NovelToon NovelToon
Conquer Me

Conquer Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Bad Boy
Popularitas:151.8k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.

Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?

Conquer me ~》Taklukan aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11🩷 Ventolin

Bahkan tatapnya itu masih berlanjut ketika Dea berlatih cheers, sampai hukumannya membersihkan lab IPA bersama yang lain selesai.

Gerakan badan Dea, dimana tubuhnya beberapa kali dilempar anggota lain ke atas dengan formasi tertentu tak luput terekam oleh matanya.

Lain hal dengan Rifal yang menjadikan Dea sebagai obyek tatapnya, Rama....beberapa kali ia sadar jika dirinya menjadi obyek tatap Kenzi.

"Lama-lama tuh orang gue colok juga matanya."

"Sabar pa. Dia udah tau kan, kalo Nara pacar Lo?" tanya Vian diangguki Rama.

"Toh dia juga kacungnya si Inggrid kan?" tuduh Rifal ketika melihat pemuda itu hanya sendirian sambil menjaga tas Inggrid.

Vian tertawa membuat jakunnya naik turun, "ka cung ngga tuh? Terus apa kabar Rama yang mau-maunya beli pembalut buat Nara?"

Wkwkwkwk! Tawa mereka meledak.

"Eh, itu mah sayang namanya!" elak Rama membela diri.

"An jing sayang, preetttt!" Gilang bersuara.

"Terus nih makhluk apa, sampe bela-belain ngutang buat jajanin Muti?!" tuduh Vian lagi buka kartu.

"Berisik kamprett, ah. Semuanya Lo buka."ujar Yusuf.

Rifal hanya menyunggingkan senyumnya, tau sesuatu dan melirik Yusuf.

Dea sudah sampai di rumahnya, sudah mandi dan berganti pakaian dengan piyama seperti biasanya. Tangannya mengocok-ngocok isian obat inhaler yang nyatanya sudah hampir habis, terlupa untuk mampir ke apotik.

"Ma!"

Berujung dengan ia yang harus membelinya sendiri, sebab mas Elok belum pulang begitupun dengan papa. Untungnya----lagi-lagi ada Gibran.

Mata Dea membeliak mendengar suara motor Gibran yang seperti bersiap pergi.

"Gibrannn!"

"Mau kemana?" tahan Dea, "ikut sampe apotek yang di depan sana. Nanti baliknya gue naik ojek." Ia bahkan menunjukan alat inhalernya yang sudah habis.

"Naik."

/

Rifal, ia sengaja....sudah bersiap sejak sekarang. Rencananya, Rama menyuruh anak-anak MIPA 3 ke rumah Nara pukul 5 sore, namun Rifal sengaja sejak awal, tidak lain tidak bukan untuk berkeliling sejenak mencari rumah Dea, bermaksud menemui gadis itu untuk meminta maaf.

"Oke, jadi yang mana rumahnya?" tanya nya bermonolog, setelah sampai di kompleks dimana Nara tinggal. Namun masih basah salivanya berkata begitu, ia melihat Gibran melintas membonceng....Dea.

Stangnya ia putar balik demi mengikuti keduanya, cukup jauh keluar dari gerbang kompleks ke arah sebuah apotek. Terlihat dari jarak pandangnya Dea turun dari boncengan Gibran, kemudian masuk sementara Gibran sendiri meninggalkannya.

Semakin mendekat, Rifal akan menunggu gadis itu memastikan jika penglihatannya benar, gadis berpiyama Doraemon, hampir ia melepaskan tawanya. Lucu saja, dengan segala image judes, gaya girl band nan centilnya kini justru terlihat seperti bocah SMP.

Demi apa, ia merasakan kembali vibes menunggu seseorang begini sekarang setelah sekian lama. Rifal mendengus sumbang.

Hingga sekitar 15 menit ia menunggu dari kaca spionnya ia melihat pintu kaca itu terbuka oleh seseorang yang masih sibuk melihat struk pembelian dan menenteng kresek putih.

Membiarkannya berjalan agak menjauh dari apotek, Rifal sengaja menghampirinya.

"Dea." tangannya itu, memang tak bisa dijaga, sebab ia sudah main raih saja. Tujuannya sih, agar Dea tak berusaha lari. Karena benar, saat tau kehadirannya Dea begitu terkejut dan panik ingin kabur.

"Lo. Lepas..." matanya mengilat membeliak.

