NovelToon NovelToon
DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Mafia / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Reva'$live

Dyeza Ghinara Alinzkie Harus menerima takdir yang sudah di tentukan oleh ibu tirinya.

Semuanya berawal dari dua garis merah yang di alaminya. kehidupannya jadi berubah

menikah dengan pria yang tidak dirinya kenal. bahkan melihat saja tidak pernah.

Namun apalah daya.
Semua demi kebaikan dirinya dan juga ayahnya

Menerima pinangan seorang presdir muda namun Pria itu juga merangkap sebagai seorang mafia.

Mafia kejam yang tidak segan mengambil organ orang yang sudah berani mengusik pekerjaanya.

Akankah gadis ini bertahan di sisiNya?
Atau malah pergi meninggalkannya.?

🌹🌹

Masih tahap belajar dan terus belajar

Mohon krisan nya ya Readers.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva'$live, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membungkukkan badan

...***...

Sudah lebih dari 2 hari sejak kejadian itu.

Yeza semakin menampakkan kembali wajah segarnya.

Rasa sakit di tubuh bawahnya sudah berangsur sembuh. Sakit atas kehancurannya sudah mulai terobati. yeza kini tengah berada di dalam kelasnya bersama beberapa temanya.

Semenjak kejadian itu. Daniel yang selalu mengantar Yeza sekolah. Tidak ingin kejadian buruk waktu itu kembali terulang.

"Za.. Setelah ini kita buka warung bareng yuk." ucap Rahma sahabat Yeza.

Yeza tersenyum lalu mengangguk. Yeza segera, mengeluarkan kertas dan pena.

"Kau cari tempatnya. Nanti aku yang modal.", ucapnya lewat kertas

Rahma tertawa.

" Iya.. Ayahku juga mau modalin aku. Kalo gitu kita campur yuk modalnya." ujar Rahma

Yeza mengangguk sebagai jawaban atas rencana Rahma.

Saat ini mereka tengah menunggu chef dari luar kota. Hari akan di adakan sebagai test keberhasilan dari para murid selama 1 tahun.

...***...

"Dirga sayang.." panggil seorang wanita. Lalu seger memeluk melepas rindunya

"Kemana aja sihh.. Hari ini ada rapat di kantor. Kau harus hadir." ucap wanita itu.

"iya Dirga akan hadir ma." jawabnya. Sambil mengecup kening mamanya.

Cantika segera mengarahkan Dirga masuk ke ruang makan. Dirga pun mengikuti kemana sang mama akan membawa.

"Pulang juga kamu. Bosan hidup di jalan?" tanya Boni tiba tiba.

Kalo sudah mendengar ucapan yang tidak enak. Dirga mulai kesal. Bukannya di sambut tapi malah di cibir oleh Boni.

"pa.. Sudah sudah. Jangan buat keributan pagi pagi begini. Anaknya baru pulang lohh.." ucap Cantika yang menenangkan suaminya.

Arka segera menuntun papanya untuk duduk. Lalu Arka duduk di samping Dirga 

"Dek yang serius dong kalo kerja. Jangan setengah setengah." ucapnya

Dirga hanya diam tak mau membalas perkataan kakaknya.

"Untung kerugian itu belum sampai perusahaan kita gulung tikar" tambahnya lagi 

Dirga masih setia menunggu apa yang ingin di lontarkan oleh sang kakak.

"Ramos di nyatakan meninggal karena kecelakaan." tambahnya

Dirga berhenti mengunyah makanan yang ada di mulutnya. Namun  tetap tak bergeming sedikitpun.

"Meninggalnya sangat aneh." tambahnya lagi.

Dirga menoleh menatap wajah Arka yang sedang fokus pada piringnya.

"Dia meninggal kayaknya ada yang sengaja membunuh. Karena, organ dalamnya hilang." tambahnya lagi.

PRAAANK..

Piring yang Cantika bawa seketika terjatuh. Saat mendengar ucapan Arka yang mengatakan Organ dalamnya hilang.

Arka segera berdiri dan menuntun sang mama.

"Ramos, meninggal?" tanya Cantika

Arka, menoleh menatap Dirga dan papanya. Ramos adalah saudara sepupu Cantika. Cantika tidak tau menau soal kebusukan Ramos.

"Mama.." panggil Dirga. Dirga segera mengangkat tubuh wanita yang sudah melahirkan nya.

Dirga membawa masuk Cantika ke kamarnya.

