Setelah hidup lontang-lantung selama separuh hidupnya, Denzel Bastian mengacaukan kehidupannya dengan tangan sendiri. Dia kehilangan istri dan ketiga anak kembar untuk selamanya. Hingga saat berada dalam lautan api, istri yang sudah bercerai bertahun-tahun dengannya tanpa ragu menerjang masuk ke kobaran api untuk mati bersamanya.
Denzel pun sadar, ternyata istrinya begitu mencintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Denzel, Kamu Sungguh Keterlaluan
Bab 6 Denzel, Kamu Sungguh Keterlaluan
Fiona berjalan ke depan jendela, dia melihat lubang-lubang kecil di botol plastik yang bahkan tidak menyisakan satu pun daun stroberi. Setelah tercengang sejenak, dia menoleh dan melihat Denzel, kemudian mengerutkan kening sembari bertanya, "Di mana stroberiku?"
Fiona bahkan datang untuk menyiramkan air ke bibit stroberi di pagi hari, barusan tidak ada keanehan apa pun. Namun, sekarang seseorang jelas-jelas telan mencabut stoberinya, tidak ada yang datang ke dapur kecuali Denzel.
Namun, buat apa Denzel mencabut stroberinya?
Baru saja Fiona memiliki keraguan itu, Denzel yang ada di sebelah talenan
Kayu malah menjawab dengan jujur, "Aku yang mencabutnya."
"Kenapa kamu ingin mencabutnya? Kamu mencabut semua yang sudah menghasilkan buah stroberi?" Fiona tampak sangat marah, dia bertanya pada Denzel lagi, "Di mana beberapa stroberi itu?"
Tak lama setelah hamil, Fiona sangat ingin makan stroberi. Namun, tidak ada stroberi yang dijual di kota.
Kadang-kadang ada yang menjualnya tetapi sangat mahal. Dengan kondisi keuangannya saat ini, dia sama sekali tidak mampu membelinya.
Sebab itu, Fiona hanya bisa membeli beberapa bibit stroberi secara online dan berencana untuk menanamnya sendiri.
Namun, iklim di pedesaan sama sekali tidak cocok untuk menanam stroberi. Hanya tiga dari tiga puluh bibit
Stroberi yang berkecambah.
Sebab itu, Fiona pun merawat stroberi yang tersisa dengan hati-hati selama dua bulan, kemudian baru mulai berbuah di bulah ini. Dia masih belum sempat merasakan rasa stroberi, tapi semuanya sudah dicabut oleh Denzel?
Tidak ada stroberi yang tersisa!
Namun, Denzel tanpa sadar merasa bersalah ketika mendengar pertanyaan Fiona serta melihat wajah wanita kecil itu memerah karena sangat marah.
Beberapa stroberi itu ada di ruang angkasa, apa yang harus dia katakan?
Makan atau membuangnya?
Saat ini, Fiona pun menyadari bahwa wajah Denzel memperlihatkan ekspresi agak bersalah, dia mengerutkan alis dan terus berkata, "Apa kamu memakan stroberiku?"
Denzel membuka mulutnya dan ingin mengatakan bahwa dirinya sendiri tidak memakan stroberi itu. Namun, kalau berkata seperti itu, Fiona pasti akan bertanya di mana dia meletakkan beberapa stroberi itu.
Saat itu, akan lebih sulit bagi Denzel untuk menjelaskannya.
Fiona tiba-tiba mengerti ketika melihat Denzel tidak berbicara.
Beberapa stroberi itu pasti dimakan oleh Denzel!
Lagi pula, kuning telur dan daging tanpa lemak di mangkuknya juga sering diambil oleh Denzel, apalagi beberapa stroberinya.
Fiona mendongak dan melihat pria yang ada di depannya, matanya penuh dengan kemarahan dan kesedihan, ujung hidungnya memerah. Dia menggigit bibirnya dan menuduh dengan suara
Kecil, "Kamu sungguh keterlaluan."
Setelah berkata, Fiona pun memegang perutnya yang menonjol, kemudian berbalik dan berjalan pergi dengan sedih.
Fiona memang tahu bahwa dirinya sendiri tidak mungkin mendapatkan kehangatan dari Denzel, kemudian Denzel juga tidak akan memedulikan perasaannya, tapi dia tetap saja merasa sedih.
Setidaknya Denzel harus menyisakan satu stroberi untuknya.
Fiona sudah lama ingin memakan beberapa stroberi itu.
Mungkin juga karena sekarang sedang hamil, jadi dia sangat ingin memakan stroberi. Bahkan bermimpi pun ingin mencoba rasanya.
Sekarang keinginannya selama
Berhari-hari pun sirna begitu saja, sungguh menyedihkan.
Denzel mengerutkan kening ketika melihat Fiona berjalan pergi. Baru saja dia hendak mengejarnya, air di atas tungku sudah mendidih.
Dalam situasi tidak berdaya, Denzel hanya bisa berbalik dan kembali ke depan tungku untuk segera menyiapkan makanan di siang hari.
Bagaimanapun, sekarang Fiona sedang mengandung tiga anak. Dia telah bekerja sepanjang hari, jadi dia pasti sangat lapar sekarang.
Denzel harus menyiapkan makanan untuknya, bicarakan lagi masalah tentang stroberi setelah Fiona selesai makan.
Namun, wanita kecil itu sepertinya sangat ingin makan stroberi.
Sebelumnya ketika mengambil daging tanpa lemak dan kuning telur dari mangkuknya, Denzel sama sekali tidak melihatnya bereaksi seperti itu.
Begitu memikirkan hal itu, Denzel tidak tahan lagi dan ingin menampar dirinya sendiri beberapa kali.
