Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benci
"Nona kau baik-baik saja kan?"
Tanya seorang pria membantu Alessia untuk berdiri.
"Aku baik-baik saja",jawabnya menarik tangan nya dari pria itu.
Namun tidak jauh dari mereka, seorang pria dengan jas hitam rapi menghentikan langkahnya menatap mereka dengan tatapan dingin dan tajam dengan tangan yang tanpa sadar Ia kepal dengan kuat.
Namun pria di hadapan Alessia saat ini kembali menarik tangannya,"Tangan mu terluka begini?,apa yang terjadi?"
Alessia kembali ingin menarik tangannya,namun pria itu menahannya."Maaf,saya seorang dokter saya tidak bisa melihat sesuatu yang tidak baik di biarkan.Luka yang dalam tidak bisa di plaster harus di perban,atau tangan mu justru akan infeksi".Tegas pria itu yang kemudian langsung menarik tangan Alessia menuju ruangannya yang memang berada dekat di sana.
Namun langkah nya terhenti saat wanita yang di tarik nya tiba-tiba berhenti,hingga saat Ia berbalik melihat seorang laki-laki dengan wajah menakutkan dan aura kuat yang tak terbantahkan,menatapnya dengan tajam dan menahan tangan wanita yang saat ini Ia pegang.
"Lepaskan tangan istri saya"
Satu kalimat itu membuat sang dokter langsung melepaskan tangan Alessia,namun Ia balas menatap dengan tegas."Anda suaminya?,tapi kenapa membiarkan istri anda menangis seperti ini dengan tangan terluka yang tidak di urus dengan baik,saya pikir anda bukanlah suami yang baik.Saya hanya ingin menangani lukanya dengan baik"
"Saya bisa mencari dokter yang lebih baik",tegas Oliver menarik Alessia ke sisinya kemudian pergi begitu saja membawa Alessia menjauh dari pria dengan jas putih itu.
Namun saat mereka akan masuk dalam ruangan dokter,yang menjadi teman Oliver dan merupakan dokter pribadinya,Alessia menarik tangannya dengan paksa."Tidak perlu,aku bisa merawat diri ku sendiri tanpa bantuan siapapun" ucapnya dan berbalik akan pergi namun pria itu seperti sangat suka menahan seseorang.
"Tangan mu terluka apa benar karna aku?",tanya Oliver dengan menggenggam tangan Alessia saat ini,menahan agar wanita itu tidak pergi.
Alessia mencoba melepaskan tangannya lagi,namun kali ini genggaman pria itu sangat kuat hingga membuat tangannya sakit."Tidak!,ini karna aku yang tidak berbuat"
"Itu karena aku",tegas Oliver menatap Alessia dengan lekat melihat mata wanita itu yang sembab dan sangat jelas terlihat baru menangis.
"Lepas!,kau menyakiti ku!",Alessia tak kuasa menahan rasa sakit di pergelangan tangannya,namun pria itu sama sekali tidak melepaskan nya dan justru menarik nya masuk ke dalam ruangan dokter yang saat ini sudah di depan mata.
Alessia di paksa duduk di kursi yang menjadi kursi tamu di ruangan itu,namun Ia benci dengan sikap Oliver sekarang yang pemaksa dan egois.Hingga dengan cepat Ia bangkit dan berjalan cepat ke arah pintu namun langkah Oliver lebih panjang dan cepat hingga lebih dulu mencapai pintu kemudian langsung mengunci nya.
"Apa yang kau lakukan?", kesalnya menahan rasa marah dalam diri dengan sikap pria itu saat ini.
"Obati luka mu dulu,baru kita pergi"
Tidak punya pilihan lain,Ia hanya bisa pasrah membiarkan dokter merawat luka di tangannya.
"Nyonya Alessia kenapa tangan anda terluka begitu banyak?,dan kenapa lukanya dalam seperti ini?,apa yang terjadi?",tanya dokter pria paruh baya itu yang sudah kenal dengan Alessia sebagai istri Oliver.
Oliver yang mendengar itu menatap Alessia dengan tatapan yang sulit di jelaskan.
Namun melihat raut wajah Alessia yang biasa saja membuat dokter itu merasa aneh,dan balik melihat Oliver dengan bingung."Luka separah ini kenapa nyonya Alessia biasa saja?aneh,biasanya luka kecil saja sudah sangat heboh dan meminta perhatian tuan Oliver..."
Tidak ingin memikirkan begitu banyak, dokter itu langsung mengobati luka Alessia tidak ingin ikut campur begitu dalam dengan hubungan Oliver Dirgantara.
