"Immortal" Sebuah Seri Novel yang sangat Laris di Pasar Internasional dan terjual lebih dari 700 Juta Copy sejak Pertama Kali di terbitkan
Chen Yehuan, Seorang Mahasiswa dari Universitas biasa adalah salah satu Pembaca setia Novel tersebut, Membeli seluruh Volume Novel yang ada hingga mengikuti Alur nya dari awal sampai akhir, Yehuan telah menyerap seluruh Cerita yang ada
Suatu Malam yang tenang, Yehuan tertidur di Kamarnya, Namun, Di saat Yehuan membuka matanya, Dirinya terkejut saat melihat Pemandangan yang tak biasa
Tuan Muda Keluarga Besar menghajar seorang Pecundang yang ternyata dia adalah Main Character dari Novel "Immortal"
Dunia Lain yang penuh dengan Kultivator Kuat, Main Character yang Mendapatkan Warisan Kaisar Kuno dan Alur Cerita yang tersangkut di dalam kepalanya
Memanipulasi segalanya dan Mengambil keuntungan yang ada
Yehuan menghela nafasnya, "Membengkokkan Alur Cerita mungkin akan berakibat Fatal, tapi jika itu bisa membuatku menjadi kuat, Kenapa Tidak?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titanium, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7
Hari Berikutnya
Yehuan dan Yin Yue memulai perjalanan bersama untuk pergi ke Klan Rubah Surgawi yang terletak di Pegunungan Utara
Jika di tempuh hanya dengan berjalan kaki dari Kota Pelabuhan PingYuan, maka akan membutuhkan waktu selama 1 bulan untuk sampai di Wilayah Pegunungan Utara
Namun dengan waktu itulah yang di manfaatkan oleh Yehuan untuk bisa meluluhkan Hati Yin Yue
...----------------...
Hari Pertama
Malam Hari, Hutan Belantara
Yehuan dan Yin Yue beristirahat di tengah hutan karena mereka tidak menemukan Desa ataupun Kota Untuk mencari penginapan
Dengan Api Unggun yang menghangatkan, Yehuan dan Yin Yue duduk di bongkahan kayu yang ada di Tepi Api Unggun
Yin Yue melihat ke arah Yehuan yang ada di Seberang Api unggun, Tatapan Yehuan hanya melihat ke arah Api unggun dan sama sekali tak pernah melihat ke arah dirinya walaupun hanya sesaat
"Hey..." Ucap Yin Yue memanggil
Kemudian Yehuan melihat ke arah Yin Yue
"Ada apa? Apa kamu memerlukan sesuatu?" Ucap Yehuan bertanya kepada Yin Yue
Yin Yue terkejut dengan sikap yang di tunjukan oleh Yehuan
"T-tidak..." Ucap Yin Yue
Yehuan tersenyum, "Baiklah" Ucap Yehuan
...----------------...
Hari Ke 2
Di Sebuah Danau
"Tolong berikan aku waktu, aku hanya ingin membersihkan diri sebentar" Ucap Yin Yue
Yehuan menghela nafasnya, "Baiklah baiklah" Ucap Yehuan
Kemudian Yin Yue mengambil Tombak nya lalu mengarahkannya ke arah Yehuan
"JANGAN MENGINTIP ATAU AKU AKAN MENCINCANG TUBUHMU" Ucap Yin Yue mengancam Yehuan
Yehuan hanya menghela nafasnya sebelum pergi meninggalkan Danau tanpa mengatakan sepatah katapun
Yin Yue duduk di pinggiran Danau, menunggu selama beberapa menit, Kemudian Yin Yue menggunakan Persepsi nya untuk melihat dimana Yehuan berada
Tepat setelah 1 menit mencari Keberadaan Yehuan, Yin Yue menemukan Yehuan berada di Jarak Setengah Kilometer dari tempatnya berada
Yin Yue menghela nafasnya, "Sepertinya... Aku terlalu keras saat mengancamnya" Ucap Yin Yue
...----------------...
Hari Ke 3
Malam hari di sebuah penginapan di Kota Kecil
"Ini dia Ruangannya, Jangan berharap apapun karena aku tidak bisa menyewa Ruangan yang lebih mahal dan lebih nyaman lagi" Ucap Yehuan
Kemudian Yin Yue melihat ke dalam Ruangan dan mendapati hanya ada 1 Tempat tidur di Ruangan itu
"Beristirahatlah" Ucap Yehuan
Kemudian Yehuan berjalan Pergi meninggalkan Yin Yue
Yin Yue terlihat panik setelah Yehuan meninggalkannya, "T-tunggu... Bagaimana dengan dirimu?" Ucap Yin Yue bertanya kepada Yehuan
"Aku akan tidur di luar" Ucap Yehuan sembari melambaikan tangannya
Yin Yue terkejut, dirinya sempat ingin menghentikan Yehuan, Namun pada akhirnya Yin Yue membatalkan Niatnya
Yin Yue menghela nafasnya, "Kenapa dia begitu baik kepadaku?" Ucap Yin Yue
...----------------...
Hari Ke 4
Sore hari Di Sebuah Sungai
Yin Yue duduk di pinggiran sungai, Memandangi Sungai yang mengalir lembut dan menikmati hembusan angin yang menerpa
Tak Lama kemudian, Yehuan kembali dengan membawa sesuatu di tangannya
"Apa itu?" Ucap Yin Yue
Yehuan melihat ke arah Tangannya, "Ohh, Ini hanyalah Ubi Bakar, Aku tidak bisa membeli makanan yang lebih mahal, Apa kamu mau?" Ucap Yehuan
Pandangan Yin Yue terus tertuju ke arah Ubi Bakar yang di bawa oleh Yehuan, tanpa di sadari, Yin Yue menganggukkan kepalanya
Yehuan tersenyum, Kemudian Yehuan memberikan Salah Satu Ubi Bakar yang di bawanya kepada Yin Yue
Meskipun itu hanyalah makanan sederhana, Namun Yin Yue memakan Ubi Bakar itu dengan sangat Lahap
Percaya atau tidak, Pada Gigitan pertama, Yin Yue sempat meneteskan air mata, Namun Yehuan berpura pura tidak melihatnya
(Gadis yang malang, Ubi Bakar ini adalah Makanan Favoritnya, Karena hanya Ubi Bakar inilah yang selalu di siapkan Mendiang Ibunya di saat mereka masih bersama, Namun Yin Yue sangat menghargai Kerja Keras yang ibunya berikan kepadanya, Meskipun makan hanya dengan Ubi Bakar seperti ini, itu bisa menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Yin Yue) Ucap Yehuan dalam benaknya
Kemudian Yehuan mengepalkan tangannya dengan Kuat
Yehuan menghela nafasnya, (Aku harus memberikan Ketulusanku yang paling dalam untuk Yin Yue) Ucap Yehuan dalam benaknya
...----------------...
Hari Ke 5
Yehuan dan Yin Yue melewati jalan Setapak yang ada di sebuah Hutan
Yin Yue berjalan di samping Yehuan, Melirik ke Arah Yehuan, Yin Yue mendapati Yehuan hanya fokus memandang ke arah Depan tanpa melirik ke arahnya sedikitpun
Entah mengapa Hal itu membuat Perasaan Yin Yue menjadi terganggu sekaligus kecewa
Yin Yue ingin sekali memanggil Yehuan, Namun dia selalu membatalkan Niatannya
Yin Yue sebenarnya juga ingin mengobrol dengan Yehuan selama perjalanan, Namun sepertinya hal itu tidak akan pernah terjadi
...----------------...
