NovelToon NovelToon
Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pelakor jahat / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

🏆JUARA 3 LOMBA YAAW PERIODE 3 2025🏆

Sharmila, seorang wanita cantik, sedang bersiap untuk hari pernikahannya dengan Devan, bos perusahaan entertainment yang telah dipacarinya selama tiga tahun.

Namun, tiba-tiba Sharmila menerima serangkaian pesan foto dari Vivian, adik sepupunya. Foto kebersamaan Vivian dengan Devan. Hati Sharmila hancur menyadari pengkhianatan itu.

Di tengah kekalutan itu, Devan menghubungi Sharmila, meminta pernikahan diundur keesokan harinya.

Dengan tegas meskipun hatinya hancur, Sharmila membatalkan pernikahan dan mengakhiri hubungan mereka.

Tak ingin Vivian merasa menang, dan untuk menjaga kesehatan kakeknya, Sharmila mencari seorang pria untuk menjadi pengantin pengganti.

Lantas, bagaimana perjalanan pernikahan mereka selanjutnya? Apakah pernikahan karena kesepakatan itu akan berakhir bahagia? Ataukah justru sebaliknya?

Ikuti kisah selengkapnya dalam

KETIKA MUSUH MENJADI PENGANTIN PENGGANTI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Kartu hitam

.

Hari telah senja ketika mobil yang dikendarai Ricky berhenti di depan sebuah mansion mewah. Sharmila benar-benar terkesima melihatnya. Rumah itu begitu besar dan mewah, desainnya berkelas, mencerminkan kekuasaan seorang Zayden Pratama.

"Selama setahun ini aku akan tinggal di Mansion mewah," gumam Sharmila dalam hati.

Zayden, yang sudah keluar dari mobil, menoleh padanya. "Kamu bisa masuk ke ruang atau kamar manapun yang ada di rumah ini," ucapnya datar, lalu menggandeng tangan Sharmila untuk dibawa masuk.

"Apa aku akan jadi Nyonya besar yang boleh melakukan apa saja?" tanya Sharmila setengah bercanda.

"Tentu saja, Nyonya Pratama. Apa pun itu. Tunjukkan kesaktian jarimu di hadapan mereka.” jawab Zayden yang telapak tangannya mengarah ke pintu masuk.

"Selamat datang, Nyonya.”

Sepuluh pelayan pria dan sepuluh pelayan wanita berbaris rapi menundukkan kepala membuat Sharmila terbelalak.

Seorang pria berjas hitam panjang maju ke depan. "Salam, Nyonya," sapanya. "Saya Rudi, kepala pelayan di rumah ini. Jika ada sesuatu yang Anda butuhkan, Anda bisa mengatakannya pada saya.”

Sharmila meringis sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal. Menatap ke arah Zayden yang hanya mengangkat kedua bahunya. “Salam, Pak Rudi. Terima kasih,” ucapnya.

“Ayo!" Zayden kembali menarik tangan Sharmila. Wanita itu pun hanya mengangguk mengikuti kemana dirinya di bawa.

"Ini kamarmu," ucap Zayden ketika mereka masuk ke dalam sebuah kamar yang sangat luas. Sharmila benar-benar terpesona dengan desain interior kamar itu. Benar-benar sesuai dengan seleranya.

“Kamu boleh melihat-lihat dulu atau istirahat, terserah. Aku harus menyiapkan dokumen yang akan aku bawa besok," kata Zayden, lalu berbalik dan melangkah menuju pintu utama.

"Kamu mau pergi?" tanya Sharmila, sedikit terkejut.

Zayden berhenti dan menoleh. "Iya. Mungkin beberapa hari ini aku tidak akan di rumah. Aku ada pekerjaan di luar kota yang harus aku lakukan," jawabnya tanpa ekspresi.

"Kalau kamu mau pergi, kenapa harus buru-buru membawaku ke rumah ini? Seharusnya aku bisa tinggal di rumahku dulu," ucap Sharmila, sedikit kesal.

Zayden mengangkat alisnya, lalu kembali masuk dan duduk di sofa panjang yang da di dalam kamar itu.

"Kenapa?" tanyanya. “Apa kamu nggak mau pergi dari rumahmu? Atau jangan-jangan kamu sedang menunggu kedatangan mantan calon suamimu itu?" tanyanya dengan nada sinis.

Sharmila, yang baru saja hendak melihat-lihat isi kamar itu, menghentikan langkahnya mendengar pertanyaan Zayden yang terdengar tidak suka.

"Kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Sharmila yang entah kenapa tiba-tiba merasa tak enak hati.

"Itu sesuatu yang sangat jelas," jawab Zayden dingin. Pria itu tahu betul Devan pasti tak kan berhenti mengejar Sharmila.

Sharmila ikut duduk di sofa di samping Zayden. “Kenapa aku merasa bersalah seperti ini?” gumam Sharmila dalam hati. “Aku seperti orang yang ketahuan selingkuh,” batinnya lagi.

Suasana menjadi hening beberapa saat sampai Zayden menghela napas panjang dan mengambil sesuatu dari dompetnya, sebuah kartu berwarna hitam, dan mengulurkannya kepada Sharmila.

"Biasanya aku tinggal sendirian. Aku tidak tahu apa saja kebutuhan rumah ini. Semuanya pelayan yang urus. Aku juga tidak tahu apa yang kamu butuhkan. Ini bawa kartuku, supaya kalau ada yang kurang kamu bisa beli sendiri," ucapnya tanpa menatap Sharmila.

Sharmila terbelalak melihat kartu berwarna hitam yang diulurkan Zayden. Tapi,

"Tidak perlu," ucapnya sambil mendorong tangan Zayden. Ia tak mau dianggap memanfaatkan. "Kalaupun butuh sesuatu, aku masih punya uang sendiri," lanjut Sharmila.

Zayden menatap Sharmila dengan pandangan mengejek. "Nyonya Pratama, kamu terlalu percaya diri ya. Aku tidak memberikan uang ini padamu, tapi aku memberikan uang ini untuk kebutuhan rumah selama aku tidak ada."

Sharmila tertawa pelan. "Baiklah,” ucapnya. "Jangan menyesal jika aku menguras uangmu!” Ancamnya

Zayden tertawa terbahak-bahak. “Nyonya Pratama, aku menantangmu. Kalau kamu bisa menghabiskan isi kartu itu dalam sehari, aku akan memberikan lima kartu lagi,” tantangnya lalu keluar dari kamar Sharmila masih sambil tertawa.

Sharmila menatap punggung pria itu sambil mendelik kesal. Dia selalu kalah berdebat dengan Zayden.

*

*

*

Mentari pagi menyelinap masuk melalui jendela kamar, membangunkan Sharmila dari tidurnya. Setelah membersihkan diri, ia keluar dari kamar dan memeriksa sekeliling. Zayden tidak terlihat di mana pun.

Tiba di ruang tengah, kepala pelayan Rudi menghampirinya dan menundukkan kepala dengan sopan. “Selamat pagi, Nyonya," ucapnya.

Sharmila mengangguk dan tersenyum tipis. "Selamat pagi, Pak Rudi. Oh iya, Arya ke mana ya?" tanyanya.

"Tuan Muda sudah dijemput oleh Asisten Joshua pagi-pagi sekali, Nyonya" jawab Pak Rudi dengan hormat.

Sharmila terdiam sambil mengetuk-ngetuk dagunya. "Ternyata dia benar-benar pergi," gumamnya dalam hati. Ia pun pamit kepada Pak Rudi dan kembali ke kamarnya.

"Nyonya," panggil Pak Rudi sebelum Sharmila sempat masuk ke kamar. "Sarapan sudah siap."

"Saya belum lapar, Pak Rudi. Saya akan makan nanti saja," jawab Sharmila sambil tetap melangkah.

Namun, kata-kata Pak Rudi berikutnya menghentikan langkahnya. "Maaf, Nyonya, tapi jika Nyonya tidak makan dengan baik, mungkin dan para chef yang akan dihukum karena dianggap tidak bisa melayani Nyonya," ujarnya dengan nada cemas.

Sharmila menghela napas kesal karena Zayden yang berlebihan, tapi ia merasa tidak tega jika Pak Rudi benar-benar terkena masalah karenanya. Ia ingat betul, sejak masih sekolah dulu Zayden orang yang kejam dan suka membuli dirinya. Akhirnya ia mengikuti langkah Rudi menuju ruang makan.

Di meja makan, dua orang pelayan wanita sudah siap melayani Sharmila. Sharmila merasa risih karena tidak biasa diperlakukan seperti itu. Karena biasanya di rumahnya, ia dan para bibi pelayan makan bersama dalam satu meja.

"Silakan, Nyonya," ucap salah seorang pelayan wanita sambil menarik kursi untuk Sharmila.

Sharmila duduk dengan canggung. "Kalian juga sarapan, yuk," ajaknya pada kedua pelayan itu.

