NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Panglima

Identitas Tersembunyi Panglima

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Kehidupan Tentara / Perperangan / Keluarga / Raja Tentara/Dewa Perang
Popularitas:29.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di mata keluarga besar Severe, Jay Ares hanyalah seorang menantu benalu. Tanpa harta, tanpa jabatan, dan hanya bekerja sebagai sopir taksi online. Ia kenyang menelan hinaan mertua dan cemoohan kakak ipar, bertahan hanya demi cintanya pada sang istri, Angeline.

Namun, tak ada yang tahu rahasia mengerikan di balik sikap tenangnya.

Jay Ares adalah "Panglima Zero" legenda hidup militer Negara Arvanta, satu-satunya manusia yang pernah mendapat gelar Dewa Perang sebelum memutuskan pensiun dan menghilang.

Ketika organisasi bayangan Black Sun mulai mengusik ketenangan kota dan nyawa Angeline terancam oleh konspirasi tingkat tinggi, "Sang Naga Tidur" terpaksa membuka matanya. Jay harus kembali terjun ke dunia yang ia tinggalkan: dunia darah, peluru, dan intrik kekuasaan.

Saat identitas aslinya terbongkar, seluruh Negara Arvanta akan guncang. Mereka yang pernah menghinanya akan berlutut, dan mereka yang mengusik keluarganya... akan rata dengan tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Pengadilan Cahaya

Ratusan jurnalis dari berbagai media nasional dan internasional telah memadati ruangan. Lampu kilat kamera berkedip tanpa henti, menciptakan badai cahaya.

Di atas podium, berdiri Senator Arkady. Pria tua itu mengenakan setelan jas hitam yang memancarkan wibawa palsu. Di belakangnya, logo partai politik penguasa terpampang besar.

"Rakyat Arvanta yang saya cintai," Senator Arkady memulai pidatonya dengan nada prihatin yang dibuat-buat. "Kekacauan yang terjadi tadi malam pemadaman listrik, sirene palsu, dan sabotase siber adalah ulah teroris ekonomi. Dan bukti awal kami mengarah pada sebuah perusahaan asing baru bernama... Orion Group."

Ruangan gempar. Para wartawan saling berbisik. Senator Arkady sedang mencoba mengkambinghitamkan Orion Group (perusahaan Angeline) atas invasi gagal Darius semalam.

"Kami menduga Orion Group hanyalah kedok bagi sindikat pencucian uang asing yang ingin merusak stabilitas negara kita. Oleh karena itu, saya mendesak Kejaksaan Agung untuk segera menangkap direkturnya, Nyonya Angeline Severe, dan membubarkan..."

ZIIING!

Tiba-tiba, suara microphone Senator Arkady memekik tinggi, membuat semua orang menutup telinga.

Layar raksasa di belakang Senator Arkady berkedip. Logo partai politik lenyap, digantikan oleh layar statis berwarna biru.

Lalu, sebuah video mulai berputar.

Itu bukan video Orion Group. Itu adalah rekaman CCTV berkualitas tinggi di sebuah ruang privat restoran mewah, tertanggal tiga tahun lalu.

Di video itu, terlihat Senator Arkady yang lebih muda sedang duduk bersama Demian Severe (ayah Angeline) dan seorang dokter forensik.

Audio rekaman itu terdengar jernih ke seluruh ballroom:

"Pastikan racun VX-4 itu tidak terdeteksi saat otopsi Edward Severe," suara Senator Arkady terdengar jelas. "Orang tua itu terlalu keras kepala. Jika dia mati, Demian bisa mengambil alih perusahaan dan menjual asetnya kepada kami."

"Tapi Senator," suara dokter itu terdengar ragu. "Ini pembunuhan berencana."

"Ini bisnis, Dokter. Lakukan, atau izin praktikmu dicabut selamanya."

Suasana di ballroom hening seketika. Hening yang mencekam.

Wajah Senator Arkady pucat pasi. Ia menoleh ke layar raksasa dengan mata terbelalak. "Matikan! Siapa yang memutar ini?! Matikan layarnya!" teriaknya histeris.

Namun, layar tidak mati. Justru video berganti menjadi deretan dokumen bank.

[Transfer Dana: Arkady Foundation -> Rekening Pribadi Kepala Polisi] [Memo: Uang tutup mulut kasus Pelabuhan Utara.]

Dari pintu samping ballroom, pintu terbuka lebar.

Angeline Severe melangkah masuk. Ia tidak mengenakan baju tahanan seperti yang diharapkan Arkady. Ia mengenakan blazer putih bersih, berjalan dengan kepala tegak, diiringi oleh Leon dan tim pengacara elit.

Para wartawan sontak mengarahkan kamera mereka ke Angeline.

Angeline naik ke podium di samping Arkady yang gemetar. Ia mengambil microphone lain yang sudah disiapkan.

"Selamat pagi, Senator," sapa Angeline dingin. Suaranya tenang, namun mengandung kekuatan yang membuat Arkady mundur selangkah.

"Apa yang baru saja Anda lihat," Angeline berbicara kepada para jurnalis, "adalah bukti yang dikumpulkan oleh tim investigasi independen kami. Senator Arkady bukan hanya koruptor. Dia adalah otak di balik pembunuhan kakek saya, Edward Severe."

"Bohong! Itu rekayasa! Itu palsu!" bantah Arkady, keringat dingin membanjiri wajahnya.

Angeline mengangkat sebuah flashdrive perak—pemberian Jay (dari Akbar).

"Data ini telah saya kirimkan ke Interpol, dan seluruh stasiun TV nasional lima menit yang lalu. Anda bisa menyangkal di sini, Senator. Tapi Anda tidak bisa menyangkal di pengadilan internasional."

Angeline menatap lurus ke mata Arkady.

