Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Gerbang Naga dan Pengkhianatan Terbuka
Bahtera Langit akhirnya mendarat di pelataran luas di kaki Puncak Langit. Di depan mereka, sebuah gerbang batu raksasa yang tertanam di dinding gunung berdiri dengan keagungan yang menakutkan. Gerbang itu dihiasi oleh dua ukiran naga yang saling melilit, matanya terbuat dari batu delima yang tampak redup, menunggu percikan kehidupan untuk bangkit kembali.
Suasana di pelataran itu sangat mencekam. Kabut ungu yang keluar dari celah gerbang membuat para murid Sekte Pedang Suci harus menggunakan jimat pelindung untuk sekadar bernapas.
Lu Chen melangkah turun dari kapal, diikuti oleh Yue Bing yang masih terengah-engah setelah pertempuran di dek. Namun, saat mereka menginjakkan kaki di tanah, puluhan murid elit dan tiga Tetua Agung Sekte Pedang Suci segera membentuk formasi lingkaran, mengunci posisi Lu Chen dan Yue Bing.
"Apa maksudnya ini, Han Xiao?" Yue Bing menghunus pedangnya, matanya berkilat penuh kemarahan.
Han Xiao berjalan keluar dari barisan murid, wajahnya yang tampan kini tampak dingin dan tanpa ekspresi. "Maafkan aku, Tuan Putri. Tapi Tuan Muda Lin terlalu berbahaya untuk dibiarkan bebas. Resonansi hitam pada prasasti kemarin membuktikan bahwa dia bukan hanya 'kunci', tapi dia adalah kunci yang bisa menelan pemiliknya."
Salah satu Tetua Agung, Tetua Kuang, melangkah maju dengan tongkat perak di tangannya. "Bocah, kami tahu kau menyembunyikan kekuatan besar. Tapi di depan Gerbang Naga ini, kekuatanmu hanya akan berguna sebagai tumbal. Serahkan jiwamu untuk mengaktifkan segel ini, atau gadis di sampingmu akan mati terlebih dahulu."
Tiba-tiba, sebuah jaring energi berwarna keemasan—Jaring Penyegel Surga—turun dari langit-langit tebing, langsung melilit tubuh Yue Bing sebelum ia sempat bereaksi.
"Tuan Lu!" teriak Yue Bing saat tubuhnya ditarik paksa menuju pusat altar di depan gerbang.
Lu Chen tetap diam. Ia tidak bergerak untuk menyerang, bukan karena ia takut, tapi karena ia merasakan sesuatu yang jauh lebih besar sedang terjadi di dalam dirinya. Di balik jubahnya, kepompong Ignis telah berhenti bergetar. Hening. Keheningan yang menandakan bahwa proses pencernaan Inti Kehidupan Kuno telah mencapai titik jenuh.
[Ding! Peringatan Sistem!]
[Target Yue Bing dalam bahaya kritis (Disandera untuk pengorbanan darah).]
[Proses Evolusi Ignis: 100%.]
[Kondisi Inang: Siap untuk Terobosan Tahap Nascent Soul.]
"Kalian bicara tentang pengorbanan?" Lu Chen akhirnya bersuara. Suaranya rendah, namun bergema di seluruh lembah, memadamkan suara angin. "Kalian menyebut diri kalian sekte benar, namun kalian menggunakan nyawa orang lain untuk membuka makam yang bukan milik kalian."
"Keadilan ditentukan oleh pemenang, Tuan Muda Lin!" Tetua Kuang berteriak, mengangkat tongkatnya. "Aktifkan formasi! Tarik esensi naga dari tubuhnya!"
Cahaya merah darah mulai merambat dari altar menuju tubuh Yue Bing. Gadis itu menjerit saat energinya mulai disedot secara paksa.
"Cukup," bisik Lu Chen.
Tiba-tiba, langit yang tadinya ungu berubah menjadi hitam pekat. Petir biru yang sangat besar menyambar tepat di atas kepala Lu Chen, namun bukannya menghancurkannya, petir itu justru terserap masuk ke dalam tubuhnya.
KRAK!
Kepompong di bahu Lu Chen pecah. Cahaya biru yang menyilaukan meledak, menghancurkan jaring penyegel yang melilit Yue Bing dalam sekejap. Dari balik cahaya itu, muncul sosok yang membuat semua orang, termasuk Han Xiao, jatuh berlutut karena tekanan gravitasi yang mendadak meningkat ribuan kali lipat.
Ignis telah menetas. Ia kini berada dalam Supreme Dragon Form. Tubuhnya yang sepanjang lima meter ditutupi oleh sisik kristal Azure yang memancarkan api dingin. Sepasang sayapnya yang lebar menutupi cahaya bulan, dan matanya yang berwarna emas murni menatap para kultivator itu seperti menatap tumpukan sampah.
"Beraninya... semut-semut manusia ini... menyentuh apa yang menjadi milik tuanku!" Raungan Ignis mengguncang fondasi Gunung Langit. Gerbang batu raksasa itu mulai bergetar, bereaksi terhadap kehadiran raja naga yang sesungguhnya.
Lu Chen melayang ke udara, dikelilingi oleh pusaran energi emas. Di dalam Dantian-nya, Inti Emas SSS+ miliknya pecah dan membentuk sosok bayi kecil yang bersinar—Nascent Soul.
[Selamat! Inang telah menembus ke Tahap Nascent Soul - Level 1 (Grade Sovereign).]
[Kekuatan Fisik dan Mental meningkat 1000%.]
[Skill Baru Terbuka: 'Lautan Api Kehampaan'.]
"Han Xiao, kau ingin melihat monster?" Lu Chen menatap ke bawah. Matanya kini tidak lagi memiliki pupil manusia, melainkan vertikal seperti naga. "Aku akan menunjukkan padamu apa yang terjadi ketika seekor semut yang kau remehkan... tumbuh menjadi naga yang akan menelan duniamu."
Lu Chen melambaikan tangannya. Seketika, lautan api biru dingin meledak dari bawah tanah, melahap seluruh murid elit Sekte Pedang Suci yang berdiri dalam formasi. Mereka bahkan tidak sempat berteriak sebelum tubuh mereka berubah menjadi patung es yang kemudian hancur menjadi debu.
Tetua Kuang mencoba melarikan diri menggunakan jimat teleportasi, namun Ignis lebih cepat. Dengan satu kibasan ekor, ruang di sekitar Tetua itu membeku, dan tubuhnya hancur berkeping-keping di udara.
Han Xiao berdiri sendirian di tengah kehancuran, pedang besarnya kini tampak seperti mainan yang tidak berguna. "Ini... ini bukan kekuatan manusia... Kau adalah Iblis!"
"Bukan Iblis," Lu Chen mendarat dengan tenang di depan Gerbang Naga yang kini mulai terbuka secara otomatis karena kehadirannya. "Aku hanyalah hasil dari keserakahan kalian."
Gerbang batu itu terbuka dengan suara gemuruh yang dahsyat, menyingkapkan kegelapan yang dipenuhi dengan tulang belulang naga raksasa dan harta karun yang tak terbayangkan. Namun, bagi Lu Chen, tujuannya hanya satu: Jantung Naga di pusat makam.
Ia berjalan melewati Han Xiao yang telah kehilangan kewarasannya, membawa Yue Bing yang masih tertegun di sampingnya. Ignis terbang di atas mereka, menjadi penjaga kegelapan.
"Perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai, Yue Bing," ucap Lu Chen tanpa menoleh. "Dan Benua Tengah akan segera tahu... bahwa langit mereka telah runtuh."