NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Sore selalu menjadi waktu yang paling dinanti di rumah itu. Bukan karena matahari yang mulai condong ke barat atau angin yang berembus lebih sejuk, melainkan karena saat itulah Azalea duduk di ruang keluarga bersama Erza, mushaf kecil terbuka di antara mereka.

“Pelan-pelan, Erza,” ucap Azalea lembut. “Ikuti Mommy, ya.”

“Qul huwallâhu aḫad.” Suara Erza terdengar ragu.

“Bagus,” Azalea tersenyum. “Sekarang, allâhush-shamad.”

“Allâhush-shamad,” Erza mengulang, kali ini lebih mantap.

Meski bacaannya belum fasih dan sering terputus, Erza tak lagi melempar mushaf atau merajuk seperti dulu. Kadang keningnya berkerut, bibirnya mengerucut karena kesal, tetapi ia tetap bertahan duduk.

“Kenapa harus dibaca sih?” gerutu Erza suatu kali. “Aku kan sudah bisa hitung cepat.”

Azalea tertawa kecil. “Karena Al-Qur’an itu makanan hati. Kalau hati kenyang, marahnya jadi sedikit.”

Erza mendengus, tapi matanya melirik kembali ke mushaf.

Selain mengaji, Azalea juga mengajari Erza pelajaran sekolah. Anak itu sangat cerdas. Ia bisa membaca lancar dan menghitung dengan cepat, bahkan sering membuat Azalea tercengang dengan jawabannya yang tepat.

Namun, satu hal yang selalu membuat Erza kehilangan kesabaran, yaitu menulis.

“Aduh, capek!” Erza melempar pensilnya ke meja. “Tulisan aku jelek terus!”

Azalea mengambil pensil itu dan meletakkannya kembali ke tangan Erza. “Tidak apa-apa jelek. Yang penting dicoba.”

“Menulis itu membosankan,” rengek Erza.

Azalea mengelus kepala anak itu. “Mommy dulu juga begitu. Tapi kalau mau jadi anak hebat, harus mau belajar hal yang tidak disukai.”

Erza terdiam. Lalu dengan wajah cemberut, ia kembali menarik garis-garis huruf meski belum rapi.

Di sisi lain ujung sofa, Elora duduk di lantai dengan buku bergambar di depannya. Jari kecilnya menunjuk satu per satu gambar.

“Ini apel,” ucapnya bangga. “Ini gajah!”

“Pintar,” puji Azalea.

Elora kini sudah jauh berbeda dari gadis kecil yang dulu sering tantrum. Ucapannya semakin jelas. Huruf S dan R yang dulu selalu tertukar, kini mulai terdengar sempurna.

“Mommy, aku bisa bilang stroberi!” kata gadis kecil itu antusias.

“Coba,” tantang Azalea.

“Stro-be-ri!” Elora tertawa puas.

Perkembangan itu membuat hati Azalea hangat sekaligus perih. Hangat karena melihat perubahan besar. Perih karena ia tahu, seharusnya perubahan ini bisa terjadi sejak lama, jika anak-anak itu mendapat perhatian yang cukup.

Waktu salat tiba, Elora selalu menjadi yang paling bersemangat. “Mommy, ayo salat!” serunya sambil menarik ujung mukena Azalea.

Gadis kecil itu berdiri di samping Azalea, menirukan setiap gerakan. Kadang ia terlalu cepat rukuk, kadang ia berdiri kembali sebelum Azalea selesai sujud.

Pernah suatu kali, di tengah salat, Elora tiba-tiba berbisik pelan, “Shalallaahu 'ala Muhammad ....”

Dan di lain waktu, suara kecil yang tak terduga terdengar.

Preeeet.

Erza langsung tertawa terkekeh, sementara Azalea bisa menahan diri.

Seusai salat, Elora menatapnya dengan wajah polos. “Mommy, Elora kentut. Salatnya batal, ya?”