Setelah selesai, Alessia mengambil tas nya dan ingin langsung pergi.
"Aku akan mengantar mu pulang",ucap Oliver mengikuti dari belakang kemudian membuka pintu mendahului Alessia.
"Tidak usah,aku bisa pulang sendiri"
Setelah mengatakan itu Alessia membuka pintu dan berjalan lebih dulu,namun Oliver tetap mengikutinya dari belakang.
Dokter Erick yang mereka tinggalkan,terdiam melihat kedua nya yang bertingkah aneh sejak masuk hingga selesai."Tadinya ku pikir dia istri baru tuan Oliver", ucapnya menghela nafas panjang.
***
"Alessia!"
Panggil Lusia yang sudah berada di depan rumah sakit dan bersandar di mobilnya,melambaikan tangannya ke arah Alessia yang langsung tersenyum melihat nya.
"Jangan pergi dengan nya dan berhenti berteman dengan nya", ucap Oliver menghentikan langkah Alessia dengan menahan tangannya.
Alessia tidak peduli dan melepaskan tangannya."Oliver sudah cukup,kau tidak bisa melarang ku untuk berteman dengan siapapun,itu urusan ku.Soal dia baik atau tidak itu juga menjadi pandangan pribadi ku, pandangan kita berbeda.Apa aku pernah menyuruhnya mu untuk tidak berteman atau dekat dengan orang lain?"
Semua orang punya batas kesabaran,begitupun dengan Alessia dan sekarang kesabaran nya hampir habis,Ia menatap Oliver yang saat ini di hadapannya dengan tatapan yang menuntut jawaban.
Oliver membeku melihat tatapan itu, sebenarnya sejak kapan Alessia membenci nya,kenapa tatapan hangat dan lembut penuh cinta yang dulu tidak pernah terlihat lagi,kemana tatapan itu?
"Siapa yang kau ingin aku jauhi?"
Pertanyaan tegas dan balasan tatapan tajam dan penuh keyakinan itu membuat Alessia justru tertawa sarkas,Ia menatap wajah pria yang menjadi suaminya itu setiap inci hingga matanya berembun."Wajah ini yang selalu membuatku jatuh cinta lagi dan lagi sebanyak apapun kesalahan nya sejak dulu,aku tidak pernah membencinya seperti ini". gumamnya tanpa sadar tangan nya menyentuh wajah suaminya itu.Namun Ia langsung sadar saat merasakan wajahnya juga di sentuh hingga mengusap air matanya yang juga tidak Ia tau mengalir begitu saja,dan segera menepis tangan itu.
"Tidak ada,kau bisa dekat dengan siapapun sepuas mu.Aku tidak pantas apalagi berhak untuk itu, lakukan apapun semau mu,aku tidak akan pernah marah,menangis,atau mengemis perhatian mu lagi...haha"
"Aku tidak akan melarang mu untuk dekat dengan wanita manapun yang ingin kau dekati,aku...aku tidak akan pernah mengikuti mu lagi yang akan membuat mu risih karna mulai sekarang aku sudah memutuskan untuk bekerja dan mencari kesibukan..."
"Aku sudah tidak peduli lagi...,aku lelah",ucapnya tersenyum namun penuh luka, kemudian berbalik dan mengusap air matanya.
"Lakukan sampai aku lelah dan yakin untuk pergi sejauh mungkin dari mu."
Oliver menatap kepergian Alessia dan Ingin menghentikan nya, menariknya hingga tidak membiarkan nya jauh dan pergi darinya namun tubuhnya seolah tersihir dengan ucapan Alessia barusan.Otaknya yang biasanya begitu lancar dalam hal apapun dan sesulit apapun itu,seketika berputar dengan lambat mencerna ucapan Alessia yang seolah sulit Ia pahami,atau mungkin sulit Ia terima sehingga otaknya tidak ingin memikirkan itu,namun hatinya begitu sakit sekarang seperti beberapa hari lalu ketika Ia bekerja, saat dimana Ia pulang ke rumah dan saat dimana Ia melihat Alessia di rumah setelah selesai dengan koma.
Matanya memerah,mengepal tangannya kuat menahan sesuatu dalam hatinya yang sekarang ingin meledak.Ia tidak pernah menangis atau menitikan air mata,namun sekarang setetes air mata begitu saja lolos dari mata tajam nya.
***
JANGAN LUPA DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN
LIKE💖
KOMEN💖
VOTE💖
RATE 💖
Terimakasih ya(ᗒᗩᗕ)
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain