NovelToon NovelToon
Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Cinta Murni
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Aurely Tania Baskoro, dulu percaya hidup akan selalu memihaknya. Cantik, mapan, dicintai, dikagumi. Ia tak pernah mengenal kata kekurangan.

Namun ketika kebangkrutan merenggut segalanya, Aurely harus meninggalkan kota, kampus, dan orang-orang yang katanya mencintainya.

Desa menjadi rumah barunya, tempat yang tak pernah ia inginkan.

Di sana, ia melihat ayahnya berkeringat tanpa mengeluh. Anak-anak kecil bekerja tanpa kehilangan tawa, orang-orang yang tetap rendah hati meski punya segalanya... Dan Rizky Perdana Sigit, pemuda desa yang tulus menolongnya..

Pelan pelan, Aurely belajar bahwa jatuh bukan akhir segalanya. Harga diri tidak selalu lahir dari kemewahan. Dan kadang pertemuan paling penting… terjadi saat kita berada di titik paling rendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 25.

Santi yang sadar dirinya sedang ditatap Aurely, sekaligus mendengar pertanyaan Rizky, langsung menggelengkan kepala dengan cepat.

“Bukan aku, Rel. Bukan aku yang cerita ke Mas Rizky,” ucap Santi ketakutan, khawatir dituduh oleh Aurely.

“Kok Mas Rizky bertanya begitu?” gumam Aurely sambil menatap wajah Rizky dari samping.

Sesaat, jantung Aurely kembali berdegup lebih kencang ketika kedua mata mereka begitu dekat . Kulit Rizky memang tidak seputih Kevin, namun auranya justru membuat dadanya berdebar. Debar yang anehnya menghadirkan rasa tenang dan nyaman.

“Aku cuma menebak-nebak saja, kalau Mama-ku mungkin bersikap kurang menyenangkan di hatimu,” ucap Rizky pelan, namun berhasil membuyarkan lamunan Aurely.

Aurely segera mengalihkan pandangannya ke depan. Ia bahkan sedikit menunduk, khawatir rona merah di pipinya terlihat oleh Rizky atau Santi.

“Hm… mungkin Bu Retno memang tegas pada karyawan,” jawab Aurely akhirnya.

Rizky hanya tersenyum kecil sambil terus melajukan mobilnya.

Tak lama kemudian, dari arah belakang terdengar suara imut Elin.

“Bude Retno itu aslinya nggak galak kok.”

“Iya, Mbak. Mungkin Bude Retno lagi galau aja,” sahut Elang. “Lagi kangen sama Pakde Sigit,” lanjutnya.

“Betul, betul, betul,” timpal Elin dengan nada serius. “Aku kalau lagi kangen Dik Embul juga bawaannya pengen marah-marah ke Elang.”

Elang menoleh ke arah Aurely.

“Mbak Aurely juga pernah galak ke kita,” ucapnya.

Wajah Aurely langsung terasa memanas.

“Tapi kan aslinya Mbak Aurely juga nggak galak,” lanjut Elang cepat.

Mobil melaju dengan tenang, diiringi suara mesin yang stabil. Aurely menarik napas pelan, seolah sedang menimbang sesuatu di benaknya. Ia melirik Rizky sekilas, lalu memberanikan diri membuka suara.

“Mas Rizky…” panggilnya ragu.

Rizky menoleh sekilas sambil tersenyum tipis. “Iya, Mbak?”

Aurely menggenggam tas di pangkuannya. “Papa Mas… Pakde Sigit… sekarang sedang tidak di rumah, ya?”

Rizky terdiam sejenak sebelum menjawab. Sorot matanya tetap tenang, meski ada sesuatu yang samar terlintas di sana.

“Iya. Papa lagi pergi jauh.”

“Pergi ke luar kota?” tanya Aurely pelan, berusaha terdengar biasa saja.

Sebelum Rizky sempat menjawab lebih jauh, suara Elin kembali terdengar dari bangku belakang.

“Pakde Sigit pergi jauh banget, Mbak Aurely,” ucapnya polos.