Hari Ke 6
Malam Hari
Yehuan dan Yin Yue membuat perkemahan Kecil di Hutan
Dengan Api unggun yang menghangatkan, Yehuan dan Yin Yue duduk di tepi Api Unggun
Yin Yue mencoba melirik ke arah Yehuan, Saat itu juga, Yin Yue baru menyadari bahwa Wajah Yehuan terlihat pucat
"K-kamu... A-apa kamu baik baik saja...? Wajahmu terlihat pucat..." Ucap Yin Yue
Kemudian Yehuan melihat ke arah Yin Yue lalu tersenyum
"Aku baik baik saja, Kamu tidak perlu khawatir" Ucap Yehuan
"B-baiklah..." Ucap Yin Yue
Mendengar kata kata Yehuan, Yin Yue sudah tau pasti bahwa Yehuan tengah berbohong, Namun Yin Yue juga mengerti bahwa Yehuan tidak ingin membuatnya Khawatir
...----------------...
Hari Ke 7
Malam Hari
Yin Yue duduk di atas sebuah Batu dan menunggu Yehuan datang
Tak lama setelahnya, Yehuan datang menghampiri Yin Yue dengan wajah yang lebih pucat daripada sebelumnya
Yin Yue terkejut saat melihat Yehuan yang wajahnya menjadi semakin Pucat
"Kamu... Apakah kamu benar benar baik baik saja...? Wajahmu terlihat lebih pucat daripada kemarin..." Ucap Yin Yue
Yehuan hanya tersenyum saat menanggapi Kekhawatiran Yin Yue
"Aku baik baik saja, Ambillah ini untuk menghentikan Kutukan Tubuh Ilahi yang akan terjadi malam ini" Ucap Yehuan memberikan sebuah Botol kecil kepada Yin Yue
Yin Yue mengambil botol kecil yang ada di tangan Yehuan, Saat itu juga, Yin Yue melihat sebuah Noda Darah yang ada di Mulut, Baju dan Celana Yehuan
Yin Yue merenung sejenak, Kemudian Yin Yue mengambil sesuatu dari kantung yang ada di pinggangnya
"Ini... Ambillah ini... Untuk mengobati Tubuhmu... Ini memang tidak sebanding dengan Pil yang kamu berikan... Tapi setidaknya itu bisa menyembuhkan Tubuhmu" Ucap Yin Yue
Yehuan tersenyum lalu menolak pemberian Yin Yue
"Tidak perlu, Aku baik baik saja, Aku hanya kurang istirahat saja" Ucap Yehuan
Melihat Yehuan menolak pemberiannya, Hati Yin Yue menjadi sakit
Apalagi saat Yehuan pergi meninggalkan Dirinya tanpa mengucapkan sepatah katapun, Hati Yin Yue menjadi semakin sakit
"Kenapa...?" Ucap Yin Yue
...----------------...
Hari Ke 12
Yin Yue menjadi semakin dekat dengan Yehuan, dirinya dan Yehuan mengobrol bersama selama Perjalanan
Kini Yin Yue menjadi semakin terbuka kepada Yehuan, Baik itu Terbuka secara langsung maupun secara tidak langsung
Yang Pasti, Yin Yue telah merasa nyaman sepenuhnya saat berada di samping Yehuan
...----------------...
Hari Ke 20
Senyum manis tak pernah lepas dari wajah cantik Yin Yue
Berjalan di samping Yehuan, Yin Yue melirik ke arah Yehuan
"Yehuan... Bolehkah aku menggenggam tanganmu?" Ucap Yin Yue
Yehuan mengarahkan pandangannya ke arah Yin Yue lalu tersenyum, "Tentu" Ucap Yehuan
Yin Yue terlihat bahagia setelah mendengar jawaban Yehuan, Kemudian Yin Yue segera menggenggam Tangan Kiri Yehuan dengan erat
Yin Yue sama sekali tidak pernah melepaskan Genggaman Tangannya kepada Yehuan selama perjalanan Berlangsung
...----------------...
Hari Ke 27
Malam sudah sangat Larut
Bulan Sabit bersinar terang di langit, dengan taburan bintang yang menghiasinya, membuat pemandangan Langit malam begitu memukau
Yehuan dan Yin Yue duduk berdampingan di sebuah Batang kayu yang ada di Tepi Api Unggun
Yin Yue tertidur nyenyak di bahu Yehuan dengan perasaan yang bahagia
Yehuan tersenyum, dirinya sempat ingin membelai Rambut Yin Yue namun Yehuan membatalkan Niatnya
"Beristirahatlah... Yin Yue..." Ucap Yehuan
...----------------...
