Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran
didalam apartemen adinda menyiapkan beberapa file yang sudah ia salin tadi sewaktu dikantor, adinda sekarang tidak seperti dulu jika ada sedikit waktu maka ia akan pergi jalan-jalan
Tapi sekarang waktunya ia habisnya untuk bekerja, bukan hanya menjadi sekretaris diperusahaan MAHES Adinda juga membuka sebuah butik yang cukup ternama dikota itu meskipun ia belum membuka cabang tapi butiknya selalu ramai karena disign yang dirancang sangat menarik perhatian
Adinda mempekerjakan kurang lebih 20 orang dibutik itu, bahkan ia sangat jarang mengunjungi butiknya karena selama ini ia hanya bekerja lewat laptop saja apalagi pekerjaan dikantor cukup padat
"besok hari minggu sepertinya aku akan berkunjung dibutik" gunggamnya,
kkrriiuukk adinda merasakan lapar dan memegangi perutnya ia lalu pergi keluar untuk membuat makan malam.
Setelah sampainya didapur adinda membuka kulkas dimana ternyata kulkasnya sudah kosong dan hanya ada air putih dan telor didalamnya
Adinda menepuk keningnya karena ia memang lupa berbelanja setelah pulang keapartemen miliknya dari rumah zyan
adinda memutuskan untuk makan diluar, gadis itu mengambil kunci mobil yang ada diatas meja menggunakan celana jeans pendek dan hoody yang cukup kebesaran menjempolkan ramputnya yang sedikit panjang asal menggunakan jedai
setelah cintanya yang tak terbalaskan adinda mulai cuek dengan penampilannya, terlebih apa adanya dari sebelumnya meskipun ia sering mengunakan make up yang tipis
Walaupun berpenampilan biasa seperti itu tidak membuat kecantikannya berkurang, itu didukung karena adinda memiliki kulit putih bersih dan juga bentuk tubuh yang indah
Adinda melajukan mobilnya sedang sambil sedikit bersenandung dari dalam speaker yang ada dimobil jazz sport yang berwarna putih miliknya
hanya butuh waktu hampir 20 menit akhirnya ia sampai direstoran yang cukup mewah "sesekali ngabisin duit buat makan enak bolehlah" ucapnya tersenyum dan masuk untuk memesan makanan
Adinda duduk di bangku yang paling pojok memesan beberapa makanan dan minuman, mata adinda melihat kearah sepasang kekasih yang saat ini tertawa bersama
adinda sedikit tersenyum,, cemburu?? Tentu saja gadis itu merasa cemburu
orang yang selama ini ia idamkan kini bahagia dengan gadis yang pria itu cintai, meskipun pernah menikah selama 1 Minggu tapi adinda merasa bersyukur hidup bersama zyan walaupun keberadaanya tidak dianggap sama sekali
"nona silakan pesananya" ucap waitress yang membawakan pesanan adinda
"oohh iya terimakasih mbak" adinda tersenyum tulus
Adinda makan dengan lahap ia sudah bertekad untuk melupakan masa lalunya dan menjalani hari-harinya seperti biasa
setelah membayar tagihan adinda hendak keluar dari restoran tersebut tidak ingin berlama-lama disana melihat orang yang ia cintai begitu bahagia dengan sang pujaan hati
Tapi baru beberapa langkah adinda melangkahkan kakinya suara seseorang membuatnya terdiam
"apa kau sedang mengikuti kami?!" ucap Berlin cukup lantang, adinda membalikan badannya ia tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh gadis itu
"maksud anda saya nona?" tunjuknya pada diri sendiri
"tentu saja, apa kau sengaja mengikuti kami sampai ditempat ini?? ingatlah jalang.. Zyan sudah membuangmu gadis miskin sepertimu tidak pantas bersanding dengannya" Berlin sedikit tersenyum menunjukan senyuman yang sangat menyebalkan
