NovelToon NovelToon
Immortal

Immortal

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Tamat
Popularitas:30.1k
Nilai: 5
Nama Author: Titanium

"Immortal" Sebuah Seri Novel yang sangat Laris di Pasar Internasional dan terjual lebih dari 700 Juta Copy sejak Pertama Kali di terbitkan

Chen Yehuan, Seorang Mahasiswa dari Universitas biasa adalah salah satu Pembaca setia Novel tersebut, Membeli seluruh Volume Novel yang ada hingga mengikuti Alur nya dari awal sampai akhir, Yehuan telah menyerap seluruh Cerita yang ada

Suatu Malam yang tenang, Yehuan tertidur di Kamarnya, Namun, Di saat Yehuan membuka matanya, Dirinya terkejut saat melihat Pemandangan yang tak biasa

Tuan Muda Keluarga Besar menghajar seorang Pecundang yang ternyata dia adalah Main Character dari Novel "Immortal"

Dunia Lain yang penuh dengan Kultivator Kuat, Main Character yang Mendapatkan Warisan Kaisar Kuno dan Alur Cerita yang tersangkut di dalam kepalanya

Memanipulasi segalanya dan Mengambil keuntungan yang ada

Yehuan menghela nafasnya, "Membengkokkan Alur Cerita mungkin akan berakibat Fatal, tapi jika itu bisa membuatku menjadi kuat, Kenapa Tidak?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titanium, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

Hari Berikutnya

Yehuan dan Yin Yue memulai perjalanan bersama untuk pergi ke Klan Rubah Surgawi yang terletak di Pegunungan Utara

Jika di tempuh hanya dengan berjalan kaki dari Kota Pelabuhan PingYuan, maka akan membutuhkan waktu selama 1 bulan untuk sampai di Wilayah Pegunungan Utara

Namun dengan waktu itulah yang di manfaatkan oleh Yehuan untuk bisa meluluhkan Hati Yin Yue

...----------------...

Hari Pertama

Malam Hari, Hutan Belantara

Yehuan dan Yin Yue beristirahat di tengah hutan karena mereka tidak menemukan Desa ataupun Kota Untuk mencari penginapan

Dengan Api Unggun yang menghangatkan, Yehuan dan Yin Yue duduk di bongkahan kayu yang ada di Tepi Api Unggun

Yin Yue melihat ke arah Yehuan yang ada di Seberang Api unggun, Tatapan Yehuan hanya melihat ke arah Api unggun dan sama sekali tak pernah melihat ke arah dirinya walaupun hanya sesaat

"Hey..." Ucap Yin Yue memanggil

Kemudian Yehuan melihat ke arah Yin Yue

"Ada apa? Apa kamu memerlukan sesuatu?" Ucap Yehuan bertanya kepada Yin Yue

Yin Yue terkejut dengan sikap yang di tunjukan oleh Yehuan

"T-tidak..." Ucap Yin Yue

Yehuan tersenyum, "Baiklah" Ucap Yehuan

...----------------...

Hari Ke 2

Di Sebuah Danau

"Tolong berikan aku waktu, aku hanya ingin membersihkan diri sebentar" Ucap Yin Yue

Yehuan menghela nafasnya, "Baiklah baiklah" Ucap Yehuan

Kemudian Yin Yue mengambil Tombak nya lalu mengarahkannya ke arah Yehuan

"JANGAN MENGINTIP ATAU AKU AKAN MENCINCANG TUBUHMU" Ucap Yin Yue mengancam Yehuan

Yehuan hanya menghela nafasnya sebelum pergi meninggalkan Danau tanpa mengatakan sepatah katapun

Yin Yue duduk di pinggiran Danau, menunggu selama beberapa menit, Kemudian Yin Yue menggunakan Persepsi nya untuk melihat dimana Yehuan berada

Tepat setelah 1 menit mencari Keberadaan Yehuan, Yin Yue menemukan Yehuan berada di Jarak Setengah Kilometer dari tempatnya berada

Yin Yue menghela nafasnya, "Sepertinya... Aku terlalu keras saat mengancamnya" Ucap Yin Yue

...----------------...

