NovelToon NovelToon
Terjerat Boss Playboy

Terjerat Boss Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Playboy / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kim.nana

"Tuan, ayo tidur denganku?" Kalimat gila itu Dea ucapkan pada sang boss di bawah kendali alkohol.
Namun Dea pikir semuanya akan berakhir malam itu juga, namun siapa sangka satu sentuhan membuatnya dikejar selamanya oleh sang boss playboy.
"Dea, kamu harus tanggung jawab padaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 - Penuh Tekad

Malam ini Alex memang tidak pulang ke apartemen.

Setelah makan malam selesai, Mama Sandra menahannya untuk menginap. Alasannya sederhana saja, waktu sudah larut malam dan besok pagi mereka masih ingin sarapan bersama. Alex memang tidak pernah membantah keinginan sang mama, karena tiap bantahannya pasti akan berujung panjang.

Satu kamar lamanyapun masih selalu rapi, seolah ia tak pernah benar-benar pergi dari rumah ini.

Alex berbaring di ranjang masa mudanya, menatap langit-langit dengan pikiran kosong sebelum akhirnya terdengar ponselnya yang berdering. Ada panggilan masuk dari Serine.

"Mau apalagi wanita ini?" gumam Alex, dia menjawabnya agar urusan cepat selesai. "Halo."

"Lex," jawab Serine di ujung sana, malam memang sudah larut, tapi karena semakin malam inilah yang membuatnya semakin teringat akan Alex.

"Kenapa? ingin meminta uang padaku?" tanya Alex tanpa basa basi.

"Ya ampun Lex, aku tidak menginginkan uangmu. Tapi aku benar-benar rindu, aku datang ke apartemen sekarang ya?" tawar Serine, sungguh dia sangat merindukan sentuhan Alex. Tak masalah baginya untuk mendatangi tempat pria itu.

"Jangan membuat ku marah Serine, hubungan kita sudah berakhir dan ku harap kamu tidak menghubungi ku lagi seperti ini."

"Lek, dengarkan aku dulu."

"Apa?"

"Aku hanya ingin jadi wanitaku Lex, aku tak masalah kamu menikah dengan siapapun. Aku hanya ingin bersama mu, aku tidak akan menuntut apa-apa," rayu Serine, dia tahu Alex adalah pria yang bebas dan tak suka hubungan yang mengikat, karena itulah dia bicara seperti ini.

Serine sangat yakin Alex akan mempertimbangkan ucapannya tersebut, bahkan Serine mulai bisa tersenyum sekarang.

Tapi ternyata senyumnya tidak lama, Alex langsung memutus harapannya. "Tidak, aku tidak pernah memakai barang yang sudah kubuang," balas Alex tanpa belas kasih."

Serine sampai tersentak hatinya mendengar kata-kata menyakitkan tersebut.

"Jangan membuat masalah denganku Serine," ucap Alex sebelum akhirnya dia memutuskan sambungan telepon ini lebih dulu.

Di sana Serine membeku dan menelan ludahnya sendiri dengan kasar, niatnya menghubungi Alex untuk memperbaiki semuanya tapi sekarang malah benar-benar berakhir.

Sementara Alex suasana hatinya jadi memburuk gara-gara panggilan telepon Serine, setelahnya dia bahkan meletakkan ponsel di atas nakas tanpa berniat menyentuhnya lagi.

Tentang Dea memang sempat terbesit di dalam benaknya dan entah kenapa ia merasa tidak perlu memberi kabar.

Di apartemen lampu kamar masih menyala meski jarum jam sudah melewati tengah malam.

Dea belum tidur.

Ia duduk bersandar di kepala ranjang, ponsel berada di genggamannya dan berulang kali dicek, layar gelap tapi tak pernah benar-benar ia letakkan. Setiap beberapa menit sekali, ia menoleh ke pintu, berharap mendengar suara kunci diputar. Namun yang datang hanya kesunyian.

Dea tidak berani menghubungi Alex lebih dulu.

Ada rasa takut yang aneh menyelimuti hatinya,takut dianggap menuntut, takut terlihat terlalu berharap, takut posisinya akan semakin jelas, bahwa dia bukanlah siapa-siapa.

Seolah keberadaannya memang harus selalu tersembunyi, bahkan dari pria yang setiap malam memeluknya.

Menjelang subuh Dea akhirnya terlelap dalam posisi setengah duduk, ponsel masih di tangannya.

Pagi itu Dea bangun dengan tubuh lelah dan mata sembap. Sisi ranjang di sebelahnya kosong dan terasa begitu dingin. Tak ada tanda Alex pulang semalam.

Ia mandi cepat dan berdandan rapi seperti biasa, lalu berangkat ke kantor seorang diri.

Begitu pintu lift kantor terbuka, suara ceria langsung menyambutnya.

“DEA!” seru Millie sambil hampir melompat dari kursinya. “Akhirnya kembali juga! Gimana Swiss? Salju? Alpen? Cowok-cowok bule?”

Dea tersenyum kecil, kali ini senyum yang ia paksakan agar terlihat wajar. Dia baru saja berlibur dari luar negeri, jadi kini harus terlihat sangat bahagia. Dea sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi entahlah. “Indah,” jawab Dea kemudian, dia malah hanya bisa menjawab satu kata ini.

