Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Dua Kehidupan Juga Tak Bisa Lepas Dari Takdir Inii
Zhang Liu menghela nafas pelan menatap pantulan dirinya di depan kaca, parasnya cukup cantik, namun saat mengingat kemalangan yang ia alami selama bertahun tahun ini, benar benar membuat dirinya iba
Gadis ini sama sepertinya saat itu, selalu mendambakan kasih sayang seorang ayah, ibu mereka sama sama meninggal di usia muda, dan hidup dengan ibu tiri beserta ayah yang tak berperasaan sedikit pun.
"Gadis ini sangat bodoh dan lemah, di masa apapun selalu ada perbedaan antara jalang dan istri sah, begitu juga dengan kedudukan anak haram dan putri sah, tapi Lu Yan ini?, dia putri yang di lahirkan dari istri sah, nona besar di kediaman akan tetapi malah menjadi begitu menyedihkan" Ia membatin, ada banyak bajingan yang menindasnya, ia bahkan dengan bodoh membiarkan dirinya di tindas.
Di kehidupan lalu ia naïf dan terlalu berperasaan, kali ini jatuh dalam stuasi sama, hanya bisa mengandalkan diri sendiri untuk bangkit kembali, bangkit, pukul keras keras setiap orang yang menyakitinya.
"Lucu sekali, di dua kehidupan aku bahkan tak bisa lepas dari stuasi tragis ini" Ia membatin, Hidup kemarin dan hari ini, bukankah tak ada bedanya, sama sama tak di inginkan, sama sama melakukan banyak upaya demi sebuah pengakuan, dan akhirnya?
Bahkan saat putrinya sudah mati pun bajingan itu masih ingin mengirimnya ke kediaman raja Han, untuk di jadikan tumbal bagi pria jahat dan pemurung itu
"Nona, apa yang nona pikirkan?" Wei Yuan baru saja masuk ke dalam kamar, dan melihat sang nona menunjukan senyuman mengerikan, ini jelas membuatnya takut
"Dari mana saja kau?" Wei Yuan meninggalkannya tepat setelah dirinya sadar, setelah beberapa saat ia kembali lagi
"Nona ini makanan anda" Wei Yuan meletakan makanan di meja sang nona, sang nona suka terdiam sejak bangun, insiden itu, apakah membuat sang nona sangat terkejut hingga menjadi pendiam seperti ini.
"Apakah ini makanan manusia?, aku tak akan memakannya, apa apaan aku tak pernah kekurangan makan" ia menatap dengan tatapan datar.
Bagaimana tidak, hanya adalah dua roti kering dan semangkuk acar lobak, apakah ini bisa di makan? Ia adalah nona besar keluarga terkenal dan bangsawan kaya, apakah mereka begitu miskin untuk memberi makan nona muda keluarga mereka
"Nona maafkan hamba yang tidak mampu, nona pasti sangat menderita selama ini" Wei Yuan menunduk dengan penuh rasa bersalah Ialah yang tak mampu, mereka maka makanan yang bahkan lebih buruk dari para pelayan
"Yah benar, aku memang sangat menderita, makan ya makan" Ia menyantap makanan dengan ringan Ia baru saja datang ke dunia ini,
Tubuh ini juga tak begitu baik, beristirahat lebih lama untuk memulihkan diri, masih ada banyak waktu setiap sakit akan ia balas pelan pelan, Ayah bajingan itu, perhitungan baru saja di mulai, bersiap siaplah untuk kehidupan yang bahkan jauh lebih buruk dari kematian
"Menikahi pria miskin memang sangat mengerikan" Ia menghela nafas pelan, Bai Wudan dulunya juga seorang pria miskin, dan seperti biasa pria miskin ini suka sekali menipu nona muda yang polos dengan iming iming cinta tulus, menjijikan.
"Nona, hamba akan mengambil tambahan roti untuk nona" Wei Yuan berucap dengan nada pelan, jika ia berusaha lebih keras ia akan mendapatkan makanan lebih.
