Aku yang dihianatinya, tapi dia yang mengalami depresi karena aku Meningalkanya kita dipertemukan lagi 3 tahun kemudian apa yang akan terjadi selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RYN♉, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tidak kah kamu merindukanku Yasmin?
"Kamu...."
Ia sekarang tepat didepanku dengan satu tangan Dipinggulnya dan satunya lagi Menempel pada tembok dekat kamar mandi, Ia pun Tersenyum jail pada Ku saat ini dan berkata "Apa kamu lebih mengharapkan empat laki-laki itu?"
Jangan Tanyakan perasaanku, aku hanya Benar benar syok!!! Seperti mendapat Penyakit panic attack secara tiba-tiba, dengan konyolnya aku langsung kembali masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci diri lagi.
Aku mentap kaca kamar mandi sambil ngedumel sendiri
"Tidak, tidak mungkin!" "Aku pasti barusan hanya sedang berhalusinasi kan?" Aku pun kemudian lagi-lagi memukul-mukul kepalaku "uh! Apa ini effect minuman itu" "Iya iya iya.. Benar Yasmin kamu pasti hanya berhalusinasi tadi itu pasti bukan dia kan? Ini pasti karena masih ada effect minuman itu maka nya kamu bisa bisa nya berhalusinasi" "Haha benar-benar konyol"
Diluar kamar mandi, Reno benar-benar merasa kesal karena berfikir apa sampai segitunya aku tak ingin bertemu lagi dengannya?
Ia pun kembali mengetuk pintu beberapa kali~
"Segitunya kah kamu membenci mantan terindahmu ini, tidakkah kamu merindukanku Yasmin wesley"
Didalam kamar mandi~
"Suara itu, itu benar-benar suara dia ya" Akupun memukul-mukul kepalaku lagi "Apa ini benar-benar bukan halusinasiku saja"
"Yasmin, dalam hitungan ke tiga kamu tidak buka pintunya.. Aku yang akan memaksa masuk!" Ancam nya
Aku benar-benar hanya masih syok, dalam pikiranku bertanya tanya apa tuhan sedang bercanda lagi denganku? Uh, aku benar-benar berusaha melupakannya dan rasa sakit yang ia berikan selama bertahun-tahun kenapa aku harus bertemu dengannya lagi? Rasanya usahaku akan sia-sia.
"Sebenarnya apa yang terjadi malam itu" "Kenapa kenapa aku disini dan bersamanya"
"Yasmin! Jangan menantang kesabaranku buka pintunya aku akan mulai menghitung, 1 2......"
Akupun membuka pintunya~
Lalu ia tersenyum padaku didepan pintu kamar mandi menghalangi jalanku keluar
"Menyingkir lah, saya mau pulang" Kataku dengan sinis
Ia memandangiku dari bawah sampai atas dengan teliti lalu tertawa terbahak-bahak seakan-akan melihat hal yang sangat lucu baginya
Aku hanya mengerutkan keningku dan sedikit memanyunkan bibirku seolah-olah merespon dengan ekspresi oh, aku tidak suka dengan tawanya yang menganggapku sebuah lelucon.
“Lihat wajahnya yang kesal itu terlihat imut” gumam reno dalam hatinya
Aku kemudian memalingkan wajah darinya
"Apa kamu akan pulang dengan kondisi seperti ini" Tanya nya
Eh karena mendapati panic attack secara tiba-tiba aku jadi melupakan kondisi pakaianku yang masih mengunakan t-shirt oversizenya dan celana boxernya apa dia barusan menertawaiku soal ini?
Dia tersenyum jahil padaku.
"Menyingkir lah aku akan turun dan Menganti pakaian" Kataku dengan sinis
"Kamu jutek padaku"
Aku pun spontan mendorongnya dengan agak kasar agar dia cepat menyingkir
“Seperti yang aku duga dia masih sangat membenciku” kata reno dalam hatinya
Dia tiba-tiba menahan tanganku.