"De, bisa bicara sebentar ngga?" pintanya, namun jelas wajah Dea berubah keruh sekaligus panik, gadis itu masih mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Rifal yang tak erat kali ini dan berhasil, ia bahkan mulai berjalan cepat setengah berlari. Mencoba berlari sekuatnya dari Rifal.

Rifal menggeleng untuk apa? Apa Dea tak melihatnya memakai motor mengikutinya, tentu itu akan percuma. Yang ada justru----

Nafas Dea mulai terlihat berbeda, seperti orang...

Pluk!

Kresek itu jatuh dari tangannya ketika Dea begitu panik mencari sesuatu dari dalamnya sehingga menghamburkan isiannya, dan Dea menggeleng frustasi, ia terlihat panik mengumpulkan itu. Rifal ikut turun demi membantu, yang diraihnya paling dekat adalah,

Alis Rifal mengernyit, "Ventolin?" gumamnya. Entah itu bentuk sirup, tablet, dan....

Gerakan selanjutnya Dea terlihat mencari-cari sesuatu dengan nafas-nafas pendeknya.

Rifal meraih benda kecil seukuran setengah tangan berbentuk memanjang dengan isi, ia menyerahkannya pada Dea, "cari ini?"

Benar, Rifal masih terpaku ketika Dea menempelkan itu di mulut dan menekan obatnya agar menyemprot ke dalam mulut, setelah sebelumnya gadis itu berusaha untuk tenang, duduk tegak di pinggiran trotoar dan memejamkan matanya.

Rifal mencoba duduk di samping Dea, bersamaan dengan gadis itu yang ikut bergeser memberikan jarak.

Dea terlihat menyugar rambutnya ke belakang setengah menjambak, keringat..tentunya ia sudah berkeringat. Ia bersiap beranjak, mencoba tak menghiraukan keberadaan Rifal, namun Rifal tak menyerah begitu saja dan menahan tangannya untuk kembali duduk, "Gue mau ngomong."

"Ngomong apa lagi? Bukannya gue sama temen-temen gue udah ngga pernah ganggu lagi MIPA 3 kan? Urusan kita udah selesai." Dea menarik tangannya membuat Rifal melepas dan mengangkat tangan, sebagai gestur *oke...gue ngga akan ngapa-ngapain sekarang*.

"Atau justru, sekarang Lo mau bully gue karena yang barusan? Seorang Deanada Kharisma ternyata bengek, Lo sebarin itu ke satu sekolah. Silahkan, gue siap." tuduh Dea sudah memasang tampang sengit. Padahal dalam hatinya, jantungnya sudah berdegup kencang, setengah takut, setengah khawatir dengan otak yang kini memikirkan cara lari dari Rifal jika pemuda ini mulai terlihat berbahaya macam serigala.

Sementara Rifal, ia mendengus sumbang, *perempuan itu memang selalu negatif thinking diduluin*.

"Kalo Lo mikir, gue sama MIPA 3 itu sama kriminalnya sama otak Lo cs, Lo picik ..apa selama ini, Lo pernah denger anak MIPA 3 ngusik orang duluan, merundung tanpa alasan, kaya yang Lo lakuin sama temen-temen Lo buat alasan dan keuntungan pribadi biar keliatan hebat? Dengan ortu Lo donatur, komite sebagai backingan? Sumpah, gue ngga takut Dea...mau Lo sama yang lain bawa pejabat daerah sekalipun..." kini cecar Rifal sedikit banyak berbicara, sepertinya 2 ribu katanya hari ini akan ia habiskan untuk Dea.

Lihatlah mata tajam Dea yang tak melunak sedikitpun itu.

Ck! Rifal berdecak terlebih dahulu, membuang wajahnya ke lain arah, "gue mau minta maaf."

Lalu pandangannya kembali menatap Dea, "untuk kejadian kemarin di lorong rumah sakit." Rifal mengulurkan tangannya yang mendapatkan tatapan kebencian Dea, seolah tangannya itu begitu kotor bergelimang dosa.

Pakk!

Dea menepisnya keras, melihat Rifal, mendengar ucapan itu langsung dari mulut si breng sek ini rasanya sakit yang kemarin memuncak kembali, dadanya bergemuruh, "enteng banget Lo minta maaf. Lo ngga tau kalo gue sampe----"

"Ya! Gue tau. Gue juga gitu, kepikiran Lo." sentak Rifal, membuat Dea terdiam.

Rifal menghela nafasnya, ia bukan tipe manusia baik-baik dan tak pernah berpikir untuk baik-baik, so...saat Dea begini, ia jadi gemas sendiri, lelah sendiri.

