NovelToon NovelToon
Ku Buat Kau Menyesal, Mas!

Ku Buat Kau Menyesal, Mas!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Aluna Haryanti Wijaya, gadis lembut yang menikah demi menjaga kehormatan keluarga. Pernikahannya dengan Barra Pramudya, CEO muda pewaris keluarga besar, tampak sempurna di mata semua orang. Namun di balik janji suci itu, Aluna hanya merasakan dingin, sepi, dan luka. Sejak awal, hati Barra bukan miliknya. Cinta pria itu telah lebih dulu tertambat pada Miska adik tirinya sendiri. Gadis berwajah polos namun berhati licik, yang sejak kecil selalu ingin merebut apa pun yang dimiliki Aluna.

Setahun pernikahan, Aluna hanya menerima tatapan kosong dari suaminya. Hingga saat Miska kembali dari luar negeri, segalanya runtuh. Aluna akhirnya tahu kebenaran yang menghancurkan, cintanya hanyalah bayangan dari cinta Barra kepada Miska.

Akankah, Aluna bertahan demi cintanya. Atau pergi meninggalkan Barra demi melanjutkan hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Hancurkan semua orang yang menyentuh istriku

Setelah suasana meja makan kembali tenang, Taka menyandarkan tubuhnya sedikit di kursi, meneguk kopi yang baru saja dituangkan pelayan. Tatapannya datar, tetapi jemarinya masih menggenggam tangan Aluna di atas meja. Ia sengaja menunjukkan sikap itu, tanda kepemilikan sekaligus perlindungan.

Miska tak bisa menutupi kegelisahannya. Setiap kali melihat kedua tangan itu bertaut, dadanya seakan terbakar. Ia menunduk, pura-pura sibuk dengan piringnya, padahal pikirannya kalut.

Aluna dengan sabar tetap meladeni Raka yang riang berceloteh tentang mainannya, seolah tidak terjadi apa-apa. Namun, di balik senyumnya, ia bisa merasakan aura dingin yang dipancarkan suaminya. Taka bukan hanya datang untuk sarapan, ia datang dengan maksud lebih besar.

Beberapa menit kemudian, setelah Raka selesai makan dan berlarian kembali ke kamar bersama pengasuh, Taka menegakkan tubuhnya. Ia meletakkan cangkir kopi perlahan, kemudian berdiri.

“Aku harus ke kantor yang baru diresmikan hari ini,” katanya datar, namun suaranya cukup tajam untuk menusuk. “Ada urusan yang tidak bisa ditunda.”

Aluna mengangguk pelan. “Hati-hati di jalan.”

Tatapan Taka melunak sejenak pada istrinya, lalu kembali menegang ketika menoleh ke arah Miska dan Tuti.

“Dan kalian,” ucapnya, matanya menyipit, “ingat baik-baik apa yang kukatakan. Jangan ulangi kebodohan pagi ini. Sekali lagi kalian berani merendahkan istriku, kalian berurusan langsung denganku.”

Miska tercekat, wajahnya memucat pasi. Tuti buru-buru menunduk, tak berani menatap langsung. Taka melangkah pergi, menyambar jasnya, dan saat itulah ponselnya kembali bergetar. Ia mengangkatnya sambil berjalan keluar rumah.

“Ya?” suaranya dingin.

[Tuan,, laporan terbaru sudah masuk,] jawab asistennya dari seberang.

[Perusahaan Pramudya benar-benar kacau. Ada indikasi penggelapan dan permainan saham ilegal.]

Tatapan Taka mengeras, rahangnya mengatup. “Kunci semua aset mereka, jangan beri kesempatan satu pun untuk lolos. Aku ingin nama Pramudya selesai dari pasar dalam waktu secepatnya. Hubungi Andra untuk datang menemuiku pagi ini,"

[Siap, Tuan Takahashi.]

