NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

Mobil tua itu melaju pelan meninggalkan sekolah.

Di dalam mobil, suasana tidak benar-benar tenang.

Dion fokus menyetir di depan, sementara Tasya duduk di kursi penumpang dengan pikiran yang masih kacau.

Di kursi belakang, Kenzo dan Kenzi sudah mulai berdebat lagi.

“Aku tidak suka kamu terlalu berharap pada pria itu,” kata Kenzo dengan nada kesal.

Kenzi langsung menatap kakaknya.

“Kenapa?”

Kenzo menyilangkan tangan di dada.

“Kita bahkan tidak benar-benar mengenalnya.”

Namun Kenzi tidak mau kalah.

“Aku memang masih kecil…” Ia menatap kakaknya dengan serius.

“Tapi mempercayai orang dewasa tidak selalu salah.”

Kenzo mengerutkan kening.

Kenzi melanjutkan,

“Selama dia tidak menyakitiku.”

Kalimat itu membuat Kenzo mendengus pelan.

“Kamu sendiri tahu seperti apa latar belakang Tuan Alex.” Ia menatap adiknya tajam.

“Dia bukan pria biasa.”

Kenzi memiringkan kepala.

“Maksudmu?”

Kenzo menjawab dengan kesal,

“Dia mafia.”

Kenzi berkedip.

“Mafia?”

Kenzo menatapnya serius.

“Kamu tahu apa itu mafia?”

Saat itu, Tasya langsung menoleh ke belakang.

“Kenzo.” Nada suaranya membuat kedua anak itu langsung diam.

“Dari mana kamu tahu Tuan Alex mafia?”

Kenzo tidak langsung menjawab.

Sementara Tasya sendiri sebenarnya sudah tahu. Dulu ketika ia tinggal di Berlin, ia pernah membaca profil tentang keluarga Vasillo.

Keluarga itu bukan sekadar konglomerat. Mereka memiliki pengaruh besar di dunia gelap. Tasya menghela napas pelan.

Ia kemudian melirik Kenzi yang masih terlihat penasaran.

“Kenzi…” Nada suaranya melembut.

“Kamu boleh saja dekat dengan Tuan Alex.”

Kenzi langsung menatap ibunya dengan mata berbinar.

“Tapi…” Tasya melanjutkan dengan hati-hati,

“Tanya Mommy dulu ya.”

Ia tersenyum tipis pada anaknya.

“Mommy hanya khawatir. Kita baru bertemu dengannya seminggu.”

Kenzi mengangguk pelan.

“Baik, Mommy.”

Namun, Kenzo langsung menyela dengan nada tegas.

“Nah, dengar itu.” Ia menunjuk ke arah depan.

“Itu kata Mommy.”

Kenzo melanjutkan dengan serius,

“Mungkin dia benar Daddy kita. Tapi selama Mommy belum bilang iya … kita tidak boleh percaya.”

Ia menatap adiknya.

“Karena Mommy yang tahu siapa Daddy kita sebenarnya.” Kalimat itu membuat Tasya terdiam.

Dadanya terasa sedikit berat. Karena kenyataannya bahkan ia sendiri dulu tidak tahu siapa ayah mereka.

Malam itu terlalu kacau.

Ia bahkan tidak melihat wajah pria itu dengan jelas. Namun, ketika Alex datang dan mengaku Tasya tahu satu hal. Pria seperti Alex tidak mungkin mengaku sembarangan. Kemungkinan besar dia sudah melakukan tes DNA.

Tasya memejamkan matanya sebentar. Perasaan bersalah perlahan muncul di hatinya. Karena selama tujuh tahun anak-anaknya bahkan tidak tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sejak tadi Dion hanya diam.

Tangannya tetap memegang setir, tetapi pikirannya jelas tidak berada di jalan.

Percakapan Tasya dan kedua anaknya barusan masih terngiang di kepalanya. Beberapa menit kemudian Dion akhirnya membuka suara.

“Tasya…” Nada suaranya terdengar hati-hati.

