NovelToon NovelToon
Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / Bad Boy / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / Enemy to Lovers / Nikah Kontrak
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Qiara adalah anak yatim piatu yang selalu dimanfaatkan oleh pamannya. Hidupnya begitu menderita. Bahkan dirinya juga disuruh bekerja menjadi pelayan tiga badboy kembar yang akhirnya menjamah dirinya. Hidupnya penuh penderitaan, sejak ke dua orang tuanya meninggal. Dia harus bekerja mencukupi kebutuhannya. Namun akhirnya, ketiga kembar kaya raya itu jatuh cinta pada Qiara. Bahkan saling berebut untuk mendapatkan cintanya? Siapakah dari pada kembar yang bisa bersama dengan Qiara? Apakah Nolan? Apakah Natan? Apakah Noah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6.

Qiara terlihat melepaskan penjepit bantal yang sebelum nya dirinya peluk, lalu ia mencoba untuk  meluruskan tubuh nya.

Setelah beberapa saat, akhirnya Qiara pun bisa bangkit berdiri. Namun, ketika melihat ke arah pintu kamar nya, ekspresi wajah nya tiba -tiba berubah terkejut.

"Astaga, kenapa pintu kamarku terbuka? Apakah tadi ada yang masuk ke dalam kamar? Karena seingatku, pintu kamar sudah tutp. Bagaimana jika Nolan, Natan, atau Noah melihat posisi tidurku tadi? Ini pasti jadi aib yang memalukan." Qiara nampak bergumam dengan perasaan cemas dan bingung, takut kalau sampai ada memperhatikan posisi tidur nya yang memalukan.

Qiara yang merasa haus pun berjalan ke arah luar kamar, untuk mengambil minum yang ada di dapur.

Suara musik terdengar semakin keras di telinga Qiara.

"Astaga, malam malam begini! Siapa yang menyetel music sekencang ini?" gumam Qiara bingung. Lantas ia pun berusaha untuk mengintip ke arah sumber suara.

Saat dirinya akan mengintip, tiba tiba ia di kejutkan dengan seseorang yang menarik baju belakangnya.

Bahkan hal itu membuat baju belakang nya menjadi tersingkap.

Qiara yang ingin berteriak lagi lagi di kejutkan dengan bibir nya yang di bekap dari arah belakang.

Qiara nampak mengigit telapak tangan orang yang membekap mulutnya. Namun, orang itu seperti nya tidak merespon. Malah dengan mudah nya terus menarik tubuh nya dari arah belakang.

"Kenapa aku mencium bau alkohol? Jangan jangan orang ini mabuk," gumam Qiara. Tentu saja dirinya paham dengan bau minuman setan itu, karena pamannya sering kali mengkonsumi minuman setan itu.

Tubuh Qiara terus di tarik menuju kamar gelap, lalu ia merasa seperti di lempar di atas sebuah ranjang.

"Akh ... Sakit," beo Qiara saat merasakan sakit di bagian punggung nya.

Qiara mendengar orang mengunci pintu.

"Kenapa tiba tiba aku merasa takut? Sungguh aku tiba tiba merasa tidak enak." gumam Qiara dalam hatinya.

Di kegelapan kamar, Qiara berusaha untuk melihat sekitar. Ia nampak mengerjakan matanya berkali kali. Namun, hasilnya tetap saja gelap, hanya terlihat siluet bayangan hitam saja.

"Jangan mendekat!" titah Qiara dengan nada bergetar, kala seorang laki laki nampak berjalan ke arahnya. Bahkan laki laki itu terlihat melepaskan semua pakaian yang di kenakan.

"Tolong ... Jangan ... Jangan ...." teriak Qiara. Namun, teriakannya seperti tidak di hiraukan oleh laki laki itu.

"Kinara ... Kinara  ... Tolong jangan takut, ayo kita bersenang senang!" kata laki laki itu. Bahkan bau alkohol tercium jelas di hidung Qiara.

"Kinara aku sungguh sangat mencintai mu," ucap laki laki itu lagi.

Qiara sungguh tidak merasa asing dengan suara laki laki itu.

Kain yang menempel di tubuh Qiara pun di paksa untuk di lepas. Ia nampak memohon, agar laki laki yang di sedang mabuk dan sekarang ini menindih tubuh nya untkm melepaskannya.

Namun, laki laki itu sama sekali tidak menggubris ucapan Qiara.

Laki laki itu terus melakukan aksinya, sebuah aksi yang tidak pernah Qiara bayangkan sebelumnya.

