Rara Danira, seorang gadis yang berasal dari keluarga kaya raya, namun kurang perhatian dari keluarnya.
Suatu saat dia masuk ke dalam sebuah situs terlarang dan mencari seorang laki-laki dewasa untuk menjadi sugar baby.
Levis Morelli, seorang laki-laki berusia 37 tahun yang mencari sugar baby untuk melampiaskan segala hasratnya, namun tidak ingin menikah karena di tidak percaya dengan yang namanya pernikahan.
Akankah keduanya bisa menjalani kehidupan ini dengan baik? atau malah menjadi Boomerang bagi mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16. Terjadi Lagi
Malam ini mereka makan malam bersama. Di mana Rara bersama dengan mami dan papinya berkumpul di meja makan yang sangat jarang di huni karena semua orang sibuk dengan dunia mereka masing-masing.
Tapi, malam ini mereka berkumpul untuk menghabiskan malam bersama.
"Sayang, kata guru kamu akan ada acara gathering di sekolah ya?" tanya Danira setelah mendapatkan kabar itu.
Untuk acara ulang tahun sekolah putrinya, yayasan akan mengadakan acara gathering untuk mengumpulkan dana dan akan di sumbangkan ke daerah terbelakang. Jadi dia ingin mencari tahu kebenaran itu dari putrinya.
"Iya," jawabnya biasa saja sambil terus menyendok kan kuah sayur bayam rebus kesukaannya ke dalam mulut.
Bahkan dia hampir menghabiskan satu mangkuk sendiri, karena memang dia sebegitu menyukainya.
"Hem, kenapa gak bilang sama mami dan mami? Acaranya Minggu ini dan kamu belum memberitahukan soal undangan ini. Untung mami sudah berkoordinasi dengan guru-guru di sekolah dan mami juga baru masuk group para wali murid, jadi mami-"
"Emangnya kalau aku kasih tau, mami sama papi bisa Dateng?" tanya Rara yang sengaja memotong pembicaraan di antara mereka.
Dia sudah sangat hafal dengan orang tuanya dan dia yakin jika mereka tidak akan bisa datang seperti tahun-tahun sebelumnya, atau acara yang sering di adakan sekolah. Jadi untuk apa dia memberitahukan soal acara tersebut?
"Aku rasa gak deh!" lanjutnya lagi karena dia tau apa saja yang akan di katakan kedua orang tuanya.
Mereka akan sibuk dengan pekerjaan mereka dan tidak memiliki waktu untuk sekedar menghadiri acara di sekolahnya.
"Kenapa bicara begitu sayang? Mami dan papi akan datang ke sekolah kamu. Mami dan papi berjanji setelah ini kami tidak akan sibuk lagi. Kami akan meluangkan waktu untuk kamu. Iya, kan Pi?" tanya Danira yang mencoba meminta dukungan dari suaminya atas semua ini.
"Jangan pernah janji kalau mami sama papi gak bisa nepatinya. Kalau memang mau Dateng ke sekolah ya datang aja." jawabnya yang langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Anton terdiam. Dia masih berpikir apa sebegitu sibuknya dia hingga tidak memiliki waktu untuk putri semata wayangnya. Padahal selama ini dia bekerja untuk membahagiakan Rara. Dia tidak ingin putrinya merasa kekurangan apapun. Dia hanya ingin Rara merasa bahagia dan tidak merasa ada yang kurang.
Danira juga merasakan hal yang sama. Sepasang suami istri tersebut sibuk bergelut dengan pikiran mereka masing-masing. Di mana Anton yang merasa tertampar dengan kata-kata putrinya yang cukup membuat Anton tersadar sebagai orang tua, bahwa selama ini dia sudah lalai dengan perasaan putrinya.
"Yang sabar ya, Pak, Buk. Semuanya harus pelan-pelan. Soalnya kan non Rara udah sering di tinggal dan ngelakuin banyak hal sendirian. Jadi wajar aja kalau non Rara masih belum bisa menerima semua ini gitu aja." jelas bik Jum yang bisa begitu mengerti dengan keadaan anak mereka.
Sedangkan mereka sendiri sebagai orang tua merasa sangat bersalah karena tidak bisa mengerti anak mereka sendiri. Sementara bik Jum bisa dengan begitu tenangnya menghadapi sikap putri mereka.
Rara terlalu banyak menelan pil kekecewaan dan itu dari orang tuanya langsung. Selama ini dia kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya dan sering melakukan banyak hal sendirian tanpa melibatkan mami dan papinya. Jadi wajar saja jika dia merasa asing dengan kehadiran mereka.
Rara kembali ke dalam kamarnya karena dia tidak ingin terus membicarakan tentang hal itu dengan keluarganya. Dia lebih memilih menghindari mereka daripada harus membicarakan tentang hal itu. Jadi dia memilih kembali ke dalam kamarnya.
Tapi, baru saja dia kembali ke dalam kamar tiba-tiba saja dia melihat sosok yang sangat mengejutkan baginya.
"Kenapa lama sekali baby?" tanya Levis ketika melihat gadis itu sudah kembali ke dalam kamarnya.