Aku kemudian menatapnya memperlihatkan eksepsi ketidak sukaan ku
"Apa kamu sangat membenciku" Tanya nya
"Tentu saja" Kataku
Sejenak reno mengekspresikan wajah yang murung dan sedikit kecewa atas jawabanku
"Tolong, lepaskan saya mau pulang" Kataku
Dia hanya memperhatikanku dan tidak berkata apa-apa
"Saya bilang LEPASKAN" Kataku dengan nada bicara agak membentak
Bukannya melepaskan tanganku justru ia malah semakin mendekatiku hingga aku terpojok disudut tembok
Dia mendekatkan tubuh dan wajahnya padaku, aku pun mendorong tubuhnya dengan tanganku yang lain "heh, apa yang mau kamu lakukan" Kataku. Ia justru kemudian mengunci dua tanganku dalam genggamannya.
Dia mulai mendekati wajahku seolah-olah akan menciumku Dan reflek aku pun dengan konyolnya menutup kedua mataku
Lalu ia tertawa kecil. Dan berbisik ditelinga kananku "apa kamu pikir aku akan menciummu" Katanya
Akupun membuka mataku dan pupil matakupun membesar pipi pun memerah, uh! aku benar-benar malu jadi barusan aku kah yang kegeeran? Kok aku bisa-bisanya bersikap spontan seperti tadi pasti itu akan membuatnya berfikir aku mengharapkan ciumannya kan?
Dia pun tertawa jahat
Idih, aku benar-benar malas dia benar-benar menggangapku sebagai leluconnya kah? Akupun memalingkan wajahku darinya
Kemudian dia dengan secara tiba-tiba menyentuh pipiku lalu menciumku dalam keadaan dua tanganku masih dalam genggaman satu tangannya .
Sepertinya aku akan memiliki penyakit jantung jika terus-terusan dekat dengannya aku benar-benar syok tiba-tiba menciumku?
Saat berciuman dengannya pupil mataku membesar, bukannya menutup mata. Dia menciumku agak lama sekitar 15 sampai 20 detikan
"Kamu, kamu benar-benar keterlaluan" Omelku padanya sesaat sudah berciuman
"Respon tubuhmu sepertinya sangat menikmati tidak kah mau mengakui? bahwa kamu merindukanku merindukan juga hal barusan yang biasa kita lakukan"
"Omong kosong!" Kataku dengan sinis
Ia pun mulai melepaskan tanganku
Akupun langsung saja bergegas keluar kamarnya, rasanya dikamarnya itu seperti neraka begitu panas. Ia mengkutiku dibelakang
Tiba-tiba ada Gavin datang ke villa dan ingin menemui reno dikamarnya namun berpas-pasan denganku yang ingin turun kebawah untuk mengganti pakaian.
"Yasmin?" Gavin pun terkejut akan keberadaanku divilla ini
Ia kemudian memandangiku dari bawah sampai atas t-shirt ini agak menerawang apalagi saat ini aku tidak memakai bera hanya memakai baju ini dan boxer
Ia kemudian memandang ke arah buah dada dengan tatapan nafsu
Reno yang ada dibelakangku melihatnya benar-benar murka kalau saja ia bukan temannya mungkin sudah ia bunuh detik ini juga dan mencopoti satu persatu matanya untuk makanan anjing
"Untuk apa malam-malam datang kesini" Tanya Reno dengan sinis
Ia tiba-tiba melepaskan Jas kerjanya dan memakainya padaku
“Pemandangan indahku” gumam Gavin dalam hatinya melihat tubuhku yang sudah dibalut oleh jas milik Reno
"Boss aku kesini untuk membicarakan proyek kerja sama kita dengan perusahaan Hardware ada dokumen yang perlu kau pelajari" Katanya
"Letakan di meja ruang kerjaku, setelah itu pulanglah"
Aku benar-benar ingin meninggalkan tempat ini dengan secepat mungkin tapi saat ini posisinya tangannya berada dipundakku menahanku.
