untuk bertemu dengan nya.
"hai Eltav, kita jalan jalan yuk" ajak nya.
"kita gak ada hubungan apa apa dan kenal hanya sebatas nama, so jangan sokab sama gue" ucap Eltav dingin.
"ayo lah El, kita jalin hubungan aja gimana?" tawar Inay, namun tak di tanggapi oleh Eltav.
"atau kamu nyoba tubuhku dulu baru kamu mau jadian sama aku, kalo gitu ayo kita ke hotel dekat sini"
"INAY LIMEYRA!!!!" bentak Eltav.:
Inay yang baru pertama kali melihat Eltav marah dan membentak pun ketakutan, ia pun langsung pergi meninggalkan Eltav yang masih dalam keadaan marah pada nya.
"aakkkhh!!!" teriak Eltav marah dan kesal.
Ia paling tidak suka dengan cewek yang terus terusan mendekati dan mengejar nya apalagi sampai menyerahkan tubuh nya hanya untuk ingin menjadi kekasih nya, ia paling benci hal itu dan perempuan seperti itu.
Ia pun pergi ke suatu tempat untuk melampiaskan amarah nya yang sudah memuncak.
Sesampai nya di tempat yang di tuju, ia pun langsung masuk dan tanpa menghiraukan sapaan anak buah nya dan langsung menuju ke tempat pelatihan.
"seperti nya Lord sedang marah"
"iya, kalo gak mau jadi sasaran, jangan ganggu"
"iya, Lord kalo lagi marah, ngeri hiii"
"tapi meski marah terus kita yang jadi sasaran nya, Lord sendiri yang ngobati kita"
"jangankan kita yang jadi samsak nya, salah satu di antara kita ada yang sakit saja Lord sendiri yang merawat nya"
"kalo orang lain pasti nyuruh dokter sama anak buah nya yang lain yang ngerawat"
"maka nya jangan khianati Lord karna gak ada orang yang kayak Lord"
"kita akan setia selama nya meskipun nyawa kita taruhan nya"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...