NovelToon NovelToon
Be The Antagonist'S Wife

Be The Antagonist'S Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Selingkuh / Sistem / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: lailararista

Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.

"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Edwards island

Seperti yang susah direncanakan Edward sebelumnya, kini mereka pergi liburan ke pulau rahasia milik Edward. Semuanya sudah dipersiapkan dengan matang, dan hari ini, hari dimana mereka akan melupakan masalah sejenak.

Jet pribadi milik Edward mulai turun. Dari jendela, terlihat hamparan air laut berwarna biru kehijauan yang luar biasa indah, mengelilingi sebuah pulau kecil dengan pantai berpasir putih bersih dan vegetasi hijau lebat.

"Kita sudah sampai," seru Edward dengan wajah bersemangat.

Saat pintu pesawat terbuka, udara segar, hangat, dan berbau garam langsung menyambut mereka. Mereka turun disambut oleh beberapa staf yang sudah menunggu.

Georgio tanpa sadar merangkul bahu Cassandra, menariknya mendekat, seolah ingin memastikan wanita itu tetap di sisinya.

"Selamat datang di Edward's Island," ucap Edward bangga. "Semoga kalian menikmati liburan ini."

Mereka semua tersenyum bahagia mendengar ucapan Edward, Cassandra sendiri tidak menyangka untuk pertama kalinya dia bisa merasakan liburan, tentunya dia sangat bahagia, apa boleh dia bahagia sebentar saja?

Mereka menaiki beberapa mobil golf mewah yang telah disiapkan untuk mengantar mereka ke area resort. Perjalanan singkat itu memperlihatkan keindahan pulau yang terawat sempurna, jalan setapak yang teduh diapit pohon kelapa, bunga-bunga tropis berwarna cerah, dan suara ombak yang berirama lembut.

Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah kompleks vila utama yang menghadap langsung ke laut. Bangunan itu bergaya modern-tropis dengan atap jerami elegan, dinding kaca besar, dan teras kayu luas.

"Ini vila kita."ucap Edward.

Seorang kepala pelayan menghampiri mereka, membungkuk hormat, dan memberikan kunci.

"Papa dan Mama Karina akan menempati vila utama. Georgio dan Cassandra, kalian di vila sebelah timur. Dan Bara, kamu di vila sebelah barat," instruksi Edward. "Ini juga vila kalian, jangan sungkan untuk meminta apa pun."

Georgio mengangguk sopan, menerima kunci vila dari Cassandra. Cassandra sendiri tidak mendengarkan dengan jelas ucapan Edward, ia sibuk memandang takjub ke arah laut.

Bara, yang baru saja menerima koper kecilnya, langsung menoleh ke arah Cassandra dan Georgio.

"Sandra, kamu tidak mau satu vila denganku?" canda Bara, matanya melirik Georgio dengan sengaja, tampak sekali aura permusuhan Georgio saat mendengar ucapan bara.

Cassandra melirik sekilas dengan wajah datarnya."Ngapain satu vila denganmu, orang aku punya suami."ucapnya acuh.

"Dulu kamu bilang tidak mencintainya."ucapan bara kali ini mengagetkan Cassandra, dia melirik tajam Bara lalu beralih menatap Georgio yang hanya diam.

"Pergilah ke vilamu, Bara. Kalau tidak, aku akan menenggelamkan mu kelaut." Garang Cassandra sambil menunjuk arah vila Bara berada.

Bara tertawa kecil, melambaikan tangan, dan berjalan menuju vilanya. "Baiklah baiklah, Sampai jumpa lagi, Aku tunggu keponakan lucunya" teriaknya sebelum menghilang.

Wajah Georgio memerah tipis karena kesal. Ia menatap kepergian Bara dengan tatapan tajam.

"Jangan hiraukan dia, Gio. Dia memang seperti itu," ujar Cassandra sambil menyentuh lengan Georgio.

Georgio hanya mengangguk tipis, dan setelahnya mereka pergi ke vila mereka yang sudah di tetapkan Edward.

Vila mereka terasa luas dan mewah, didominasi warna krem dan biru laut. Jendela kaca setinggi langit-langit menyajikan pemandangan pantai pribadi yang indah. Di tengah ruangan, terdapat tempat tidur ukuran besar dengan kanopi tipis yang melambai tertiup angin laut.

Cassandra melempar tas tangannya ke sofa dan berjalan ke teras. Di sana ada kolam renang pribadi kecil yang langsung berhadapan dengan pantai.

"Ini indah sekali..." ucap Cassandra, napasnya terdengar lega. "Rasanya seperti berada di surga."

