NovelToon NovelToon
Dikira MONTIR Ternyata SULTAN

Dikira MONTIR Ternyata SULTAN

Status: tamat
Genre:Konglomerat berpura-pura miskin / Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Moms TZ

Merasa ditikung saudara kembarnya, Darren memilih keluar dari rumah mewah orang tuanya, melepas semua fasilitas termasuk nama keluarganya.

Suatu hari salah seorang pelanggan bengkelnya datang, bermaksud menjodohkan Darren dengan salah satu putrinya, dan tanpa pikir panjang, Darren menerimanya.

Sayangnya Darren harus menelan kekecewaan karena sang istri kabur meninggalkannya tepat di hari pernikahan mereka.

Bagaimana nasib pernikahan Darren selanjutnya?
Apakah dia akan membatalkan pernikahannya dan mencari pengantin penganti?

Temukan jawabannya hanya di sini

"Dikira Montir Ternyata Sultan" di karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Keputusan Darren

Darren memiliki alasan sendiri mengapa dia tidak mau membatalkan pernikahannya. Dari awal, bukan dia yang menginginkan semua ini terjadi, jadi dia akan mengikuti saja alur yang sudah dibuat. Toh, bukan dia yang meninggalkan, jadi mengapa harus repot-repot mengurus perceraian? Begitulah pemikirannya. Sesekali menjadi "jahat" rasanya tidak terlalu buruk.

"Ya sudah, kalau begitu, Abang pulang bersama mami ke Jakarta," ajak Mami Mia penuh harap.

Darren menghela napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Dia tidak pernah mengira bahwa jalan hidupnya menjadi serumit ini.

"Maafkan Ren, Mi," ucap Darren akhirnya, suaranya pelan tetapi sangat tegas, "Ren, nggak bisa ikut Mami pulang sekarang."

Mami Mia menatap putranya itu dengan rasa khawatir yang kentara. "Kenapa, Bang?"

"Benar kata Mami Ren, setidaknya kamu butuh waktu untuk menenangkan diri," timpal Daniel yang sejak tadi hanya diam melihat drama yang terjadi.

Darren menggeleng dan mengalihkan pandangannya. Dia merasa tidak nyaman. "Ren nggak bisa ninggalin rumah ini sebelum tujuh hari," jawabnya, berusaha setenang mungkin.

Darren kemudian menjelaskan alasannya, "Itu tradisi di kampung ini. Mempelai pria nggak boleh pergi dari rumah mempelai wanita sebelum tujuh hari setelah pernikahan."

Mami Mia terdiam sejenak, tampak tenggelam dalam pikiran. "Ya sudah, kalau begitu mami akan menemani Abang di sini," katanya pada akhirnya, menunjukkan tekad yang kuat.

"Memangnya Papi bakalan ngasih ijin, Mi?" tanya Daniel, wajahnya diliputi keraguan. Dia tahu betul betapa bucinnya Papi Baim pada Mami Mia. Dia tidak yakin papinya itu akan setuju membiarkan maminya menemani Darren.

Mami Mia mencebik, sudah bisa menebak jawaban yang akan diberikan oleh suaminya. Terdengar helaan napas kasar, ia merasa kesal dan sedikit lelah menghadapi situasi ini.

"Lalu apa rencanamu selanjutnya, Ren?" tanya Daniel selanjutnya.

"Entahlah..." Darren menggeleng lemah, pandangannya tampak kosong mengarah jauh ke depan.

*

Di rumah sakit, Pak Haris terbaring lemah di ranjang pasien. Wajahnya pucat pasi, dengan kerutan dalam yang semakin jelas terlihat. Alat-alat medis terpasang di tubuhnya, memantau detak jantung dan tekanan darahnya. Sesekali, dia membuka matanya, tetapi pandangannya terlihat hampa.

Dokter mengatakan, Pak Haris mengalami serangan jantung ringan akibat syok dan tekanan emosional yang berat. Ajeng yang kabur di hari pernikahan benar-benar sangat meruntuhkan mental Pak Haris. Dia merasa malu, kecewa, dan bersalah. Impian untuk melihat putri sulungnya bahagia menikah dengan pria yang dianggapnya layak, kini musnah akibat kelakuan anaknya sendiri.

