NovelToon NovelToon
The Sarcastic Survival Log

The Sarcastic Survival Log

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Survival
Popularitas:181
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.

Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Demo Masak Darurat di Dalam Sarang Ogre

​Keheningan di dalam goa itu begitu pekat hingga suara tetesan air dari langit-langit batu terdengar laksana dentang lonceng kematian. Raditya membeku dengan posisi tubuh yang sangat canggung: tangan kanan memegang Cabai Aether Kuno sebesar kepalan tangan, tangan kiri mengangkat panci aluminium penyok berisi sisa dua sendok kuah kuning, dan kaki kanan masih agak jinjit di atas kotoran kering.

​Ogre muda di depannya mengerjapkan satu mata besarnya yang sewarna kuning pekat. Monster itu melihat ke arah cabai merah di tangan Raditya, lalu beralih ke panci aluminium, lalu mencium bau udara... dan ekspresi wajahnya mendadak berubah drastis.

​Hidung besarnya kembang-kempis. Aroma bawang goreng dan kaldu ayam dari sisa kuah di panci Raditya rupanya berbenturan keras dengan bau busuk sarangnya sendiri. Bagi monster yang biasanya hanya makan daging mentah yang hampir membusuk, aroma masakan matang berbumbu ini adalah anomali yang sangat merangsang sensor otaknya.

​"Gwah...? Ugh... Gwah?!" Ogre muda itu bergumam parau, mengeluarkan suara mendengus bingung sembari maju satu langkah. Lidah hijaunya yang tebal menjulur keluar, meneteskan air liur asam ke lantai batu.

​Ding!

​[Analisis Situasi Krisis]:

​Kondisi Target: Ogre Muda berada dalam mode 'Sangat Kelaparan' dan 'Kebingungan Budaya'. Dia tidak tahu apa yang Anda bawa, tetapi insting primitifnya mengatakan bahwa cairan di dalam panci Anda seribu kali lebih enak daripada daging mentah.

​Peluang Selamat: 15% jika Anda berhasil memberi makan makhluk bodoh ini. 0% jika Anda mencoba lari menggunakan kaki sekecil sumpit itu.

​Raditya menelan ludah yang mendadak terasa getir. Otaknya berputar cepat, beralih ke mode bertahan hidup versi "pelayan warung makan yang menghadapi preman pasar lintas dimensi".

​"B-Betul, Bro Ogre! Ini namanya... ah, lupakan, kamu gak bakal paham," Raditya memaksakan senyum selebar mungkin, meski wajahnya penuh noda hijau. Dia menurunkan Cabai Aether Kuno itu pelan-pelan ke atas peti, lalu menepuk-nepuk pinggiran panci aluminiumnya dengan sedotan plastik. "Intinya, ini makanan super enak. Cairan ajaib penghangat lambung! Mau yang porsi jumbo? Yang kuahnya anget, gurih, pake pelengkap?"

​Ogre muda itu mengeluarkan suara dengusan yang terdengar seperti traktor mogok. Dia menunjuk panci dengan jarinya yang sebesar pisang tanduk, lalu menunjuk mulutnya sendiri. "Makan! Kasih makan!"

​"Oke, oke! Jangan teriak, nanti ibumu bangun! Kita bikin kesepakatan bisnis di sini," kata Raditya sambil melirik cemas ke arah Induk Ogre yang masih mendengkur di ranjang tulang. "Kamu diam di situ, jangan bergerak, jangan mengunyah saya. Saya akan mendemonstrasikan keahlian mengolah makanan tingkat tinggi demi kepuasan lambungmu!"

​Tanpa membuang waktu, Raditya langsung berjongkok di atas lantai goa. Untungnya, di dekat peti kayu itu ada beberapa bongkah batu bara hitam alami yang tampaknya jatuh dari langit-langit goa. Raditya menyusun batu-batu itu dengan cepat, membentuk tungku darurat yang sangat rapi—efek tersembunyi dari insting anak kos yang sering memasak dengan peralatan seadanya.

​Ding!

​[Misi Darurat Terintegrasi: Puaskan Pelanggan Pertama Anda!]

​Tugas: Buat satu porsi 'Cairan Bumbu Super Pedas' menggunakan Cabai Aether Kuno dan air kristal es dinding goa.

​Hadiah: 150 Poin Survival, Reputasi Baik dengan Suku Ogre (+10), dan Pembukaan Resep Baru.

​Hukuman Gagal: Anda akan ditumbuk menjadi sambal pelengkap untuk menu makan siang mereka.

​"Sistem, buka Toko! Aku butuh bahan dasar!" seru Raditya dalam hati.

​Ding!

​[Membuka Toko Survival Terbatas v2.0...]

​Anda membeli: 1x Garam Dapur Cap Kapal Selam (15 Poin).

​Peringatan: Poin Anda tidak cukup! Poin Anda saat ini adalah 10 Poin. Harga Garam adalah 15 Poin. Anda kekurangan 5 Poin.

​"Sialan! Transaksi ditolak karena miskin?!" Raditya hampir menjerit frustrasi. Dia melihat Cabai Aether Kuno di dekatnya. "Sistem! Jual cabai ini sebagian! Atau gadaikan gelar [Maling Sachet]-ku!"

​[Saran Sistem]: Anda tidak bisa menjual setengah buah cabai kuno. Namun, Sistem menawarkan fitur 'Pinjol Survival' (Pinjaman Online Akhirat) dengan bunga 50% per jam. Apakah Anda setuju?

​"Bunga 50%?! Dewa Administrasi beneran mau meras aku sampai mati ya?! Oke, setuju! Ambil pinjamannya!" Raditya pasrah. Hiburan dunia lain macam apa yang melibatkan utang piutang seperti ini?

​Ding!

​[Pinjaman Disetujui!]

​Poin Anda menjadi -5 Poin (Status: Berutang).

​1x Garam Dapur Cap Kapal Selam berhasil ditransfer ke tangan Anda!

​Sebungkus garam dapur tiba-tiba jatuh dari udara, mendarat di dalam panci Raditya.

​Raditya bergerak secepat kilat. Dia mengambil sedotan plastik bekasnya, lalu berlari kecil menuju dinding goa tempat air kristal es menetes perlahan. Dia menadah air tersebut menggunakan panci aluminiumnya hingga terisi setengah. Air dari kristal goa itu ternyata berwarna biru muda jernih dan memiliki pendaran partikel magis yang tipis.

​Ogre muda itu memperhatikan setiap gerakan Raditya dengan mata melotot, tampak terpesona oleh "kecepatan tangan" Raditya—yang sebenarnya dipicu oleh efek gelar [Maling Sachet] yang meningkatkan kecepatan tangan sebesar 20%. Di otak kecil monster itu, dia mengira Raditya sedang melakukan ritual sihir pemanggil makanan kering.

​Raditya kembali ke tungku batunya. Dia menyalakan api menggunakan korek api gas awetnya. Begitu api menyala, dia meletakkan panci berisi air biru murni itu di atasnya.

​Ding!

​[Gelar Aktif]: [Gears of Warung: Ahli Seduh Amatir]

​Efek: Proses perebusan dipercepat 10%. Aroma soto ayam—maksud saya, aroma kaldu Bumi—mulai menyebar dalam waktu 30 detik!

​Uap mulai mengepul dari panci. Bau harum kaldu yang asing bagi dunia Aethelgard memenuhi ruangan goa. Ogre muda itu mulai menjilati bibirnya sendiri dengan penuh semangat, kakinya menghentak-hentak lantai gua kegirangan. Dia belum pernah mencium sesuatu yang membuatnya merasa lapar sekaligus bahagia seperti ini.

​"Sabar, Bro! Ini rahasia utamanya!" Raditya mengambil Cabai Aether Kuno yang merah membara. Menggunakan pisau lipat kecilnya yang hanya sepanjang lima sentimeter, dia mengiris cabai raksasa itu dengan sangat hati-hati. Begitu kulit cabai itu teriris, setitik cairan merah kental seperti lava menetes ke dalam kuah bumbu tersebut.

​CRAAAASSSS!

​Kuah yang tadinya berwarna kuning keperakan mendadak bergolak hebat, berubah warna menjadi merah jingga menyala laksana kuah mercon tingkat dewa. Uap yang keluar dari panci kini tidak hanya berbau gurih, tapi juga membawa hawa pedas menyengat yang membuat mata Raditya langsung perih dan berair.

​"Gwah?!" Ogre muda itu terkejut, refleks mundur satu langkah karena melihat masakan itu mendadak menyala dan mengeluarkan hawa panas berbahaya.