Georgio menghampirinya dari belakang, memeluk pinggangnya erat, dan menyandarkan dagunya di bahu Cassandra.

"Kamu suka?" bisik Georgio, suaranya dalam. "Kalau kamu suka, aku akan membawamu keliling dunia, biar bisa merasakan kebahagiaan seperti ini lagi."

Ia membalikkan tubuh Cassandra agar menghadapnya. Mata Cassandra menatapnya lurus. Pandangan mata Georgio terlihat begitu jelas dan tulus, membuat Cassandra merasa dicintai. Meskipun semua ini hanya permainan peran, perasaan itu terasa nyata.

"Terimakasih, Gio." jawab Cassandra, menyentuh pipi Georgio lembut. "Aku mencintaimu."

Georgio tertawa kecil. "Akhir-akhir ini, kamu semakin sering mengatakan itu."

"Aku akan terus mengatakan itu sampai mulutku berbusa."Georgio mengerutkan dahinya, merasa aneh dengan ucapan Cassandra. Tapi dia tidak mau ambil pusing.

★★★

Keluarga itu terlihat bahagia, dimalam hari tepatnya halaman kecil, menghadap pantai. mereka menyalakan perapian, membentang tikar dan segala macam makanan ada disana.

Bara dan Cassandra sibuk mengipas jagung panggang. Sementara Georgio dan kedua orang tua Cassandra duduk ditikar sambil bercerita kecil. Sesekali Bara selalu menjahili Cassandra, wajah Cassandra sedari tadi selalu ditekuk karena kesal terus dijahili Bara.

"Bisa diam gak!"kesal Cassandra menatap tajam Bara, dia bahkan berhenti mengipas jagungnya.

Bara tertawa kecil. "Kamu sekarang semakin lucu."ucap Bara membuat Cassandra memutar bola matanya jengah.

Sedari tadi Bara sibuk menggoda Cassandra dengan mengatakan kalau sebenarnya Cassandra tidak pantas menjadi istri Georgio. Georgio terlihat santai dan setia, sedangkan Cassandra pernah menyelingkuhi Georgio. Karena mengungkit masalalu, membuat Cassandra kesal setengah mati dengan Bara.

"Dari kecil memang lucu."balas Cassandra ketus.

"Tapi saya heran sama kamu dulu, Georgio sesempurna itu kok bisa diselingkuhin perempuan seperti kamu?"Cassandra melirik Bara tajam.

"Dari tadi aku sudah bilang ya! Berhenti membahas masalalu ku, Bara!" Suara Cassandra terdengar menggelegar hingga membuat tiga orang yang duduk di tikar menatap ke arah mereka.

Sedangkan Bara yang melihat wajah marah Cassandra bukannya takut, malah tertawa terbahak-bahak. Merasa menang karena telah berhasil menggoda Cassandra.

"Bara! Kamu godain Sandra lagi?"tanya Karina dengan tatapan tajam.

Bara menghentikan tawanya lalu menatap Cassandra yang masih menatap tajam dirinya, dia menyatukan kedua tangannya seakan meminta maaf.

"Iya deh maaf."ucapnya. "Tapi kalau dipikir-pikir ucapan saya ada benernya, kamu memang bodoh, malah selingkuh sama kerikil."lanjutnya dan kembali tertawa.

Nafas Cassandra memburu, dengan kesal dia menendang tepat di tulang kering Bara, refleks membuat Bara meringis menahan sakit. Cassandra beralih menghampiri tiga orang yang duduk di tikar, duduk disebelah Georgio. Sedari tadi Georgio hanya menatap pertengkaran kecil itu tanpa merespon apa-apa. Wajah kesal Cassandra terlihat lucu dimatanya.

"Udah jangan dipikirin soal Bara, dia memang seperti itu."ucap Karina menenangkan Cassandra. Cassandra hanya mengangguk kecil, lalu tersenyum kepada Karina. Dia tidak marah, hanya kesal sedikit. Apa yang Bara ucapkan juga semuanya fakta.

"Sandra, bakar-bakarannya belum jadi, kok udah pergi aja."Cassandra melirik Bara sekilas.

"Bakar aja sendiri, bakar juga tuh mulut sekalian, biar bisa diam."kesal Cassandra.

Edward dan Georgio hanya geleng-geleng kepala, tapi ada kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Rasanya kekosongan hari-hari mereka terbayar karena berkumpulnya hari ini. Mereka semua berharap hari ini jangan cepat berlalu, setidaknya biarkan mereka bahagia sebentar saja, setelah semua lika-liku di kehidupan mereka, merubah kepribadian mereka menjadi lebih dingin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!