"Anda mencoba menghancurkan Orion Group. Anda mencoba menghancurkan hidup saya. Tapi hari ini... Anda yang hancur."

Pintu utama ballroom didobrak. Pasukan khusus kepolisian yang tidak berada di bawah kendali Arkady masuk dengan senjata lengkap.

"Senator Arkady," teriak komandan polisi. "Anda ditangkap atas tuduhan pembunuhan berencana, korupsi tingkat tinggi, dan pengkhianatan negara!"

Senator Arkady lemas. Kakinya menyerah menopang tubuhnya. Ia jatuh berlutut di atas panggung, disaksikan jutaan mata rakyat Arvanta yang menonton siaran langsung.

Kamera terus memotret momen jatuhnya sang raksasa politik. Dan di tengah kekacauan itu, Angeline berdiri tegak seperti Dewi Keadilan yang tak tersentuh.

Di Belakang Panggung.

Jay berdiri di balik tirai hitam, mengamati istri tercintanya menghancurkan musuh bebuyutan mereka tanpa menumpahkan setetes darah pun. Ia tersenyum bangga.

Angeline turun dari panggung setelah memberikan pernyataan singkat. Ia langsung berlari kecil menuju Jay, lalu memeluknya erat-erat, menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.

"Aku berhasil, Jay... Aku berhasil," bisik Angeline. Tubuhnya gemetar, pelepasan adrenalin pasca konfrontasi. "Kakek... keadilannya sudah ditegakkan."

"Kau hebat, Angel. Kau luar biasa," puji Jay, mengecup puncak kepala istrinya.

"Tapi Jay..." Angeline mendongak, matanya penuh rasa ingin tahu. "Data itu... video itu... bagaimana sepupumu bisa mendapatkannya? Itu rahasia negara tingkat tinggi. Tidak mungkin pengacara biasa bisa mengakses CCTV privat tiga tahun lalu."

Jay sudah menyiapkan jawaban.

"Sepupuku, Akbar... dia bukan pengacara biasa, Angel. Dia adalah Forensic Auditor untuk PBB. Spesialisasinya adalah melacak aset koruptor global. Dia punya akses ke server bayangan yang bahkan polisi tidak tahu."

"Auditor PBB?" Angeline terkesima. "Pantas saja dia terlihat sangat pintar dan... sedikit sombong."

"Ya, begitulah," Jay tersenyum. "Dia senang membantu keluarga. Terutama setelah dia tahu kalau Senator Arkady juga mengganggu bisnis 'roti' kenalannya."

"Roti?"

"Cerita panjang. Nanti kuceritakan," elak Jay. "Sekarang, ayo pulang. Leon akan mengurus sisa sampah di sini."

Mereka berjalan keluar lewat pintu belakang, menghindari kerumunan wartawan.

Namun, Jay tahu ini belum berakhir.

Menjatuhkan Senator Arkady hanyalah memotong satu kepala naga. Di luar sana, sekutu-sekutu Arkady terutama dari faksi militer yang korup pasti sedang merencanakan balasan yang jauh lebih brutal.

Politik sudah gagal. Hukum sudah gagal. Langkah musuh selanjutnya pasti adalah: Kudeta Militer.

Markas Besar Militer. Ruang Panglima Tertinggi.

Di sebuah ruangan gelap yang dipenuhi peta strategi, seorang pria duduk di kursi roda, menghadap ke jendela besar. Namun, jangan tertipu oleh kursi rodanya. Pria ini adalah salah satu jenderal paling berbahaya yang pernah ada.

Jenderal Victor Han.

Ya, Victor Han. Pria yang dihancurkan bisnisnya oleh Jay. Dia belum mati. Dia beralih dari bisnis ke karier militer lamanya. Koneksi ayahnya membuatnya kembali mendapatkan posisi strategis.

Seorang ajudan masuk dengan wajah panik.

"Jenderal! Senator Arkady sudah ditangkap! Jaringan politik kita hancur! Apa yang harus kita lakukan? Angeline Severe dan suaminya itu..."

Victor Han mengangkat tangan, menghentikan laporan ajudannya.

"Arkady itu bodoh," suara Victor tenang, tapi dingin. "Dia bermain politik dengan orang yang tidak peduli politik."

Victor memutar kursi rodanya. Wajahnya kini dihiasi bekas luka bakar separuh hasil "kecelakaan" misterius saat bisnisnya hancur dulu.

"Kita tidak butuh senator. Kita tidak butuh opini publik," kata Victor.

"Aktifkan Protokol Kudeta. Hubungi Ivan Dragos di Vostok. Katakan padanya, aku menerima tawaran aliansinya."

"Tapi Jenderal... itu berarti pengkhianatan negara!"

Victor Han tersenyum mengerikan.

"Negara ini sudah mengkhianatiku. Sekarang, aku akan mengambilnya secara paksa. Siapkan pasukan. Malam ini, kita akan mengubah Kota Langit Biru menjadi zona perang sungguhan."

Victor menatap foto Jay Ares (sebagai sopir taksi) yang tertempel di dinding sasaran tembaknya.

"Kau menang di babak satu dan dua, Jay. Tapi di babak tiga... peluru tidak mengenal hukum."

1
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤬🤬🤬🤬Ⓜ️
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
☮️
Mamat Stone
☯️
Mamat Stone
🐲
Mamat Stone
😈
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Gosh/
MyOne
Ⓜ️😵😵‍💫😵Ⓜ️
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
💥☮️💥
Mamat Stone
🔥☯️🔥
Mamat Stone
🐲💥
Mamat Stone
😈💥
Mamat Stone
/Cleaver/💥
Mamat Stone
👊💥
Hendra Saja
s makin menarik Thor 🔥🔥🔥🔥🔥🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!