"hhmmm memang benar,,, maka dari itu saya undur diri dan membiarkan kalian untuk bersama!!" adinda mengangguk setelah mengatakan itu adinda berlalu dan hendak pergi tapi tidak disangka jika hoody yang gadis itu pakai ditarik paksa dari arah belakang
Berlin menarik kasar membuat adinda tersungkar dilantai lutut gadis itu terbentur membuat darah segar mengalir dikaki mulusnya
Berlin tersenyum penuh kemenangan melihat adinda kesakitan, adinda merasa jengah, gadis itu bangkit dari lantai dan menyerang belin membuat pertengkaran yang tidak terelakan terjadi
semua orang yang ada direstoran itu begitu riuh dan mendekat kearah 2 wanita yang saat ini saling tarik rambut bahkan saling cakar
Zyan yang mendengar ada keributan dengan cepat mendekat matanya melotot saat melihat Berlin dan adinda bertengar hebat
"stooppp!" zyan menarik kasar tangan adinda membuat gadis itu sedikit meringis merasakan sakit
Plaaakkkkk
Tamparan yang cukup keras mendarat dipipi gadis itu, Berlin mendekat kearah zyan dan menangis didada bidang pria itu
"zyannn dia…dia mencakar wajahku huhuhu ,, aku tidak tau apa yang dia inginkan saat aku lewat tiba-tiba dia menyerangku" ucapnya begitu mendramatis membuat adinda begitu terkejut bukan hanya make up-nya saja yang tebal tapi gadis itu juga sangat pintar berakting
Tadi dialah yang mendatangi adinda bahkan gadis itu yang sudah menarik paksa dirinya hingga tersungkar
Zyan menatap kearah adinda dengan tatapan nyalang dengan mata yang memerah, rasa benci terlihat sangat jelas diwajahnya
"kauuu!!! berani sekali kau menyakiti kekasihku!" ucapnya membuat adinda menatap pria yang selama ini mengisi hatinya dengan tatapan datar
tidak ingin membuat keributan lebih lama tanpa sepatah kata adinda meninggalkan mereka semua
Sedih??? tentu saja ia merasa sangat sedih, sakit ??? tentu saja adinda merasakan sakit pada kaki dan juga pipinya yang sudah ditampar
"berhentii!! Atau aku akan benar-benar menghancurkan hidupmu!" teriak zyan begitu lantang
Adinda tidak menghiraukan ucapan zyan ia berlajan dan ingin segera pergi dari tempat itu
Adinda kembali keapartemen miliknya, ia duduk disofa dan mengambil beberapa obat-obatan untuk mengobati luka dilututnya
"sssttt sakit" keluhnya adinda menghela nafasnya berkali-kali gadis itu bahkan menyandarkan kepalanya disofa memejamkan matanya yang indah
Ddrrrttt
Drrrttt
Adinda melihat kearah ponsel yang ternyata Rey menelponnya, gadis itu mengambil benda pipih yang ada diatas meja lalu menggeser tombol hijau
"hallo Rey" ucapnya dengan mata yang masih terpejam
Rey mendengar suara adinda yang sedikit serak dan sayu.. Rey sangat tahu jika gadis itu sedang menangis
"hhmmm adinda untuk besok bisakah temaniku keluar kota?? Tommy sedang sibuk dikantor cabang" ucap pria itu datar seperti biasanya
adinda membuka matanya kembali duduk dengan normal karena sedikit terkejut dengan apa yang Rey katakan
selama 1 tahun baru kali ini Rey menelpon dirinya dan meminta langsung kepada gadis itu untuk menemaninya
Biasanya tommy yang akan menelpon dirinya jika ada sesuatu yang urgent seperti ini
"oohh tentu saja Rey besok aku akan datang, berangkat jam berapa???" tanya gadis itu menetralkan suaranya
"jam 10 pagi aku tunggu dikantor" jawab pria itu dengan nada yang sedikit lembut
"hhmm apa sasya akan ikut?"
"tentuu"
"baiklah" tuttt tutt
adinda mematikan panggilan secara sepihak gadis itu bangkit dari duduknya dan pergi kekamar untuk tidur
Sangat lelah sekali rasanya hari ini, apalagi kaki dan juga pipinya terasa sangat sakit
happy reading 💫 💫 🙏
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan