Kenalin,gua Nata Ghifari Ananjar.
Umur 18 tahun dan punya abang namanya
Rafa Ghifari Ananjar.
Abang gua ganteng ,banyak cewe yang nempel bahkan sampai nenek -nenek sekalipun nge- fans sama dia.
Abang gua paling suka tebar pesona didepan umum ,beda banget sama gua yang jengah liat kelakuannya.Walaupun begitu
gua sayang sama abang gua,begitupun sebaliknya.Dan
satu hal yang paling males buat gua,yaitu nganter abang gua yang keinginannya selalu aneh-aneh,kaya orang ngidam.Kalo nganter nya jalan kaki,gua harus ridho dikejar nyampe ngos-ngosan oleh ibu dan bapak kompleks ,yang lihat gua kaya maling.
Apabila gua kena sama kejaran mereka,bakalan abis ni muka gua ,bahkan nama gua juga bakalan tak kalah terkenal sama abang gua.
Dan gua juga diberi gelar" Tak kalah Tampan" oleh cewe-cewe yang bikin gua ilfil sama mereka.
Dah lah yah bang neng,ikutin aja kisahnya, Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Menginap
"HALLO EVERYBODY ,KEMBALI LAGI BERSAMA RAFA ORANG TERGANTENG SEANTERO JAGAT RAYA.Jangan lupa! like coment and Subscribeeeeeee"Teriak Rafa dengan kerassss setelah menggebrak meja ruangan dengan keras.
"Rafa,apa-apaan sih kamu?teriak-teriak kaya orang ke sasetan aja"Ucap ayahnya yang kini tengah menutup kedua telinganya dengan keras.
"Kesetanan yah bukan kesashetan"Sahut Nata yang mulai jengah dengan kelakuan mereka.
"Nah betul,itu maksudnya"Ucap ayah kembali yang membuat Nata semakin stress.
"Eh...kalian malah ngacangin.Lagi pada apa sih?seru amat"Sela Rafa kepada kedua lelaki dihadapannya yang tak lain adalah ayah dan adiknya.
"Bang mandi dulu sana,udah bau tengik tuh badan lo"Titah Nata
"Et......apa-apaan kau Sukijan?memerintah seorang pangeran dengan seenaknya"Ucap Rafa yang lebaynya mulai kambuh .
"CEPAT MANDI RAFA,BACOT MULU LO"Bentak Nata yang berhasil membuat Nata dan ayahnya kaget dadakan.
Menurut mereka,Nata memang selalu disiplin bahkan jika keluarganya melakukan kesalahan .Tak segan-segan dia akan mengingatkannya dengan tegas.
"Wesss.... kalem mamank,oke gua mandi.Tapi setelah ini gue ikut gabung ya"Ucap Rafa yang meninggalkan mereka dengan senyum kecilnya.
Pandangan Nata kini beralih menatap ayahnya yang sangat khusyuk dengan permainan yang dimainkannya.Sedangkan ayahnya malah ngoceh tak karuan karena Nata hampir saja mengalahkannya walau dalam keadaan santai.
"Ayah ,Nata mau tanya boleh?"Pinta Nata secara spontan.
"Tanya apa?"Ayah Fadli bertanya
"Katanya mau cat rumah ,kapan?"Tanya Nata yang mengingat bagian depan rumahnya yang mulai sedikit pucat.
"Rencananya sih besok ,tapi karena ayah ada meeting dadakan ayah gak bisa ikut.Abang mu juga terlihat sedang sibuk kuliah ,pasti gak bisa bantu kamu akhir-akhir ini"Ucap Ayahnya yang masih fokus memainkan game nya dengan cermat.
"Kalau gitu biar Nata aja,lagian teman-teman Nata katanya mau nginep disini.Kayaknya mereka bisa bantu Nata nanti, gimana menurut papah boleh gak?"Ucap Nata dengan panjang lebar kali tinggi juga alas.
Papahnya menimang -nimang terlebih dahulu.Lalu mengangguk setuju walau raut wajahnya tidak sesuai dengan apa yang ia dukung.
"Oke ,ayah nanti akan kabarin mamah.Soalnya mamah lagi nginep di rumah nenek dan gak bisa pulang untuk lima hari ke depan"Papar ayahnya yang membuat Nata membulatkan matanya seketika ditempat.
"APA?MAMAH KE L.A?KO GAK NGABARIN NATA SIH?"Sahut Nata dengan raut wajah yang tak percaya .
"Jangan teriak -teriak Nata,ini bukan ajang mengahancurkan rumah dadakan"Kata ayah Fadli dengan nada ketus.
Nata terkikik kecil melihat ayahnya yang kini merasa kesal olehnya.
"Papah juga mau kesana?"Tanya Nata kembali.
"Enggak,karena gak ada pemberitahuan tentang bisnis diluar negri.Mungkin hanya menjemput mamahmu saja di bandara"Sahut ayahnya yang diiringi kepala Nata yang manggut-manggut.
"Terus kenapa gak kabarin Nata?pantes aja mamah jarang keliatan"Nata
"Gak tau "Sahut ayahnya dingin
"Nyesel nanya"Sahut Nata dengan tampang cemberut.Lalu Nata membuka suara lagi karena ada suatu hal yang baru diingat untuk dia ucapkan kepada orang tua nya.
"Oh iya pah,minggu depan Nata ada acara nginep di puncak.Papah setuju gak kalau Nata ikut?"Tanya Nata yang mulai merileks kan wajahnya kembali?emangnya bisa ya?bisa ko Nata kan buktinya.