"Tidak perlu, kau juga makanlah" Wei Yuan setia mengikuti anak ini sedari muda, banyak menderita dan di ganggu demi pemilik tubuh ini ia akan menjaganya dengan baik.
Tubuh dan moodnya tak terlalu baik hari ini, ia tak ingin keluar kamar, anggap saja makanan ini sebagai makanan darurat saat bencana banjir, kelak ia harus menikmati banyak makanan lezat
"Baiklah, untuk beberapa saat ini aku akan kembali tidur, jangan menganggu ku" Makan sudah selesai, tubuh ini lemah.
Beristirahat beberapa saat akan membuat tubuh ini menjadi lebih segar, untuk hal hal kedepan tak perlu terburu buru, banyak hari di masa depan, berurusan dengan keluarga ini, ia tak terlalu ingin, namun setiap hutang harus di bayar, jadi lihat saja bagaimana mereka mampu membayar setiap kesulitan gadis malang ini.
"Nona, kenapa anda tak memakan makanan sampai habis?"
"Roti ini keras, dan acar juga hambar" Makanan ini terlalu buruk, ia bahkan tak pernah memakan makanan sampah ini di sepanjang hidupnya
"Hamba yang tidak mampu" Wei Yuan menunduk malu, sebagai pelayan ia seharunya melayani sang nona dengan baik, bukan malah menyusahkan sang nona
"Sudah lah, kembali pada pekerjaan mu, aku ingin sendiri" Satu roti dan setengah mangkuk acar sudah cukup mengganjal perutnya, ia harus segera beristirahat, hal yang lainya ia pikirkan nanti saja
"Tapi nona" Nonanya melompat ke danau pagi ini, jika di biarkan sendiri ia takut sang nona malah nekat gantung diri, jika itu benar terjadi maka Wei Yuan yang hanya seorang pelayan tak memiliki pilihan lain selain mati
"Aku bisa mengurus diri ku sendiri, kembalilah" Ia terbiasa hidup mandiri, melakukan semuanya sendiri, ia tak sebodoh Zhang Liu Yan itu, mati bukan cara yang tepat
Dendam harus di balaskan, jika tidak bukankah akan sangat menjengkelkan, saat itu, jika saja ia memiliki pilihan maka siapa yang mau mati, Kedua bajingan itu menjebaknya.
"Baik nona"
Wei Yuan meninggalkan kamar sang nona dengan patuh, Liu Yan?, ia membuka jendela kamar dan menatap langit, ia ingin mengeluh tapi juga
"Hidup apa ini" Ia menghela nafas pelan
Di kehidupan lalu, demi mendapat pengakuan sang ayah ia rela menjadi boneka yang melakukan apapun yang di inginkan sang ayah.
Ia sudah kehilangan sosok ibu sedari muda dan ayahnya?, ayahnya menikahi wanita lain, sejak saat itulah ia sudah tak ada lagi, demi mendapat kasih sayang sang ayah ia melakukan banyak hal.
Bahkan tak sungkan membunuh, menjadi tameng terdepan bagi sang ayah, semua musuh dan saingan bisnis yang ayah harus berakhir tragis, setiap orang yang menjadi penghalang bagi sang ayah akan ia habisi tanpa sisa
Tanganya sudah dikotori darah, tepat sebelum kematian ia baru sadar jika semua hal yang ia lakukan sia sia.
Hampir seluruh hidupnya selalu berurusan dengan membunuh, tanganya di kotori banyak nyawa, pisaunya mengalir darah tanpa henti, namun setelah bisnis menjadi lebih stabil ia di singkirkan begitu saja.
Ia baru sadar, keberadaannya memang tak di inginkan sedari awal, pria yang ia sebut ayah hanyalah Seorang pria kejam yang memanfaatkan dirinya demi kepentingan pribadi dan akhirnya?, Bai Xioshang hanya alat yang di gunakan menepis musuh
"Ayah, omong kosong" Ia mendecih jijik
Siapa yang butuh ayah, ia hanya ingin membunuh dan memukul keras kepala ayah yang memperlakukan putrinya dengan kejam.