Sedangkan Gavin terdiam dengan lamunannya bertanya-tanya mengapa aku bisa berada disini.
"Tunggu apalagi Gavin?" Tanya reno tengan nada bicara memperlihatkan ketidak sukaan
"Eh iya aku akan menaruhnya diruang kerjamu lalu pulang" Katanya, tapi dengan sedikit ekspresi kesal
"Aku mau PULANG" kataku ngeyel
"Yasmin Wesley dengarkan aku! Ini sudah tengah malam, besok aku akan mengantarmu pulang sekarang kembalilah ke kamar" Katanya
"Hah?? Maksudmu ke kamarmu? Tidak mau!!!" Kataku
Dia pun langsung menggendongku balik ke kamarnya
"Heeeeey! Laki-laki berengsek lepaskan aku siapapun tolong aku"
Sesampainya dikamarnya~
Dia membaringkanku dikasurnya
Dia memandangi tubuhku dan menelan ludah “Sempurna” hanya itu yang ia katakan dalam hatinya
Aku pun mencoba bangun dan menarik tubuhku menjauh darinya
Aku menunjuknya dan seolah-olah sedang mengancam "Aku peringkatkan, jangan mendekat"
Ia justru lebih mendekat ia menaiki ranjangnya
Kemudian ia memegang gaduku dan bertanya "Sikapmu seperti ini apa sebuah trik untuk menggoda laki-laki"
Aku mendorong tubuhnya dengan kasar
Lagi-lagi ia mengunci tanganku dalam satu Gengamamnya lalu ia pun menciumku lagi~
Dia mulai menjajah kebagian leherku
"RENO BERENGSEK KAMU!!!"
Ia pun menatapku dengan sendu dalam hatinya ia berkata “aku benar-benar merindukan harum tubuhmu”
Tatapan itu membuatku tenggelam dan terdiam seketika.
Namun ia tiba-tiba melepaskan tanganku dan berhenti menyentuhku, lalu dengan tiba-tiba ia menjauhkan tubuhnya dariku.
Aku hanya terdiam merasa heran dengan sikapnya yang berubah secara tiba-tiba tadi dia benar-benar terlihat seperti seorang laki-laki bajingan sekarang dia terdiam? Entahlah~
Ia pun pergi semakin menajuh dariku ia meninggalkan kamar ini dengan tiba-tiba tanpa sepatah katapun.
Ia ternyata pergi keruang kerjanya
Disana benar-benar menyesali tingkah lakunya padaku tadi dia memukuli kepalanya sendiri dengan keras dan memukuli dinding sekitar ruangan itu dan memecahkan beberapa pajangan yang berada didekatnya
Ia pun kemudian duduk seperti seseorang yang depresi menundukkan wajahnya dan mengacak-acak rambutnya
Ia mengingat-ingat saat ia memandangiku tubuhku "Sial!!! Kenapa aku begitu sulit mengontrol gairah ku saat melihat tubuhnya" Makinya pada diri-Nya sendiri
Disisi yang lain aku pun turun kebawah untuk mengganti pakaianku, aku hanya ingin segera meninggalkan tempat ini.
"Nona? Apa ada yang perlu saya bantu" Tiba-tiba salah satu pembantu menyaut dibelakangku membuatku sedikit kaget
"Ah iya, aku ingin menanyakan dimana bajuku" Kataku
Ia kemudian memberikan bajuku yang sudah kering
"Terimakasih" Kataku sambil tersenyum sungkan
Dalam hati pembantunya bergumam “Yatuhan, Gadis ini bener-bener seperti bidadari ia pasti membuat wanita lainnya iri dengan kecantikannya ini”
Akhirnya aku sudah berganti baju dengan pakaianku sendiri "huh! Akhirnya sekarang tinggal memikirkan bagaimana untuk pulang" Akupun melihat jam dinding yang ada diarea dapur villa ini
"Sekarang sudah jam 2 dini hari?"
