NovelToon NovelToon
Conquer Me

Conquer Me

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Bad Boy / Tamat
Popularitas:549.1k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.

Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?

Conquer me ~》Taklukan aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11🩷 Ventolin

Bahkan tatapnya itu masih berlanjut ketika Dea berlatih cheers, sampai hukumannya membersihkan lab IPA bersama yang lain selesai.

Gerakan badan Dea, dimana tubuhnya beberapa kali dilempar anggota lain ke atas dengan formasi tertentu tak luput terekam oleh matanya.

Lain hal dengan Rifal yang menjadikan Dea sebagai obyek tatapnya, Rama....beberapa kali ia sadar jika dirinya menjadi obyek tatap Kenzi.

"Lama-lama tuh orang gue colok juga matanya."

"Sabar pa. Dia udah tau kan, kalo Nara pacar Lo?" tanya Vian diangguki Rama.

"Toh dia juga kacungnya si Inggrid kan?" tuduh Rifal ketika melihat pemuda itu hanya sendirian sambil menjaga tas Inggrid.

Vian tertawa membuat jakunnya naik turun, "ka cung ngga tuh? Terus apa kabar Rama yang mau-maunya beli pembalut buat Nara?"

Wkwkwkwk! Tawa mereka meledak.

"Eh, itu mah sayang namanya!" elak Rama membela diri.

"An jing sayang, preetttt!" Gilang bersuara.

"Terus nih makhluk apa, sampe bela-belain ngutang buat jajanin Muti?!" tuduh Vian lagi buka kartu.

"Berisik kamprett, ah. Semuanya Lo buka."ujar Yusuf.

Rifal hanya menyunggingkan senyumnya, tau sesuatu dan melirik Yusuf.

Dea sudah sampai di rumahnya, sudah mandi dan berganti pakaian dengan piyama seperti biasanya. Tangannya mengocok-ngocok isian obat inhaler yang nyatanya sudah hampir habis, terlupa untuk mampir ke apotik.

"Ma!"

Berujung dengan ia yang harus membelinya sendiri, sebab mas Elok belum pulang begitupun dengan papa. Untungnya----lagi-lagi ada Gibran.

Mata Dea membeliak mendengar suara motor Gibran yang seperti bersiap pergi.

"Gibrannn!"

"Mau kemana?" tahan Dea, "ikut sampe apotek yang di depan sana. Nanti baliknya gue naik ojek." Ia bahkan menunjukan alat inhalernya yang sudah habis.

"Naik."

/

Rifal, ia sengaja....sudah bersiap sejak sekarang. Rencananya, Rama menyuruh anak-anak MIPA 3 ke rumah Nara pukul 5 sore, namun Rifal sengaja sejak awal, tidak lain tidak bukan untuk berkeliling sejenak mencari rumah Dea, bermaksud menemui gadis itu untuk meminta maaf.

"Oke, jadi yang mana rumahnya?" tanya nya bermonolog, setelah sampai di kompleks dimana Nara tinggal. Namun masih basah salivanya berkata begitu, ia melihat Gibran melintas membonceng....Dea.

Stangnya ia putar balik demi mengikuti keduanya, cukup jauh keluar dari gerbang kompleks ke arah sebuah apotek. Terlihat dari jarak pandangnya Dea turun dari boncengan Gibran, kemudian masuk sementara Gibran sendiri meninggalkannya.

Semakin mendekat, Rifal akan menunggu gadis itu memastikan jika penglihatannya benar, gadis berpiyama Doraemon, hampir ia melepaskan tawanya. Lucu saja, dengan segala image judes, gaya girl band nan centilnya kini justru terlihat seperti bocah SMP.

Demi apa, ia merasakan kembali vibes menunggu seseorang begini sekarang setelah sekian lama. Rifal mendengus sumbang.

Hingga sekitar 15 menit ia menunggu dari kaca spionnya ia melihat pintu kaca itu terbuka oleh seseorang yang masih sibuk melihat struk pembelian dan menenteng kresek putih.

Membiarkannya berjalan agak menjauh dari apotek, Rifal sengaja menghampirinya.

"Dea." tangannya itu, memang tak bisa dijaga, sebab ia sudah main raih saja. Tujuannya sih, agar Dea tak berusaha lari. Karena benar, saat tau kehadirannya Dea begitu terkejut dan panik ingin kabur.

