NovelToon NovelToon
Bersinar Lah Bersama Matahari

Bersinar Lah Bersama Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Menjadi Pengusaha
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Menaklukkan Langit Rotterdam

BAB 30: Menaklukkan Langit Rotterdam

Januari 2026 yang dingin di Pelabuhan Rotterdam, Belanda, terasa sangat kontras dengan hangatnya sinar matahari di Garut. Namun, bagi Nayla, suhu udara yang menusuk tidak lagi menjadi penghalang. Ia berdiri di dermaga internasional, menatap kontainer berwarna biru dengan logo matahari emas yang baru saja diturunkan dari kapal kargo. Inilah momen yang melengkapi angka tiga puluh ribu kata dalam buku hidupnya: Basreng Matahari resmi mendarat di pasar Eropa.

Perjalanan menembus benua biru ini adalah ujian paling berat. Nayla harus melewati ribuan lembar dokumen, sertifikasi keberlanjutan yang rumit, hingga pergulatan batin untuk mengubah kemasan plastiknya menjadi serat organik yang ramah lingkungan. Namun, saat ia melihat perwakilan dari Green-Mart Europe—jaringan ritel organik terbesar di Belanda—mengambil satu kaleng contoh dan tersenyum setelah mencicipinya, Nayla tahu semua lelahnya telah terbayar.

"Mbak Nayla, ini bukan sekadar camilan. Ini adalah simbol bagaimana sebuah negara berkembang bisa memproduksi makanan dengan standar lingkungan yang bahkan lebih baik daripada perusahaan lokal kami," ujar Mr. Hans, sang kurator produk, dalam bahasa Inggris yang kental. "Anda telah mengubah persepsi kami tentang makanan ringan dari Asia Tenggara."

Nayla tersenyum tipis. "Matahari tidak hanya milik timur, Pak. Ia menyinari siapa saja yang mau membuka diri pada kebenaran. Kami membawa rasa jujur dari desa kami ke meja makan warga Eropa."

Kabar keberhasilan Nayla menaklukkan pasar Eropa meledak di tanah air. Di tahun 2026, di mana arus informasi bergerak secepat kilat, Nayla menjadi ikon nasional. Ia tidak lagi dipandang sebagai "Gadis Basreng", melainkan "Inovator Hijau Indonesia". Fotonya menghiasi sampul majalah bisnis internasional. Namun, di tengah semua kemilau itu, Nayla merasa rindu pada rumah.

Ia memutuskan untuk kembali ke Garut lebih cepat dari jadwal. Sesampainya di pabrik, Nayla tidak mengadakan pesta mewah. Ia justru mengajak seluruh karyawannya—Ibu-ibu yang dulu membantunya di gang sempit—untuk duduk melingkar di atas rumput taman pabrik yang hijau.

"Ibu-ibu, saya berdiri di sini hari ini bukan karena saya hebat," ujar Nayla dengan suara bergetar. "Saya berdiri di sini karena doa kalian yang terselip di setiap keping basreng yang kita goreng. Uang dari Eropa ini akan kita gunakan untuk membangun klinik kesehatan gratis bagi keluarga kalian dan dana pendidikan untuk anak-anak kalian. Karena Matahari Food bukan milik saya pribadi, tapi milik kita semua."

Suasana mendadak haru. Mak Sumi, karyawan tertuanya, memeluk Nayla sambil menangis. "Dulu kita cuma takut lapar, Nay. Sekarang kita malah kasih makan orang di luar negeri. Terima kasih sudah tidak meninggalkan kami saat kamu sudah tinggi."

Malam harinya, Nayla duduk sendirian di kantornya.

" Dalam perjalanan ini. Setiap saatnya mengandung tetesan keringat, aroma cabai, dan air mata kelegaan. Eropa adalah bukti bahwa mimpi yang jujur tidak akan pernah menemukan jalan buntu. Kita sering mengira bahwa untuk menjadi besar kita harus menjadi kejam, padahal untuk menjadi besar kita hanya perlu menjadi cahaya bagi orang lain. Hari ini kami menaklukkan langit Rotterdam, tapi hati kami tetap tertambat pada tanah Garut. Sinar matahari kami kini telah resmi menyinari separuh bumi, dan kami tidak akan berhenti sampai setiap sudut yang gelap merasakan kehangatannya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!