NovelToon NovelToon
ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

ASMARA PERJAKA DAN TIGA JANDA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: rcancer

"kamu yang berkeringat, kok aku yang gerah bang?"

tatapanmu seakan mengajakku untuk berumah tangga bang."

"Dulu orang tuamu pake gaya apa sih bang? kok mau terlahir begitu tampan?"

Kisah pria biasa dengan berjuta pesona. Idaman kaum hawa dari belia dan janda. Wajah tampannya adalah anugerah. Namun karena wajah tampannya pula dia sering menemui masalah. Hingga dia terjebak cinta dengan tiga janda. Bagaimana bisa? Yang bingung dengan cerita disini, Mending baja dulu Perjaka dan Tiga Janda season pertama ya. Biar nyambung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertukar Kabar..

"Bapak ingin ketemu kamu, yang." Ucap suara perempuan dari sebuah ponsel.

Setelah beberapa saat tadi menunggu kabar dari sang kekasih dengan perasaan tak menentu, akhirnya yag ditunggu pun melakukan panggilan video. Lega, itulah perasaan yang Jaka rasakan saat ponselnya berdering tadi dan dia segera saja menyambar dan melihat siapa yang menelfonnya. Dan mereka kini terlibat pembicaraan di kamar masing masing dengan perantara seluler yang sedang mereka gengam.

"Bapak ingin ketemu?" Tanya Jaka memastikan. Matanya tak lepas sedikitpun dari wajah cantik yang terpampang dilayar ponselnya.

"Iya, aku terpaksa mengakui hubugan kita Yang. maaf ya." Wajah sendu dari sang kekasih saat ini terlihat jelas di layar pipih milik Jaka. Pria itu hanya mengulum senyum. Setidaknya hatinya lega karena hubungannya sudah mulai diketahui oleh keluarga masing masing meski masih terasa samar namun itu cukup menjadi jalan mudah kedepannya.

"Ngapain minta maaf sih, Yang? kan itu jalan mudah buat memperlancar hubungan kita." Ucap Jaka mencoba menenangkan kegundahan kekasihnya di seberang sana.

"Tapi kamu terlalu tampan, Yang. Ntar mereka ragu gimana?" Tanya Melati antara jujur dan polos. Tapi pada dasarnya dia sedikit takut memiliki kekasih yang terlalu tampan. Pasti akan banyak perempuan yang menggodanya.

"Hahahha, adanya begini, gimana dong, yang? masa harus operasi plastik?" Ucap Jaka dengan perasaan yang begitu gemas.

"Kalau kamu kesini, kira kira bisanya kapan, yang?" Tanya Melati.

"Ya tergantung kamu Yang, selama kamu siap ya aku siap Sayang." Ucap Jaka yakin.

"Kangen, Yang." Wajah Melati berubah sendu.

"Loh ini kan lagi telfon." Ucap Jaka.

"Kangen Anaconda." Ucap Melati dan perempuan itu memamerkan deretan giginya.

"Astaga. hm. Beraninya cuma ngomong lewat ponsel. Kalau ketemu, boro boro berani membahas yang itu." Gerutu Jaka. Terdengar suara tawa dari ujung sana dan Jaka hanya mencebikkan bibirnya namun tak lama kemudian dia pun ikut tertawa.

"Bapakku juga ingin ketemu kamu, Yang." Kini giliran Jaka yang memberi kabar. Terlihat disana Melati nampak terkejut.

"Yang bener?" Tanyanya.

"Iya, malah kalau aku nggak berhasil bawa kamu ke sini, aku akan di kenalkan sama anak temannya bapak, yang."

"Hah! kok jadi samaan gini sih nasib kita, Yang?" Ucap Melati syok.

"Aku juga nggak tahu, makanya kamu kapan siap ngenalin aku ke orangtuamu? Biar kita bisa gantian." Usul Jaka

"Besok sore apa?" Saran Melati.

"Ya boleh, tapi aku nggak pede, Yang. Aku masih nganggur." Ucap Jaka jujur.

"Ya kan nanti kita bisa jelasin sama sama, lagian mereka juga mungkin kenal kamu, Yang. kan kamu adik iparnya Yanti." Ujar Melati

"Keluarga kamu kenal Yanti semua, yang?" Tanya Jaka penasaran.

"Kenal dong, orang rumah kita deket." Tutur Melati.

"Jangan jangan waktu nikahnya Bang Jati dan Yanti, kita pernah ketemu, yang."

"Mungkin, tapi pas nikahnya Yanti dulu, aku jadi pager ayu, yang."

"Loh aku jadi pagar lanang saat itu, yang. Wahhh, dulu kamu yang gimana sih?"

dan mereka pun akhirnya asyik bernostalgia tentang masa lalu mereka entah sampai jam berapa. Yang pasti pembicaraan yang sedang mereka lakukan cukup membuat mereka lebih ringan dalam menghadpai masalah berat yang mungkin akan mereka hadapi.

Entah panggilan video itu akan berakhir sampai jam berapa. Yang pasti, kedua hati yang sedang dimabuk cinta itu sama sama merasakan bahagia dalam pembicaraan mereka.

###

Dan hari pun kini telah berganti. Seperti yang sudah di rencanakan Jaka, kini dia sedang dalam perjalanan menuju kesebuah tempat usaha milik sahabatnya. Keseriusan Jaka dalam membuka usaha bengkel mendapat dukungan penuh dari keluarganya dan ini juga sebagai modal yang bisa dia tunjukkan ke orangtua Melati kalau dia bukan pria pengangguran. Karena biar bagaimanapun harga diri seorang lelaki adalah mencari nafkah.

Sebagai pria, Jaka pun pernah merasakan hidup merantau beberapa tahun. Untung Jaka bukan tipe pria yang suka jajan. Bagi Jaka asal sudah ada uang buat makan, rokok serta kopi, sudah cukup bagi dia. Maka itu Jaka lebih senang menabung daripada hidup hura hura menghabiskan uang. Jaka hanya sesekali saja hura hura. Jika memang lagi ingin. Mungkin karena didikan orangtuanya juga, sebrandal berandalnya Jaka, dia masih tahu batasannya.

Tak perlu waktu lama, kini Jaka sudah sampai di bengkel milik temannya. Bengkelnya terlihat sedikit ramai. Dan Bengkel tersebut memang terkenal dengan pelayanan yang bagus dan servis yang memuaskan.

Jaka sementara duduk diantara para pelanggan. Karena temannya terlihat sibuk sedang mengerjakan sebuah motor, mau tak mau Jaka pun harus menunggunya.

Di sebelah Jaka duduk seorang pria yang nampak sedang fokus menatap layar ponsel dengan kedua jempol yang aktif menekan huruf huruf dari layar ponsel. Jaka memperhatikan pria itu dan dia merasa kenal dengan pria tersebut. Daripada suntuk menunggu temannya, Jaka pun iseng menyapa pria itu.

"Misi bang." Sapa Jaka kepada pria disebelahnya. Dan seketika pria itu menoleh.

"Ada apa ya bang?" Tanya pria itu.

"Kok aku kayak pernah kihat kamu yah, bang" Pria itu mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Jaka. Dan Jaka nampak sekali sedang mengingat ingat sesuatu.

"Kamu penulis novel ya bang?" Terka Jaka lagi dan pria itu sedikit terkejut.

"Kok kamu tahu?" Tanyanya.

"Ah iya, jadi benar kamu penulis novel?" Tanya Jaka memastikan.

"Iya, darimana kamu tahu, bang?"

"Pacarku pernah cerita dan nunjukin profilmu bang. Kamu yang nulis Perjaka dan tiga janda itu kan?" Terka Jaka dan lagi lagi pria itu semakin terkjut dan tak lama kemudian tawanya pun pecah.

"Hhaha iya, pacar kamu baca juga?"

"Iya, katanya seru, udah lama bang jadi penulis?" Tanya Jaka.

"Belum lama sih, baru empat bulan ini." Ucapnya.

"Masa bang? Tapi katanya karyanya sudah banyak?" Tanya Jaka tak yakin.

"Iya banyak, tapi baru kisah Jaka yang lumaya rame." Jawab Pria itu.

"Oh, moga sukses ya bang."

"Aamiin."

"Servis motor apa gimana bang?" Tanya Jaka lagi.

" Tuh nemenin ponakan. Mau main ke kota malah motormya bermasalah, untung ada bengkel deket." Keluh pria itu.

"Oh gitu."

Dan tak lama kemudian, motor yang sedang pria itu tunggu terlihat dudah selesai ditangani. Terlihat disana seorang pemuda menuntun motornya dan pria yang tadi di ajak bicara Jaka, membayar harga atas jasa yang diberikan.

Setelah pria itu pergi, Jaka menghampiri temannya dan mulai menanyakan beberapa hal terkait dengan dunia perbengkelan.

Dengan senang hati pemilik bengkel sekalligus teman Jaka menjelaskan serta menunjukkan apa saja yang mungkin Jaka perlukan.

Di saat Jaka sedang asyik berbicara dengan temannya tiba tiba.

"Bang Jaka?" Merasa ada yang manggil, Jaka pun seketika menoleh.

"Ninis?"

...@@@@@@...

1
Edwin Keitaro
👍
Uncle Mumble
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Uncle Mumble
GoooooL!!!
Uncle Mumble
ngakak!!!
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Uncle Mumble
skak ster
Uncle Mumble
VANGKE! 🤣🤣🤣
Uncle Mumble
brb... NGAKAK!!!
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Uncle Mumble
modar sia tejo
Uncle Mumble
kaaaan
Uncle Mumble
🤣🤣🤣🤣 godain yanti terus mel... 🤣🤣🤣🤣
Uncle Mumble
sopo meneh iku
Uncle Mumble
🤣🤣🤣 ceuk aing ogé... 🤣🤣🤣🤣
Uncle Mumble
ah... yakin gw
Uncle Mumble
makin curiga... bapaknya Jaka ama Melati tuh temenan 😄😄😄
Uncle Mumble
jangan² Melati 🤭🤭🤭
Uncle Mumble
👍
Nunung Setiawan
Luar biasa
Jumarni
sama kayak aku tanggal 1 oktober nikah mei tanggal 14 lahiran karna pas mau acara nikahan aku blm kelar haid selesai haid masa subur berhubungan langsung jadi.....dan anakku lahir gak sesuai hpl juga karna hitungannya 2 minggu kemudian tapi dah lahiran
Sumi afiz
mau nya Jaka di cium bibir dower tuh bibir 😂😂
Sumi afiz
aq kasih kopi sama bunga biar tambah semangat nulisnya kak😍😍😍😍🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!