NovelToon NovelToon
Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Hamil di luar nikah / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: ritasilvia

Mami...mami..."

Kedua bocah-bocah itu kembali mendekati nya, perlahan Mutiara mencoba mundur, namun terlambat.

"Ya Tuhan, apakah mereka Anak-anakku. lalu siapa ayahnya. kenapa semua ini membuat ku semakin bingung dan frustasi. tidak.... tidak...aku bukan mami kalian." teriak Mutiara syok. namun terlalu kedua bocah-bocah mengemaskan tersebut berhasil bergelayut manja di sebelah kanan dan kiri kakinya. dan tidak mau dilepaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku tidak mau aborsi

Sepanjang perjalanan, Mutiara terlihat murung dan diam. pikirannya masih teringat akan mimpinya barusan.

"Apakah kedua bocah tersebut anak-anak yang aku kandung? mereka terus memangil-mangilku dengan sebutan mami dan tidak mau aku tinggalkan?" berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikirannya.

"Tidak...aku tidak boleh lemah, dan mengecewakan papa lagi. kali ini aku harus menuruti keinginan papa."

"Mutiara, kita sudah sampai. ayo nak kita turun." bujuk papa membibing tangannya saat keluar dari mobil.

"Jangan takut, nanti kamu akan ditangani oleh dokter yang sudah sangat berpengalaman di bidangnya. aku mengatakan jika kamu adalah korban kekerasan pemerkosaan. sehingga mereka mempermudah dan bersedia untuk membantu mu." ucap papa agar Mutiara tidak terlalu gugup.

Mutiara hanya menganggukkan kepalanya pelan, dia sudah membayangkan rasa sakit yang akan dirasakan nya nanti, dan itu tentunya akan jauh lebih sakit.

"Semenjak kejadian itu, kenapa kesialan belum juga beranjak dari hidupku." melonggos kesal. langkah kaki mereka semakin dekat menuju ruang tindakan, Mutiara tidak mampu menahan ketakutan dan rasa gugupnya, keringat dingin mulai bercucuran membasahi wajah dan tubuhnya.

"Aku takut pa."

"Percayalah, jika kamu tidak akan kenapa-napa nak." berusaha menyemangati Mutiara.

"Silahkan berbaring, kita akan melakukan USG terlebih dahulu." terang perawat seraya mengolesi perut Mutiara dengan gel berwarna bening. Mutia hanya mengabaikan ucapan perawat, detak jantungnya dua kali lebih cepat dibandingkan biasanya. dia menautkan kedua jemarinya untuk menghilangkan rasa gugup dan takutnya.

"Dek, kamu hamil anak kembar. bahkan kondisi janin mu sangat sehat dan kuat." terang Dokter sambil menunjuk titik seperti biji kacang melalui layar monitor.

Degh

"Apakah mereka anak-anakku?"

Mata Mutiara membulat, tiba-tiba keharuan membuat matanya berkaca-kaca. seketika pikirannya teringat mimpinya semalam, wajah sedih dan tangisan kedua bocah-bocah itu kembali terngiang-ngiang ditelinga nya.

"Mereka Anak-anakku, akulah yang bersalah dan pantas untuk dihukum dalam hal ini. bukan mereka yang tidak berdosa." Mutiara seketika mengusap perutnya pelan, untuk pertama kalinya rasa hangat dalam dadanya.

"Apakah kamu sudah siap?" tanya Dokter memakai sarung tangan khusus, Mutia mengedarkan pandangannya keseliking ruangan, seketika dia memucat melihat alat-alat yang menurutnya sangat mengerikan.

"Apakah mereka mulai bersiap-siap untuk melenyapkan anak-anakku? tidak ini harus dihentikan." Mutiara segera duduk dan memperbaiki pakaian nya kembali.

"Tidak...aku tidak ingin melenyapkan anak-anakku."

"Mutiara, kamu kenapa nak. jangan seperti ini?" papa segera menghampiri Mutiara, menuntun langkahnya menuju ruang tindakan.

"Pa, aku tidak sanggup melihat mereka dikeluarkan dari rahimku. bayi-bayi ini tidak bersalah, aku lah yang salah, pa. dan aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi." memohon sambil mengatupkan kedua tangannya.

"Mutiara, kamu kenapa berubah pikiran seperti ini nak? papa yakin kamu terlalu takut sehingga berniat untuk membatalkan. ini tidak seburuk yang kamu pikir, papa akan menemanimu." berusaha untuk membujuk Mutiara.

"Papa, kita bukan orang jahat, kita masih punya hati, kasihan anak-anakku yang harus menerima hukuman atas kesalahan ku." air mata Mutiara bercucuran.

Hendrawan tetap memaksa, bahkan dia meminta bantuan petugas. Mutia meronta-ronta untuk melepaskan diri, begitu ada kesempatan dia langsung berlari sekencang-kencangnya tanpa peduli dengan tatapan aneh orang-orang yang melihatnya, bahkan dia tidak peduli lagi dengan teriakan papa meminta dirinya untuk segera berhenti berlari.

1
Rainie Mahadun
lemah
Rainie Mahadun
tolol
Rainie Mahadun
thor ganti la nama Reyhina tu..mcm nda sesuai la..😏
Misaza Sumiati
gavin lagi Gavin lagi
kagome
sabar jims
emang bos go da akhlak
rem dadakan aja jims
biar bos mu kepentok🤣🤣🤣🤣
Misaza Sumiati
kasian twins , maminya gak ada
Misaza Sumiati
aneh kan Devan berkuasa masa tidak tau punya anak
Misaza Sumiati
kenapa mutiara bilang tentang twins
kagome
seneng banget punya sodara baek bantuin. didunia nyata mah ada uang lu sodara, kagak ada uang ya gk kenal
Misaza Sumiati
aneh kelakuan mutiara
Misaza Sumiati
begi di mutiara
Misaza Sumiati
karakter mutiara bukan wanita kuat , lemah
Anifa Anifa
males baca klo peran utama nya bego
Mazree Gati
devan binatang ga mau nikah maunya zinah mulu anjing
Mazree Gati
lupa anak,,gara gara dapat cumbuan dari dev
Mazree Gati
goblok selalu sial tapi ga nge jauh kan tolol
Mazree Gati
anjing devano main paksa mentang mentang kaya
Mazree Gati
bener bener tolol dan goblok..bukanya pergi jauh malah mendekat bego
Mazree Gati
tolol bukanya pindah kota masih di situ2 aja,,END...
Vien Vienk
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!