Taka menutup telepon, memasukkan ponselnya ke saku jas, lalu menatap sebentar ke arah jendela rumah di belakangnya. Ia bisa melihat siluet Aluna di sana, sedang menatap kepergiannya. Senyum tipis mengembang di wajahnya< bukan untuk bisnis, melainkan untuk alasan yang lebih pribadi.

Gedung Takahashi Corporation di Jakarta menjulang megah, hari ini diresmikan, berdiri seperti benteng besi yang memancarkan wibawa. Pagi itu, para karyawan berbaris rapi di lobby, menundukkan kepala ketika sosok Taka melangkah masuk. Dengan setelan jas hitam rapi, dasi merah tua, dan tatapan tajam, ia tampak seperti penguasa yang baru saja turun dari singgasananya.

“Selamat pagi, Tuan Takahashi,” sapa para staf hampir serempak.

Taka hanya mengangguk tipis tanpa memperlambat langkahnya. Asistennya, Kenta, berjalan setengah berlari di belakangnya sambil membawa tablet berisi laporan-laporan terbaru.

“Tuan, semua investor yang kemarin sempat terikat dengan Pramudya Group sudah saya hubungi. Sebagian besar bersedia pindah kontrak ke pihak kita, tapi ada beberapa yang masih ragu,” jelas Kenta cepat.

“Yang ragu, buatkan janji temu siang ini. Aku ingin bicara langsung.”

“Baik, Tuan.”

Lift terbuka, dan Taka masuk ke lantai eksekutif. Begitu pintu terbuka, suasana ruang rapat besar sudah menunggunya. Di dalam, para dewan direksi duduk dengan wajah tegang. Beberapa sudah mendengar kabar bahwa Taka akan mengambil alih penuh kendali bisnis dari keluarga Pramudya.

Begitu Taka masuk, seluruh ruangan otomatis terdiam.

“Selamat pagi, Tuan Takahashi.”

Dia berdiri di ujung meja, tatapannya menyapu semua orang. “Saya tidak datang untuk basa-basi. Kita akan bicara langsung pada inti.”

Kenta segera menyalakan proyektor, menampilkan grafik keuangan Pramudya Group yang merosot tajam.

“Dalam enam bulan terakhir, mereka sudah kehilangan hampir 40% aset likuid. Penarikan dana besar-besaran sudah saya lakukan kemarin malam. Sekarang, mereka hanya tinggal nama.”

Beberapa dewan direksi saling berbisik, wajah-wajah mereka terkejut. Salah satu pria paruh baya memberanikan diri angkat bicara. “Tuan Takahashi, apakah langkah ini tidak terlalu agresif? Keluarga Pramudya masih memiliki koneksi kuat di pemerintahan...”

Taka menoleh, tatapannya dingin menusuk. “Pemerintahan hanya menghormati kekuatan, bukan kelemahan. Dan saat ini, mereka adalah kelemahan terbesar di pasar.”

Pria itu langsung terdiam, tak berani melanjutkan. Taka kembali berbicara, suaranya tegas dan penuh kendali. “Aku tidak ingin separuh. Aku tidak ingin sisa. Aku ingin nama Pramudya hilang dari bursa. Hari ini juga, kita lakukan tender untuk semua proyek yang tersisa. Pastikan setiap investor tahu bahwa hanya Takahashi Corporation yang sanggup menanggung beban mereka.”

Kenta mengangguk cepat. “Baik, Tuan.”

Seorang dewan direksi wanita, yang terkenal kritis, menyela hati-hati. “Apakah ini ada kaitannya dengan Nyonya Aluna? Karena kita tahu beliau masih bagian dari keluarga Pramudya...”

Ruangan seketika sunyi, semua mata melirik pada Taka, menunggu reaksinya. Taka tersenyum samar, senyum yang lebih menyeramkan daripada tatapan marah. “Nyonya Takahashi adalah istriku. Dia tidak ada hubungannya dengan kekacauan keluarga itu. Dan siapa pun yang berani menyamakan dia dengan mereka … berarti menginjak garis batas yang tidak boleh dilewati.”

Wanita itu menelan ludah, buru-buru menunduk. “Saya mengerti, Tuan Takahashi.”