Tasya menoleh sedikit ke arahnya.

“Iya?”

Dion menarik napas pelan sebelum bertanya.

“Jadi … apa sebenarnya hubunganmu dengan Tuan Alex?”

Mobil tetap melaju.

Namun, pertanyaan itu membuat suasana di dalam mobil sedikit menegang.

Dion melirik Tasya sebentar.

“Apa kalian … dekat?”

Tasya langsung menggeleng.

“Tidak,”

Jawabannya cepat dan tegas.

“Kami cuma bertemu beberapa kali.” Ia menatap ke depan, mencoba terlihat santai.

“Dan setiap kali bertemu…”

Tasya tersenyum kecut.

“Yang terjadi malah perdebatan kecil.”

Kenzo yang duduk di belakang langsung menyahut.

“Itu bukan perdebatan kecil, Mommy.”

Bocah itu mendengus.

“Itu hampir seperti perang.”

Kenzi langsung menahan tawa, Dion ikut tersenyum tipis mendengar itu. Namun, di dalam hatinya ada sesuatu yang masih mengganjal.

Ia kembali bertanya dengan nada pelan.

“Tapi … dia bilang tadi itu masalah keluarga.”

Tasya terdiam sesaat, tangannya saling menggenggam di pangkuan. Ia jelas tidak ingin membahasnya sekarang.

“Tadi dia hanya bicara sembarangan,” jawab Tasya akhirnya.

“Tidak ada hubungan apa pun antara aku dan dia.”

Dion mengangguk pelan.

Sementara di kursi belakang, Kenzo menatap keluar jendela.

Di dalam hatinya, bocah itu masih memikirkan satu hal.

Mobil akhirnya berhenti tepat di depan rumah kecil milik Tasya.

Rumah itu sederhana, dengan halaman kecil dan teras yang teduh. Dari kejauhan tampak pintu masih terbuka, tanda ada orang di dalam.

Dion mematikan mesin mobil, lalu melirik ke arah teras.

“Apakah kakekmu di rumah?” tanyanya.

Tasya mengikuti arah pandang Dion.

“Iya,” jawabnya singkat.

Ia lalu membuka sabuk pengamannya, sebelum berkata dengan sedikit canggung,

“Tapi … aku tidak bisa mengajakmu mampir.”

Dion mengangkat alis.

“Aku harus kembali bekerja,” lanjut Tasya. “Ini masih jam kerja.”

Beberapa detik Dion hanya menatapnya, lalu tiba-tiba ia tertawa kecil.

“Kamu tidak perlu bersikap seperti itu.”

Tasya menoleh bingung, Dion menunjuk dirinya sendiri dengan santai.

“Aku ini atasanmu,”

Belum sempat Tasya menjawab suara Kenzo terdengar dari kursi belakang.

“Tidak boleh bolos, Mommy.” Nada suaranya tegas seperti orang dewasa kecil.

“Waktunya kerja, ya harus kerja.”

Dion melirik ke spion tengah. Tatapan matanya bertemu dengan mata Kenzo. Namun, dari pantulan kaca itu Dion bisa merasakan ketidaksukaan yang jelas dari bocah itu.

Kenzo menatapnya dingin.

Entah kenapa, sejak tadi Kenzo merasa tidak nyaman dengan pria ini. Bukan karena siapa Dion, tetapi karena cara Dion menatap Tasya.

Padahal ia juga tidak menyukai Alex namun setidaknya Kenzo tidak pernah merasa terganggu dengan cara Alex menatap ibunya.

Di sampingnya, Kenzi tiba-tiba bersuara ceria.

“Mommy harus semangat bekerja!”

Ia mengangkat kedua tinjunya kecil seperti memberi semangat.

“Biarkan aku dan Kak Kenzo saja yang mencari Daddy untuk Mommy!” Ucapan polos itu membuat Tasya langsung menoleh.

Ia tertawa kecil, tetapi terdengar agak hambar.

“Kalian ini…”

Tasya menggeleng pelan.

“Sudah, turun sana.”

