Tak lebih indah dari intan permata
Mengurai ketulusan persemaian jiwa
Bukan dahaga pengemis duka
Bukan lara pelerai luka
Ikatan yang tak pernah berdiri
Diatas panggung perintih hati
Meski harus menari
Diatas duri-duri yang berbisik lirih
Demi ikatan yang berarti abadi
Sampai mata ini tertutup rapi
Dihadapan sang Ilahi.
***
Nadya Syafina (Nadin) harus rela dicabut uang bulanan nya oleh ayahnya. Setelah menolak dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya yang ternyata adalah mantan pacar Nadin.
Tanggung jawab terhadap Bunda nya yang sedang sakit dan adik kesayangannya memaksanya bekerja di sebuah kantin perusahaan.
Bagaimana Jika Bos perusahaan itu adalah musuh bebuyutannya dan seorang yang diam-diam mengaguminya dimasa lalu?
Bagaimana juga jika mantannya masih mengejarnya dan mengharapkannya kembali?
Lalu siapa yang akan dipilih Nadin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nasya kamila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Tamu Tak di Undang
Sebilah pisau
Tertancap manis
Di dada ini
Hingga tinggalkan
Sebuah goresan kecil
Dan timbulkan secercah tanda tanya
Kapankah luka itu akan sembuh?
Sekotak obat telah kau suguhkan
Tapi tak satupun
Bahkan jika engkau hadapkan
Segunung obat penyembuh luka
Niscaya akan sia-sia
Kecuali.....
Jika engkau merasakan apa yang ku rasa.
(Sadis banget aih)
****
Keesokan harinya aku bangun pagi-pagi sekali untuk pulang kerumah Bunda. Ya rutinitas tiap pagi aku harus ngantar Jeje ke sekolah nya. Beruntung aku punya Embul dan keluarganya yang selalu baik sama aku. Saat tau kerepotan ku mengantar Jeje sedangkan aku sudah mulai bekerja , Bapak memberiku sepeda bekas punya Embul dulu. Setidaknya Jeje bisa menggunakan itu tanpa harus menunggu aku antar. Beruntungnya aku.....
Ku kayuh sepeda GL (Goyang lutut) menuju rumah. Begitu sampai rumah tampak binar bahagia terpancar di wajah adikku itu. Ya Tuhan....
Begitu miris nasibku. Untuk membelikan Sepeda untuk adikku saja aku tak mampu.Sungguh teganya dirimu pada kami Ayah. Padahal Ayah hidup berkecukupan dengan istri dan anak tirinya sedangkan anak kandung nya ditelantarkan.
Kakak janji Je setelah ini kakak akan buat kamu dan Bunda bahagia.
Kini gantian Jeje yang mengantar ku kerumah Embul baru setelah itu dia berangkat kesekolah. Sementara aku pergi kerja bareng Embul dan Bapak.
Aku menatap gedung tinggi dihadapanku.
"Welcome back wahai gedung impianku" Ucapku dalam hati.
Ini kali kedua aku menginjakkan kaki ku di gedung ini. Setelah sebelumnya aku hanya sebagai pengantar gado-gado pesanan Bapak kini aku sudah menjadi bagian dari Ceva group meski hanya sebagai pegawai rendahan. Siapa tau suatu hari nanti aku bisa jadi bos disini. Halu banget lo Din!!!!
Ngomong-ngomong soal nama perusahaan ini, kok aku gak asing ya. Berasa pernah dengar gitu. Au ah gelap emang aku agak pikun juga sih.
Hari pertama kerja berjalan dengan lancar.Embul banyak membantuku. Aku salut sama Embul yang sangat cekatan dalam hal memasak, biarpun badannya agak gendut eh montok ,kalau dia denger bisa di tabok aku.
Yang aku sukai lagi,ternyata para karyawan disini ramah-ramah. Membuatku semakin betah bekerja di sini.Semangat Nadin.....
***
Sore harinya saat aku baru pulang kerja. Kulihat didepan rumah terparkir sebuah mobil yang aku tahu punya siapa itu?.
"Tante Cabelita, ngapain dia kerumah" Monolog ku.
Seketika perasaan tidak enak mencuat di hatiku. Meski sebelumnya aku sudah mengantisipasi bahwa dia akan menemuiku. Tapi aku tidak mengira kalau dia akan menemui ku dirumah yang otomatis ada Bunda di sana. Ku percepat langkahku masuk ke dalam rumah.
Aku melihat tante Cabelita duduk dengan angkuhnya di kursi reot kami. Sementara Bunda hanya duduk menunduk di depannya.Semoga aku belum terlambat dan semoga tante Cabelita tidak ngomong apa-apa sama Bunda. Aku gak mau kalau Bunda sampai kepikiran.
"Sudah datang rupanya anak durhaka ini" Ucap tante Cabelita saat melihatku di depan pintu. Aku tidak perduli dengan ocehannya. Aku segera menghampiri Bunda dan mencium tangan Bunda.
"Ada tamu rupanya, ada angin apa nyonya besar seperti anda ini mau repot-repot singgah di rumah reot kami? " Sindirku
"Cih kamu pikir aku mau masuk rumah ini. Kalau tidak ada urusan yang harus segera diselesaikan"
"Kita sudah tidak ada urusan lagi nyonya jadi silahkan anda pulang kerumah mewah anda" Ucapku Sinis
"Nadin gak boleh gitu, tante Lita itu tamu dirumah kita jadi kita harus hormati dia"Nasehat Bunda
Duh ela Bunda masih aja bersikap baik sama orang kayak gini. Bunda ingat ya, tuh perempuan yang udah merebut Ayah dari kita. Kalau aja para netizen tau, tu perempuan pasti langsung di hujat habis-habisan dan bakalan gak berani nunjukin diri karena saking malunya.
" Dengerin tu omongan Bunda kamu, dan pastinya Bunda kamu juga ngelarang kamu jadi anak durhaka. Makanya kamu harus terima di Jodohkan dengan Ale. Lagian apa susahnya sih Ale ganteng, pintar, kaya dan kalian juga saling kenal kan?Beruntung nya meskipun kamu bersikap tidak sopan kemarin Pak Dimas dan Ale masih mau menerima kamu "
Ya salam
Ingin rasanya ku kunci mulut nih tante. Jadi ketahuan kan sama Bunda.
"Jodoh, ini maksudnya apa? Nadin kamu jelaskan sama Bunda"
Mati aku.
Kira-kira Bunda marah gak ya aku belum memberi tahu Bunda dan nolak permintaan Ayah.
"Jadi kemarin Mas Rasya itu mau jodohin Nadin sama anak rekan bisnisnya, tapi Nadin nolak dan malah pergi. Untungnya mereka masih mau menerima. Saya datang kesini juga mau memberi tahu kan kalau pertunangan mereka akan dilaksanakan bulan depan"
Sumpah demi apapun, aku kira masalahnya udah selesai tapi gak tau nya malah jadi kayak gini. Aku benar-benar gak mau nikah sama Ale
Aku masih trauma di dua in. Lagi pula untuk mulai percaya sama dia lagi itu sangat sulit apalagi kami sudah lama tidak berhubungan. Lagian ngapain sih tu cowok pakek nerima perjodohan itu? Ceweknya kan banyak kenapa malah milih aku yang biasa-biasa aja.
Tiba-tiba ku dengar Bunda tertawa keras. Ini pertama kalinya ku dengar Bunda tertawa tapi entah kenapa aku merasa ngeri dengan tawa Bunda.
"Bilang sama Mas Rasya. Sebegitu buruknya diriku di hadapannya hingga mengenai Jodoh putri kami saja dia tidak mau membicarakan dengan ku dulu. Aku ini ibunya,aku yang sudah mengandung nya selama 9 bulan dan berjuang mempertaruhkan nyawa demi melahirkan nya maka dari itu aku juga berhak memutuskan apa yang terbaik untuk putri kami.Karena Nadin sudah menolak maka aku putuskan tidak ada perjodohan.Bukan Mas Rasya atau aku yang berhak memutuskan siapa jodoh Nadin.Hanya Nadin sendiri yang akan menentukan" Ucap Bunda tegas
Amazing
Ini baru Bundaku Tegas dan berwibawa. Huh... lega rasanya.
"Ka-mu..... tunggu saja, aku akan bikin kalian menderita dan kamu Nadin mulai saat ini tidak ada uang bulanan untuk kamu"
Kini giliran aku yang tertawa. Sudah ku duga, sayangnya aku sudah tidak terpengaruh.
"Benarkah seperti itu tante? Sayangnya aku tidak kaget. Bukannya setiap bulan tante sudah mengambil hak kami. Silahkan tante ambil semuanya aku sudah tidak perduli. Tapi ingat, kalau sampai tante mengusik Bunda dan Jeje aku pastikan tante akan menyesalinya seumur hidup" Ancam ku. Sekali-kali wanita sombong ini perlu diancam.
"Berani kamu sama aku"Tante Lita mengangkat tangannya hendak menamparku tapi segera ku tepis dengan memegang tangannya dan menghempaskan nya
"Ck ck ck tidak semudah itu menamparku tante. Sebelum kesabaran ku habis, silahkan tante keluar dari rumah ini" Usir ku
"Tunggu pembalasan ku" Ucapnya lalu keluar dari rumahku.
Huh menghadapi tamu tidak diundang ternyata lebih menguras tenaga dari pada bekerja seharian.
*
*
*
Maaf ya lama Up nya.Soalnya ada saudara lagi hajatan.
Jangan lupa Like, komen and Favorit in. Kalau ada lebihan poin bolehlah disumbangin 🤭🤭🤭
mf y thor,ini cm pendpt q sndr aja🙏