Setelah dua tahun tak pernah bersua, akhirnya Anneta bertemu kembali dengan kakak angkatnya, Brian Leonard Marsello di acara pameran tunggal pertamanya.
Sejak pertemuan itu, hubungan antara keduanya semakin dekat sampai timbul benih-benih cinta pada diri Anne. Namun, perbedaan keyakinan, budaya serta penyakit yang pernah diderita Brian, membuat hubungan mereka di tentang oleh keluarga Anne.
" Meski aku tak bisa melawan restu sang semesta, setidaknya kamu adalah langitku dan satu-satunya wanita yang aku cintai sampai akhir nafas ini."
" Aku tak pernah tahu bagaimana semesta dalam menuliskan kisah cintaku. Alih-alih bisa melupakan masa lalu, aku justru terus terjerat di dalam belenggu cinta masa lalu. "
Akankah Anne dan Brian bisa mendapatkan restu serta bersatu dalam satu keyakinan dan dunia yang sama?
Follow ig author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MR Bab 7 : Tampang pembohong
" Mama keluar kota sama Papa. "
" Huh? " Brian terlihat terkejut ketika mengetahui bahwa Mama Dira dan Papa Ken sedang pergi keluar kota.
" Terus, kamu di rumah sama__" tiba-tiba panggilan teleponnya terputus. Brian mencoba menghubungi nomor Anne kembali, tapi nomornya sudah tidak aktif. Hal itu tentu saja membuat Brian semakin cemas. Apalagi dia tahu kalau Kean, maupun Lean sudah kembali ke rumah masing-masing.
Tanpa berlama-lama, Brian segera membereskan pekerjaannya untuk segera pulang ke kediaman Fabio. Andai ia tahu kalau Papa Ken dan Mama Dira sedang tidak ada rumah, Brian pasti akan segera pulang untuk menemani Anne.
" Anda mau pergi, boss."
"Ya, kalau masih ada pekerjaan. Kamu kirim lewat email saja."
Jeremy hanya bisa mengangguk tatkala melihat Brian yang terkesan buru-buru.
" Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" gumam Jeremy seraya memperhatikan kepergian Brian.
Selama di perjalanan, Brian terus mencoba menghubungi nomor Anne. Tapi, tetap saja tidak aktif.
" Kemana kamu Anne? Kenapa tiba-tiba tidak aktif?" Brian terlihat sangat cemas setelah kehilangan kabar dari Anne.
" Sir, can you go any faster?" pinta Brian yang membuat sang supir taksi kebingungan.
" Maaf Tuan, saya tidak bisa bicara bahasa inggris," balas sang supir.
Brian menepuk jidatnya karena lupa jika ia tidak sedang berada di NY, melainkan di Indonesia. Untungnya, Brian masih paham dengan apa yang dikatakan oleh supir itu. Tapi, entah kenapa tiba-tiba ia jadi ngelag dan bingung harus berbicara apa.
Brian mencoba kembali mengingat-ingat kosa kata bahasa Indonesia yang telah ia pelajari. Mungkin karena terlalu khawatir sehingga membuat Brian tak fokus.
" Oh, ya ... Maksud saya .. Apa anda bisa lebih cepat lagi men-gemudi__nya?" tanya Brian yang masih sedikit belepotan dalam pelafalan bahasa Indonesia.
" Oh, bisa Tuan."
Setelahnya, sang supir pun mencoba menambah kecepatan sesuai arahan Brian.
***
Sesampainya di kediaman Fabio, suasana rumah sudah cukup sepi. Hanya tinggal beberapa penjaga saja yang masih terjaga. Entahlah, padahal rumah ini sudah terjaga dengan ketat tapi Brian tetap saja khawatir jika terjadi sesuatu pada Anne.
Ketika sampai di depan kamar Anne, Brian sedikit ragu untuk mengetuk pintu kamar yang tertutup itu.
" Siapa itu?" tanya Seorang maid yang berjalan-jalan.
"Brian," jawab Brian agar tak ada yang salah paham.
" Oh, Tuan Brian. Apa anda baru pulang?" tanya maid itu.
Brian mengangguk.
" Terus, kenapa ada di sini? Bukankah kamar Tuan ada di sebelah sana?" tanya maid itu lagi.
" Em ... Saya hanya__ ingin melihat Anne."
" Oh, Non Anne kalau jam segini mah udah tidur Tuan. Besok pagi aja kalau mau ketemu."
" Oh, begitu. Tapi dia baik-baik saja 'kan? "Brian masih saja cemas.
Setelahnya, sang maid mengatakan kalau Anne baik-baik saja. Bahkan, sudah jauh lebih baik. Seusai mendengar penjelasan dari sang maid, Brian pun merasa tenang, dan kembali ke kamarnya.
...****************...
Keesokan paginya, ketika bangun tidur. Anne justru mendapati kakinya yang membengkak. Padahal, kemarin sepertinya sudah baik-baik saja tapi kenapa tiba-tiba membengkak?
Dan pada akhirnya, Anne jadi kesulitan untuk berjalan ke kamar mandidari tempat tidur. Anne mencoba menghubungi maid agar datang ke kamarnya untuk membantunya ke kamar mandi. Dan tak lama kemudian, maid pun datang.
" Loh, Non. Bukannya kemarin sudah baik-baik saja, ya?" ujar si maid yang cukup terkejut tatkala melihat kaki Anne yang semakin membengkak.