Kenzo langsung membuka pintu mobil lebih dulu. Kenzi juga turun dengan semangat. Begitu kedua bocah itu berlari kecil menuju teras rumah Dion masih duduk di kursinya.

Ia menatap Tasya sebentar. Ada sesuatu yang ingin ia tanyakan. Namun, akhirnya Dion hanya berkata pelan,

“Tasya…”

Tasya menoleh.

“Kamu terlihat … menjalani hidup yang berat.”

Tasya terdiam sesaat, lalu ia tersenyum tipis.

“Tidak juga.”

"Baiklah, mungkin aku terlalu banyak berpikir." Kata Dion kembali, dan kembali menyalakan mesin mobil untuk kembali ke perusahaan.

1
Yani Suryani
Alex, kamu selalu mengancam orang, sekarang Kamu diancam anakmu sendiri 😀
lenny sukmasari
Luar biasa
Yani Suryani
dulu yg penasaran Kenzo dengan Alex dan Kenzi tidak mempercayai, tapi justru sekarang setelah mengetahui kalau Alex ayahnya justru Kenzi yg paling bersemangat
Iis Kurniasih
Walaupun baca novelnya sudah tamat dr pembuatan n tudak mengikuti pd saat membuat episode ² nya ...aq acungin jempol 2 is the best pokoknya karya Mba Aisyah Alfatih ... sukses selalu Mba ttp semangat n jaga kwalitas pembuatan novel nya
kookie
lah si tasya kok diam aja dion bilang sikembar bukan anak alex, lah kamu emang tidur sama siapa aja tasya dudul
e²n
suka sama Kenzi 😍
e²n
keluarga vasillo dan rockhi di adu domba
evana gusani
baru mampir
Yani Suryani
Alex kamu ingin menguasai,lah perusahaan mu aja dibajak anak kecil aja langsung keos sok berlagak dibuat bangkrut baru nyahok lo
Yani Suryani
Tasya kenapa gak cerita detailnya sama kakeknya , kalau dia dijual terus melarikan diri
Munas Tuti
akhirnya mereja semua bahagia....selamat mbak author 👍👍
Yani Suryani
menyebalkan sekali lagi baca iklan Shopee selalu nongol berulang ulang sangat menggangu sekali, kadang sampai maki" karena geregetan,baca satu bab tapi iklan Shopee nya datang berulang ulang 😤😡
Aisyah Alfatih: 😭😭😭😭 iyakah? jadikan VIP akunnya kak, biar bebas iklan...
total 1 replies
Yani Suryani
aneh kalau tanya hal pribadi langsung didepan banyak orang itu seperti tidak proporsional dan terlalu gegabah, sedikit songong sih😁
Yani Suryani
kalau kerja dirumah sakit ya mentingin pasien tapi aneh menejernya 😁, dokter lagi menangani pasien darurat kok suruh keluar untuk penyambutan 🤦, sebenarnya bukan cerita komedi tapi menggelikan
Kenzo keberanian mu luar biasa 👍
Kenzi muka datar tapi nyalinya sedikit menciut karena perhitungan dan menyelamatkan saudaranya biar tidak kena masalah
bocil kembar yg saling melengkapi dan melindungi 😁👍
Yani Suryani
keceriaan Kenzo seperti mamanya tapi instingnya seperti Daddy nya, Kenzi muka datar dan misterius seperti Daddy nya tapi kecerdasannya seperti mamanya, bahkan membobol keamanan Daddy nya sendiri 🤭😀 biar tau rasa karena sombong beraninya meremehkan mamanya
Yani Suryani
Kenzo ini memiliki kemirip Daddy nya kalau kenzi seperti ibunya yg memiliki kemampuan yg sama juga, jadi keduanya saling melengkapi
Iis Kurniasih
is the best
Iis Kurniasih
Jalan cerita tidak bertele² ...msh enak bt dibaca n lebih mudah dimengertinya......
Munas Tuti
benernya culik balik Jessi...buang jauh2
Munas Tuti
daaah Alex jangan curiga ke mana2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!