Laki laki itu nampak mencium seluruh tubuh Qiara, lambat laun tubuh Qiara nampak menerima rangsangan demi rangsangan lembut yang laki laki itu berikan.

Walaupun dalam benak Qiara sendiri, dirinya sudah berusaha untuk menolak.

Dan akhirnya, sesuatu yang sudah dirinya jaga selama 18 tahun pun sekarang ini nampak sia sia.

Setelah satu pergulatan yang panjang dan juga begitu berkesan bagi laki laki itu, laki laki itu pun akhirnya tertidur pulas.

Qiara sendiri duduk meringkuk di lantai seperti sebuah sampah yang tidak berguna.

"Kenapa ini harus terjadi pada ku? Kenapa? Kalau sampai aku hamil gimana? Walaupun aku bodoh, aku tetap ingin menjadi orang yang berguna, agar tidak mengecewakan ke dua orang tua ku di atas sana," gumam Qiara dengan suara parau, ia menangis dengan suara kencang.

Walaupun tangisannya terdengar pilu dan suara terdengar keras. Namun, hal itu tidak mengganggu laki laki yang mengambil segelnya untuk tetap tertidur dengan pulas.

Hati Qiara begitu terguncang, baru sehari bekerja sebagai baby sitter 3 kembar. Dirinya harus menerima perlakuan seperti ini.

"Kenapa ini harus terjadi padaku? Kenapa ...?" gumam Qiara, ia berusaha dengan sangat keras untuk menguatkan hati dan juga mentalnya.

Beberapa jam pun berlalu, setelah bisa menguatkan hatinya. Qiara pun bangkit berdiri, dengan langkah yang tertatih tatih. Karena sakit di area bawahnya. Ia pun keuar dari kamar itu dengan wajah yang nampak begitu sembab.

***

**

Pagi menjelang. 

Suasana di ruang makan keluarga Abraham nampak hening.

Pagi ini Qiara memilih untuk membuat sarapan roti bakar dengan isian sayur.

"Roti apaan ini? Kenapa rasanya begini?" protes Natan dengan wajah kesal. Alkohol yang semalam ia minum masih begitu terasa di tubuhnya.

Iya semalam Nolan mengadakan party dengan mengundang teman temannya untuk meminum minuman beralkohol. Note : minum minuman beralkohol tidak untuk di tiru ya guys. Karena banyak menimbulkan efek yang sangat buruk.

Sementara Nolan dan Noah, terlihat mematung seperti ada sesuatu yang mengganjal pikran mereka.

Brakk.

"Om Abraham yang membayar gue saja tidak memaksa untuk langsung bisa membuat makanan kalian. Lagian gue juga masih tahap belajar," sahut Qiara dengan nada meninggi.

"Bukankah kemarin lo itu setuju dengan tantangan yang gue dan juga Nolan berikan. Kenapa makanan sampah dan tidak enak begini yang lo berikan!" Bentak Natan nampak berbicara dengan nada suara yang lebih tinggi.

"Ya ini yang gue bisa," kata Qiara pasrah.

"Ya gue kalah. Kalau lo mau ya di makan, kalau gak ya terserah," imbuh Qiara dengan nada marah.

Tanpa banyak bicara Qiara terlihat melempar celemek memasak yang sebelumnya terpasang di tubuh nya. Lalu ia mengambil tas nya yang ada di kursi makannya.

Natan baru menyadari, jika sikap yang di tunjukkan oleh Qiara sekarang ini sungguh sangat berbeda, jika di bandingkan dengan beberapa hari sebelumnya.

"Dia kenapa?" tanya Natan sembari memandang ke arah Nolan dan juga Noah.

Nolan dengan ekspresi wajah cuek nampak mengedipkan bahunya sembari memakan roti bakar isi sayur buatan Qiara.

Sementara Noah yang sudah menghabiskan makanannya terlebih dulu, nampak mengejar Qiara yang sudah berjalan lebih dulu.

"Qiara tunggu. Kamu tidak tahu, jalan arah ke sekolah."

Qiara tidak memperdulikan teriakan yang keluar dari bibir Noah. Dirinya tetap melanjutkan langkah kakinya. Walaupun bagian bawahnya terasa begitu sakit saat di buat untuk berjalan.

Tangan Noah pun akhirnya mendarat tepat di bahu Qiara.

Tubuh Qiara langsung meremang, akibat rasa trauma yang menjalar di tubuhnya. Perihal apa yang terjadi semalam.

Air mata mulai mengenang dan juga jatuh di ke dua pelupuk matanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!