Bentley Reagan Carter masih betah menjomblo di usianya yang hampir kepala empat karena gadis yang selalu posesif padanya.
Elna Alexandra Graham, seorang gadis yang mencintai adik dari sang ayah, dan tenyata cinta itu juga berlabuh di hati pria matang itu...
tapi Elna tidak tau ada rahasia apa di balik pria itu, apa mereka bisa bahagia? atau malah cinta mereka terhalang restu keluarga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kembali ke sekolah
setelah acara di rumah besar, mereka semua berpisah bahkan Elna sudah menarik Ben untuk pergi meninggalkan Saga yang akan pulang bersama orang tuanya.
keduanya kini berada di sebuah mall untuk berjalan-jalan mencari tas yang di inginkan oleh Naura.
bahkan mereka juga menyiapkan liburan untuk keduanya agar lebih romantis lagi.
dan itu bisa di jadikan alasan Elna untuk menginap di rumah Ben, karena waktunya bertepatan dengan papa David dan mama Mei berlibur ke Dubai.
bahkan Elna juga membelikan mantel couple untuk kedua orang tuanya, Ben benar-benar memanjakan keponakannya itu.
"mau beli apa lagi sayang?" tanya Ben yang memperhatikan gadis di sampingnya itu.
"boleh aku ke bagian pakaian wanita honey, ah aku ingin membeli piyama," kata Elna memeluk lengan Ben dengan mesra.
"apapun untukmu, jika mau kamu bisa membeli semua isi tokonya juga jika mau," kata Ben tertawa.
Elna benar-benar senang, dia sudah membeli beberapa piyama yang kemarin di kasih tau oleh temannya Nana.
dan tak mengira jika itu adalah gaun malam yang begitu seksi dan menggoda, dan beruntung Ben tak tau, atau dia bisa dalam bahaya.
setelah selesai mereka pun memutuskan pulang ke rumah Samuel.
saat masuk kedalam hanya ada pak Dzul menyambut keduanya, Elna membawa belanjaan itu masuk kedalam.
sedang Ben menunggu di samping rumah, dia sedang merokok sambil duduk santai di kursi panjang di pinggir kolam.
Elna bergabung sambil membawa minuman, gadis itu pun langsung mengambil rokok Ben dan membuangnya ke tanah.
"berhenti memperpendek umur mu om," kesal Naura yang langsung berkacak pinggang.
Ben malah menariknya jatuh ke pelukannya, dan akhirnya Ben pun memeluknya sambil tiduran.
"iya sayang, dan temani om tidur, om terlalu lelah, dan besok aku harus mulai bekerja lagi," kata Ben yang mulai menutup mata.
aroma parfum Elna membuat tenang Ben dan membuat nyaman pria itu, begitupun Elba yang ikut tenang ksrebs aroma tubuh dari tubuh Ben yang begitu maskulin.
keduanya tidur begitu nyaman berdua di kursi panjang pinggir kolam renang, karena udara yang sepoi-sepoi menerpa Keduanya.
Samuel, Naura dan Saga pulang, tapi Samuel masih bingung melihat mobil Bugatti Veyron milik Ben yang masih terparkir di halaman rumahnya.
"apa Ben masih disini?" tanya Samuel pada pelayan Dzul.
"iya tuan besar, tuan muda Ben sedang bersama nona tidur di kursi di pinggir kolam, dan sepertinya keduanya begitu lelah," jawab pelayan Dzul.
"baiklah, sudah pa... mereka juga tak mungkin sampai melampaui batas, Ben juga tak mungkin merusak Elna, ayo naik saja," ajak Naura sambil membisikkan sesuatu.
sedang Saga memilih ke kamarnya, dan memilih bermain game online, terlebih dia juga sedang berusaha menjadi hacker.
Naura dan Samuel langsung berciuman dengan mesra saat di kamar.
Keduanya pun sudah saling melepaskan helai demi helai pakaian masing-masing.
Samuel sudah mencium leher jenjang istrinya itu, bahkan keduanya kini sudah dalam penyatuan.
Samuel pun menikmati setiap gerakan dari istrinya yang begitu sensual.
Keduanya pun menikmati olahraga panasnya sore itu, bahkan naura sampai kelelahan karena ulah mereka.
sedang Ben dan Elna sudah bangun tapi mereka tetap masih saling berpelukan di kursi itu.
tapi terdengar suara perut dari Elna, "kamu lapar honey?" tanya Ben.
"iya om honey,tapi aku ingin makan Burger buatan mu," jawab Elna.
"baiklah... ayo honey," jawab Ben yang bangun bersama Elna.
pria itu bersiap untuk masak, dia pun menggulung lengan bajunya, Keduanya terlihat begitu asik bersama untuk membuat burger.
