Kinara tak menyangka jika kedatangannya di acara reuni akan membawa bencana bagi kehidupan selanjutnya. Bertemu dengan pria yang dulunya membuat hidupnya tertekan.
Hingga ia memutuskan untuk pergi dari kehidupan sang pria. Dan kali ini, pertemuan dirinya dan pria masa lalunya membawa duka lara untuk dirinya.
"Aku sudah lama menunggu kehadiranmu! Biarkan malam ini menjadi saksi rasa sakit hatiku padamu Kinara."~ Edgar Regantara
"Kau tak tau bagaimana rasanya jadi aku, Mungkin dengan cara kamu membalaskan dendam padaku! Rasa sakit hatimu lenyap bersamaan dengan luka yang akan aku bawa pergi" ~Kinara Saqeel Ardav
Sanggupkah Kinara melewati semua itu, melewati hal tak terduga dari masa lalunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mhaya Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PMR 27
Sudah satu minggu berlalu namun kondisi Edgar masih sama. pria itu terus saja mual di pagi hari bahkan tak selera makan apapun. Kinara bingung harus bagaimana pasalnya Edgar enggan untuk ditinggalkan barang sejenak.
Seperti pagi ini, Kinara memeluk Edgar yang lemah tanpa bisa beranjak sedikit-pun. Ia kesusahan beranjak bahkan bergerak, pasalnya Edgar sangat erat memeluknya.
"Ed, bangun yuk. Udah pagi," ujar Kinara sembari menggoyangkan bahu Edgar pelan.
"Hmmm."
"Kamu gak lapar!" tanya Kinara kala sedari semalam tak melihat pria itu makan sesuatu. Apa tak lapar pikirnya apalagi ia mual dan muntah setiap saat.
"Tidak," sahut Edgar semakin mengeratkan pelukannya.
"Edgar kamu dimana?" teriak seseorang dari luar kamar. Kinara dan Edgar terkejut bahkan pria itu spontan terduduk dan membuka matanya.
Brakk...
Pintu kamar itu terbuka dengan kasar disusul pria paruh baya yang tiba-tiba masuk kedalam kamarnya.
"Dia sangat mirip dengan ,Tania," Batin Regantara memandang lamat wajah Kinara yang terkejut disana. Wanita itu menunduk karena tak ingin bersitubruk dengan mata Regantara yang seakan mengulitinya.
"Dad, ada apa?" tanya Edgar berusaha bangun, pria itu berjalan dengan tertatih-tatih kearah Regantara.
"Bisa kamu jelaskan,Ed. Apa yang sebenarnya terjadi ?" sarkas Regantara ketika Edgar menuntunnya untuk duduk disofa ruang tamu meninggalkan seorang Kinara yang masih terdiam diatas ranjang.
"Aku sudah menceraikan, Berliana," ujar Edgar menatap Regantara dengan penuh keseriusan.
"Kenapa? Apa karena dia," sentak Regantara menelisik wajah pucat putra tunggalnya.
"Dari dulu aku tak mencintainya, Dad. Aku hanya mencintai Kinara dari dulu hingga sekarang," Papar Edgar penuh keyakinan. "Dia gadis yang dihina dan dicaci oleh Mommy tapi masih mau menerimaku kembali, Pa." imbuhnya.
"Mungkin dia menginginkan hartamu," ujar Regantara dengan kaki menyilang diatas pahanya.
Edgar menggeleng, ia tak suka dengan penuturan yang Regantara ucapkan.
"Tidak___"
"Maaf tuan, saya tidak sekalipun menginginkan harta Edgar. Bahkan saya tidak ingin bertemu lagi dengan Edgar tapi takdir berkata lain. Saya bertemu Edgar bahkan sekarang sudah menjadi istrinya tanpa saya sadari," terang Kinara tiba-tiba datang sembari membawa nampan berisikan kopi. "silahkan,Tuan," imbuhnya.
"Kau memaksanya ,Ed!" seru Regantara pura-pura tak tau meskipun sebenarnya ia tau. Bahkan aktivitas yang dilakukan Edgar maupun Regina terpantau apik olehnya.
"Iya."
Regantara menggeleng seakan tak percaya dengan apa yang dilakukan Edgar. Ia tak sekalipun mengajarkan anaknya seperti itu, namun lihatlah Edgar. Pria itu secara terang-terangan memaksa seorang gadis agar mau dinikahinya.
"Sini duduk. Berapa usia kandunganmu?" titah Regantara agar wanita yang sudah menjadi menantunya itu duduk bersebelahan dengannya.
Mata Regantara bersibobrok dengan mata Kinara. Mata yang selama ini Regantara rindukan namun tak bisa lagi ia gapai. Entahlah, hanya memandang mata itu rasa rindu Regantara bisa terobati.
"Masih empat Minggu, Tuan." ujar Kinara memilih duduk bersebrangan dengan Regantara dan juga Edgar .
"Keluargamu sudah menerima pernikahanmu!" seru Regantara lagi menatap nanar kearah Kinara.
"Sudah,Tuan."
"Panggil aku Daddy seperti Edgar, jangan memanggilku Tuan . Aku bukan majikanmu," sarkas Regantara dengan tatapan tak biasanya.
"Baik Tu__ maksut saya Daddy."
"Bagus anak pintar, semoga kamu tidak sungkan dan takut lagi pada Daddy setelah ini," ujar Regantara bangkit, pria itu hendak pergi dari apertemen milik Edgar dengan senyuman tersembunyi.
Bersambung...
mengandung bawang iya,emosi iya
gado2 😁