"Sayang.. Cari tau siapa yang sudah membunuh om kamu." ucap Cantika

Dirga hanya diam menatap wajah sedih Cantika. Lalu mengangguk.

"Nanti antar mama kerumah Ramos." ucapnya lagi. Lagi lagi Dirga hanya mengangguk.

Dirga segera berdiri di depan jendela.

👉 "Katakan.. Siapa yang sudah mbayarmu untuk menghancurkan perusahaan orang tuaku?" tekan Dirga pada Ramos.

"Tidak ada yang membayar ku Dirga." jawabnya

"Sekali lagi aku tanya. Kau tidak mau menjawab. Maka aku pastikan kau akan mati di tanganku." ucap Dirga

Dirga mengulangi lagi pertanyaan yang tadi. Namun Ramos tetap bungkam tak mau memberi tau nama bos besarnya.

Selama ini keluarga Dirga sudah sangat percaya pada Ramos. Karena masih saudaranya. Tapi Ramos, malah menyia nyiakan kepercayaan keluarganya.

"Bos Dirga." panggil Candra anak buahnya

Candra, mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan Ramos yang sedang bertransaksi berkas penting pada perusahaan  lain. Dan Ramos terlihat sedang bahagia sambil menerima uang sebagai upahnya.

Dirga mengepalkan kedua tangannya. Giginya di rapatkan hingga berbunyi gemeretak.

"PANGHIANAATTT... BUGGHHH...!!" teriak Dirga. Dan seketika tubuh Ramos roboh dan tak sadarkan diri.

"kerjakan semuanya. Setelah itu lakukan seperti biasa." kata Dirga yang memberi perintah pada anak buahnya.

Tentu saja itu adalah pekerjaan yang sering di lakukan. Dengan senang hati mereka segera mengerjakan perintah bosnya. Kalo sudah selesei maka mereka akan mendapat upah yang besar dari Dirga. 👈

***

Dirga  sudah memasuki area perusahaan.

Karyawan perempuan pada ternganga pada pesona Dirga. Jarang sekali Dirga terlihat di kantor. Karena Dirga memang tidak pernah datang. Tubuh tegaknya sangat terlihat jika otot Dirga begitu kuat. Rahang tegas yang tak pernah menampakkan senyum di wajahnya terkesan sangat misterius.

Melangkah dengan kedua tangannya di masukkan kedalam celananya.

Memasuki ruang rapat Dirga di sambut oleh Arka sang kaka.

Disana sudah ada beberapa beberapa karyawan kantor yang menjabat sebagai . Direksi. Direktur utama, direktur keuangan. direktur personalia dan masih ada beberapa karyawan yang menjabat di perusahaan.

Perusahaan di bidang produksi bahan bakar minyak atau pelumas mesin kendaraan. CV OIL FIGH SELL. Yang sudah berdiri sangat lama. Semenjak kakek dan neneknya masih ada. Perusahaan temurun dari keluarga besar Boni.

Rapat pergantian pemimpin perusahaan.

Dirga di tunjuk sebagai Direksi di perusahaan. Semakin tinggi jabatan maka semakin besar tanggung jawabnya. Tentu Dirga tak bisa seenaknya datang. Karena harus bertanggung jawab atas kemajuan perusahaan ini.

Arka hanya menatap ruangan tidak suka. Padahal dirinya berharap orang tuanya akan mengangkat Arka sebagai pemimpin perusahaan ini. Namun Arka malah tetap menjadi bawahannya Dirga.

Tangan Arka terkepal tidak menyukai hasil rapat. Namun karena sudah keputusan, Arka bisa apa.

***

Sore hari Dirga sudah keluar dari kantornya. Saat ini dirinya tengah mengendarai mobilnya.

Ponselnya berdering.

Dirga segera mengambil ponselnya dan segera, menggeser tombol hijau.

"Bagaimana?" tanya Dirga

"Saya sudah cek semuanya bos. Dan memang ada yang berusaha menggelapkan dana." jawab Seseorang

"kalo begitu kau harus awasi. Jangan sampai kecolongan lagi Sam." ucap Dirga

Penelpon yang di sebut Sam adalah orang yang dipercaya Dirga. Atau asisten Dirga di kantor. Sekaligus mata mata Dirga untuk selalu memberi tau ketidak beresan kinerja di perusahaan tersebut 

Ciiittttt...

Dirga seketika ngerem mendadak saat ada seorang wanita dengan tiba tiba nyelonong hendak nyebrang.

"sial.. Nggak punya mat.." kata kata Dirga tak jadi di lanjutkan saat melihat gadis itu. Gadis yang wajahnya selalu menari nari di otaknya.