"Lo. Lepas..." matanya mengilat membeliak.

"De, bisa bicara sebentar ngga?" pintanya, namun jelas wajah Dea berubah keruh sekaligus panik, gadis itu masih mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Rifal yang tak erat kali ini dan berhasil, ia bahkan mulai berjalan cepat setengah berlari. Mencoba berlari sekuatnya dari Rifal.

Rifal menggeleng untuk apa? Apa Dea tak melihatnya memakai motor mengikutinya, tentu itu akan percuma. Yang ada justru----

Nafas Dea mulai terlihat berbeda, seperti orang...

Pluk!

Kresek itu jatuh dari tangannya ketika Dea begitu panik mencari sesuatu dari dalamnya sehingga menghamburkan isiannya, dan Dea menggeleng frustasi, ia terlihat panik mengumpulkan itu. Rifal ikut turun demi membantu, yang diraihnya paling dekat adalah,

Alis Rifal mengernyit, "Ventolin?" gumamnya. Entah itu bentuk sirup, tablet, dan....

Gerakan selanjutnya Dea terlihat mencari-cari sesuatu dengan nafas-nafas pendeknya.

Rifal meraih benda kecil seukuran setengah tangan berbentuk memanjang dengan isi, ia menyerahkannya pada Dea, "cari ini?"

Benar, Rifal masih terpaku ketika Dea menempelkan itu di mulut dan menekan obatnya agar menyemprot ke dalam mulut, setelah sebelumnya gadis itu berusaha untuk tenang, duduk tegak di pinggiran trotoar dan memejamkan matanya.

Rifal mencoba duduk di samping Dea, bersamaan dengan gadis itu yang ikut bergeser memberikan jarak.

Dea terlihat menyugar rambutnya ke belakang setengah menjambak, keringat..tentunya ia sudah berkeringat. Ia bersiap beranjak, mencoba tak menghiraukan keberadaan Rifal, namun Rifal tak menyerah begitu saja dan menahan tangannya untuk kembali duduk, "Gue mau ngomong."

"Ngomong apa lagi? Bukannya gue sama temen-temen gue udah ngga pernah ganggu lagi MIPA 3 kan? Urusan kita udah selesai." Dea menarik tangannya membuat Rifal melepas dan mengangkat tangan, sebagai gestur *oke...gue ngga akan ngapa-ngapain sekarang*.

"Atau justru, sekarang Lo mau bully gue karena yang barusan? Seorang Deanada Kharisma ternyata bengek, Lo sebarin itu ke satu sekolah. Silahkan, gue siap." tuduh Dea sudah memasang tampang sengit. Padahal dalam hatinya, jantungnya sudah berdegup kencang, setengah takut, setengah khawatir dengan otak yang kini memikirkan cara lari dari Rifal jika pemuda ini mulai terlihat berbahaya macam serigala.

Sementara Rifal, ia mendengus sumbang, *perempuan itu memang selalu negatif thinking diduluin*.

"Kalo Lo mikir, gue sama MIPA 3 itu sama kriminalnya sama otak Lo cs, Lo picik ..apa selama ini, Lo pernah denger anak MIPA 3 ngusik orang duluan, merundung tanpa alasan, kaya yang Lo lakuin sama temen-temen Lo buat alasan dan keuntungan pribadi biar keliatan hebat? Dengan ortu Lo donatur, komite sebagai backingan? Sumpah, gue ngga takut Dea...mau Lo sama yang lain bawa pejabat daerah sekalipun..." kini cecar Rifal sedikit banyak berbicara, sepertinya 2 ribu katanya hari ini akan ia habiskan untuk Dea.

Lihatlah mata tajam Dea yang tak melunak sedikitpun itu.

Ck! Rifal berdecak terlebih dahulu, membuang wajahnya ke lain arah, "gue mau minta maaf."

Lalu pandangannya kembali menatap Dea, "untuk kejadian kemarin di lorong rumah sakit." Rifal mengulurkan tangannya yang mendapatkan tatapan kebencian Dea, seolah tangannya itu begitu kotor bergelimang dosa.

Pakk!

Dea menepisnya keras, melihat Rifal, mendengar ucapan itu langsung dari mulut si breng sek ini rasanya sakit yang kemarin memuncak kembali, dadanya bergemuruh, "enteng banget Lo minta maaf. Lo ngga tau kalo gue sampe----"

"Ya! Gue tau. Gue juga gitu, kepikiran Lo." sentak Rifal, membuat Dea terdiam.