Saga juga bergabung karena dia juga kelaparan, akhirnya setelah matang mereka makan bertiga dan kemudian Ben pulang karena masih banyak pekerjaan.
sesampainya di rumah, tenyata ada asisten Mike yang datang untuk melaporkan sesuatu.
mereka pun masuk kedalam penthouse mewah milik Ben, "apa yang perlu kamu laporkan?"
"ini adalah laporan tentang proyek di Lombok dan Kalimantan, dan Adnan menemukan aliran dana yang mencurigakan, terutama menuju ke kantong beberapa orang, dan asisten Diana juga sudah di bereskan," kata asisten Mike.
"baiklah, dan pak Hary, tolong ambilkan aku susu jahe hangat tawar, aku merasa perutku kurang enak," kata Ben.
"baik tuan," jawab pak Hary kepala pelayan rumah itu.
tak butuh waktu lama pesanan Ben dan minuman untuk asisten Mike, be tak menyukai penghianatan.
dia jug langsung memeriksa berkas-berkas yang di bawa oleh asisten Mike.
jadilah malam hari ini asisten Mike dan Adnan juga ikut lembur di tempat masing-masing.
keesokan harinya, Elba sudah berangkat lebih pagi sambil membawa kotak bekal untuk Ben.
dia pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, menuju penthouse milik Ben.
dan dengan mudah gadis itu masuk karena ini permintaan Ben yang tak ingin siapapun menghalangi Elna jika datang.
"selamat pagi nona," sapa pak Hary
"pagi pak, apa om Ben sudah bangun," tanya gadis itu.
"tuan Ben, lebih baik anda naik sendiri, dan nona bisa membangunkan beliau, silahkan ..." kata pelayan Hary.
Elna memberikan kotak bekalnya pada pelayan Hary untuk di siapkan.
sedang dia langsung berlari naik ke lantai dua, dan menemukan pintu besar disana.
dan Elna langsung masuk begitu saja, dia terkejut melihat Ben yang keluar masih mengunakan baju mandi.
"hei honey... kenapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu dulu, mau membantu om berpakaian," kata Ben saat melihat gadis itu masuk.
"ya!!! om mesum, kenapa masih belum siap, aku tunggu di bawah lima belas menit cepat turun!" teriak Elna yang lari begitu saja.
gadis itu bahkan malu melihat tubuh indah sang om, yang makin terlihat seksi seperti ini.
dia pun menunggu di meja makan, pelayan Hary mengerikan jus jeruk pada Elna.
"terima kasih pak, oh ya boleh minta Nugget ayam yang ada di kulkas, boleh pak?"
"tentu nona," jawab pelayan Hary.
tak lama Ben turun dengan setelan jas yang sudah rapi, bahkan Elna sampai terpukau melihat pria itu.
"sudah tampan honey, dan kamu sarapan duluan tak menunggu om mu ini?" tanya Ben mencium kening Elna.
"tidak kok om, aku sedang menunggu Nugget yang masih di goreng, dan ini tadi sandwich buatan judi bantu mama, jadi om tolong kasih nilai ya," kata Elna antusias.
"yakin, bukan mama mu yang buat dan kamu yang merepotkan dirinya," kata Ben tertawa.
"usah gak usah di makan, mending Ku buang jika om gak mau," kesal Elna yang mengangkat piring berisi roti sandwich itu.
"jangan atuh honey om, sini biar aku cicipi ya," jawab Ben langsung memakan roti itu.
Ben pun menyukai roti isi itu, dan kini giliran Elna yang juga ikut sarapan, setelah itu keduanya pun bersiap pergi.
mereka pun berpisah, Elna pun menuju ke sekolah internasional itu, terlihat dua temannya sudah menunggu.
semua siswa-siswi di sekolah kaget melihat mobil yang baru datang itu, pasalnya mobil itu baru ada di Eropa tapi gadis seperti Elna sudah memiliki mobil itu.
"hallo nona besar keluarga Graham, bagaimana jadi kita liburannya, ah aku tak sabar untuk itu?" tanya Nana.
"tentu sayang ku, aku sudah izin om dan kita di perbolehkan menginap di pulau pribadi miliknya, dan katanya semua sudah di persiapkan dengan sempurna," jawab Elna memeluk dua temannya itu
"manteb sekali, aku siap ikut sayang!" teriak Fafa senang.
"sudah-sudah kita bahas nanti saja, Sekarang kita masuk kelas dan aku tak mau di marahi si killer lagi," kata elna merangkul kedua temannya.
mereka pun berjalan beriringan menuju ke kelas mereka yang terletak di lantai dua.
begitu banyak siswa yang menggoda mereka bertiga tapi Elna menggubrisnya karena bagi gadis itu tak ada pria yang begitu sempurna seperti Ben.
dan di antara para pria, ada segerombol gadis yang tak menyukai ketiga gadis itu.
bagaimana tidak, sudah cantik, tubuh sempurna dan kulit putih mulus, terlebih lagi ketiganya adalah putri dari pengusaha sukses di kota itu.