Kedua pelayan itu saling bertukar pandang dengan gugup. "Maaf, Nyonya, kami tidak berani," jawab salah seorang dari mereka dengan suara pelan.

"Kenapa?" tanya Sharmila heran.

"Tidak apa-apa, tapi kami makan nanti saja,” jawab satu dari mereka yang di dadanya tertulis nama Mirna.

Sharmila memaksa tapi mereka tetap tidak mau hingga Sharmila hanya bisa menghela napas. “Dasar Arya! Ini pasti aturan dia,” batinnya kesal. Ia pun mulai menyantap sarapannya dalam diam, merasa tidak nyaman dengan suasana formal dan kaku di ruang makan itu.

*

*

*

Selesai sarapan, Sharmila kembali ke kamar. Ia duduk terdiam di atas ranjang, membuang napas kasar. Ia merasa bosan berada di rumah sendirian. Pelayan di rumah itu terlalu kaku, tidak bisa diajak bercanda seperti bibi pelayan di rumahnya.

Tiba-tiba, ia teringat kartu hitam yang diberikan Zayden semalam sebelum pria itu pergi. Zayden mengatakan dirinya boleh menggunakan kartu itu sesukanya. Sebuah ide tiba-tiba muncul di benaknya.

“Lihat saja, Arya.aja. Aku pasti akan menguras kartumu,” ucap Sharmila dengan seringai licik di wajahnya.

1
Zakaria Nasution
kebanyakan masalalu
v_cupid
mulai deh
v_cupid
sip cerita nya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih kak
total 1 replies
Marina Tarigan
kedua veo oni bodoh soal perasaan pintar dlm minpin perusahaan mknya keterbukaan perlu dlm pernikahan
Marina Tarigan
katanya impoten sarmila juga pernah menhangka begitu
Marina Tarigan
hantam saja Karina semoga kamu bisa kalau kau berhasil terima kasih hancurpun lenya dari muka bumi ini emang kami pikori kami tdk makan dari perusahaan itu mampus pun kamu semua ke naraka sana apa urusan kami
Marina Tarigan
jgn binatang yg serakah itu menang thour sdh cukup korban ayahnya Aria yg korban dan mati sdh cukup aria yg susah payah membesarkan perusahannya itu berkembang buat Karina dan Tristan sepeperti Devan yg salah yg hancur bukan yg kerja keras
Marina Tarigan
hancurkan Tristan biadap sm kek ibunya serakah kurang ajar biadap mau merebut punys orang yg sdh kamu plototi uang ayahnya Rian sampai dipenjara dan meninggal ulah Karina biadap itu tak selamanya kamu bisa moroti orang niadap
v_cupid
waahh musuh baru muncul
v_cupid
lucu
Marina Tarigan
semoga otong Devan tifur selamanya karena niatnya mau meniduri Sarmila gak jadi deh
Marina Tarigan
hancur bagi orang yg menganggap sepele pd hal yg sangat pentimg masa pernikahan yg tgl beberapa memit lagi ditunda besok dimana letak otaknya sdh salah berulah terus nilmati daja nak
Marina Tarigan
terima ksh penyelamat semoga Devan tgl nama saja ya upah orang gila
Marina Tarigan
dlm situasi imi sedikit aku rasa Sarmila kurang peka pd hal sdh ber kali2 Devan selalu mengusiknya aturannya kantor itu kantor besar kgm lawan dgn kata2 membangkitkan kemarahan tpi dhn kelembutan supaya bisa terhinfar dr orang yg sdh lepas kendali tapi karena imo verita halu boleh2 saja harus pake taktik bukan marah2
Marina Tarigan
good Devan baru Devan namanys bagus sekali tdk bisa secara baik kekerasan ya semoga berhasil dan akibatnya Sarmila akan makin benci padamu dan keselamatanmu mkn terancam beserta perusahaanmu bodat
Marina Tarigan
orang gila mau merampas istri orang aneh
Marina Tarigan
tak ada itu seberaninya menilai orang presiden istrinya saja tak berani bertindak begitu ini artis ya 1 triliun honornya sekali manggung ya. ada2 saja
Marina Tarigan
masa pernikahan yg sesuai peraturan yg sdh dilaksanakan secara agama hukum sandiwara aneh
Marina Tarigan
vivian zdevan manusia biadap gila tdk waras masa pernikahan hari h ditunda begitu saja sdh dirias pengantin nya persiapan sdh selesai semua mampus lo
v_cupid
bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!