Tepat 1 Bulan Perjalanan, Yehuan dan Yin Yue tiba di Pegunungan Utara
Di Salah Satu Puncak tertinggi yang ada di Sana, Terdapat sebuah Bangunan yang begitu besar yang bisa di lihat dari Ratusan Kilometer jauhnya
Bangunan itu sangatlah besar Layaknya Istana, Dan Bangunan Itulah tempat dimana Klan Rubah Surgawi sekaligus tempat Tujuan Yehuan dan Yin Yue berada
Gerbang Gunung
"BERHENTI, SIAPA DI SANA?"
Sampai di Kaki Gunung Tertinggi, Yehuan dan Yin Yue di hentikan oleh 2 Orang yang tengah menjaga sebuah Gerbang Baru Raksasa
2 Orang itu berada di Ranah Raga Sejati, Dan mereka berdua memiliki Telinga dan juga Ekor Rubah
Yin Yue segera menghampiri Kedua Penjaga Gerbang itu
"Yin Yue memberi salam Kepada Kedua Penjaga" Ucap Yin Yue
Salah satu Penjaga mendekat ke arah Yin Yue
"Ternyata Nona Yin Yue, Nona Yin Yue Tidak perlu terlalu Formal kepada Kami, Kami hanyalah Seorang Penjaga Gerbang" Ucap Penjaga Gerbang itu
Yin Yue tersenyum, "Semua Orang Pantas Di Hormati Terlepas Dari Status Apapun Yang Mereka Miliki" Ucap Yin Yue
Penjaga Gerbang itu merasa tersanjung
"Nona Yin Yue benar benar orang yang sopan, Ngomong Ngomong, Ada Keperluan Apa Nona Yin Yue datang kemari?" Ucap Penjaga Gerbang itu
Yin Yue tersenyum, "Kami ingin bertemu dengan Pemimpin Klan Rubah Surgawi" Ucap Yin Yue
Penjaga Gerbang itu mengangguk, "Baiklah, Kebetulan Pemimpin Klan sedang tidak sibuk saat ini, Mari saya antar Anda dan Teman Anda ke tempat Pemimpin Klan Berada" Ucap Penjaga Gerbang
Penjaga Gerbang itu memberitahu Rekannya untuk membuka Gerbang
Pintu Gerbang Raksasa yang terbuat Dari Batu Raksasa itu mulai terbuka secara Perlahan
"Silahkan" Ucap Penjaga Gerbang itu
Kemudian Yehuan dan Yin Yue mengikuti Penjaga Gerbang itu untuk bertemu dengan Pemimpin Klan Rubah Surgawi
...----------------...
Di Suatu Tempat yang ada di Puncak Gunung
"Pemimpin Klan ada di dalam, Kalau Begitu, Saya Izin Undur Diri" Ucap Penjaga Gerbang itu
Kemudian Penjaga Gerbang itu segera pergi meninggalkan Yehuan dan juga Yin Yue
Yehuan dan Yin Yue memasuki Ruangan yang di tunjukan oleh Penjaga Gerbang itu
Mereka berdua masuk ke dalam Ruangan tersebut lalu di sambut oleh sebuah Ruangan yang sangat Luas
Di Tengah Ruangan, Terdapat sebuah Tempat Tidur yang di tutupi oleh sebuah Tirai yang terbuat dari Kain Sutra dan menutupi apa yang ada di Tempat Tidur
Kemudian Yehuan dan Yin Yue mencoba mendekati Tempat tidur yang ada di tengah Ruangan itu
"Baiklah... Sekarang Kalian Bisa Katakan Apa Tujuan Kalian Kemari"
Terdengar suara seorang Wanita dari Arah Tempat Tidur yang ada di tengah Ruangan
Yehuan tersenyum, "Lama Tidak Bertemu, Rubah Kecil"