seorang wanita dari Negara Asia, memutuskan untuk berlibur ke Negara terpencil di bagian timur tengah, hanya untuk bisa melupakan Mantan pacarnya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Yang dia pikir hanya akan mendapatkan pengalaman baru, tapi ternyata malah menemukan pasangan hidupnya, seorang pria pemilik kafe.
Walau begitu, wanita dari Asia itu tidak mengetahui bahwa pria tersebut, merupakan seorang penerus atau Pangeran mahkota di negara itu.
bisa dikatakan, di buang batu jalanan, malah dapat pengganti batu zamrud di negara asing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7
Seperti yang sudah di janjikan Tiffany kepada Ashan. Bahwa sebelum ia pulang, ia harus berkunjung ke kafe Ashan bekerja terlebih dahulu. Sehari sebelum Tiffany pulang, ia menepati janjinya.
Ia datang ke kafe, pas masuk, ia sudah di layani oleh para pekerja disana dengan baik. Sampai ia memesan kopi hitam kesukaannya yang baru pertama kali ia rasakan.
"hm..., aroma nya nikmat"seru Tiffany, sambil melirik ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan Ashan.
"permisi"panggil Tiffany kepada seorang pelayan yang sedang berlalu lalang menerima pelanggan yang lain.
"iya? Ada yang bisa saya bantu nona?"tanya pelayan tersebut.
"emmm, apa aku boleh tau Ashan dimana?, kenapa aku tidak melihatnya?"tanya Tiffany yang sedang mencari keberadaan Ashan.
"oh pange_ ah maksudku tuan Ashan, ia... emmm..."pelayan itu mencoba berpikir seperti mencari alasan dengan wajah takut.
Itu membuat Tiffany merasa sedikit curiga dengan tingkah pelayan tersebut.
"maaf nona, tapi saya tidak tau, tuan Ashan dimana. Maaf, saya permisi"ucapnya cepat, dan langsung meninggalkan Tiffany yang melihatnya dengan wajah keheranan.
"hm? Ada apa dengan wanita itu, ia tampak ketakutan"lirih Tiffany, ia yang belum mendapatkan jawaban mencoba untuk merilekskan pikirannya dengan minum segelas kopi di hadapannya itu.
Tiffany pun menyeruput kopi tersebut dengan penuh nikmat "ah..., enak sekali"serunya.
Tapi belum beberapa lama, saat Tiffany meminum kopi tersebut, tiba-tiba saja kepalanya merasa pusing yang begitu hebat, dan pandanganya mulai buram. "hm.. Ada apa denganku, kenapa aku merasa pusing"katanya dengan suara yang lemah sambil memegang keningnya. Dan samar-samar, ia melihat seorang pria yang ia kenali berjalan menuju tempatnya.
"Ashan?_"ucapan terakhir Tiffany sebelum ia jatuh pingsan.
[BRUK]
...---------------...
Di kota Aladin berdiri sebuah istana yang bernama Istana Al-Khansa.
Istana itu memiliki arsitektur yang megah dan indah, dengan menara-menara yang tinggi dan kubah-kubah yang berkilauan. Dindingnya dihiasi dengan ukiran-ukiran yang rumit dan indah, serta mozaik yang berwarna-warni.
Pintu masuknya dihiasi dengan ukiran-ukiran emas dan perak, serta diapit oleh dua patung singa yang gagah. Di dalam istana, terdapat ruangan-ruangan yang luas dan indah, dengan lantai yang dihiasi dengan karpet-karpet yang mewah.
Di tengah-tengah istana, terdapat taman yang indah dan asri, dengan air mancur yang berkilauan dan bunga-bunga yang harum. Istana ini benar-benar sebuah tempat yang indah dan megah, yang layak menjadi tempat tinggal keluarga kerajaan.
Dan di salah satu kamar yang cukup megah, ada Tiffany disana yang sedang tertidur di sebuah kasur berukuran besar berwarna putih dan biru langit.
Tubuhnya dalam keadaan terikat dengan kain. Pada saat itu kesadaran Tiffany mulai kembali, ia mulai membuka matanya pelan-pelan, dengan kepalanya masih terasa sakit dan pusing, Tiffany mulai sadar.