"Gue anter pulang?" tawarnya menghentikan kecanggungan yang dihasilkan selepas Dea mendadak diam meski tatapannya itu masih menyengit.

"Lo tau ngga, Lo tuh udah ngele cehin gue?!" Dea mendaratkan pukulannya di lengan Rifal, "Lo nuduh gue lon te! Breng sek! Terus Lo berharap, hari ini bisa nganter gue pulang, Lo emang si Alan. Gue ngga butuh." Marahnya lagi lantas menyetop seseorang dengan motornya yang kebetulan melintas, "pak! Anter aku ke rumah, bisa?!"

"Neng Dea..." ia berhenti dan Dea, bergegas berlari menuju motor itu, meninggalkan pandangan penuh kemarahan pada Rifal.

Entahlah, Rifal merasa semakin ditampar meski kemudian ia menggeleng berusaha tak peduli, yang penting ia sudah meminta maaf. Dan dering ponselnya sejak tadi sudah terdengar bersahutan.

**MIPA 3**

(**Tasya** **Mutz**) *Om Fal, dimana buruannn si papa bawa tukang cilok, sama batagor lengkap bareng gerobak-gerobaknya*!

(**Vian gans**) *Fal, dimana? Ahhh, disuruh datang jam 5an buat surprise. Di dago-dago (tunggu-tunggu) malah ke ledeng*.

(**Yusuf**) *maklumi gaes, rumah om Fal di Baghdad, bukan di dago bukan di ledeng. Dari Baghdad naik onta Arab*.

(***Me\_Merry***) *yang bener di Baghdad apa Arab*?

Namun Rifal memasukan kembali ponselnya ke dalam saku, "jadi Dea punya asma?"

.

.

.

.

1
dyah EkaPratiwi
wah sadis juga caranya bang rifal
Denok 82
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mulut mu ian paling bener ngeri2 gemesss
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
tenang wan kawan
Dea ikut kalian aman, Dea kalian tahan, kalian gk selamat.
itu ketua Genk cuma lagi tatrum aja, bukan Maslah Gedhe kog
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
rifal pasti ini
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
sabar ing🤣🤣🤣
bukan Kirana kalian di halangi Genk motor tapi karena dea
my
sok atuh yg mau adu jotos,, q cukup jd tim hore... om Fal q suka gayamu🙃😍
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
tahan
jari nya di tahan, belum tau kenyataan nya kenapa Kirana memanfaatkan willy😁
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа: takutnya salah sangka lagi wkwkwkw
total 2 replies
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
silahkan baku hantam

aku yg nonton sambil nyemilin kacang
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
wanita kan perlu hal yg spesifik
perlu kayak pernyataan.
kamu kan belum secara tega bilang Dea aku suka sama kamu, mau nggak kamu jadi pacarku.
cuma Hts, moro² cium paksa, tiba² ngajak jalan², tanpa diminta jadi donatur...
jangan salahkan Dea ,klo Dea nganggep kalian bukan siapa²
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа: makanya katanya siapa itu tadi...
santai .. biasanya juga tidur wkwkwkw.
dasar kambing gunung
total 3 replies
Madja
aku mencium bau" rencana jail mu om 🤣🤣🤣
Salim S
ooh inget ada kejadian inilah di CDPPPS...nahan loh de..sekarang paham kan kalau rifal ngga pernah main main termasuk ucapan nya soal diam menyukai mu..haah orang kaku kaya refal ngungkapin perasaan ngga ada romantis romantis nya 🤭🤭🤭
novel destiny
ini nih kerjaan si kenzi ituu..
dari sini dea-rifal mulai landing 😁😁
༺NOoN∆༻
ih rifal tuh kadang gmn yak....devinisi gemas2 mengerikan 😅
A... L*cy bangtan 💜
next next
hiro_yoshi74
gebrakn orang bucin mah luar biasa 🤭🤣🤣🤣
novel destiny
obat tremor dong yaa martabak ama nasi goreng 🤣🤣🤣
Vike Kusumaningrum 💜
🥰🥰🥰 pertama g nih ? 🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: q ke✌ dong kk
total 1 replies
Vike Kusumaningrum 💜
Kalau macem² kamu terancam Dee, makanya nurut aja, orang sayang ini. Om Fal tau keadaan kamu dan situasi pesta, Nurut jangan banyak debat, kan emang donatur yang bisa ngatur. udah nikmati aja, disayang om Fal g rugi Dee 🤭🤭
lestari saja💕
wuihhhh om fal bakal ngapain nihbuat gagalin dea
lestari saja💕
nn siapa sihhhh????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!