Azalea mengusap wajahnya sambil tertawa kecil. “Kalau kentut, iya. Tapi tidak apa-apa, kita ulangi.”

Elora mengangguk serius, lalu tersenyum lebar.

“Untung kentutnya enggak bau,” celetuk Erza masih tertawa geli.

Namun di balik kehangatan itu, selalu ada bayangan dingin. Mami Elsa, setiap kali melihat Azalea mengajar, wanita itu selalu punya komentar.

“Belajar begitu saja, mau jadi apa?” sindirnya suatu sore. “Anak-anak itu butuh pendidikan mahal, bukan ajaran dari kampung.”

Azalea memilih diam. Ia menunduk, menelan perih di dadanya.

Namun, ketika suatu hari Mami Elsa berkata dengan nada sinis, “Pantas saja Jasmine mati muda. Wanita murahan dan mata duitan seperti itu—”

Azalea berdiri. Matanya menatap tajam. “Cukup, Nyonya,” ucapnya dengan suara bergetar tapi tegas. “Kakak saya wanita baik. Dia bekerja keras demi aku adiknya, agar bisa hidup layak, bukan demi harta.”

Mami Elsa terkejut. Sejak hari itu, sindiran tetap ada, tetapi Azalea tak lagi membiarkan hinaan terhadap mendiang kakaknya berlalu begitu saja.

***

Suatu malam, rumah itu sunyi. Erza dan Elora sudah tidur. Lampu ruang keluarga temaram. Azalea melangkah keluar kamar dan melihat Enzo duduk di sofa, segelas alkohol di tangannya. Tatapannya kosong, seolah pikirannya melayang jauh.

Azalea berhenti sejenak, lalu mendekat. “Mas,” panggilnya pelan.

Enzo menoleh. “Belum tidur?”

“Belum,” jawab Azalea. Ia duduk di kursi seberang, menjaga jarak. “Boleh aku bicara?”

Enzo mengangguk singkat.

Azalea menatap gelas di tangan pria itu. “Minuman itu, tidak baik untuk tubuhmu.”

Enzo tersenyum miring. “Aku sudah dewasa.”

“Aku tahu,” balas Azalea lembut. “Tapi tubuhmu titipan. Hidupmu juga. Masa depanmu, masih panjang.”

Kata-katanya pelan, namun menusuk. Enzo menatapnya lama. “Kamu selalu bicara seolah tahu segalanya,” ucapnya datar.

Azalea menggeleng. “Aku tidak tahu segalanya. Aku hanya ingin Mas tidak menyakiti diri sendiri.”

Enzo terdiam.

“Dan, jika Mas ingin rumah ini hangat,” lanjut Azalea lirih, “Mas harus hadir. Anak-anak bukan butuh uang saja. Mereka juga butuh kasih sayang dan perhatian dari kamu, Mas.”

Kalimat itu seperti mengetuk sesuatu di dalam dada Enzo.

Sejak malam itu, Enzo berubah. Ia tak lagi lembur. Tak lagi pulang larut malam. Ia tiba di rumah tepat waktu, mengganti jasnya, lalu duduk di ruang keluarga bersama Erza dan Elora.

“Daddy dulu waktu kecil suka main layangan,” cerita Enzo suatu sore.

“Serius?” mata Erza berbinar.

“Iya. Sampai jatuh ke empang.”

Elora tertawa keras. “Daddy lucu!”

Enzo ikut tertawa, tawa yang jarang sekali terdengar.

Enzo baru menyadari, betapa banyak waktu yang ia lewatkan. Betapa asingnya ia dengan cerita anak-anaknya sendiri.

Malam itu, setelah makan malam bersama, Erza menatap Enzo penuh harap. “Daddy,” katanya pelan, “besok aku mulai libur sekolah. Kita liburan bareng, ya?”

Elora langsung menyambar. “Iya, Daddy! Kita ke pantai!”

Enzo terdiam. Ia menoleh ke arah Azalea.

