NovelToon NovelToon
Janda Desa Kesayangan Presdir

Janda Desa Kesayangan Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Slice of Life / Romansa pedesaan / CEO
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Lastri menjadi janda paling dibicarakan di desa setelah membongkar aib suaminya, seorang Kepala Desa ke internet.

Kejujurannya membuatnya diceraikan dan dikucilkan, namun ia memilih tetap tinggal, mengolah ladang milik orang tuanya dengan kepala tegak.

Kehadiran Malvin, pria pendiam yang sering datang ke desa perlahan mengubah hidup Lastri. Tak banyak yang tahu, Malvin adalah seorang Presiden Direktur perusahaan besar yang sedang menyamar untuk proyek desa.

Di antara hamparan sawah, dan gosip warga, tumbuh perasaan yang pelan tapi dalam. Tentang perempuan yang dilukai, dan pria yang jatuh cinta pada ketegaran sang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter¹ — Talak.

Kabut pagi masih menggantung rendah di atas pematang ketika Lastri melihatnya.

Bukan kabut yang membuat dadanya sesak, melainkan pemandangan di balik jendela rumah dinas kepala desa. Rumah yang selama tujuh tahun ia sebut rumah sendiri. Dari celah tirai yang tak tertutup rapat, Lastri menangkap bayang tubuh perempuan lain, rambutnya terurai sedang tertawa kecil.

Lastri berdiri mematung di halaman. Kakinya terasa berat, seolah tanah liat basah menahan telapak agar tak melangkah. Di tangannya, ponsel bergetar pelan. Ada pesan masuk dari ibu-ibu PKK yang mengingatkan jadwal posyandu. Ironi itu menampar halus. Di desa ini, semuanya diatur, ditata, dan dipamerkan sebagai kesalehan kolektif, termasuk rumah tangganya.

Ia menarik napas. Angin sawah membawa bau jerami dan lumpur, bau yang selama ini ia cintai. Bau yang mengingatkannya pada... kesabaran.

Lastri melangkah masuk.

Pintu kayu berdecit pelan, suara tawa itu terputus. Suaminya bernama Pak Surya, sang Kepala Desa berdiri tergesa-gesa, wajahnya pucat sekejap sebelum kembali dipoles dengan wibawa. Sementara perempuan itu menutup dada dengan atasan, matanya menantang seolah Lastri adalah tamu tak diundang.

“Lastri,” kata Surya, suaranya berat dan dibuat tenang. “Kamu salah paham.”

Lastri tersenyum tipis, senyum orang desa yang terbiasa menelan pahit. “Salah paham apa, Pak Kades?” tanyanya lembut. “Salah paham sama baju yang tercecer di lantai?”

Sunyi.

Bahkan jam dinding seperti berhenti berdetak.

Lastri mengeluarkan ponselnya, tangannya tidak gemetar. Kamera terbuka. Satu, dua, tiga lalu ia rekam adegan di depannya.

“Lastri!” Surya melangkah maju. “Matikan itu! Kamu mau mempermalukan keluarga sendiri?!”

Lastri menatap suaminya lama. “Sejak kapan kebenaran mempermalukan?” ucapnya pelan. “Yang mempermalukan itu... kebohongan yang dipelihara!”

Ia berbalik, melangkah keluar dengan langkah tegas. Di teras ia duduk sebentar, menenangkan nafas. Jempolnya bergerak, video itu diunggah ke akun media sosial desa. Akun yang selama ini dipakai untuk memamerkan pencapaian, gotong royong, dan foto senyum para pejabat kecil.

Kali ini, desa akan melihat yang tak pernah dipamerkan.

Tak sampai satu jam, notifikasi berdentang seperti hujan di atap seng. Komentar mengalir, ada yang kaget dan membela. Ada pula yang mengutuk Lastri, dan lebih banyak mengutuknya.

Surya keluar dengan wajah keras. “Kamu sudah melampaui batas!”

Lastri berdiri. “Batas siapa?”

“Batas istri,” katanya. “Istri itu menutup aib suaminya!”

Lastri mengangguk kecil. “Aku sudah menutup aib-mu dengan kesabaran bertahun-tahun. Tapi hari ini, adalah batasnya.”

Surya terdiam sesaat, lalu berkata cepat, seperti memotong tali. “Aku talak kamu.”

Kalimat itu jatuh, namun Lastri tidak goyah.

“Lastri Binti Dadang, aku talak kamu sekarang juga!”

Lastri menghela napas panjang, ada perih dalam hatinya tapi lebih banyak rasa lega. “Baik, aku terima.”

Siang itu, kabar menyebar lebih cepat daripada angin panen. Lastri menjadi janda sebelum matahari condong. Di warung kopi, lidah-lidah bekerja. Di balai desa, bisik-bisik dirapikan menjadi pendapat resmi.

Lastri pulang ke rumah orang tuanya, rumah kayu sederhana di tepi sawah yang dindingnya menyimpan tawa masa kecil. Ibunya memeluknya tanpa bertanya. Ayahnya mengangguk pelan, seolah berkata "pulanglah, anakku, tanah ini masih milikmu."

Meski lahir dan tumbuh dalam himpitan kemiskinan, kecantikan Lastri tak pernah luput dari pandangan siapa pun. Sejak remaja, orang-orang desa menjulukinya kembang desa. Bukan hanya karena parasnya yang elok, tetapi juga karena tutur katanya yang halus dan sikapnya yang bersahaja.