Yeza segera membungkuk sebagai ucapan permintaan maafan.

"Sayang.. Kau tidak apa apa?" tanya Daniel sang papa.

Yeza menggeleng sebagai jawaban semuanya baik baik saja.

Sedangkan Dirga menatap wajah gadis polos itu.

"Maafkan putri saya tuan." ucap Daniel.

Sedangkan Dirga hanya mengangguk lalu menutup kaca mobilnya kembali.

Dirga kembali melanjutkan berkendara nya. Bayangannya kembali pada gadis itu.

"Siaall.. Apa kau itu bisu..?" batin Dirga.

Sampai di depan rumahnya Dirga segera turun dan segera memasuki rumahnya 

Dirga mengambil ponselnya lalu segera menelpon  Sam.

Dalam deringan ke dua Sam baru mengangkat.

"Datang kerumahku. Nanti malam. Aku punya tugas untukmu. " ucap Dirga. Lalu segera, menutup obrolannya 

1
Yuli t4n
dasar bapak geblel mau aja bekas anak
Yuli t4n
anggi bukan anaknya danil pasti anak seno
Yuli t4n
dua x kejadian pergi sama mertua
Yuli t4n
Dirga ng memperkosa yeza
Anisha Anzelina
Luar biasa
anninayah karim karim
cerita nya seperti sinetron ikan terbang
Surati
bagus
Linang💛
agak lucu pas di bagian ini. tpi nggak ap" mngkin author msih blajar
Linang💛
kata yg tepat bukan ukuran. tapi suhu
Linang💛
yaa sallammmmm.....
ngapain coba punya pemikiran bgni. klo si mm'nya rendi nekat cerita keteman-teman'nya. sama ajh dong bongkar aib sndri. secara yg menodai anak'nya sndri🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️

bingung sma jalan pikiran author di bab bagian ini🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Linang💛
pemikiran anggi kok agak blo'on yah. kalo nggak di kasih tau orang tua'nya. gimana cara'nya bertanggung jawab coba? secara'kan mreka msih ank". hadehhhh. dasar bonet (bocil nekat)🙄🙄
Linang💛
lah. berarti bab sebelum'nya bkn halusinasi?
Linang💛
pemborosan kata
“sedangkan non Anggi sudah berangkat karena dijemput temannya.”
dalam kalimat ini tidak perlu menggunakan kata “karena.” kata karena terjdi apabila ada unsur kata “sebab akibat” dalam satu kalimat.

Namun jika ingin menyempurnakan kalimat tersebut maka ada baik'nya kata “Karena” di ganti dengan kata “Lebih dulu, atau duluan.”

Contoh yg benar iyalah
“Sedangkan non Anggi sudah berangkat duluan dijemput sama temannya.”
Linang💛
kata yg tepat bukan “haru”. haru itu kependekan dari kata “terharu”. dan kata terharu itu di gunakan ketika melihat kebaikan/ketulusan seseorang terhadapat orng. atau ketika seseorang berbuat baik kepda kita. jdi kata yng tepat di gunakan pada kalimat ini iyalah “Seduh”
Linang💛
seharus'nya bukan kata nyengir yg tepat tpi sinis. sebab tokoh anggi tidak menyukai dyeza. kta nyengir biasa di pakai pda kalimat ketika seseorang sedang mlakukan kesalahan. tpi ia tak mrasa berslah sedikit'pun. sedang dia tau ap yg dilakukan'nya salah. kata nyengir juga biasa trjadi ketika seseorang sdang membuat lelucon aneh.

Contoh
“Lo ya. yang ngabisin minuman gue?" ucap deni dengan mata melotot garang pda pelaku

“Hehe. sorry habisnya gue haus banget. ntar gue ganti deh.” kata delon nyengir kuda
Bundanya Pandu Pharamadina
terimakasih mbak Author
ceritanya bagus langsung pd intininya tidak berbelit - belit, di tunggu kisah anak-anak mereka, sehat selalu di limpahkan Rezeki dan berkah buat mbak Author
Aamiin🤲
Bundanya Pandu Pharamadina
orang terdekat yg jadi penghianat, siap² terbunuh di tangan Dirga sang penghianat
Bundanya Pandu Pharamadina
Yesa di depanmu Bapak anak dlm kandunganmu (Yesa)
Bundanya Pandu Pharamadina
semangat dan sehat selalu buat mbak Author
❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
reaksi Dirga gimana yah klo mamanya ngliatin foto si penolong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!