“Iya,” sambung Elang. “Katanya lama. Bisa berbulan-bulan.”

Aurely menoleh ke belakang, menatap kedua anak itu dengan ekspresi lembut. “Lama sekali, ya.”

Elin mengangguk. “Makanya Bude Retno sering kelihatan capek. Kadang senyum, tapi matanya sedih.”

Rizky menggenggam setir sedikit lebih erat, namun suaranya tetap terdengar tenang.

“Papa harus menyelesaikan urusan penting di sana. Doain saja semoga semua lancar.”

Aurely kembali menatap ke depan. Ada rasa hangat sekaligus iba yang menyusup di dadanya. Kini ia mulai mengerti, ketegasan Bu Retno, sikap Rizky yang dewasa sebelum waktunya, dan rindu yang diam-diam mengisi rumah itu.

“Semoga Pakde Sigit cepat pulang,” ucap Aurely tulus.

Rizky tersenyum kecil. “Aamiin. Terima kasih, Mbak.”

Di bangku belakang, Elin bersandar ke Elang. “Kalau Pakde pulang, Bude pasti nggak galak lagi.”

Elang mengangguk mantap. “Dan rumah jadi rame lagi.”

“Dan kita jalan jalan ke molll kota sama Pakde Sigit. “ timpal Elin sambil tersenyum.

Aurely ikut tersenyum. Untuk pertama kalinya, ia merasa sedikit lebih dekat dengan dunia Rizky, dunia yang sederhana, penuh tanggung jawab, dan diam-diam menyimpan kerinduan.

Beberapa saat kemudian mobil sudah ke luar dari jalan desa. Di depan lalu lintas sudah sangat ramai. Jalan raya tingkat Nasional di depan mata mereka.

Dengan hati hati Rizky membelokkan arah mobil ke kanan.. mobil sudah melintas jalan nasional. Ke arah kota, bukan ke arah pasar desa.

Namun Rizky melajukan mobil pelan pelan dan mengambil jalur kiri. Beberapa meter kemudian.. Rizky menoleh ke kiri, sekilas.

“Itu kampusnya.” Ucap Rizky lebih tertuju pada Aurely.

Aurely menoleh ke kiri. Ada gerbang besi besar dan tinggi ada tulisan nama kampus. Halaman kampus itu sangat luas. Namun dari depan hanya gerbang yang terlihat.. di kanan kiri gerbang deretan toko toko dan kios kios di sepanjang jalan nasional. Sangat berbeda dengan kampusnya dulu.

“Kios Mas Rizky di mana?” tanya Aurely karena mobil terus berjalan pelan pelan.

“Di sana.” Jawab Rizky singkat.

Mobil terus melaju, saat ada jalan cabang , mobil belok ke kiri. Melintas di jalan yang lebih sempit. Masih jalan beraspal namun tidak sehalus jalan raya Nasional.

Di kanan kiri jalan banyak kios kios dan rumah rumah warga ..

Setelah mobil berjalan kira kira lima ratus meter.. kedua mata Aurely melihat di kiri jalan ada pagar besi yang cukup panjang.. Aurely menoleh ke kiri.. di dalam pintu pagar itu ada bangunan bangunan.. ada hamparan rumput.. ada pula hamparan sawah. Dan banyak anak anak muda di ada dalamnya, atau pun sedang berjalan di pinggir jalan. Dari pakaian yang mereka kenakan, Aurley telah paham. Mereka adalah mahasiswa.

“Itu pagar samping kampus.” Ucap Rizky pelan, “sebagian besar mahasiswa keluar masuk justru lewat pintu samping.” Ucapnya lagi..

Aurely hanya mengangguk. Perasaan hatinya kembali berkecamuk.. rindu akan dunia kampusnya dulu..

Tidak lama kemudian mobil menepi di depan sebuah ruko kecil.. Rolling door sudah terbuka.. ada dua etalase di sebelah kanan dan kiri.. ada juga bangku bangku serta meja..

“Ini kios baru kita!” teriak Elin dan Elang segera membuka pintu mobil. Kedua bocil itu langsung meloncat turun.