Rara yang baru saja kembali dengan pikiran kosong langsung terkejut bahkan dia sampai berteriak ketika melihat sosok itu berada di dalam kamarnya.
"Ahk!!" Rara berteriak karena dia terkejut melihat Levis sudah berada di dalam kamarnya. Hal ini kembali terjadi dan pasti laki-laki itu kembali memanjat dari jendela kamarnya.
Mendengar suara putrinya yang berteriak membuat Anton dan Danira langsung berlari menghampiri sang Putri.
"Sttt...baby, orang tua kamu bisa tahu nanti. Bagaimana jika-oh shit! Mereka datang!" umpat Levis ketika mendengar suara langkah kaki yang berlari menghampiri kamar Rara saat ini.
Tidak berpikir panjang, dia langsung berlari dan bersembunyi di dalam lemari milik gadis itu. Entah apa yang ada di dalam pikirannya hingga membuatnya bisa langsung masuk ke dalam lemari pakaian milik Rara.
"Sayang, ada apa?" tanya Danira yang merasa panik ketika mendengar putrinya berteriak.
Rara sendiri bingung harus menjawab apa saat ini. Apa yang harus dia katakan pada kedua orang tuanya. Tidak mungkin dia mengatakan pada mami dan papinya jika dia berteriak karena terkejut melihat Levis sudah berada di dalam kamarnya.
"Rara, ada apa ini?" kali ini Anton yang bertanya pada putrinya karena dia juga merasa khawatir.
"Gak ada apa-apa kok, Mi, Pi." jawabnya dengan gugup, sambil sesekali melirik ke arah lemari pakaiannya.
Dia tahu jika Levis bersembunyi di dalam lemari pakaiannya. Dan yang lebih membuatnya berpikir keras lagi saat lemari yang dimasuki Levis itu adalah lemari pakaian dalamnya. Dia benar-benar bingung harus melakukan apa saat ini.
"Kamu yakin nggak ada apa-apa? tapi kenapa sampai teriak kayak gitu?" Danira masih penasaran sebenarnya apa yang terjadi.
"Aku yakin. Lagian cuma hampir kepleset doang, kok. Jadi a-aku teriak deh." jawab Rara dengan jantung yang berdebar kencang. Dia takut jika sampai ketahuan berbohong pada kedua orang tuanya. Apalagi tentang keberadaan Levis. Entahlah, semoga saja mami dan papinya bisa segera keluar dari kamarnya.
"Apa ini licin? Mami panggilin bibik di belakang ya buat pel ulang kamar kamu. Mami takut jika kamu jatuh nanti."
"Gak usah mi. Aku udah mau tidur kok. Lagian ini salah ku, bukan salah bibik atau siapapun. Jadi biarin aku tidur sekarang." jawabnya yang langsung naik ke atas tempat tidurnya, berharap orang tuanya bisa segera keluar dari dalam kamarnya.
Rara juga langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Karena dengan hal itu bisa membuat mereka pergi meninggalkan kamarnya.
Sementara Levis, dia benar-benar berada di dalam lemari pakaian dalam milik Rara. Bahkan menurutnya beberapa setelan di sana terlihat sangat menggemaskan. Dia jadi membayangkan bagaimana jika melihat Rara dengan pakaian itu. Pasti akan terlihat sangat menggemaskan sekali. Di mana tubuh seksinya berbalut dengan pakaian mini tersebut yang dihiasi dengan pita-pita berwarna pink.
Astaga, Levi's benar-benar sudah gila. Dia membayangkan hal seperti itu bahkan ketika berada di dalam lemari seperti ini. Hingga tanpa sengaja sikunya mengenai pintu lemarinya yang menimbulkan suara, dan itu membuat kedua orang tua Rara mendengarnya.
"Oh shit!" umpat Levis ketika hal itu terjadi.
Rara Sendiri juga mulai di serang kepanikan yang luar biasa saat hal itu terjadi.
"Suara apa itu sayang?" tanya Anton ketika mendengar suara yang berasal dari lemari putrinya.
"Hah? Suara apa? Aku gak denger suara apa-apa kok. Mungkin mami dan papi salah denger." jawabnya yang berusaha mengalihkan pikiran Kedua orang tuanya dan jangan sampai mereka curiga dengan isi lemarinya.
***
jgn ada drama salah paham dan danira dgn anton baikan lagi
🙏👍🌹❤
anton bener " tk punya perasaan pda rara
bikin nyesel thor telah megabaikan rara
hidup lah bahagia dengan danira biar anton menyesal
sedih yaa jadi rara 😭😭
udah jadi bapak modelnya kek firaun masih g nyadar juga....
tinggalin aja laki2 modelan gitu mah
rara dibuat dekat sama danira. kalau diliat dari ceritanya sih danira menyibukkan dirinya karna rasa sakit hatinya dengan anton. ya wajar sih..laki" begitu sampai saat ini gak sadar" mending dihempaskan😌
trus hubungan anton dengan ratih setelah ketahuan bagaimana? masih lanjut? pastilah..wong ratih mantan kekasih terindahnya.🙃
bonusnya di kasih uo lagi thor
🙏