bertemu dengan pria yang super duper nyebelin udah mah dia yang di tabrak ke mobil sekarang dia yang harus ganti rugi
itu yang di alami Ara bertemu dengan yoga pria yang paling nyebelin versi dia
ehh harus bertemu lagi dengan pria nyebelin dalam ikatan pacar(sewaan)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Septiayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ada di sini
Malam itu, suasana restoran tempat reuni terasa hangat dan penuh tawa.
Bella dan Althea duduk bersama teman-teman lama mereka. Obrolan mengalir—tentang masa SMA, kenangan lucu, sampai cerita hidup masing-masing sekarang.
Sesekali Bella tertawa, tapi dalam hati ia tetap ingat satu hal—
ia sudah izin ke Yoga.
Begitu juga Althea ke Rafi.
Awalnya Yoga dan Rafi ingin ikut.
Namun langsung ditolak.
“Jangan!” Bella menggeleng cepat.
“Nanti malah jadi ajang adu bucin lagi!”
Althea ikut menimpali,
“Iya, kita mau reuni, bukan lomba siapa paling royal.”
"dan gak ada yang bawa pasangan"
Akhirnya… mereka datang berdua saja.
---
Acara berjalan lancar.
Tawa, foto bersama, nostalgia—semuanya terasa menyenangkan.
Hingga akhirnya acara mulai selesai.
Satu per satu tamu pulang.
Bella dan Althea memilih duduk di kursi taman depan restoran, menunggu jemputan.
Angin malam berhembus pelan.
“Capek juga ya…” Bella bersandar.
Althea mengangguk. “Tapi seru.”
Tiba-tiba Althea berdiri.
“Eh, aku ke dalam dulu ya… kebelet.”
Bella tertawa kecil. “Sana.”
"tunggu dulu ya Bella bentar ntar kalo cowo cowo datang tungguin jangan di tinggal"
Bella tertawa "lo pikir gue temen apaan ninggalin temen nya sendiri"
---
Sekarang… Bella sendirian.
Suasana mulai sepi.
Lampu taman menyala redup.
Langkah kaki terdengar mendekat.
Bella menoleh.
Seorang pria berdiri tidak jauh darinya.
“Bella?”
Bella mengernyit, mencoba mengingat.
“Oh…kak,Alvin?
Alvin—kakak kelas mereka dulu di SMA.
Ia tersenyum, tapi ada sesuatu yang membuat Bella tidak nyaman.
“Udah lama nggak ketemu,” katanya sambil mendekat.
Bella tersenyum tipis, sopan.
“Iya…”
"ingat gak dulu di sekolah kamu cupu banget ,sekarang udah beda ya" ucap dia melirik dengan tatapan yang membuat Bella tidak nyaman
"bell dulu kamu ngejar ngejar cinta aku kan"
Ya memang dulu bella sempat suka sama Alvin Alvin adalah ketua basket di sekolah mereka dulu.membuat bella menyukai Alvin tapi cuma menyukai
Gak yang ngejar ngejar kayak cegil
"sekarang kamu masih mau kan Bella?"
Ucap Alvin mendekat ke arah bella mata Alvin menggelap bella mencoba mengelak tetapi Alvin lebih dulu menahan tangan bella
---
---
Situasi makin tidak baik.
Alvin tidak menghiraukan.
Bella berdiri.
“Aku mau pergi.”
Tapi Alvin menghalangi.
Bella mulai panik.
"mau kemana sii?"
Alvin membelai pipi lembut bella
"kak tolong lepasin"
Alvin mencekal tanggan belaa dalam satu tangan
Satu tangan Alvin di gunakan menjelajahi badan bella.
“Tolooong…” suaranya mulai bergetar.
Ia berusaha melepaskan diri.
---
TIBA-TIBA—
“LEPAS.”
Suara dingin dan tegas itu muncul dari belakang.
Bella langsung menoleh.
Yoga.
Matanya tajam.
Aura-nya… berbeda.
Tidak santai seperti biasa.
---
Tanpa banyak kata—
Yoga langsung menarik Bella ke belakangnya.
Lalu…
BUK!
Satu pukulan mendarat ke Alvin.
Bella terkejut.
“Yoga, jangan!”
Tapi emosi Yoga sudah naik.
“Gue bilang lepas!”
Alvin mencoba melawan.
Terjadilah pertengkaran.
---
Di saat yang sama—
Rafi datang berlari.
“WOI WOI WOI! STOP!”
Ia berusaha menarik Yoga.
Tapi Yoga sulit ditahan.
Emosinya benar-benar memuncak.
“Dia nyentuh Bella!”
Rafi terdiam sejenak… lalu makin panik.
“Ya tapi jangan dibikin makin parah!”
---
Di sisi lain—
Althea keluar dari dalam restoran.
Dan langsung membeku melihat situasi itu.
“YA ALLAH!”
Ia berlari ke arah Bella.
Bella yang sudah gemetar langsung dipeluk.
“Bella… kamu nggak apa-apa?”
Bella mengangguk, tapi air matanya jatuh.
“Aku takut…”
Althea memeluknya lebih erat.
“Udah… udah aman…”
---
Sementara itu—
Rafi akhirnya berhasil menarik Yoga menjauh.
“CUKUP!”
Yoga masih terengah, matanya masih tajam ke arah Alvin.
Kalau tidak ditahan… bisa lebih parah.
Alvin yang sudah terpukul mundur dengan kesal, lalu pergi.
---
Suasana hening.
Hanya suara napas yang masih berat.
Yoga berdiri diam beberapa detik.
Lalu perlahan menoleh ke Bella.
Ekspresinya berubah.
Dari marah… jadi khawatir.
Ia mendekat pelan.
“Bella…”
Bella masih menangis kecil.
"y-yogaa aku takutt" ucap Bella takut gemetar sembari menangis
Yoga langsung memeluknya tanpa ragu.
“Maaf… aku telat.”
Bella menggeleng sambil menangis.
“Enggak… kamu datang…”
---
Althea dan Rafi saling pandang.
Situasi yang tadi chaos… kini berubah jadi haru.
Rafi menghela napas.
“Untung kita datang…”
Althea mengangguk pelan.
---
Bella masih di pelukan Yoga.
Tangannya mencengkeram baju Yoga.
Seolah tidak mau lepas.
Yoga mengusap pelan punggungnya.
“Udah… aku di sini.”
"gak ada yang bisa sentuh kamu...selama aku disini"
Nada suaranya lembut, sangat berbeda dari tadi.
"kita pulang ya sayang"
"fi tolong bawa mobil gue"
Rafi meraih kunci mobil yoga dan memarkirkan nya di ikuti Thea yang duduk di sebelah kursi pengemudi
Yoga dengan perlahan mengangkat tubuh bella menggendongnya dan masuk ke kursi penumpang
......................
...----------------...
Di mobil Rafi mengemudi dengan tenang , Althea menatap pemandangan lewat jendela kaca,sementara Bella masih terisak di pelukan yoga ,yoga dengan sabar mengusap punggung Bella.
"fi kalo Lo mau pulang sekalian bawa mobil gue,mungkin gue hari ini mau nginep di rumah bella"
"okke siap,sekalian gue ijin bawa mobil nganterin Thea dulu"
Yoga hanya mengangguk sebagai balasan
...----------------...
Sesampainya di rumah bella rupanya Bella sudah tertidur di pelukan yoga