NovelToon NovelToon
Sekertaris Tanpa Gaji

Sekertaris Tanpa Gaji

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Keluarga / CEO
Popularitas:30.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Bagi Syren Fauzana, nasib sial itu bentuknya nyata: menabrak pria angkuh di lobi kantor, merusakkan jam tangannya yang "kelihatan butek", dan dengan berani menuduh pria itu penipu.
Syren pikir urusannya selesai setelah ia memaki pria itu. Namun, dunianya runtuh saat ia masuk ke ruang wawancara dan menemukan pria "penipu" yang sama duduk di kursi CEO dengan senyum menyeringai.
Satu jam tangan rusak, utang seratus juta, dan sebuah kontrak kerja paksa tanpa gaji. Syren terjebak. Ia tidak tahu bahwa menjadi sekretaris Julian Aldrin bukan sekadar soal melunasi utang, tapi awal dari drama panjang yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tumpangan dari pak bos

"Nanti siang kita rapat untuk ngurusin acaranya," kata Julian pada Syren.

Syren menghela napas pasrah. Ya ampun, drama apalagi ini? batinnya. "Baik, Pak Julian. Jam berapa rapatnya?" tanyanya, mencoba terdengar profesional, padahal dalam hati sudah menggerutu.

"Jam satu siang di ruang rapat utama," jawab Julian, matanya kembali fokus ke layar komputer, mengisyaratkan Syren untuk mulai bekerja di mejanya yang baru.

Syren pun mulai duduk di meja kerjanya, di pojok ruangan bosnya. Rasanya aneh bekerja di ruangan sebesar ini sendirian (berdua dengan Julian yang sibuk), tidak ada lagi Gaby yang berisik di sebelahnya. Pikirannya sudah melayang ke rapat nanti siang. Apakah Gaby dan yang lain juga ikut rapat? Dan apa Vanya juga ada?

Julian diam-diam tersenyum melihat Syren akhirnya duduk tenang dan mulai bekerja, rencananya berhasil.

Jam satu siang tepat, Syren berjalan ke ruang rapat utama, meninggalkan Julian yang masih sibuk dengan laptopnya. Begitu masuk, ruangan itu sudah cukup ramai, ada Gaby, Leo, dan beberapa kepala departemen lainnya.

"Akhirnya datang juga, calon pengantin!" goda Gaby begitu Syren duduk di sebelahnya. Syren hanya mendengus kesal.

Julian masuk tak lama kemudian, mengambil tempat di kursi paling ujung. Rapat pun dimulai. Julian menjelaskan agenda family gathering yang akan diadakan tiga hari lagi. Suasana rapat berjalan serius selama beberapa menit.

Tiba-tiba, pintu ruang rapat terbuka dengan sedikit keras. Semua mata menoleh ke arah pintu. Vanya muncul dengan setelan jas mahal, senyum lebarnya terpancar, mengabaikan suasana formal ruangan itu.

"Maaf telat, sepupu!" seru Vanya, lalu berjalan santai ke arah Julian dan duduk di sampingnya, mengabaikan Syren yang melongo di seberang meja.

Syren menatap Gaby, matanya memancarkan tanda tanya besar. Gaby hanya mengangkat bahu, sama terkejutnya. Sepupu? Sejak kapan Vanya jadi sepupu Bos Peot? batin Syren. Julian hanya melirik Vanya datar, tidak terkejut sama sekali.

"Julian bilang mau ada acara kantor, jadi aku mau ikut gabung dong! Seru kayaknya family gathering nginep di Puncak," kata Vanya riang, seolah rapat itu acara santai.

Kejutan besar! Ternyata Vanya adalah sepupu Julian! Syren dan Gaby kaget bukan main, dan sekarang Vanya ikut campur dalam acara kantor itu. Julian terlihat santai saja, tapi Vanya malah terlihat bersemangat.