Tatapan mereka bertemu, tatapan seorang ayah yang mulai belajar hadir, dan seorang istri yang hanya berharap kebahagiaan untuk anak-anak itu. Di sanalah Enzo berdiri di persimpangan antara kesibukan yang selama ini ia anggap segalanya, dan dua pasang mata kecil yang kini menunggu jawabannya dengan penuh harap.

1
Someone
💪💪
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah inilah kenapa jangan makan uang haram, atau ngambil suami orang, jadi nggak berkah kan idup nya 🙏☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah setidaknya lea dr keluarga baik2 bukan hasil anak gundik yg ngerebut kebahagiaan keluarga orang kayak yg ngatain 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bayangin aja udah sejahat apa dia sm lea tp suami nya lea mutasi dia aja masih baik banget di boyong se-nadia & nadin nya 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
udah kalah di duit kalah juga dr dia ngetreat lea di masalalu, kok bisa semantep itu ngajak rujuknya wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kenapa ada manusia manusia modelan begini di muka bumi ini sih wkwk suka banget ngasih kesimpulan dr apa yg di liat trus di omong2in ke orang2 😩 capek2 di buat dr debu sm Tuhan masa fungsi nya cuma ghibah 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ih makasih lho mbak nad udah ngambil cowo medhit nan kikir ini wkwk kalo bisa jangan di lepas ya biar jd ladang pahala mbak nad seumur hidup biayain laki medhit ini 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sumpah ini kalo enzo ketemu sm reza pasti otak dia bayangin sekecil apa punya reza 🤣😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
random sih tp lucu banget "berdiri mami elsa yg duduk di kursi roda" 😅 bayangin berdiri sambil duduk 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata oma elsa kalo waras bijak banget, bangga deh oma 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
paham sih enzo ngalamin kayak birthday blue karena ngingetin dia sama hr kematin mendiang isteri, tapi di sisi nya si anak dia juga berhak di rayakan walapun hr lahir nya juga harus membersamai hr meninggal nya ibu nya, toh ga ada manusia di dunia ini yg pengen hr lahirnya juga jd hari kematian orang yg di sayang 🙂🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Aah i see, dia jd trauma sama orang2 dr kampung atau di anggap miskin karena di anggap selalu jadiin "nikah sm orang kaya" sebagai jalan pintas bahkan sampe jd simpenan. Tapi semoga di bisa liat ketulusannya lea sama keluarga dia ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
yeee bilang aja situ medhit, orang isteri sendiri masa di bilang numpang hidup 😒 lah ibu mu juga numpang idup dong dr bapak mu 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oalah pantesan, akhirnya terjawab sudah pertanyaan ku wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah jd beneran mertua nya jasmine sm adek nya jasmine ga kenal? 😅 penasaran banget pas nikahan dulu emang si jasmine ga ngenalin keluarga nya apa gimana
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok kenalan lagi sih emang pas kakak lu dilamar sampe nikahan ni keluarga ga saling kenalan kah? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hah gimana sih bukannya ini mama mertua nya jasmine kakak nya lea kan? emang dia pas nikahan jasmine sm enzo ga ketemu sama keluarga menantu nya sampe adek dr menantu nya ga ngenalin? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo emang si reza sama nadia selingkuh ya udahlah ya tapi masalahnya ini dia pake jabatan nya dia buat bikin orang yg ga ada masalah personal sm dia jd ga bisa kerja, bener2 ya 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
biarin aja bude, coba dia ganti isteri pengen tau rejeki nya masih sama apa enggak 😏 kata orang kan beda pasangan beda rejeki, nah kalo habis ini dia kere brati bener doa isteri nya yg bikin rejeki dia deres 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
e paijo satu muka bumi juga tau kalo cari yang susah, kalo gampang ga ada yg ga bisa sekolah, penggangguran juga ga bakal banyak lagian ngatain diam di rumah lu pikir ibu lu yg sakit itu yang ngurusin siapa? lelembut kah, jelas2 isteri nya ngurusin orangtua ni laki gemblung 😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!