Hari Ke 3

Malam hari di sebuah penginapan di Kota Kecil

"Ini dia Ruangannya, Jangan berharap apapun karena aku tidak bisa menyewa Ruangan yang lebih mahal dan lebih nyaman lagi" Ucap Yehuan

Kemudian Yin Yue melihat ke dalam Ruangan dan mendapati hanya ada 1 Tempat tidur di Ruangan itu

"Beristirahatlah" Ucap Yehuan

Kemudian Yehuan berjalan Pergi meninggalkan Yin Yue

Yin Yue terlihat panik setelah Yehuan meninggalkannya, "T-tunggu... Bagaimana dengan dirimu?" Ucap Yin Yue bertanya kepada Yehuan

"Aku akan tidur di luar" Ucap Yehuan sembari melambaikan tangannya

Yin Yue terkejut, dirinya sempat ingin menghentikan Yehuan, Namun pada akhirnya Yin Yue membatalkan Niatnya

Yin Yue menghela nafasnya, "Kenapa dia begitu baik kepadaku?" Ucap Yin Yue

...----------------...

Hari Ke 4

Sore hari Di Sebuah Sungai

Yin Yue duduk di pinggiran sungai, Memandangi Sungai yang mengalir lembut dan menikmati hembusan angin yang menerpa

Tak Lama kemudian, Yehuan kembali dengan membawa sesuatu di tangannya

"Apa itu?" Ucap Yin Yue

Yehuan melihat ke arah Tangannya, "Ohh, Ini hanyalah Ubi Bakar, Aku tidak bisa membeli makanan yang lebih mahal, Apa kamu mau?" Ucap Yehuan

Pandangan Yin Yue terus tertuju ke arah Ubi Bakar yang di bawa oleh Yehuan, tanpa di sadari, Yin Yue menganggukkan kepalanya

Yehuan tersenyum, Kemudian Yehuan memberikan Salah Satu Ubi Bakar yang di bawanya kepada Yin Yue

Meskipun itu hanyalah makanan sederhana, Namun Yin Yue memakan Ubi Bakar itu dengan sangat Lahap

Percaya atau tidak, Pada Gigitan pertama, Yin Yue sempat meneteskan air mata, Namun Yehuan berpura pura tidak melihatnya

(Gadis yang malang, Ubi Bakar ini adalah Makanan Favoritnya, Karena hanya Ubi Bakar inilah yang selalu di siapkan Mendiang Ibunya di saat mereka masih bersama, Namun Yin Yue sangat menghargai Kerja Keras yang ibunya berikan kepadanya, Meskipun makan hanya dengan Ubi Bakar seperti ini, itu bisa menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Yin Yue) Ucap Yehuan dalam benaknya

Kemudian Yehuan mengepalkan tangannya dengan Kuat

Yehuan menghela nafasnya, (Aku harus memberikan Ketulusanku yang paling dalam untuk Yin Yue) Ucap Yehuan dalam benaknya

...----------------...

Hari Ke 5

Yehuan dan Yin Yue melewati jalan Setapak yang ada di sebuah Hutan

Yin Yue berjalan di samping Yehuan, Melirik ke Arah Yehuan, Yin Yue mendapati Yehuan hanya fokus memandang ke arah Depan tanpa melirik ke arahnya sedikitpun

Entah mengapa Hal itu membuat Perasaan Yin Yue menjadi terganggu sekaligus kecewa

Yin Yue ingin sekali memanggil Yehuan, Namun dia selalu membatalkan Niatannya

Yin Yue sebenarnya juga ingin mengobrol dengan Yehuan selama perjalanan, Namun sepertinya hal itu tidak akan pernah terjadi

...----------------...

Hari Ke 6

Malam Hari

Yehuan dan Yin Yue membuat perkemahan Kecil di Hutan

Dengan Api unggun yang menghangatkan, Yehuan dan Yin Yue duduk di tepi Api Unggun

Yin Yue mencoba melirik ke arah Yehuan, Saat itu juga, Yin Yue baru menyadari bahwa Wajah Yehuan terlihat pucat

"K-kamu... A-apa kamu baik baik saja...? Wajahmu terlihat pucat..." Ucap Yin Yue

Kemudian Yehuan melihat ke arah Yin Yue lalu tersenyum

"Aku baik baik saja, Kamu tidak perlu khawatir" Ucap Yehuan

"B-baiklah..." Ucap Yin Yue

Mendengar kata kata Yehuan, Yin Yue sudah tau pasti bahwa Yehuan tengah berbohong, Namun Yin Yue juga mengerti bahwa Yehuan tidak ingin membuatnya Khawatir

...----------------...