​"Ini dia! Air Rebusan Mercon Level 100!" Raditya berteriak dramatis, mengangkat panci panas itu menggunakan kain robekan bajunya, lalu menyodorkannya ke hadapan Ogre muda. "Silakan dinikmati, Tuan Ogre! Awas panas!"

​Ogre muda itu ragu sejenak. Namun, rasa lapar mengalahkan ketakutannya. Tanpa sendok, tanpa mangkuk, dia langsung menyambar panci aluminium panas itu dengan tangan telanjangnya. Logam panci yang membara sama sekali tidak melukai kulit tebalnya. Dia mengangkat panci itu tinggi-tinggi, membuka mulut lebarnya, dan menuangkan seluruh kuah merah menyala itu langsung ke dalam kerongkongannya dalam sekali teguk.

​GLUG... GLUG... GLUG...

​Raditya menahan napas, mundur tiga langkah ke belakang, bersiap-siap mencari tempat sembunyi jika monster itu mendadak murka karena kerongkongannya terbakar.

​Selama lima detik, Ogre muda itu mematung. Matanya yang besar melotot hingga hampir keluar dari rongganya. Wajah hijaunya perlahan-lahan berubah warna menjadi merah tua, lalu keunguan.

​WUUUUUSSSSHHH!

​Tiba-➘ Tiba, sepasang asap tebal berwarna hitam pekat keluar dari kedua lubang hidung besarnya, diikuti oleh percikan api kecil dari sela-sela giginya. Efek 'Napas Naga' dari Cabai Aether Kuno benar-benar bekerja!

​"GWAHAHAHAHAHA! ENYAAAAAAAK! PANAS TAPI ENYAK!"

​Ogre muda itu berteriak histeris dalam bahasa primitifnya. Dia mulai melompat-lompat di dalam goa seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru. Hantaman kaki besarnya membuat seluruh goa bergetar hebat. Dia menatap panci aluminium kosong di tangannya, lalu menjilati sisa-sisa kuah di dasarnya hingga panci itu bersih mengkilap seolah baru dibeli dari toko. Dia tidak tahu apa nama cairan ini, tapi jiwanya baru saja tercerahkan.

​Ding!

​[Misi Darurat Sebagian Selesai!]

​Evaluasi: Anda berhasil membuat Ogre Muda mengalami kepuasan kuliner sekaligus transformasi spiritual tingkat rendah. Dia sekarang menganggap Anda adalah 'Dukun Makanan'.

​Hadiah: +150 Poin Survival. Reputasi dengan Suku Ogre naik menjadi 10 (Status: Teman Makan).

​Sisa Saldo Poin Anda: 145 Poin (Setelah dipotong utang pinjol dan bunga lintah darat sistem sebesar 7,5 Poin).

​Raditya mengembuskan napas lega yang luar biasa. "Alhamdulillah... utang lunas, nyawa selamat, poin nambah."

​Namun, kegembiraan Raditya mendadak terhenti saat sebuah suara gemuruh yang jauh lebih dahsyat terdengar dari sudut goa.

​Lompatan histeris Ogre muda tadi rupanya telah membangunkan sang raksasa sejati. Induk Ogre setinggi lima meter itu kini telah duduk di ranjang tulangnya. Satu mata besarnya terbuka lebar, mencium aroma cabai kuno dan bumbu gurih yang masih tersisa di udara goa. Pandangan mematikan dari Induk Ogre itu perlahan-lahan melunak, digantikan oleh ekspresi lapar yang jauh lebih mengerikan bagi Raditya.

​"Gwaaaaarrrrgh!" Induk Ogre itu meraung, lalu menunjuk ke arah panci kosong di tangan anaknya, kemudian menatap Raditya dengan tatapan menuntut.

​Ogre muda yang tadi kegirangan langsung menciut. Dia menunjuk ke arah Raditya dengan jarinya yang besar, lalu berteriak pada ibunya, "Mak! Mak! Manusia bau ini... dukun air enak! Bikin air keluar api! Mau lagi!"

​Ding!

​[Pemberitahuan Kelanjutan Misi]: Bos Regional (Induk Ogre) menuntut porsi yang lima kali lebih besar dari anaknya. Jika Anda gagal menyediakannya dalam waktu 5 menit, dia akan menggunakan Anda sebagai camilan pengganti.

​Raditya melongo, melihat ke arah pancinya yang kini sudah bersih mengkilap dijilat Ogre muda. "Sistem... tampaknya hari ini aku resmi jadi koki pribadi keluarga monster."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!