Saat ini adalah waktu di mana Fiona harus menambah nutrisi. Tidak masalah kalau Denzel tidak menghasilkan uang, tapi dia malah tidak menjaga Fiona dalam hal makanan.
Namun, Denzel harus menghasilkan uang secepat mungkin agar bisa membawa Fiona pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi tiga anak di dalam perutnya.
Saat itu harus melihat apakah perlu menambah nutrisi, jangan sampai penyesalan di kehidupan sebelumnya terjadi lagi lantaran kekurangan gizi.
Beberapa kali. Aroma bawang putih langsung menyebar, kemudian memasukkan sayur asam ke dalam panci dan mengaduknya hingga mengeluarkan suara gemerisik.
Ketika aroma wangi yang samar menyebar. Denzel menuangkan air matang yang sudah disiapkan ke dalam panci. Dalam sekejap, hawa panas pun mengepul.
Ketika menunggu air mendidih, Denzel menyeka tangannya dan buru-buru berjalan keluar dari dapur. Dia segera pergi ke halaman belakang rumah Bibi Susan yang ada di sebelah untuk memetik beberapa daun bawang sembari berteriak ke dalam rumah, "Bibi, minta sedikit daun bawang ya!"
Setelah berkata, Denzel pun berjalan pulang.
Baru saja Denzel berjalan keluar dari halaman belakang rumah Bibi Susan,
Terdengar suara pintu terbuka dan omelan dari dalam, "Dasar bocah, apa kamu tidak bisa menanamnya sendiri? Bukankah terlalu merepotkan kalau kamu datang ke sini untuk memetiknya setiap hari?"
Begitu mendengar perkataan Susan, Denzel tersenyum cerah di luar pintu halaman dan menyapa dengan orang yang ada di dalam tanpa menoleh ke belakang, "Bibi, bagaimana kalau kamu menanam sedikit seledri lagi? Itu akan lebih wangi."
Susan sangat marah dan berteriak pada Denzel yang ada di pintu halaman, "Sialan! Dasar bocah, besok aku akan mengunci pintu halaman belakang. Kamu menyuruhku menanam seledri untukmu? Jangan harap!"
Bibi! Denzel tersenyum, "Terima kasih,
Kalau Denzel tidak salah ingat, Bibi
Susan sudah mengatakan bahwa dirinya sendiri ingin mengunci pintu halaman belakang sebanyak puluhan kali. Namun, dia tidak pernah menguncinya sekali pun.
Di kehidupan sebelumnya, Denzel hidup dengan sangat kejam. Setelah Bibi Susan meninggal karena menderita kanker lambung, barulah Denzel tiba-tiba mengingat masalah ini. Dia selalu menyesal karena tidak mengucapkan terima kasih pada Bibi Susan.
Namun, ketika Denzel punya waktu di masa depan, dia harus menyuruh Bibi Susan lebih sering pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lambung.
Setelah Denzel mengatakan itu, makian di ujung halaman sudah tidak terdengar lagi.
Saat ini, Susan sepenuhnya tercengang. Dia bahkan mencurigai
Hidupnya.
Susan tidak salah dengar, 'kan?
Denzel si bajingan itu berterima kasih padanya?
Setelah Denzel kembali ke dapur, air di atas tungku sudah sepenuhnya mendidih.
Dia menggulung lengan bajunya dan dengan cepat memasukkan sup ke dalam mangkuk besar. Dia pun membilas panci dan menuangkan kembali air matang yang tersisa ke dalam panci dan hendak memasak mi.
Denzel sudah melihat barusan, mi yang tersisa di rumah tidak cukup untuk dimakan oleh dua orang. Jadi, dia hanya bisa membiarkan Fiona yang sedang hamil untuk makan duluan. Sekarang Fiona sangat membutuhkan nutrisi, sementara dirinya sendiri bisa makan
Yang lain nanti.
Di saat menunggu air mendidih, Denzel pun melintas ke ruang angkasa untuk melihat stroberi yang telah ditransplantasikannya. Dia terlihat agak bahagia!
Dalam waktu kurang dari setengah jam, bibit stroberi sudah tumbuh semakin besar. Beberapa stroberi yang awalnya kekurangan gizi malah tumbuh dengan sangat sempurna sekarang. Ukurannya pun jauh lebih besar dari sebelumnya, sekarang sudah seukuran kepalan tangan. Warnanya juga berubah dari warna putih menjadi merah cerah, bahkan juga mengeluarkan aroma stroberi yang samar.
Denzel tanpa sadar merasa agak bahagia. Tak lama lagi, dia sudah bisa memetiknya.
Saat itu, dia akan memetiknya dan memberikannya kepada Fiona untuk
Mencobanya.
6
Sesuai dengan penampilan Fiona barusan, kalau Denzel tidak memetiknya, takutnya dia akan marah sampai menangis.
Dikatakan bahwa wanita hamil sangat sensitif terhadap makanan. Hari ini, Denzel sudah mengetahuinya.
Namun, Denzel hanya bisa membuatnya merasa tidak nyaman hari ini. Ke depannya makanan yang ingin dimakan olehnya, selama Denzel bisa mendapatkannya, dia pasti akan membiarkannya makan sepuasnya.
Setelah tinggal di ruang angkasa untuk sementara waktu, Denzel pun kembali ke dapur.
Air di dalam panci baru saja mendidih. Denzel berbalik dan mengeluarkan mi kering yang tersisa di rumah dari laci. Dia berjalan ke depan
Tungku dan memasukkannya ke dalam panci, lalu mengambil sumpit untuk mengaduknya dan pergi memotong daun bawang.
Gerimis masih turun di halaman rumah.
Hari ini, dapur terlihat lebih hidup daripada sebelumnya.