Taka menutup laptop di depannya dengan sekali gerakan. “Rapat selesai, laksanakan semua instruksi, jangan ada yang tertinggal.”

Para dewan direksi berdiri, beberapa dengan wajah pucat, menyadari betapa berbahayanya menyinggung sosok pria Jepang berdarah dingin itu. Begitu keluar dari ruang rapat, Kenta kembali mendekat.

“Tuan, ada kabar dari Wijaya group. Ayah mertua Anda, Tuan Haris yanto, ingin bertemu pribadi. Katanya, ada sesuatu yang perlu dibicarakan mengenai keluarganya.”

Taka berhenti melangkah, sorot matanya berubah tajam. “Baik, atur jadwal secepatnya. Kalau itu tentang keluarga Wijaya, aku ingin mendengarnya langsung dari mulutnya sendiri.”

Kenta menunduk. “Segera, Tuan.”

Taka berjalan menuju ruang kantornya yang luas. Dari balik kaca besar, ia menatap gedung-gedung tinggi Jakarta, matanya penuh tekad.

“Barra, Haris, Miska…” gumamnya pelan, hampir seperti sampah. “Kalian sudah terlalu lama menginjak-injak orang yang kucintai. Mulai sekarang, bukan hanya keluargaku yang akan berdiri … tapi kalian semua yang akan berlutut.”

1
Yusmaniar
👍👍👍💞
74 Jameela
Barra jgn ngelunjak..diksh hati elu minta jantung...sadar diri Barra introspeksi😤
Liahwi
semangat aluna
Mommy Dza
Begitu dong
buktikan bahwa kamu bisa sukses dan bahagia lebih dari mereka semua 💪🔥
Mommy Dza
Sedihnya 😩
Luna semoga sukses dan bahagia di tempat baru
Mommy Dza
Aluna juga..udah ditampar dan dipermalukan masih mau juga berharap SM Barra 😩
Mommy Dza
Enyahlah Barra
ngapain repot repot nyari Aluna ?
Mommy Dza
Aku menyerah Lun 🤭
tinggalkan saja Barra dengan semua keegoisannya.Jadilah lebih baik dari segala galanya dibanding Miska

Semangat baby 🔥💪
Mommy Dza
Mengapa tidak membawa Andra
mengapa harus terpancing sih Lun ?
Lanjut deh Thor
Mommy Dza
Semangat Aluna 💪
Mommy Dza
Hadir Thor 👍
Tadinya kufikir mau ditinggalkan si Bara nya lalu mencari cara untuk balas dendam dgn cara lain 🤭
Ahhh aku penasaran Thor
lanjut 💪👍
Anna Nurjati
makasih Thor! bagus banget ceritanya, bikin baper, happy ending lg.Pokoknya top banget Thor.
Ria Gazali Dapson
kayaknya aluna, emng berharap d hina ya, udh d hina², d caci maki, d rendahkn, msih ja dableg, pengen cinta nya bara, makan tuh cinta, d gamparin kan sm bara, itulah akibat nya orang bodoh yg egois
Ria Gazali Dapson
geregetan sm aluna , bodoh dn mudah terprovokasi, panas an , mao² nya , d peluk² andra
Ria Gazali Dapson
balas dendam yg kelewat bodoh aluna, bara tak tertarik kpd mu
Ria Gazali Dapson
bodohnya aluna, mlahan kau beri minuman, kalo aku mh langsung keluar dri rumah bara, berdiri sendiri, cari kos an ke
Endang Supriati
bodoh ngapain maksa kaya perempuan tdk.laku, menang apaan yang ada hancur. goblog.mending jd jabda msh petawan. perawan.nya buat suami yg mencintai.
Imha Kyuuu
durhaka kah anak membunuh ayah yg solim terhadap anak dan cucunya...?!
🙏
Asha Zhafira
👍👍👍
Novi Agustin
najong laki mulutnya enteng bnr ya kaya orng ngajakin berak kesel jdinya dah😤😤😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!