Rifal menghela nafasnya, ia bukan tipe manusia baik-baik dan tak pernah berpikir untuk baik-baik, so...saat Dea begini, ia jadi gemas sendiri, lelah sendiri.

"Gue anter pulang?" tawarnya menghentikan kecanggungan yang dihasilkan selepas Dea mendadak diam meski tatapannya itu masih menyengit.

"Lo tau ngga, Lo tuh udah ngele cehin gue?!" Dea mendaratkan pukulannya di lengan Rifal, "Lo nuduh gue lon te! Breng sek! Terus Lo berharap, hari ini bisa nganter gue pulang, Lo emang si Alan. Gue ngga butuh." Marahnya lagi lantas menyetop seseorang dengan motornya yang kebetulan melintas, "pak! Anter aku ke rumah, bisa?!"

"Neng Dea..." ia berhenti dan Dea, bergegas berlari menuju motor itu, meninggalkan pandangan penuh kemarahan pada Rifal.

Entahlah, Rifal merasa semakin ditampar meski kemudian ia menggeleng berusaha tak peduli, yang penting ia sudah meminta maaf. Dan dering ponselnya sejak tadi sudah terdengar bersahutan.

**MIPA 3**

(**Tasya** **Mutz**) *Om Fal, dimana buruannn si papa bawa tukang cilok, sama batagor lengkap bareng gerobak-gerobaknya*!

(**Vian gans**) *Fal, dimana? Ahhh, disuruh datang jam 5an buat surprise. Di dago-dago (tunggu-tunggu) malah ke ledeng*.

(**Yusuf**) *maklumi gaes, rumah om Fal di Baghdad, bukan di dago bukan di ledeng. Dari Baghdad naik onta Arab*.

(***Me\_Merry***) *yang bener di Baghdad apa Arab*?

Namun Rifal memasukan kembali ponselnya ke dalam saku, "jadi Dea punya asma?"

.

.

.

.

1
dheey
gemes banget sumpah sama critanya. beneran abg banget. ekwkwkwkw... kan jadi flash back waktu skolah. wkwkwkw
Poetri
slalu the best
Tiffany_Afnan
menjadi orang lain agar tdk jdi keset ya de.. bertahan hidup versimu kah ??
Siti Nina
Oke ceritanya 👍👍👍
Dewi Susanti
bagus
Tiffany_Afnan
Semoga kelak kau lebih sukses diatas mereka² para pembullymu. dan dberi keberuntungan menyaksikan pembalasan Tuhan terhadap meraka. 💪/Smile/
Tiffany_Afnan
/Panic//Panic//Hammer//Hammer/
Tiffany_Afnan
paling benci sama yg namanya bullying !! klo tau ada yg dibully, auto gerak mulut, tangan, kakiku !! ndak suka aku! /Cleaver//Cleaver/🤸🏻‍♀️🤸🏻‍♀️🤸🏻‍♀️
Susanti
di igeh udah muncul judul baru, kok blom nongol dilapak ini teh
Narto Aja
ooohhh noooo🤣🤣👍
El aisya
oh jadi si Rere
El aisya
kalau Dea tau udah ketahuan pasti malunya sampe ubun ubun🤣🤣
El aisya
di bayar berapa itu si sopir Ama kernetnya 🤣🤣🤣
Shinta Apriyani
setiap kali habis baca rasanya ikut bahagia ikut seneng..berasa jd tokoh utama..bgtu selesai baca kembali kedunia nyata..langsung jungkir balik dunianya..🤭
Rika O Amir
blm ada cerita baru ya 🤭
El aisya
ternyata gitu ya orang yg langgeng hubungannya karna memang saling menerima sifat pasangannya, mau cowok itu emosian atau apalah bahasanya tempramen dia tetep setia, karna cinta 🥰🥰
El aisya
awal baca nama kak manik aku kira cewek 🤣
El aisya
ya ampunnnnnn udah seminggu keknya aku baru baca update nya teteh,, kemarin2 lagi jadi orang sok sibuk gag bisa baca Dea Ama om Ipal,, wes kangen pwolll🥰🥰
Mymy Zizan
the best
Vike Kusumaningrum 💜
Dulu kenyang digombalin Cupid, sekarang makin gencar atau berkurang gombalnya Cup ? 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!