Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dasar pria senewen.
"Jenderal." panggil manja Xiao xi-xi.
Feng Shiyan tidak menggubris, pria itu malah menarik pinggang Yu-nian hingga nempel di tubuhnya.
Xiao xi-xi yang melihat itu seketika kedua matanya langsung melotot.
"Hei.. Lepaskan aku." Yu-nian memberontak, dia berusaha melepaskan tangan Feng Shiyan.
"Jenderal, apa yang kamu lakukan?" tanya Xiao xi-xi yang menahan emosinya.
"Apa yang kamu lakukan di tempatku, nona Xi-xi?" tanya Feng Shiyan tanpa menatap wajah Xiao xi-xi.
"Ya tentu saja aku ingin bertemu dengan jenderal, aku sangat merindukan jenderal." jawab Xiao xi-xi sambil tersenyum.
Tak ada reaksi yang di tunjukkan oleh Feng Shiyan, dia tidak menatap Xiao xi-xi sama sekali. Sedangkan dia malah sibuk memeluk pinggang Yu-nian.
"Dasar pria senewen, ada wanita cantik datang malah dia tidak menghiraukannya." gumam Yu-nian dalam hati.
"Jenderal bisakah kita berbicara sebentar, Aku ingin membicarakan sesuatu dengan jenderal." ucap Xiao xi-xi. dia berharap Feng Shiyan akan melepas tangannya yang terus memeluk pinggang Yu-nian.
"Kalau kamu tidak ada hal yang harus kamu bicarakan, lebih baik kamu pergi dari sini nona Xi-xi, aku masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan." jawab Feng Shiyan.
Yu-nian menatap wajah dingin dan kaku dari Feng Shiyan, kata-katanya begitu kasar, kata-kata pria yang benar-benar menjengkelkan. "Hei jendral, Kenapa kamu mengusir nona cantik itu? katanya dia kan mau bicara sama kamu?" ucap Yu-nian yang kemudian mendorong tubuh Feng Shiyan agar menjauh darinya.
Feng Shiyan malah tersenyum menatapnya, pria itu hanya menggerakkan matanya kemudian membawa Yu-nian pergi dari taman belakang rumahnya. "Ren Fen, Fu Tian. segera siapkan kuda karena aku akan pergi melihat perbatasan kerajaan Tangyu." ucap Feng Shiyan yang kemudian meminta para pengawal yang ada di rumahnya untuk terus memantau Yu-nian.
Sedangkan Xiao xi-xi dia benar-benar tidak dihiraukan sama sekali, ketika dia berusaha untuk berbicara dengan Feng Shiyan, pria itu malah langsung pergi meninggalkan kediamannya. Dan, kepala pelayan yang ada di rumahnya diminta untuk mengantarkan Xiao xi-xi keluar dari kediamannya.
"Kenapa jenderal mengusir kita, nona? bukankah nona ini adalah calon istrinya?" ucap pelayan.
Xiao xi-xi mengepalkan kedua tangannya, mulutnya mengeluarkan beberapa kalimat kemudian giginya mulai mengerat. "Sebenarnya siapa gadis itu? beraninya dia menempel pada jenderal seperti itu." ucap Xiao xi-xi yang kemudian menghentakkan kakinya, mau tidak mau dia terpaksa pergi dari rumah Feng Shiyan Karena dia sudah diusir.
Di depan kamar Yu-nian ada beberapa pengawal yang berjaga, seperti yang diperintahkan oleh Feng Shiyan, yunian tidak akan bisa keluar dari tempat itu sedangkan Feng Shiyan pergi ke salah satu desa yang ada di perbatasan kerajaan.
"Jenderal, yang Saya dengar kalau di desa itu ada beberapa kelompok pemberontak yang bersembunyi di tempat itu." ucap Fu Tian.
"Apa kamu sudah menyelidiki mengenai informasi itu?" tanya Feng Shiyan.
Fu Tian menganggukkan kepalanya, dia menceritakan mengenai beberapa pemberontak yang bersembunyi di salah satu desa perbatasan kerajaan.
"Bawa pasukan ke desa itu, pergerakan kalian tidak boleh terlihat, jika sampai penyerangan kali ini gagal maka kita semuanya pasti akan mendapatkan hukuman dari yang mulia Kaisar." ucap Feng Shiyan.
hari itu Feng Shiyan disibukkan dengan pengejaran para pengkhianat kerajaan yang terus mencoba untuk menghancurkan kekaisaran. Malam itu Feng Shiyan dan kedua orang kepercayaannya pulang dengan tubuh yang begitu lelah.