"ha? Aku dimana?"gumam Tiffany, sambil melirik pelan ke kiri dan ke kanan, pemandangannya begitu asing di hadapan Tiffany, membuat Tiffany merasa takut. Seingat dia, dia sedang berada di kafe, dan saat itu tiba-tiba saja, ia jatuh pingsan.
"oh tuhan! Aku dimana! Dan kenapa tubuhku terikat!!!"teriak Tiffany yang baru menyadari keadaanya itu.
...----------------...
Sementara itu di ruangan yang lain, di mana tempat itu ialah tempat kerja sang Ratu, Ashan sedang berada di sana dan sedang di marahi oleh sang Ratu.
"Ashan!? Kenapa kamu selalu keras kepala? Bisakah kamu mendengar ibumu sekali saja! Dan siapa wanita asing yang kamu bawa itu? Bawa dia kembali ke tempatnya Ashan, sebelum masalahnya menjadi lebih besar lagi"pinta Ratu, dengan nada putus asah.
Ashan merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Dia memiliki seorang kakak perempuan, namun hubungan mereka tidak akrab. Karena Ashan adalah seorang anak laki-laki, dia secara otomatis menjatuhkan kedudukan kakaknya sebagai pewaris tahta, mengingat bahwa dalam tradisi kerajaan tersebut, anak laki-laki diutamakan sebagai pewaris tahta dibandingkan dengan anak perempuan.
Walau begitu, Ashan tidak menginginkan tahta kerajaan tersebut. Ia merasa bahwa kakaknya lah yang pantas menduduki tahta. Ia juga menentang pandangan bahwa hanya anak laki-laki yang bisa memimpin. Ia merasa capek dan bosan dengan peraturan kerajaan yang kompleks, dan saking bosannya ia membangun sebuah kafe untuk menjadi tempat pelarian.
"kamu adalah Raja masa depan kerajaan Al-Khansa, Ashan, berhentilah berperilaku seperti anak kecil"sarkas sang Ratu, menatap wajah Ashan dalam-dalam dari kursi kerjanya.
"Sejak kapan saya di perlakukan seperti anak kecil ibu? Dan apa itu berperilaku seperti anak kecil? Saya tidak pernah di ajari bagaimana rasanya menjadi anak kecil? Bukankah, di pandanganmu saya hanyalah benda yang meneruskan kerajaan yang membosankan ini? Berhentilah berpura-pura baik , kamu dan kakak selalu memarahiku dengan alasan yang selalu sama. Dan jangan ikut campur urusanku! Wanita itu milikmu, jangan coba-coba kamu menyentuhnya apalagi mengusirnya"ancam Ashan, setelah itu ia pergi dari ruangan Ratu, ia sebenarnya ingin menemui ibunya hanya ingin berbicara soal jangan ikut campur urusannya membawa Tiffany ke dalam istana. Tapi karena Ratu langsung memarahinya di tempat. Itu membuat Ashan semakin tidak betah bersama dengan ibunya.
...----------------...
"Sialan! Siapa yang mengikat tubuhku sekuat ini! Aah! kenapa ini sulit di lepas! ibuuu, Tiffany takut..., ayaaah... selamatkan Tiffany, Tiffany janji tidak akan berbohong lagi..."sendu Tiffany sambil mencoba melepaskan dirinya dari tali yang mengikat tubuhnya itu.
Namun usahanya semua sia-sia, sebelum ia terlepas dari tali itu, sudah ada yang masuk di dalam kamar yang mengurungnya itu.
Dan dia adalah Ashan.
Saat Tiffany melihat Ashan, ia merasa lega, sekaligus takut.
Kenapa Ashan bisa masuk ke kamar tersebut dan apakah Ashan yang mencuri dirinya, itu yang sedang ia pikirkan.
"Ashan...!? Kamu? Apa-apaan semua ini!?"sentak Tiffany kepada Ashan.
...********BERSAMBUNG********...
kan memank begitu status kalian Fany...
Ashan sudah memintamu pada keluarga mu di telpon tempo hari...
jangan kasi peluang untuk mereka mengganggu Tiffany...
apalagi Cindy untuk mendekati mu...
jadi ingat pelakor aku kk 😆😆😆🙏🙏🙏
lanjut up lagi thor
Tiffany aja manggil Ashan tanpa embel2 pangeran,masa kamu masih panggil Nona...panggil nama aja lebih akrab nya
udah pangeran,brondong pula 😍😍😍