Hari Ke 7

Malam Hari

Yin Yue duduk di atas sebuah Batu dan menunggu Yehuan datang

Tak lama setelahnya, Yehuan datang menghampiri Yin Yue dengan wajah yang lebih pucat daripada sebelumnya

Yin Yue terkejut saat melihat Yehuan yang wajahnya menjadi semakin Pucat

"Kamu... Apakah kamu benar benar baik baik saja...? Wajahmu terlihat lebih pucat daripada kemarin..." Ucap Yin Yue

Yehuan hanya tersenyum saat menanggapi Kekhawatiran Yin Yue

"Aku baik baik saja, Ambillah ini untuk menghentikan Kutukan Tubuh Ilahi yang akan terjadi malam ini" Ucap Yehuan memberikan sebuah Botol kecil kepada Yin Yue

Yin Yue mengambil botol kecil yang ada di tangan Yehuan, Saat itu juga, Yin Yue melihat sebuah Noda Darah yang ada di Mulut, Baju dan Celana Yehuan

Yin Yue merenung sejenak, Kemudian Yin Yue mengambil sesuatu dari kantung yang ada di pinggangnya

"Ini... Ambillah ini... Untuk mengobati Tubuhmu... Ini memang tidak sebanding dengan Pil yang kamu berikan... Tapi setidaknya itu bisa menyembuhkan Tubuhmu" Ucap Yin Yue

Yehuan tersenyum lalu menolak pemberian Yin Yue

"Tidak perlu, Aku baik baik saja, Aku hanya kurang istirahat saja" Ucap Yehuan

Melihat Yehuan menolak pemberiannya, Hati Yin Yue menjadi sakit

Apalagi saat Yehuan pergi meninggalkan Dirinya tanpa mengucapkan sepatah katapun, Hati Yin Yue menjadi semakin sakit

"Kenapa...?" Ucap Yin Yue

...----------------...

Hari Ke 12

Yin Yue menjadi semakin dekat dengan Yehuan, dirinya dan Yehuan mengobrol bersama selama Perjalanan

Kini Yin Yue menjadi semakin terbuka kepada Yehuan, Baik itu Terbuka secara langsung maupun secara tidak langsung

Yang Pasti, Yin Yue telah merasa nyaman sepenuhnya saat berada di samping Yehuan

...----------------...

Hari Ke 20

Senyum manis tak pernah lepas dari wajah cantik Yin Yue

Berjalan di samping Yehuan, Yin Yue melirik ke arah Yehuan

"Yehuan... Bolehkah aku menggenggam tanganmu?" Ucap Yin Yue

Yehuan mengarahkan pandangannya ke arah Yin Yue lalu tersenyum, "Tentu" Ucap Yehuan

Yin Yue terlihat bahagia setelah mendengar jawaban Yehuan, Kemudian Yin Yue segera menggenggam Tangan Kiri Yehuan dengan erat

Yin Yue sama sekali tidak pernah melepaskan Genggaman Tangannya kepada Yehuan selama perjalanan Berlangsung

...----------------...

Hari Ke 27

Malam sudah sangat Larut

Bulan Sabit bersinar terang di langit, dengan taburan bintang yang menghiasinya, membuat pemandangan Langit malam begitu memukau

Yehuan dan Yin Yue duduk berdampingan di sebuah Batang kayu yang ada di Tepi Api Unggun

Yin Yue tertidur nyenyak di bahu Yehuan dengan perasaan yang bahagia

Yehuan tersenyum, dirinya sempat ingin membelai Rambut Yin Yue namun Yehuan membatalkan Niatnya

"Beristirahatlah... Yin Yue..." Ucap Yehuan

...----------------...

Tepat 1 Bulan Perjalanan, Yehuan dan Yin Yue tiba di Pegunungan Utara

Di Salah Satu Puncak tertinggi yang ada di Sana, Terdapat sebuah Bangunan yang begitu besar yang bisa di lihat dari Ratusan Kilometer jauhnya

Bangunan itu sangatlah besar Layaknya Istana, Dan Bangunan Itulah tempat dimana Klan Rubah Surgawi sekaligus tempat Tujuan Yehuan dan Yin Yue berada

Gerbang Gunung

"BERHENTI, SIAPA DI SANA?"