"Acara apa?"Tanya Ayah Nata bernama Fadli
"Penelitian"Nata
"Oh"Ayah Fadli
"Ko oh doang sih yah?"Tanya Nata dengan kesal
"Setuju"Ayah
"Apanya sih?gaje bett"Marah Nata yang masih dia pendam agar tidak melakukan hal-hal aneh.
Nata memang gampang marah,karena dirinya selalu berkepribadian simpel yang langsung mengarah pada intinya.
"Ayah ngizinin kamu,tapi hati -hati disana ya!Ayah akan persiapkan barang-barang yang kamu butuhkan"Kata ayah dengan antusias,kemudian mengusap kepala Nata dan...
Pletakkk
"Aduhhh.....ko ayah mukul sih?"Tanya Nata yang meringis karena kepalanya digetok ayahnya secara tiba-tiba.
"Hehhe becanda"Sahut Ayahnya yang kini cengengesan.
"HALLO FANS -FANS RAFA YANG BAIKKKK HATI DAN TIDAK SOMBONG,RAFA KEMBALI DATANG UNTUK BERTEMU KALIAN SECARA GRATISSS ..TIS..TISS...TISS"Teriak Nata dengan suara yang menggema membuat orang yang tadinya sehat mendadak sakit.
Alhasil dirinya diberi hadiah berupa dua getokan ,yang tak lain dari ayahnya dan adiknya.
"Kebiasaaan"Tegur ayah
"Gue rela pala lo ancur bang"Sindir Nata yang membuat ayahnya tertawa terpingkal-pingkal,padahal kan gak lucu.
Malam itu mereka habiskan bersama dengan keharmonisan keluarga tanpa kehadiran ibu yang biasanya selalu disisi mereka.
Tapi suasana tetap ramai hingga warna langit dan suhu ruangan mulai berubah seiring berjalannya waktu.Setelah
dirasa cukup lelah,mereka masuk kedalam kamar tidurnya masing-masing untuk beristirahat.
Tak lupa mencuci tangan dan kaki terlebih dahulu sebelum beranjak menuju alam mimpi yang ingin digapai mereka.
Setelah dirasa selesai dengan ritual rutin yang selalu dilakukan oleh keluarganya,akhirnya mereka tidur dengan terlelap menunggu hari yang akan terus berganti.
--------
Keesokan harinya....
Nata and the geng kini tengah duduk diruang perpustakaan pada jam istirahat pertama.
Mereka berbincang -bincang dengan topik berbeda-beda yang isinya kebanyakan unfaedah,tapi mereka tetap menikmati suasana baru itu dengan nyaman dalam satu genggaman.
Arian pun melakukan hal yang sama hingga ia lupa tujuan dirinya berkumpul bersama mereka.
Setelah suasana mulai hening,Nata mulai angkat suara...
"Bro...kalian jadi gak nginep hari ini?"Tanya Nata menatap satu persatu teman-temannya.
"Jadi dong masa tidak"ujar Rizki
"Kalau kamu tidak merasa repot,kita akan datang ko"Sahut David yang diberi acungan jempol dari para kawannya
"Gak sama sekali,tapi boleh gak gue minta bantuan?"Tanya Nata kembali kepada mereka yang sekarang dilanda bingung berjamaah.
"Bantu apaan ?"Tanya Wilfred kali ini.
"Cat rumah gue hehe,kalem cuma bagian depan doang nya ko.Mau gak?"Tawar Nata kepada mereka.
"Yaelah kalo itu mah sih masalah gampang,serahin aja sama kita"papar Rafgan dengan gaya sombongnya.
"Iya Nat urusan gituan mah kecil"Sahut Rafgan dan Aaric secara bersamaan.
"Makasih ya ,maaf gue jadi repotin kalian"Nata
"Selow aja mamank,kita bawa hepi aja hari ini"Tutur Lais yang sedang merapihkan rambutnya
"Baiklah "Nata
"Asiyapp santuy"Ucap mereka secara bersamaan.
Arian pun ikut menyahut karena menurutnya berada di sisi mereka sangatlah nyaman.
Lagian beberapa akhir ini dia sering kali mengacuhkan keinginan Devian walau dirinya sudah diancam mati-matian.
Pikirannya selalu berubah-rubah karena dia enggak mau mengambil resiko yang lebih besar lagi untuk keselamatan dirinya sendiri dan keluarganya.
Hari itu mereka habiskan bersama dengan teman baru dan suasana baru yang membuat mereka terlihat semakin akrab satu sama lain.
Walau mereka kini di limpahkan banyak sekali masalah,jiwa-jiwa mereka tetap santuy sekaligus waspada agar hidupnya tidak terlalu monoton dalam kesibukan.
Hingga bel pulang sekolah mengakhiri perjumpaan mereka dan akan mulai tergantikan dengan suasana yang berada di lingkungan luar.
-
-
-
Asalamualikum kakak -kakak.
Makasih nih suport nya,walau cerita nya sangat -sangat urakan .Tapi kalian tetap membacanya sampai tuntas dari bab ke bab.
Maksih banget ya:)
Apalagi yang udah setia menyimpan cerita ku di favorit.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya.
Dah...
aku akan membantumu menyelesaikan misterinya
KEMANA AJA KAU THOR😭😭
SEMANGAT DONG!!!! 🔛🔥
JANGAN PHP'IN KITA SEMUA DONG THOR LANJUTIN DONG CERITANYA😭
AWAS KALO GK DI UP AKU GENTAYANGIN RUMAH MU👿
semangat 😊