Ketika Surya, Kepala desa yang disegani datang meminangnya, pernikahan mereka tampak seperti dongeng yang akhirnya menemukan akhir bahagia. Di hadapan warga, Surya adalah suami ideal, berwibawa, mapan, dan penuh perhatian. Namun di balik pintu rumah yang tertutup rapat, kisah itu berubah arah.

Surya menjelma menjadi sosok seorang suami yang otoriter dan dingin. Ia meremehkan Lastri, menjadikan latar belakang pendidikannya yang hanya lulusan SMA tanpa gelar sarjana, sebagai alasan untuk meniadakan suara dan pendapatnya. Setiap gagasan Lastri tentang pelestarian desa, tentang tanah, adat, dan kehidupan warga, selalu dipatahkan dengan senyum sinis dan kalimat yang menusuk harga diri Lastri.

Bagi Surya, Lastri hanyalah pelengkap citra, bukan pasangan sejajar. Dan di sanalah, cinta yang tampak utuh di mata orang lain mulai retak.

Malam itu datang, Lastri duduk di beranda memandangi padi yang bergoyang. Janda, katanya. Kata itu di desa, seperti stempel di dahi. Tapi Lastri memilih mendengar suara jangkrik ketimbang bisik-bisik manusia.

Ia tidak menangis, ia hanya ingin meneruskan hidup.

Keesokan hari, ia turun ke ladang. Menanam ulang bibit yang mati, menyiram yang layu. Kerja yang jujur menenangkan pikiran, namun pandangan orang tak bisa disiram begitu saja.

“Berani juga ya,” kata seorang ibu, separuh kagum separuh sinis.

Lastri tersenyum. “Berani itu bukan tujuan saya, Bu. Lelah lah... yang mendorong saya untuk berani.”

Hari-hari pun berlalu, Surya tetap menjabat. Desa tetap berjalan, tapi ada retak kecil di tembok kemunafikan. Lastri merasakannya setiap kali orang-orang menunduk saat berpapasan.

Suatu sore, mobil sederhana berhenti di ujung jalan tanah. Seorang pria turun. Kemeja putih digulung, sepatu berdebu. Ia berdiri lama memandang sawah, seperti menghitung nafas desa.

Lastri menegakkan punggung, ia tidak tahu siapa pria itu.

Pria itu mendekat, tersenyum sopan. “Permisi, saya mencari pemilik lahan ini.”

Lastri mengusap tangan yang berlumur tanah ke baju lusuhnya. “Lahan ini... milik orang tua saya.”

Pria itu mengangguk, seraya menyodorkan tangan. “Halo, saya Malvin.”

“Lastri,” jawabnya seraya menerima uluran tangan Malvin.

Mereka berdiri berhadapan di batas sawah. Di antara mereka padi bergoyang, seolah menjadi saksi awal dari sesuatu yang belum bernama.

“Desa ini indah,” kata Malvin.

Lastri tersenyum tipis. “Indah kalau hanya dilihat, tapi berat kalau dijalani.”

Malvin menatap Lastri dengan intens, seolah memahami tanpa bertanya. “Yang berat... biasanya menyimpan kebenaran.”

Lastri mengangguk.

Matahari turun, bayangan kedua insan manusia itu memanjang. Desa menyimpan rahasia, dan juga harapan.

Lastri belum tahu bahwa pria di depannya adalah Presiden direktur yang menyamar demi proyek desa. Dan di desa kecil itu, kisah baru mulai ditanam.

1
Tiara Bella
mantap akhirnya ngaku dan langsung ditangkap polisi.....
Tiara Bella
viralin aja Lastri pak hadi biar kapok dia
Fia Ayu
Up lagi kak re,,,, 😁
Rere💫: Eh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Juriah Juriah
tambah ga sabar aja aku nunggu kelanjutannya Thor semangat ya nulis 💪🙏
vj'z tri
ow ow ow tanggung jawab Thor cerita nya seruuuu up nya double double hayoooo 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Kelen si bapake
Evi Lusiana
lah anak manja msuk desa,justru kau tk sebanding dgn wanita setangguh lastri
Astrid valleria.s.
woww makin seru ya thor...semangat thor..sambil ngopi dulu☕️
panjul man09
lastri tidak boleh tinggal terpisah dgn malvin ,bisa culik sama orang pak hadi dan surya
panjul man09
sejauh ini , ceritanya sangat menarik apalagi di awal2 , ringan tdk banyak konflik. tata bahasanya lumayan , harus sesuai kehidupan di desa ..
panjul man09
thor , suruh pulang kekota itu si fahira , terlalu banyak pemeran bikin pusing saja
juwita
kades sm angota DPR sm" bejat saling menutupi kebohongan mrk.
Tiara Bella
ceritanya bagus aku suka....
Tiara Bella
langsung tangkap aja tuh Hadi sama aja sm Surya kelakuannya....11 12....
Aidil Kenzie Zie
wah-wah ternyata banyak rahasia si Surya
Tiara Bella
sombong sh fahiranya jd disasarin jalannya wkwkwkkw....
Fia Ayu
Kaga usah di jodohin pak,, mereka emang dah jodoh😁
Shee_👚
semangat lastri kamu bisa, jangan jadi wanita lemah yang selalu diem walai di tindas, saat nya kamu buktikan bahwa wanita juga mampu berdiri di kaki sendiri dan bisa maju bersanding dengan laki-laki💪💪💪🥰
Shee_👚
berarti surya hanya jadi tumbal untuk menutupi aib hadi, surya di ancam atau karena balas budi secara hadi suka bantuin dia.
Shee_👚
wow ternyata sama berengsek jadi sama surya 😒😤
mereka emang pantes di bui
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!