NovelToon NovelToon
BASTIAN

BASTIAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: karmela

Bastian, gak sebaik dan gak sesempurna yang kalian kira guys. Lihat kisahnya disini, dimana dia hanya menyewa seorang wanita, hanya untuk memenuhi keinginan sang mama, untuk memberikannya cucu.

Tara, terpaksa mau untuk menolong keluarganya, hal yang makin membuat bastian benci sekaligus mulai sayang padanya, tapi bastian terlalu bodoh dan gensi untuk mengakuinya.

Bagamana kisah bastian.
Masih pada inget sosok bastian gak?
udah pernah saya post, satu part, mau dilanjutkan di buku baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6 - PERNIKAHAN

Setelah semua persiapan dilakukan mama Bastian, yang sangat bahagia dan tak sabar, akhirnya hari itu pun tiba. Bastian dan Tara akan segera menikah. Tara sendiri sudah lulus sekolah, dengan Sabrina. Bahkan bastian dipaksa mamanya untuk ikut datang keacara kelulusannya.

"Huft..."

Tara ada didepan sebuah cermun rias. Duduk didepan meja riasnya, dengan pantulan dirinya, tara tersenyum manis menatap dirinya sendiri, baru kali ini tara melihat dirinya sangat cantik. Memuji diri sendiri tak apa kan? mengenakan gaun pengantin yang indah, ahh tara ingat, bagaimana dulu setiap kali akan tidur, tara kecil selalu meminta ibunya untuk mendongeng. Kisah putri cantik yang mendapatkan seorang pangeran, menikah dan hidup bahagia.

"tidak tara, ini jauh dari dongeng itu. Jalani dan terima saja."

Tara segera menghentikan khayalan indahnya, Bastian bukan pangeran sebaik didongen, dia harus segera hamil setelah ini lalu pergi.

"Ta, sudah siap."

Dari balik pintu terdengar suara wanita paruh baya yang membuat tara seperti ini. Ibunya. Tara menoleh dan tersenyum padanya. Pada akhirnya Bastian juga harus datang dan menenui ibu dan bapaknya, Tara dan Bastian hanya menceritakan sebagian cinta palsu mereka, tidak seluruhnya.

"cantik banget anak ibu..."

Ibu Tara mendekatinya dan memeluk taranya. Tara hanya tersenyum juga memeluk ibunya erat.

"makasih ibu. Anak siapa duluuu... ibunya juga cantik anaknya juga dong."

Tara senang, operasi pemasangan ringnya berhasil. Tara lega, walau harus berkorban sampai seperti ini. Tara sampai menangis.

"Uluhh... jangan nangis nanti riasannta rusakk..."

ibu tara mengusap air mata tara. Tara minta maaf, dia kembali tersenyum. Tak lama bapaknya juga datang, melihat anaknya yang dulu kecil ternyata akan menikah.

"Yuk.."

Tara mengakaitkan tangannya kelengan sang bapak. Mereka menuntun tara berjalan keluar. Ke altar pernikahan, disebuag gedung tertutup dengam dekorasi yang indah, hampir semuanya berwarna putih. Warna yang suci, tapi tak sesuci niat hati mereka.

'maaf..'

Tara melirik kedua orang tua yang menggandengnya. Maaf karena tara membohongi mereka. Maaf karena tara tak mengatakan yang sejujurnya.

***

Semua kolega bastian sudah datang, mama bastian sudah tak sabar melihat calon menantu yang sangat dia sayang, walau baru beberapa kali bertemu dan tau, mama bastian yakin kalau tara anak yang baik, dia sangat sayang orang tuanya, cukup dengan itu.

"Tara mana ya?"

Sabrina yang juga ada disana tak sabar melihat sahabatnya hari ini. Tara masuk dengan ibu dan bapaknya, berjalan ke altar pernikahan dan mendekati Bastian. Bapak tara mengulurkan tangannya, menyerahkan tangan tara untuk dijaga oleh bastian. Bastian menerima uluran tangan itu, tersenyum menatap tara yang memang cantik.

"saya berjanji akan menjaga sengan baik, pak." Kata bastian pada bapak Tara.

Kata manis bulsyet yang tara suka tapi. Tara dan Bastian mengucapkan janji pernikahannya. Pernikahan itu berjalan dengan lancar, Bastian tak mengundang Lala untuk hal ini, Bastian belum bisa melihat lalanya, dia hanya mengundang tania.

"Bas, selamat ya."

Dengan lapang dada, Tania datang dan mengucapkan selamat. Bastian menjabat tangan tania, tania bahkan memeluk bastian.

"kamu juga, selamat berbahagia dengan Bima ya Tan. Saya yakin bima jauh lebih baik."

Tania hanya tersenyum, yang dicari datang, Bima. Dia memberi selamat pada bastian dan Tara. Tara yang tak tau apapun hanya sepintas ikut mengobrol dan menemani Bastian. Hingga acara selesai.

"ough...."

Tara jarang sekali memakai heels lama, tapi hari ini harus. Sampai kaki tara sakit, Tara mencari celah untuk melepaskannya.

"Ta, yuk kesana. Temuin tamu lagi."

Kata sabrina menghampiri Tara, baru saja melepaskan sepatunya, dia harus memakainya lagi. Sabrina melirik ke kaki tara yang dia pijat sejak tadi.

"Kenapa Ta?" tanya sabrina.

"Sakit Bin, dikit sih. Gak biasa pakai sepatu heels."

Sabrina malah dapat ide bagus. Untuk mengerjai Omnya, semoga setiap hal yang dia lakukan bisa mendekatkan keduanya.

"Ya udah tunggu sini."

Sabrina meninggalkan Tara. Dia mendekati omnya. Bastian meminta sabrina untuk memanggilkan tara, untuk menemui teman-teman kantornya, untuk dikenalkan.

"Mana Na?" Tanya bastian pada sabrina yang datang sendiri.

"Tuh.. kasian kak. Kakinya sakit, gak biasa pakai heels."

Tara tak enak, dia hanya meminta waktu sebentar. Tara kembali mengenakaln sepatu heelnya dan berjalan pelan, sangat pelan. Bastian yang tak tega mendekatinya.

"Tahan sebentar lagi." bisiknya menuntun Tara. Mama, ibu dan bapak malah melihatnya manis.

Tara kembali menenui teman-teman bastian. Mengobrol dengan mereka. Hingga selesai. Tara satu mobil dengan bastian dan mamanya, juga sabrina. Sementara bapak dan ibu tara ada di mobil yang lain untuk diantar pulang. Tara sedih dan menangis, melihat mobil yang ditumpangi orang tuanya, mulai hari ini Tara gak akan satu rumah dengan mereka.

"sayang, kenapa?"

Mama bastian melirik tara yang menitihkan air mata. Tara langsung mengusap air matanya. Tara menggeleng.

"Tara gak pernah jauh dari ibu sama bapak, ma. Maaf." Kata tara meminta maaf. Mama bastian langsung memeluknya.

"nanti kan boleh sering-sering ke rumah kamu jenguk mereka."

***

Mereka sudah sampai di rumah besar bastian. Sabrina dan mamanm bastian turun, tara juga ingin turun, tapi karena terlalu menahan sepatu heelnya sejak tadi, kakinya merah, sakit dan lumayan bengkak. Tara melepaskan sepatunya. Bastian sudah duluan masuk, dikira tara tak apa-apa.

"Om, gendong taranya. Kakinya sakit om sampai bengkak."

Sabrina berteriak pada omnya. Tara langsung melotot dan memukul sahabatnya itu. Dia kan minta tolong bina buat mapah, bukan omnya buat gendong.

"Gak apa-apa Sayang, gak usah malu kan udah sah." Kata mama bastian.

Tara hanya diam. Bastian mendekati Tara dan langsung menggendongnya dengan gampang. Bastian menggendong tara hingga ke kamar. Mama bastian membawakan air dingin untuk mengompres kaki tara.

"Ma, jangan."

Ketika mama akan mengomores kaki tara, tara menahannya. Tara malu, masak orang tua menyentuh kakinya.

"gak papa sayang, biar cepet kempes bengkaknya. Nanti kalau kamu hamil gede, kaki kamu juga bakalan bengkak, nanti mama juga bakalan lakuin hal yang sama." kata mama bastian yang mulai mengompres kaki tara.

Bastian yang baru keluar dari kamar mandi langsung tersendak mendengar ucapan mamanya. Baru beberapa menit, pikiran mamanya sudah sampai kesana.

"Bas, jangan lupa pesan tiket buat bulan madu. Biar cepet mama dapat cucu. Tara gak keberatan hamil kan?"

"iya ma."

Tentu tidak, itu tugas utamanya. Bastian hanya mengangguk. Rencananya bukan seperti itu, tanpa menyentuh tara dan melakukan malam pertama. Bastian akan mengajak tara ke dokter untuk melakukan program hamil, tanpa berhubungan. Mungkin bulan madu bisa jadi alasan, supaya tak ketahuan renacanya.

Inseminasi intrauterine atau IUI.

-

Silakan cari ini di google buat yang gak tau. Karena sudah saya tulia dan kena sensorr banyakk... takutt

1
risna wati
Awalnya tertarik tapi setelah melihat bnyak typo jdi malas bacanya
Bangun Fitriadi
stop baca
Elda Juliana
kurang hot
Devi Sihotang Sihotang
haha..haha... lucu part ini
Tara
Maniez, Kalo bisa minta foto shirtless kak.. Tapi jangan yg duduk Kaya princess gitu, jadi ilang machonya🤭😱🤯🙈
Tara
Omg.. Guanteng Buanget.. Lope lope dach💕🤭😘
Tara
Keren.. 👍
Alyn Aziz
hadduuh...kok susah ya bacanya..
belibet..
krn sepasinya trlalu panjaang kadang bikin gk nyambung jadinya
🌻Ruby Kejora
Hai Kak salam kenal sukses yang semangat buat kakak😊💪💪
Yanti Natalia
lucu anak sm ibu kok dipanggil om dan tanta, aneh
re
Mulai
choi yongah
sukses selalu

💪💪💪💪💪

🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Jilioni MD: terimakasih 🙏
total 3 replies
choi yongah
amin ud tamat
sukses selalu thor suka banget ceritanya
ditunggu cerita selanjutnya
semangat
💪💪💪💪💪💪
Heny Ekawati
perlu dikoreksi lagi
🌻Ruby Kejora: Apanya yg di koreksi kak
total 1 replies
Heny Ekawati
masih nyimak blm mengerti alurx
Rizky Aidhil Adha
lngsung suegeerr eeh Thor,liat visualx Bastian😍😍
Rizky Aidhil Adha
hayyuuuuk jaaahh Tian😉😘😘
Rizky Aidhil Adha
dunia milik brdua,yg lainx ngontrak 😏😀
Ingrid Patty Karyadi
thor..coba jangan terus2an ngambek..bosan
chipa'm
sabrina koq panggilnya om sih kan sepupu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!