Millie mendekat, matanya berbinar penuh rasa ingin tahu. “Cuma itu? Kamu liburan ke Swiss, Dea, bukan ke kota sebelah!”

Dea merogoh tasnya lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil. “Ini buat kamu.”

Millie langsung menjerit kecil. “Oleh-oleh?! Cokelat Swiss?! Ya Tuhan, aku cinta kamu!”

“Bukan apa-apa,” ucap Dea pelan, untung saja dia tak melupakan tentang hal ini. Sebelum pulang kemarin, Dea memang membeli beberapa hadiah. Tadi pagi Dea sudah sampah mengirim pula ke rumah kedua orang tuanya, sekarang ada beberapa coklat yang dia bawa untuk orang-orang di kantor, terutama Millie.

“Bohong. Ini coklat mahal,” balas Millie sambil tertawa senang dan Dea ikut mengimbangi kebahagiaan itu dengan berusaha tersenyum lebar.

Tapi apa yang ada di dalam hatinya sekarang adalah perasaan yang tak nyaman, karena sampai detik ini dia masih tetap menunggu.

Jam delapan tepat suasana kantor berubah formal. Semua kembali ke meja masing-masing. Dea duduk di kursinya dan menyalakan komputer, membuka agenda kerja dan berulang kali berdiskusi dengan Millie. Terutama tentang hasil kerja Dea selama satu Minggu di Swiss kemarin.

Tanpa sadar Dea melirik pintu ruang Presdir.

Kosong.

Dea menatap ponselnya. Tidak ada pesan dan tidak ada panggilan. Seolah Alex benar-benar hilang ditelan bumi. Dan entah apa hasil dari makan malam keluarga Alex semalam, Dea sangat ingin tahu meski sadar bahwa dia tak pantas tahu.

Delapan lewat tiga puluh.

Delapan lewat empat puluh lima.

Tangan Dea beberapa kali mengecek layar ponsel, lalu meletakkannya kembali, lalu mengambilnya lagi. Dadanya terasa makin sempit setiap menit yang berlalu.

Jam sembilan kurang lima.

“Presdir belum datang?” tanya salah satu staf pada Dea.

“Belum,” jawabnya singkat.

Jam sembilan tepat.

Pintu lift terbuka.

Alex melangkah keluar dengan setelan rapi dan wajah datar seperti biasa, seolah tak pernah ada malam yang terlewat, seolah tak pernah ada seseorang yang menunggunya sampai tertidur.

Dea menoleh dan jantungnya langsung terasa jatuh ke tempatnya semula.

Napasnya mengalir lega, baru ia sadari sejak tadi ia menahannya.

Alex melirik ke arah meja sekretarisnya sekilas. Tatapan mereka bertemu sepersekian detik. Tidak ada senyum atau isyarat apapun. Hanya tatapan profesional yang dingin.

Dan hal itu sedikit membuat hati Dea mencelos. 'Kamu sangat pandai bersandiwara, Lex,' batin Dea setelah Alex masuk ke ruang kerjanya dan menutup pintu.

'Tidak, kamu tidak sedang bersandiwara. Tapi memang seperti inilah kamu. Hanya aku yang terlalu banyak berharap,' batin Dea kemudian.

Dea terdiam dan menikmati rasa sakit yang dibuatnya sendiri, hingga di satu titik Dea menyadari bahwa dia tidak boleh terus begini.

Karena jika terus mengikuti perasaannya, maka dia sendirilah yang akan hancur. Hancur dan memalukan. 'Hentikan De, kamu tidak boleh seperti ini terus. Ayo profesional,' batinnya penuh tekad.

1
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
hadeeewwhh Kimnana mulai kumatt🙄🙄wes pirangndino ora updet, njaluk di cetoti ginjele ancen
niara
thor kok lama banget up nya???☕nuh q kasih kopi biar semangat
niara
seru ceritanya real fact dg jaman sekarang
Rizka Susanto
km kereeeennn de...,
lupe you pull😍😍
Rizka Susanto
pertahnkan de.... jngan terpengaruh,
biar bang Al tantrum sdri🤣
Rizka Susanto
good job De... 😄
inha
blm up
rahmalia maricar
kok blm up kak
ayr barokah
mana nih up nya thor?
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋💋
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
Akak Kim, ah ah ah ny gitu doank, panjangin dunk!! 😁😁🙈🙈🙈
🌈Yulianti🌈
aseeeek Alex masuk jebakan wonder woman padahal dea lagi menahan kehancuran hatinya, lanjut Dea biar s Alex yg makin cemburu dan marah dengan sikap tenang mu 😅😅😅
Naviah
lanjut thor
Baim Jum
good Dea pertahanan sikap mu, geram aku ma laki modelan Alex thu sukanya sok yes j🤭😂
rizky tria
biar Alex menyadari pentingnya kehadiran Dea di hidupnya, biar nanti Alex yg ngejar" dirimu De 😀
Daneen
Kapok lu lex
Deera
Lex, 1+1 berapa? 🤭
Kim.nana: that simple 🤣
total 1 replies
❤️ TISAFOREVER ❤️
cie.. ada yg ngarep ni🤭🤭🤣
tapi sayang tak digubris🤭..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!