Rapat akhirnya selesai. Para karyawan mulai membereskan berkas dan membubarkan diri, suasana kembali cair setelah tegang karena kehadiran Vanya yang mendadak muncul.

"Family gathering nginep dua hari, Ren. Siap-siap daki gunung style nih gue," bisik Gaby pada Syren sambil melirik Vanya yang sedang bersiap menghampiri Julian.

Syren hanya mendengus kesal melihat Vanya yang kini berjalan membuntuti Julian yang sudah lebih dulu keluar ruangan. Dasar Vanya, nempel banget kayak perangko, batin Syren.

Vanya berhasil menyusul Julian di depan lift. Syren dan Gaby yang berjalan di belakang mereka masih bisa mendengar percakapan mereka.

"Julian, nanti malem jadi kan makan di resto Italia itu? Aku udah booking tempat," kata Vanya manja.

"Hmm," Julian hanya merespons dengan gumaman singkat, tapi dia menoleh ke belakang, melirik Syren yang sedang menatapnya dengan kesal.

Gaby menyenggol Syren. "Wihh, ada yang mau kencan tuh," goda Gaby.

"Biarin aja! Urusan dia!" desis Syren.

Akhirnya Syren pamit pulang ke Gaby yang menuju lantai bawah, sementara Syren terpaksa kembali ke lantai atas, ke ruangan Julian untuk mengambil tasnya, sekaligus menghindari Julian dan Vanya yang masuk ke dalam lift yang sama.

Syren masuk ke ruangan Julian yang sepi. Dia membereskan tasnya dari meja baru di pojokan. Huh, akhirnya bisa pulang juga, batinnya lega.

Syren mendengus kesal. Dasar Gaby! Bisa-bisanya dia lupa kalau gue nebeng! Gini nih kalo punya temen pikunnya minta ampun, gerutu Syren dalam hati, celingak-celinguk mencari tumpangan lain.

Tak lama kemudian, datanglah Vanya dan Julian dari belakang, berjalan beriringan keluar lift.

"Syren, kenapa belum pulang?" tanya Julian, sedikit heran melihat Syren masih berdiri di lobi kantor.

"Ditinggal sama Gaby saya, Pak Bos," jawab Syren lesu.

"Ya udah, bareng saya aja. Lagian kamu sudah enak saya jemput," tawar Julian santai.

"Ya kan nggak tau Pak Boss," balas Syren.

Vanya yang mendengar tawaran Julian langsung cemburu. "Julian, biar dia pesan taksi aja! Masak mau bareng sama kamu?" sahut Vanya ketus.

Julian tidak menggubris perkataan Vanya sama sekali. Dia langsung menggendong Syren dengan gaya bridal style lagi, tepat di depan Vanya yang melongo kaget.

"Pak! Turunin! Malu nih!" bisik Syren panik, tapi Julian cuek bebek.

Julian melangkah santai menuju mobilnya, meninggalkan Vanya yang masih berdiri mematung di lobi kantor, wajahnya merah padam menahan amarah. Julian membuka pintu mobil belakangnya, tapi Syren protes.

"Lho, kok di belakang, Pak?"

"Diem! Saya nggak mau nanti kamu ngeluh capek gara-gara nyetir sendiri," balas Julian, lalu mendudukkan Syren di kursi belakang dengan lembut dan menutup pintunya.

1
Eka Burjo
lanjut
Rewind frederiksen
seruu
Eka Burjo
lanjut, suka bacaan begini, sangat menghibur 👍
Gesty Lestari
lanjut thorrrrrr💪
Gesty Lestari
ceritay balgus thor.....say suka baca d novel toon ini iklan gk bnyk😁 semangat lanjut
Eneng Elsy
julian azalah.. klo gio kan ortu nya matre..
denger kelrg mu bangkrut,, lgsg g drestui
Hennyy Handriani
syren aku padamu
Hennyy Handriani
wah suka alur nya nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!