"Di dunia yang dibangun di atas emas dan darah, cinta adalah kelemahan yang mematikan."
Kenzo Matsuda adalah kesempurnaan yang dingin—seorang diktator korporat yang tidak mengenal ampun. Namun, satu malam penuh kegilaan di bawah pengaruh alkohol dan bayang-bayang masa lalu mengubah segalanya. Ia melakukan dosa tak termaafkan kepada Hana Sato, putri dari wanita yang pernah menghancurkan hatinya.
Hana, yang selama ini hidup dalam kehampaan emosi keluarga Aishi, kini membawa pewaris takhta Matsuda di rahimnya. Ia terjebak dalam sangkar emas milik pria yang paling ia benci. Namun, saat dinasti lama mencoba meruntuhkan mereka, Hana menyadari bahwa ia bukan sekadar tawanan. Ia adalah pemangsa yang sedang menunggu waktu untuk merebut mahkota.
Antara dendam yang membara dan hasrat yang terlarang, mampukah mereka bersatu demi bayi yang akan mengguncang dunia? Ataukah mahkota duri ini akan menghancurkan mereka sebelum fajar dinasti baru menyingsing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34: SANG ARSITEK KETAKUTAN (MASA KECIL SANG PANGERAN)
Pasca eksekusi Miyu, kehidupan Renji Matsuda di Imperial Crown Academy—sekolah paling eksklusif di dunia—berubah menjadi simulasi pemerintahan diktator kecil. Di usia sepuluh tahun, Renji tidak lagi sekadar murid; ia adalah entitas yang ditakuti bahkan oleh para guru dan kepala sekolah.
Setiap pagi, ia tiba dengan limosin lapis baja Matsuda Executive Transport. Saat ia melangkah di koridor, kebisingan anak-anak lain langsung lenyap. Mereka tidak hanya tunduk karena kekayaan orang tuanya, tetapi karena tatapan perak Renji yang seolah bisa membedah pikiran mereka.
"Selamat pagi, Tuan Muda Matsuda," sapa Kepala Sekolah sambil membungkuk dalam, hampir menyentuh lantai.
Renji hanya mengangguk tipis, sebuah gerakan yang ia pelajari dari Kenzo. Ia tidak butuh pujian. Ia butuh kepatuhan. Di kelas, ia tidak pernah mencatat; ia hanya menatap papan tulis dengan bosan karena sistem sarafnya telah diintegrasikan dengan Matsuda-Sato Neuro-Link, memungkinkannya mengunduh seluruh kurikulum dalam hitungan detik.
Masa kecil Renji tidak diisi dengan bermain bola atau petak umpet. Permainan favoritnya adalah "Seleksi Alam". Suatu hari di kantin, seorang anak menteri luar negeri mencoba bersikap akrab dengan menepuk bahu Renji.
Renji berhenti makan. Suasana ruangan mendadak mencekam. Ia menatap tangan anak itu, lalu menatap matanya. "Dalam struktur organisasi Matsuda-Sato Enterprises, kontak fisik tanpa izin dianggap sebagai ancaman keamanan level tiga," suara Renji datar namun tajam.
Sore harinya, ayah dari anak tersebut kehilangan jabatannya karena skandal korupsi yang tiba-tiba "ditemukan" oleh sistem AI milik Renji. Di sekolah, anak-anak lain belajar dengan cepat: Renji adalah tuhan kecil yang tidak boleh disentuh. Ia telah sukses membersihkan "hama" mental di lingkungannya, memastikan tidak ada bibit pemberontakan yang tumbuh di sekitarnya.
Setelah pulang sekolah, Renji tidak menonton kartun. Ia akan pergi ke ruang kerja pribadinya yang bersebelahan dengan kantor Kenzo. Di sana, ia meninjau laporan eksekusi Miyu sebagai "studi kasus" tentang efisiensi.
Ia sering duduk bersama Hana Sato di taman gantung, minum teh sambil membahas strategi diplomasi global. "Ibu," kata Renji sambil menatap bunga sakura yang berguguran, "Miyu mati karena dia membiarkan emosinya mendikte logikanya. Aku tidak akan pernah melakukan kesalahan itu."
Hana tersenyum, mengusap rambut putranya yang sempurna. "Itulah mengapa kau akan melampaui kami, Renji. Kau adalah evolusi yang tidak memiliki kelemahan manusiawi."
Keberhasilan Renji membersihkan Miyu memberinya rasa percaya diri yang mutlak. Ia mulai menggunakan algoritma pencarian canggih untuk menghapus setiap penyebutan nama "Miyu", "Shizuka", atau "Renzo" dari seluruh internet global melalui Global Digital Governance.
Dunia luar kini mengenal sejarah keluarga Matsuda sebagai dinasti murni yang lahir dari cahaya. Tidak ada lagi bayang-bayang. Renji telah menciptakan realitas di mana ia adalah satu-satunya kebenaran. Bagi rakyat Tokyo, Renji adalah sosok pangeran sempurna yang akan membawa mereka menuju keabadian teknologi.
Saat malam tiba, Renji sering berdiri di balkon kamarnya, melihat kota yang tunduk di bawah kakinya. Ia merasa "lengkap". Rasa haus akan darah yang ia rasakan saat mengeksekusi Miyu telah bertransformasi menjadi rasa haus akan kontrol total.
Ia menyentuh lencana otoritas di dadanya. "Dunia ini adalah mesin," bisik Renji pada kegelapan. "Dan aku adalah satu-satunya orang yang memegang kunci pasnya."
Masa kecilnya telah berakhir di hari Miyu menghembuskan napas terakhir. Kini, yang tersisa hanyalah seorang diktator muda yang siap melahap dunia, didukung oleh cinta tanpa syarat dari dua monster yang memujanya.
BERSAMBUNG...