Sampai di Kaki Gunung Tertinggi, Yehuan dan Yin Yue di hentikan oleh 2 Orang yang tengah menjaga sebuah Gerbang Baru Raksasa

2 Orang itu berada di Ranah Raga Sejati, Dan mereka berdua memiliki Telinga dan juga Ekor Rubah

Yin Yue segera menghampiri Kedua Penjaga Gerbang itu

"Yin Yue memberi salam Kepada Kedua Penjaga" Ucap Yin Yue

Salah satu Penjaga mendekat ke arah Yin Yue

"Ternyata Nona Yin Yue, Nona Yin Yue Tidak perlu terlalu Formal kepada Kami, Kami hanyalah Seorang Penjaga Gerbang" Ucap Penjaga Gerbang itu

Yin Yue tersenyum, "Semua Orang Pantas Di Hormati Terlepas Dari Status Apapun Yang Mereka Miliki" Ucap Yin Yue

Penjaga Gerbang itu merasa tersanjung

"Nona Yin Yue benar benar orang yang sopan, Ngomong Ngomong, Ada Keperluan Apa Nona Yin Yue datang kemari?" Ucap Penjaga Gerbang itu

Yin Yue tersenyum, "Kami ingin bertemu dengan Pemimpin Klan Rubah Surgawi" Ucap Yin Yue

Penjaga Gerbang itu mengangguk, "Baiklah, Kebetulan Pemimpin Klan sedang tidak sibuk saat ini, Mari saya antar Anda dan Teman Anda ke tempat Pemimpin Klan Berada" Ucap Penjaga Gerbang

Penjaga Gerbang itu memberitahu Rekannya untuk membuka Gerbang

Pintu Gerbang Raksasa yang terbuat Dari Batu Raksasa itu mulai terbuka secara Perlahan

"Silahkan" Ucap Penjaga Gerbang itu

Kemudian Yehuan dan Yin Yue mengikuti Penjaga Gerbang itu untuk bertemu dengan Pemimpin Klan Rubah Surgawi

...----------------...

Di Suatu Tempat yang ada di Puncak Gunung

"Pemimpin Klan ada di dalam, Kalau Begitu, Saya Izin Undur Diri" Ucap Penjaga Gerbang itu

Kemudian Penjaga Gerbang itu segera pergi meninggalkan Yehuan dan juga Yin Yue

Yehuan dan Yin Yue memasuki Ruangan yang di tunjukan oleh Penjaga Gerbang itu

Mereka berdua masuk ke dalam Ruangan tersebut lalu di sambut oleh sebuah Ruangan yang sangat Luas

Di Tengah Ruangan, Terdapat sebuah Tempat Tidur yang di tutupi oleh sebuah Tirai yang terbuat dari Kain Sutra dan menutupi apa yang ada di Tempat Tidur

Kemudian Yehuan dan Yin Yue mencoba mendekati Tempat tidur yang ada di tengah Ruangan itu

"Baiklah... Sekarang Kalian Bisa Katakan Apa Tujuan Kalian Kemari"

Terdengar suara seorang Wanita dari Arah Tempat Tidur yang ada di tengah Ruangan

Yehuan tersenyum, "Lama Tidak Bertemu, Rubah Kecil"

1
"@Lv
#mantulauthor
"@Lv
#authormantul
Izza Elfath
bagus tapi gak sempurna karena hanya berhenti di awal² cerita kalo bisa di lanjutkan agar tidak membuat kecewa para pembaca Thor........plissss🙏🙏🙏🙏
Izza Elfath
ya elah bagus bagus tamat di awal cerita yah gmn piye to ki
Xuan
lah kok tamat
Xuan
p
Azure
menang banyak anying
Azure
yang penting dapet🗿
P.E.K.A S
kolo tau mc br*ngs*k kenap warisanya gak di ambil aja lol
GOLDEN DRAGON GOD EMPEROR
lanjut thor up nya
GOLDEN DRAGON GOD EMPEROR
lanjut thor
Zahira Valen
lanjut
Meong
sulit dijelaskan dengan kata²... semoga harimu bahagia...
Meong
joz
Meong
up!!!
Meong
up!!
Meong
up!
Yudigeming
up
Yudigeming
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!