NovelToon NovelToon
Pengantin Bayangan

Pengantin Bayangan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Perjodohan / Cinta Paksa
Popularitas:918.6k
Nilai: 5
Nama Author: sushanty areta

Sebuah permintaan mengejutkan dari Maria, mama Paramitha yang sedang sakit untuk menikahi Elang, kakak kandungnya yang tinggal di London membuat keduanya menjerit histeris. Bagaimana bisa seorang ibu menyuruh sesama saudara untuk menikah? padahal ini bukan jaman nabi Adam dan Hawa yang terpaksa menikahkan anak-anak kandung mereka karena tidak ada jodoh yang lain. Apa yang bisa kakak beradik itu dilakukan jika Abimanyu, sang papa juga mendukung penuh kemauan istrinya? Siapa juga yang harus dipercaya oleh Mitha tentang statusnya? kedua orang tuanya ataukah Elang yang selalu mengatakan jika dirinya adalah anak haram.

Mampukah Elang dan Mitha bertahan dalam pernikahan untuk mewujudkan bayangan dan angan-angan kedua orang tuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sushanty areta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekamar

"Lang, kamu dan Mitha pulang saja. Mama biar sama papa disini." Maria yang sedang berbaring di ruang VVIP menatap bahagia pada pasangan baru itu. Putra dan putrinya, dua orang yang dia didik dan besarkan dengan penuh kasih sayang. Tangan-tangannya yang merawat mereka hingga dewasa, kasih sayangnya yang membuat keduanya juga berjiwa penuh kasih. Maria juga mendidik Mitha menjadi gadis rajin yang layak menjadi istri idaman nantinya. Lihatlah..gadis kecilnya itu sudah tumbuh cantik, serasi mendampingi Elang yang juga sangat gagah dan tampan.

"Tapi ma, nanti bagaimana kalau ada apa-apa atau mama butuh sesuatu?" Elang masih berusaha mencari alasan untuk tetap bertahan disana. Ada dirumah bersama Mitha malah akan memperburuk suasana hatinya nanti. Apalagi mamanya sampai nekat memasang cctv di lantai atas, tepatnya di depan kamarnya untuk memastikan bahwa Elang dan Mitha tidak tidur dikamar masing-masing. Tak hanya itu, Maria juga mengancam membatalkan operasi atau terapi kalau Elang sampai bersikap demikian. Dia tau anak lelakinya itu amat sangat keras kepala. Tak seperti Mitha yang lembut dan penurut.

"Sudah ada papa dan mang Udin. Nanti papa suruh mang Udin saja kalau perlu sesuatu. Kalian berdua istirahat saja dirumah." Sekarang Abi lah yang berkata tegas pada putranya, membuat Elang tak berani membantah lagi. Memangnya siapa yang berani membantah papanya? Opanya saja segan pada papanya itu.

"Baik pa. Tapi besok Elang jadikan ke kantor papa?"

"Lebih baik kalian liburan dulu sambil nunggu mama pulih."

"Pa, nanti Elang bosan dirumah." rengek Elang. Walau usianya sudah kepala tiga, kadang pria muda satu ini juga bersikap manja pada orang tuanya.

"Nanti papa pikirkan. Sekarang kalian pulang. Bawa mobilnya, biar mang Udin disini nemenin papa." Fix Elang pulang. Berpamitan pada mamanya yang langsung tersenyum bahagia pada keduanya.

Mitha hanya mengelus dada kala Elang berjalan lebih dulu meninggalkannya menuju parkiran. Sungguh kakak sekaligus suaminya itu sama sekali tidak peka atau mungkin dia enggan berjalan bersamanya?

"Masuk!" sentak Elang membuka pintu kemudi. Mitha melihatnya dengan tatapan bingung. Ternyata Elang juga menyuruhnya menjadi sopir dadakan. Lelah, dia memutuskan menurut saja. Protespun tidak ada gunanya.

Mitha masuk disusul Elang yang membuka pintu samping, ternyata pria itu masih punya hati dan tak sejahat pikirannya. Dia duduk santai dan membuang pandangannya kesamping. Pelan, Mitha mulai melajukan kendarannya keluar dari parkiran.

"Mampir minimarket di depan. Ada yang ingin kubeli." perintah Elang kala mereka berjarak beberapa meter dari toko retail yang cabangnya menggurita diseluruh Indonesia itu. lagi-lagi Mitha menurut, menepikan mobilnya dan berhenti diparkiran yang terlihat sepi. Tanpa pamit sang kakak keluar menuju kesana seorang diri.