Ibu Hasna setia mendampingi suaminya di sisi ranjang. Ia menggenggam erat tangan Pak Haris, mencoba memberikan kekuatan. Air mata terus mengalir di pipinya, tetapi ia berusaha tetap tegar demi suaminya. Ia tahu, Pak Haris sangat terpukul dengan kejadian ini.

Pak Haris menggeleng lemah, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Tega sekali anak itu mempermalukan orangtuanya seperti ini," ucapnya pelan.

Papi Baim, yang masih berada di sana, berusaha menghibur besannya. Dia menepuk pundak Pak Haris dengan lembut, mencoba mengurangi beban pikiran yang tampak jelas di wajahnya.

"Pak Haris, tenanglah. Saya tahu ini sangat berat bagi kita, Tapi, jangan terus menyalahkan diri sendiri," kata Papi Baim, dengan ekspresi prihatin.

Pak Haris menoleh dengan mata berkaca-kaca. "Bagaimana mungkin saya tidak menyalahkan diri sendiri, Pak Baim? Ajeng tega sekali melakukan hal bodoh. Nak Darren pasti hancur dan sakit hati. Saya sangat malu padanya, juga pada keluarga Anda.... Saya benar-benar minta maaf." Pak Haris lantas menceritakan bagaimana perjodohan itu bisa terjadi.

"Nak Darren pemuda yang baik. Sikapnya ramah dan santun. Saya bahkan menganggapnya seperti anak sendiri. Berkali-kali ditimpa masalah, tetapi dia begitu tegar menghadapinya. Itulah yang membuat saya terkesan, sehingga timbul niat menjadikannya menantu."

"Saya sangat bahagia ketika mereka berdua menyetujui perjodohan itu. Tapi, sungguh saya tidak menyangka anak saya sendiri justru yang berkelakuan buruk. Tolong, maafkan kami. Sebagai orang tua, saya benar-benar sangat malu dan kecewa." Pak Haris berkata dengan terbata-bata. Hatinya sangat perih.

"Pak Haris, saya mengerti bagaimana perasaan Anda." Papi Baim menghela napas panjang. "Maafkan juga atas sikap istri saya, Pak Haris, Bu Hasna. Itu semua dilakukannya karena ia terlalu menyayangi anaknya. Tapi, yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan bijak."

*

Meskipun masih lemah, Pak Haris bersikeras untuk segera pulang. Dia tidak ingin berlama-lama di rumah sakit, dia ingin segera ingin menyelesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut dan mencari keberadaan Ajeng serta alasan mengapa tega meninggalkan pernikahannya.

Kedatangannya disambut oleh beberapa kerabat yang masih berada di sana. Wajah mereka dipenuhi kekhawatiran dan bisik-bisik cemas. Mereka berkumpul di ruang tengah, membicarakan kelanjutan status Darren di tengah situasi yang memalukan ini.

Pak Haris, dengan suara lemah, bertanya pada Darren, "Nak Darren, apa kamu ingin membatalkan pernikahan ini?"

Darren menatap Pak Haris. Matanya masih menyimpan kesedihan yang mendalam, tetapi ada tekad yang kuat di sana. "Tidak, Pak," jawabnya tegas. "Saya sudah memutuskan untuk tidak membatalkan pernikahan ini."

Semua pandangan tertuju pada Darren setelah mendengar jawabannya. Papi Baim mendekat dan memeluk putranya. "Kamu yakin, Nak? Ini bukan keputusan yang mudah."

Darren mengangguk. "Ren tahu, Pi. Di sini bukan Ren yang meninggalkan Ajeng. Jadi, Ren ingin tahu apa alasannya meninggalkan pernikahan ini. Ren akan menunggunya sampai ia kembali."

Melihat keteguhan hati Darren, keluarga akhirnya mengerti dan menghormati keputusannya. Mereka tahu, Darren adalah pria yang kuat dan penuh pertimbangan. Dengan berat hati, akhirnya Papi Baim dan keluarga memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Namun, mereka berharap agar masalah ini bisa segera menemukan titik terang.

Sebelum pergi, Papi Baim berkata pada Pak Haris, "Tolong jaga putra kami Darren baik-baik ya, Pak Haris. Kami, mempercayakannya pada Anda."

"Tentu, Pak Baim. Nak Darren adalah tanggung jawab kami sekarang," jawab Pak Haris sambil mengangguk mantap.