"Tuan." panggil kepala pelayan.
"Ada apa-apa, paman?" jawab Feng Shiyan.
"Tuan, bolehkah saya berbicara dengan Tuan?" tanya kepala pelayan.
Feng Shiyan yang baru pulang tersebut Dia terlihat begitu capek, namun karena ada sesuatu yang mungkin penting itu membuatnya duduk di salah satu kursi. ad
"Aa apa Paman?" tanya Feng Shiyan.
kepala pelayan itu kemudian menceritakan mengenai apa saja yang dilakukan oleh Yu-nian, beberapa kali percobaan untuk kabur itu tidak bisa dia lakukan. Namun kepala pelayan yang sudah berumur itu nampak menyadari kalau jenderal kerajaan Tangyu itu memiliki perasaan kepada gadis muda yang dia bawa itu.
"Maksud Paman apa?" tanya Feng Shiyan yang terlihat sedikit bingung.
kepala pelayan kemudian menceritakan mengenai apa yang ada di pikirannya.
*Dua hari kemudian*
keesokan pagi Yu-nian sudah terbangun dari tidur lelapnya, gadis itu menatap tempat yang baginya masih terasa asing itu. "Sampai kapan aku akan dipenjara di sini, tempat ini benar-benar sangat menyebalkan." gerutunya yang tiada habis.
Siang itu Feng Shiyan baru kembali dari suatu tempat, dia melihat Yu-nian yang yang nampak mondar-mandir di ruang tamu tersebut
"Ini tuan." Fu Tian memberikan beberapa lembar kerta kepada Feng Shiyan.
Feng Shiyan menerima amplop coklat yang diberikan oleh anak buahnya, kemudian dia duduk sembari membuka amplop yang tadi dia bawa. "Bacalah."
Sebuah amplop coklat besar di berikan Feng Shiyan kepada Yu-nian. "Apa ini?" Yu-nian sangat bingung.
"Aku meminta bayaran kepadamu karena telah menyelamatkan orang tuamu." jawab Feng Shiyan dengan tegas.
"Maksud Jenderal ini apa sih? Pulang-pulang memberikan aku amplop ini." ucap Yu-nian sembari membuka amplop itu.
"Baca saja dan cermati dengan baik apa isi surat itu." jawab Feng Shiyan.
Yu-nian membuka amplop itu, Setiap kata di baca olehnya, lembaran pertama masih terlihat biasa, namun ketika membaca lembaran kedua seketika dua bola matanya langsung membulat sempurna. "Perjanjian pernikahan?" tanya Yu-nian terkejut.
Feng Shiyan menganggukkan kepalanya. Dia menunjuk tulisan yang ada di kertas itu. "Seperti yang tertulis di kertas itu." ucapnya.
"Maksud Jenderal ini apa?" tanya Yu-nian yang masih bingung.
"Aku meminta bayaran darimu sesuai dengan apa yang aku lakukan, itu adalah surat perjanjian pernikahanmu dan aku." jawab Feng Shiyan yang terlihat begitu santai, dia seperti seorang pria yang tidak mempunyai dosa sama sekali.
"Hehhh..," Caroline menghembuskan nafasnya dengan sangat berat. "Apa maksudnya ini, jenderal?" tanya Yu-nian.
Siang itu kebetulan Yi-bao juga berada di tempat itu, dia sedang mengunjungi Yu-nian dan melihat kondisinya. Yi-bao melihat amplop coklat yang diberikan oleh Feng Shiyan, dia juga ikut membaca isi tulisan yang ada di lembaran tersebut. Yi-bao seolah kebingungan dengan beberapa kalimat yang ada di lembaran kertas itu, beberapa tulisan yang mengatakan kalau di surat itu tertulis perjanjian pernikahan antara Yu-nian dan Feng Shiyan sebagai imbalan dari Feng Shiyan yang sudah melunasi seluruh hutang Yun Mao.
"Maaf Jenderal, Apa maksud dengan surat perjanjian ini?" tanya Yi-bao yang seolah belum yakin.
"Kamu bisa membacanya sendiri kan." jawab jawab Feng Shiyan.
*bersambung*