“Ayo kita turun.” Ucap Rizky sambil membuka sabuk pengaman, “Aku memilih kontrak kios di sini dengan pertimbangan lebih murah dari pada yang pinggir jalan raya.” Ucapnya sambil menoleh ke arah Aurely.

“Juga rumah rumah kost lebih banyak di sekitar jalan ini.” Ucap Rizky lagi.

“Iya Mas , mahasiswa juga terlihat lebih banyak ke luar masuk dari pintu samping.” Tambah Aurely sambil membuka pintu mobil.

Sebelum Aurely turun dari mobil, terdengar suara langkah kaki tergesa dari dalam ruko itu.. tidak hanya sepasang langkah kaki..

Kedua mata Aurely menatap ke arah ruko.. dua pemuda berseragam catering Bu Wiwid keluar dengan senyuman lebar penuh semangat.. dan di belakang dua pemuda itu masih ada lagi satu orang.. seorang perempuan

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lha dalah kenapa mlh jd 2 orang yg menjatuhan sih
ohh ndak kapok2 nya
apa mau dekam di pe jara lebih lama lagi
boar di intilin om wowo di teroro bru tau
Arieee
😡😡😡Nurul si biang kerok yang gak kapok kalo belum masuk penjara
Arias Binerkah: Iya tuh Nurul anak Pak Sastro pelit bin licik
total 1 replies
Lisa
Moga setelah diadakan pengajian org² yg biasa makan.di warung itu lebih yakin bahwa warung itu bersih dr hal² mistis
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ini si Nenek Lyncah kenapa jadi ikut2an Nurul 🙄🙄
Ai Emy Ningrum: bikin duet maut 😹😹 nyanyi dangdut sambil ngedebus 👻👻
total 12 replies
Siti Naimah
woalah..itu kok ada aja orang yg mau disuruh sama Nurul dan Nelly..maklum mungkin diberi upah yg banyak ya?
nurul supiati
masuk penjara om wowo sekalian 🤣🤣🤣 nurul dan bpknya🤣🤣
Arieee
Nurul kalo gak masuk penjara gak mungkin kapokkkkkkK 😡😡😡😡😡
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lahfalah piye too iki
mlh dadi kocar kacir
mg2 wae dang di out ben dang kapok
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ehhh hayoo siapa neror itu

nahh udh di pringatin kok mlh ttp ngeyel aja
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lhaaa udh mimpi kek gtu malah masih di terusin lagi mau nyebar rumor klo pake pesugihan .blm kapok rupanya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ehh di bilang om wowo nanti ya kok pake pesugihan segala hadehh cari mati rupanya
udh kalah tp g ngaku mlah mau bikin masalh baru lagi wis iki fix dek e ora waras utek e
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
pas para mahasiswa ngecek dapur dan gudang harusnya sekalian di videoin, biar ada bukti tuuh /Shy/
Ai Emy Ningrum: hmm 🧐🤔 ada mungkin seksi video2 nya ...sungguh sangat ngeselin 😕🫤
total 1 replies
Lisa
Moga rumor itu terkalahkan oleh pernyataan dr mahasiswa² yg udh liat ke dapur.
Lisa
Wah jgn sampe para mahasiswa itu percaya pd rumor itu..
Lisa
Pak Sastro ini udh tau anaknya salah eh malah dibelain dgn cara spt itu..liat aj tuh mana yg akhirnya kalah..
Siti Naimah
hari gini masih percaya sama hal2 klenik.ingat lho Nurul..kamu itu mahasiswi.. seharusnya logika dipakai😄
Nancy Nurwezia
fitnah emang kejam ya..
Thewie
manusia Dajjal si Nurul ini ya. untung bacanya pas HBS magrib KLO gak hampir batallah puasa
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
gak mungkin ini om wowo kan..? om wowo kan gak punya hape 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🤣🤣🤣 atau skrg om wowo udah melek teknologi, udh punya akun efbi, igoy, dll 🙄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: yoi.. om wowo kan siaga selalu 👻👻👻
total 7 replies
Nancy Nurwezia
dasar anak dan bapak sama2 sifatnya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!