Iseng Mitha membuka chat grup kerjanya. Disana Ratna mengabarkan jika besok shift mereka masuk satu jam lebih awal karena akan tutup awal pula. Sebenarnya maju ataupun mundur bukan masalah besar untuk Mitha jika saja mamanya tidak sedang sakit seperti sekarang. Dia juga tidak bisa terus-terusan libur karena jatah libur perbulan maksimal 3x itupun salah satunya sudah dia ambil hari ini karena baru menikah. Selebihnya hanya chat-chat candaan yang muncul disana dan sesekali Mitha ikut nimbrung juga.

"Jalan." perintah Elang lagi. Hampir saja Mitha terlonjak kaget karena tak tau kapan Elang masuk. Dia terlalu fokus chatting tadi hingga tak begitu perhatian padanya.

Setengah jam dalam kebisuan, akhirnya tiba juga dirumah. Bik Ijah menyambut mereka lalu menutup kembali pintu rumah. Sama seperti tadi, Elang melenggang pergi ke kamarnya tanpa menoleh lagi, meninggalkan Mitha yang berada dalam dilema. Masuk ke kamarnya, atau ikut perintah papa mamanya untuk tidur dikamar Elang mulai sekarang. Dalam bimbang, Mitha memilih masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri lebih dulu.

Hampir satu jam menunggu, Elang yang ada dikamarnya mengeram kesal karena Mitha tak kunjung masuk ke kamarnya. Pasti sekarang papa atau mamanya tau jika mereka masih dikamar terpisah karena cctv rumah yang langsung terhubung di ponsel papanya. Sedikit menggerutu, pria itu keluar kamarnya dan mengetuk pintunya, lebih tepatnya menggedornya. Tapi tak ada jawaban. Masih dengan perasaan marah dia menerobos masuk dan mendengar suara pekikan Mitha yang baru keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sebatas dada saja hingga menampilkan leher dan pahanya yang putih mulus. Serentak Elang membalikkan tubuhnya dengan dada bergemuruh, nyaris sama seperti yang dilakukan Mitha. Kini mereka sama-sama saling memunggungi, salah tingkah.

"Cepat ke kamarku. Mama papa memperhatikan kita!" katanya tegas.

"Iya. Aku segera kesana kak." setelahnya hanya terdengar pintu tertutup kembali. Mitha menarik nafas lega lalu buru-buru mengganti pakaiannya.

Beberapa kali dia mengambil lalu meletakkan baju tidurnya lagi ke dalam lemari. Melihat sikap Elang padanya, bisa dipastikan tidak akan ada malam pertama diantara mereka. Maka itu dia memutuskan memakai baby doll celan berlangan panjang pula lalu membawa selimut tebalnya. Takutnya dia disuruh tidur dilantai seperti dalam cerita novel perjodohan.

Ragu, Mitha masuk ke kamar Elang setelah suami barunya itu menyuruhnya masuk. Dia masih berdiri mematung menatap pria itu, menunggu perkataannya, takut salah.

"Maaf kak, a...aku tidur dimana ya?" Lama menunggu dan merasa tak dihiraukan membuat Mitha jengah dan bertanya duluan. Bagaimana tidak jengah, Elang malah enak-enakan duduk ditempat tidur dan memainkan ponselnya. Lalu harus sampai kapan dia menunggu?

"Memangnya ada berapa tempat tidur disini? pakai nanya lagi." jawabnya acuh. Mitha harus kembali mengelus dada, memohon kesabaran lebih pada sang pencipta. Berlahan dia menempati sisi tempat tidur yang lain dan membuka selimutnya. Sungguh dia capek sekali hari ini dan ingin secepatnya tidur.

Terdengar dengkuran halus saat Elang meletakkan ponselnya. Rupanya Mitha benar-benar sudah tertidur lelap disampingnya. Wajah itu terlihat sangat capek. Berlahan tangannya menarik selimut Mitha yang tersingkap dan membetulkannya. Dia juga mengecillkan AC karena melihat Mitha sedikit kedinginan.

"Cantik." bisiknya lirih.

1
Santi
Luar biasa
Ds Phone
bahagia sampai lupa kawan
Ds Phone
apa kah dapat
Ds Phone
dah laki bini pangil yang manis aja
Ds Phone
muking betul dia cinta sama kamu
Ds Phone
nemang halal
Ds Phone
dah jadi laki apa lagi jalan terus
Ds Phone
nikah secara paksa
Ds Phone
betul betul jadi
Ds Phone
semua nya main paksa
Ds Phone
gila tu orang
Ds Phone
marah lah tu
Ds Phone
kawan baik nya
Ds Phone
bahagia sangat lah tu
Ds Phone
berita gembira tu
Ds Phone
ada ada aja yang nak di gaduh kan
Ds Phone
ya betul tu baik di lepas kan
Ds Phone
ada aja meraka ni
Ds Phone
sedih tak habis
Ds Phone
memang itu ke bahagian nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!