" Nggak tau juga, jadj tolong bantu Anne ke kamar mandi dulu ya...," pinta Anne sopan dan diangguki oleh sang maid.
Selesai membantu Anne untuk ke kamar mandi, dan sholat subuh. Sang maid menyarankan Anne menelpon Lean untuk memeriksa kondisinya. Tapi, Anne justru menolak. Dia malas mendengarkan omelan Kakaknya jika melihat kondisinya jadi seperti ini.
" Kalau non gak mau, apa kita langsung ke rumah sakit saja?" tawar sang maid yang jadi ikut khawatir dengan kondisi Anne. Ia takut dimarahi Papa Ken dan juga Mama Dira karena tidak bisa merawat Anne dengan baik. Apalagi jika mengingat bagaimana menakutkannya Papa Ken ketika marah. Rasanya ... Membayangkannya saja sudah mampu membuat tubuh medinding, apalagi ...
"Em, gak usah deh mbak. Mungkin ini memang efek samping sehabis di pijat."
Tak lama kemudian, terdengar pintu kamar Anne di ketuk. Membuat sang maid membantu membukakan pintu.
" Eh, Tuan Brian. Ada apa?" tanya sang maid tatkala mengetahui bahwa Brian yang mengetuk pintu.
" Apa Anne sudah bangun? "
" Siapa, mbak? "tanya Anne dari dalam.
" Oh, Tuan Brian Non. "
" Kak Brian? Buat apa di pagi-pagi begini mengetuk pintu kamarku? "gumam Anne yang merasa heran dengan sikap Brian.
" Apa saya boleh masuk? "izin Brian.
" Huh? " sang maid terlihat cukup terkejut tatkala mendengar Brian meminta izin untuk masuk kedalam kamar Anne. Meski Brian anak angkat Mama Dira, tapi bukankah sedikit kurang pantas meminta masuk ke dalam kamar adik angkatnya yang sudah dewasa? Apalagi mereka itu lawan jenis. Iya, sih budaya orang luar negeri dan Indonesia itu berbeda, tapj 'kan tetap saja.
" Hallo," panggil Brian seraya menggoyangkan tangannya ketika melihat sang maid hanya diam saja.
" Eh, Iya Tuan. Saya tanya no Anne dulu." sang maid pun kembali masuk ke dalam kamar Anne untuk menanyakan apakan Brian boleh masuk apa tidak.
" Non, Tuan Brian minta izin mau masuk, apakah boleh?" tanya maid itu ketika sudan berada di depan Anne.
Anne menggeleng, kemudian mengambil ponselnya yang ada di atas nakas. Lalu, mengirimkan sebuah pesan.
Anne
[Ada urusan apa, Kak?]
Melihat ada notifikasi pesan masuk dari Anne, membuat segera membalas pesan itu.
Brian.
[Bolehkah aku masuk? Aku ingin melihat kondisimu!]
Anne
[ Tidak! Buat apa? Aku sudah baik-baik saja]
Dahi Brian berkerut tatkala melihat penolakan dari Anne.
Brian
[ Kalau begitu, keluarlah! Aku ingin bertemu dan berbicara denganmu]
Anne
[ Mau bicara apa?]
Brian
[ Adalah, pokoknya kamu keluar dulu]
Anne
[ Males! Kalau mau bicara, lewat pesan saja]
Anne mencoba mencari alasan agar Brian tak masuk ke kamarnya atau meminta bertemu dengannya. Pasalnya, ia tak ingin bertemu Brian dalam kondisi seperti ini. Rasa malu yang kemarin saja masih ada, apalagi...
Bukannya membalas lewat pesan, Brian justru menelpon Anne.
" Nih, orang maunya apa sih!" gerutu Anne yang terlihat bingung dengan sikap Brian. Di suruh bicara lewat pesan, justru menelpon.
" Halo, ada apa, Kak?" tanya Anne to the point tanpa basa basi.
" Kamu kenapa tidak mau keluar? Bukankah katanya sudah baikan? Apa jangan-jangan bohong lagi!"
" Apaan sih! Memangnya, wajahku ini tampang-tampang pembohong, ya?"
" Maybe."
" Iiihhh ...." kesal Anne yang disebut sebagai tampang pembohong.
" Semalam kamu kemana? Kenapa tiba-tiba menghilang dan nomornya tidak aktif? "
...****************...
smoga Di Novel Anne Yg Slanjutnya Tdak Mnguras Air mata ku lagi.
Capek tau kak nangis trus.
Tpi ya. gomana ya. gk Nangis Jgk Gk Bisa. airmata klao Udah Kluar Gk Bisa di Tahan.🥺
Qm memang prlu mnenangkan Hati Dan Pikiran mu Lbih dulu.
.
Kalo Pangeran Stia Dan Tulus mncintaimu.
dia Pasti akn Mnunggu mu smpai Qm kmbali. Ntah Itu Kpan. aq jgk tdk tau
sana pergi cari kamar lain🙄
smoga Allah mnempatkn Mu Di Syurganya.
Bahagia lah Qm Di Sana.
Skrang qm sdah tdak sakit lagi.
.
.
Bner bner mnghabiskan Tisu🥺
tpi knpa Mampu Mmbuat Air mata ini Trus Mngalir.
Dan Dada Ini Jgk Bgitu merasa sngt sesak sekali.😭😭😭😭😭😭😭