Mami Mia dan Bu Hasna saling berpelukan dan meminta maaf satu sama lain.

*

Keesokan harinya, suasana rumah Pak Haris dan Bu Hasna terasa begitu lengang. Padahal, baru semalam rumah itu ramai dengan pesta meriah. Darren keluar dari kamarnya.

"Sepi sekali," gumam Daren lirih.

Dia lalu melanjutkan langkahnya menuju teras dan duduk di salah satu kursi. Pandangannya tertuju pada seorang gadis mungil yang sedang menyapu halaman. Hijabnya melambai-lambai tertiup angin.

"Siapa dia, sepertinya aku belum pernah melihatnya?" batin Daren bertanya-tanya.

Merasa diperhatikan gadis itu pun menoleh, lalu mengangguk dan tersenyum ramah pada Darren. Kemudian ia berjalan mendekat. "Selamat pagi, Mas," sapanya lembut.

Daren sedikit terkejut. "Pagi," jawabnya ragu. "Kamu... siapa?" tanyanya kemudian.

"Perkenalkan saya Niken, adiknya Mbak Ajeng," jelas gadis itu, senyumnya tak luntur wajah manisnya membuat Darren terkesima.

"Adiknya Ajeng...?"

Jreng jreng jreng....

.

.

.

Hari ini up doble lagi, karena kemaren memang sengaja nggak up doble karena nunggu kalian yang pada numpuk bab biar gak kebanyakan tapi ternyata... 🤧

Terimakasih, atas kerjasananya untuk tidak menumpuk bab dalam membaca🤗

1
Naufal hanifah
menarik/Good//Good//Good/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terima kasih bintang 5 nya🫰🫶
total 1 replies
Rino Wengi
harusnya dijelaskan mereka berapa saudara... semuanya dipanggil bang jadi bingung siapa adik siapa abang...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dibaca aja, nopel ini sudah tamat kok
total 1 replies
Rino Wengi
yg kakaknya Daniel apa Darren? membingungkan
Makmur Djajamihardja
Damai selalu bersama Ramadhan
Makmur Djajamihardja
belah durennya kapan bro
Makmur Djajamihardja
oh teganya dirimu tega banget bosqu
Makmur Djajamihardja
cinta itu ada 3 demvinisi 1.ciuman yg utama 2. cincin. di jari manis yg diminta 3.cincin bawah yg disita.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: apa itu cincin bawah yg disita? tak paham author🤭
total 1 replies
Makmur Djajamihardja
terpana dan tersihir dewa asmara
Makmur Djajamihardja
Rony. Sianturi adalah anggota trio libels
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: waaah, itu grup musik favorit author,
total 1 replies
Makmur Djajamihardja
fitnah itu lebih. kejam dari pembunuhan bosqu
Makmur Djajamihardja
si nancy harusnya di perkaos rame rame
Lala lala
jadi ingat yutuber yg antar istrinya mau lahiran malah brojol di mobil, si suami yg bantu narik bayi keluar dr jln lahir 😄
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak tahu malah
total 1 replies
Lala lala
bahagia koq dgn jalan iblis jkn dasim
Lala lala
baru ini suami keceplosan zinah malah pembaca tak ngamok didukung cerai pulak haha
Lala lala
memang salah panji mabok dan ke maya.. tapi jika dia menikahi maya mgkin pembaca pun lega..ajeng ud kyk istri setan
Lala lala
bosen ah..ajeng malah ngomong kyk gitu
Lala lala
10 digit besar bgtt..super trilyunan 😄
Maksud digit itu
1 digit 1 juta - 9.000.000
2 digit 10 jt - 99.000.000
3 digit 100 jt - 999.000.000
4 digit 1.000.000.000 milyaran ke atas 🙏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: iya kah, gak tahu, ibu cuma ambil di gugel aja klo salah ya harap maklum🤭
total 1 replies
Lala lala
bengkel di t4 ku selalu rame tak prnh sepi..pdhl toko biasa dan lantai butek kena oli. pagi² ud buka bpk² antar anak skolah ada aja yg mampir
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: alhamdulillah kak
total 1 replies
Lala lala
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kaqen lageee
umi istilatun
👍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terima kasih bintang 5 nya🫰🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!