Walau aku ini keras kepala dan mengklaim diri sendiri kuat dan tak akan takut apapun kecuali tuhan tapi aku tetap saja punya rasa takut dan khawatir apa yang terjadi kalau aku pergi dari sini sekarang? Apa akan ada kendaraan yang bisa aku tumpangi
"Nona anda masih disini" Tanya pembantunya
"Ah iya"
"Sebaiknya anda kembali ke kemar dan istirahat" Katanya
"Emm... Itu ini Anu saya saya ingin pulang saja" Kataku ragu-ragu
Tiba-tiba reno muncul dan menyaut "tidak boleh" Katanya
Kami pun langsung melihat kearahnya
Ia pun menarikku untuk masuk ke kamarnya lagi
"Tidak usah khawatir aku tidak akan melakuan hal buruk padamu"
Aku hanya diam
"Tidurlah" Katanya
"Aku tidur di sofa saja" Kataku mencoba pergi
Ia pun menahanku..
"Aku bilang tidur ya tidur!" Katanya agak membentak
Ini benar-benar konyol aku saat ini jadi agak takut dengannya aku juga jadi begitu penurut dengan sendirinya.
Akupun berbaring diranjangnya ia pun ikut tidur disampingku
Aku memindahkan guling yang ada disampingku untuk dipindahkan ke tengah untuk jadi pembatasan antara aku dan dia
Namun tiba-tiba ia melempar guling itu kebawah
"Benda itu benar-benar mengganggu" Dia langsung memelukku kemudian tertidur pulas
“Kenapa dia memeluk begitu kencang” kataku dalam hati
Pagi harinya~
"Aku harus pulang, jangan menahanku lagi" Kataku
"Baik lah, aku akan mengantarkanmu"
"Tidak tidak perlu aku bisa sendiri" Kataku
"Kalau seperti itu aku tidak mengizinkanmu untuk meninggalkan tempat ini"
"aku juga tidak butuh izinmu" Kataku sinis
"Aku antar atau tidak usah pulanh sama sekali" Ancam nya
"Oke" Kataku
“hah Lamborghini” kataku dalam hati
Hari ini ia ingin mengantarkanku pulang dengan mobil mewah ini kah? Ini hanya akan menarik perhatian tetangga tetanggaku si reno ini benar benar membuatku sulit saja.
Ia kemudian membuka kan pintu mobilnya
"Naik lah" Katanya
Aku hanya diam
"Kamu tidak mau pulang? Baguslah tinggal saja disini denganku" Katanya dengan nada bercanda
"tidak mau!" Kataku yang langsung masuk mobil itu
Lagi-lagi dia ini benar-benar membuatku terkejut ya, aku belum bicara apapun soal jalan ke rumahku ia sudah tahu? Apa dia ini seorang peramal kelas atas?
"Kenapa?" Tanya nya
Aku hanya diam
"Apa kamu sudah punya laki-laki lain? Sehingga kamu takut dia akan melihat kita berdua dan marah padamu"
Aku langsung melihat kearahnya tak percaya dia menabak aku sudah ada pacarkah?
"Ah iya saya ini sudah punya pacar" Kataku sambil memutar bola mataku dan menjulurkan lidah ke arah jendela karena sudah mengatakan kebohongan yang menurutku begitu lucu
trimakasih🙏
laporin aja k polisi biar polisi yg mroses...
aq jwb gini..
lalu apa urusanya dgn q...
ktika kalian mengusirq apa kalian jg tdk berfikir klo aq bisa sj terbunuh dijalanan?
😥😥😥
aq sllu emosi jk ada crita ortu yg lbh me2ntingkan slingkuhan dr pd anak kandungx sndri😬😬😬
knapa nggak dr awal aja dikasih gambaran tntang dua sejoli iniii...
iiihhhh jadi gemes deh