NovelToon NovelToon
Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Shafira Azzahra, tidak menyangka laki-laki yang dulu selalu baik dan royal berubah ketika dirinya sudah menikah dengan Aris Permana. Aris, suaminya menunjukkan sifat aslinya yang pelit dan perhitungan dengannya. Apalagi sikapnya yang lebih mengutamakan keluarganya dibandingkan dirinya yang sebagai istri.

Setiap hari Shafira akan dikasih jatah belanja 20 ribu sehari oleh suaminya, Aris. Setiap hari Shafira harus memutar otak, harus dibuat apa dengan uang 20 ribu rupiah. Jika lauk tak enak, Sharifa'lah yang akan mendapatkan makian dari mulut julid keluarga suaminya.

Akhirnya Shafira memanfaatkan waktunya dirumah dengan menulis novel dan berjualan online dengan nama pena dan nama tokonya memakai nama samaran agar suami dan keluarganya tidak tahu kalau Sahfira juga memiliki penghasilan.

Suatu hari Shafira tidak sengaja melihat sang suami sedang jalan dengan seorang wanita. Karena mencium bau bau perselingkuhan, Shafira pun mulai masa bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan belas

"Mas aku mau beli baju sama tas ya." ujar Tia bergelayut manja di lengan om Bram.

Saat ini mereka sedang berada di mall. Biasanya setelah selesai melayani om Bram, Tia akan meminta di ajak shoping sebagai bentuk bayarannya selain uang.

Om Bram memang royal, selalu memenuhi permintaan Tia, asal ia sudah terpuaskan.

"Iya sayang, kamu bebas pilih yang kamu suka."

Ucap om Bram merangkul mesra pinggang sang sugar baby.

Banyak pasang mata yang melihat mereka aneh, tapi mereka tetap acuh. Menghiraukan pandangan orang-orang yang melihat mereka aneh, ada juga yang terang-terangan berbisik-bisik di dekat mereka.

"Ihh.. Mereka aneh banget, kenapa mereka pada ngeliatin kita gitu, kayak gak pernah liat cewek cantik aja." Ujar Tia percaya diri.

"Abaikan aja yank, mereka cuma iri sama kamu." Ujar om Bram.

Mereka pun memasuki toko pakaian di salah satu mall tersebut. Tia memilih dengan antusias baju-baju model terbaru.

"Sayang, mas mau ke toilet sebentar ya, kamu pilih-pilih aja dulu mana yang kamu suka."

"Oke, kamu jangan lama-lama ya mas."

"Gak lama kok, sebentar aja. Jangan lupa beli juga pesanan mas ya." Ucap om Bram tersenyum penuh arti.

"Siap sayang." balas Tia.

'Dasar aki-aki, gak inget sama umur, masih ganjen aja. Untung kaya, kalau nggak, gue juga ogah jalan sama aki-aki. Mana dilihatin banyak orang lagi.' gerutu Tia dalam hati melihat kepergian om Bram.

Tia pun lebih leluasa memilih tanpa diikuti om Bram.

"Waah.. Ini bagus banget, ambil ini juga ah."

gumam Tia melihat gaun cantik berwarna putih.

Saat sedang asyik memilih-milih baju, tiba-tiba bahunya ditabrak dari belakang oleh seseorang hingga baju yang sedang ia pegang pun terjatuh.

"Heh, tante gak punya mata ya, kalau jalan tuh lihat-lihat dong." Bentak Tia saat melihat seorang ibu-ibu yang menabrak bahunya.

"Aduh.. Maaf ya, saya tadi gak sengaja. Saya kira gak ada orang." Ujar Ibu-ibu itu sinis, tidak merasa bersalah. Mungkin ia memang sengaja menabrak Tia.

"Tante sengaja kan nabrak saya." Tia pun emosi, apalagi melihat cara Ibu-ibu didepannya ini meminta maaf tapi dengan nada sinis, seperti tidak ikhlas.

"Saya kan sudah minta maaf, saya gak sengaja nabrak kamu. Lagian siapa suruh berdiri disini, menghalangi jalan orang saja." ketus ibu-ibu itu.

"Saya mau berdiri dimana juga buka urusan tante ya, saya gak mau tahu. Pokoknya tante harus ganti rugi, baju-baju saya jadi pada jatuh semua." bentak Tia memancing pengunjung lain mendekat kearah keributan.

"Itu kan cuma jatuh, lagian baju-bajunya juga gak kotor atau rusak." sahut ibu-ibu itu dengan santai.

"Heh, kamu yang sopan dong sama yang lebih tua, tinggal kamu ambil aja lagi baju-baju kamu itu. Saya juga lihat tadi ibu ini gak sengaja nabrak kamu." ucap salah satu pengunjung yang tidak tahan dengan sikap Tia yang tidak sopan pada orang yang lebih tua.

"Kamu jangan ikut campur kalau gak tahu apa-apa, pokoknya saya mau tante ini ganti rugi."

"Bilang aja kalau kamu mau memeras ibu-ibu ini kan, kalau gak mampu beli, gak usah masuk ke sini." ujar pengunjung itu yang juga masih muda.

"Kamu jangan seenaknya bilang kalau saya gak mampu bayar, kalau saya mau saya bisa beli semua isi toko ini." ucap Tia dengan muka yang sudah merah padam menahan emosi.

Membuat ibu-ibu yang menabraknya menyeringai.

"Oh ya? Bagus kalau kamu mampu bayar. Jadi jangan ambil kesempatan untuk suruh ibu ini ganti rugi. Baju-baju kamu juga gak akan rusak kalau cuma sekedar jatuh."

"Udah bu, sebaiknya kita tinggalin aja cewek gila ini, jangan mau disuruh ganti rugi. Itu cuma modus dia aja supaya bisa memeras ibu." ujar pengunjung itu menggandeng ibu-ibu itu menjauh.

"Huuu... Kalau gak mampu bayar gak usah kesini, beli aja dipasar sana." sorak pengunjung lain yang gemas dengan tingkah Tia.

Semakin membuat muka Tia memerah menahan emosi bercampur malu.

"Kamu kenapa sayang? Kamu udah milih bajunya?" Tanya om Bram yang baru kembali dari toilet.

"Kamu kemana aja sih mas, lama banget. Aku tadi dirundung sama ibu-ibu resek." ucap Tia melampiaskan emosinya pada om Bram.

"Kenapa kamu marahnya ke mas sayang. Tadi ditoilet banyak orang, jadi mas antri dulu. Udah kamu gak usah marah-marah gitu."

"Tapi aku malu mas, tadi ibu-ibu itu resek banget. Dia yang salah tapi malah aku yang disalahin." ujar Tia

"Ya udah habis dari sini kita ke restaurant favorite kamu, supaya keselnya hilang. Gimana, sayang mau?" bujuk om Bram supaya Tia tidak marah dan tetap mau melayani hasratnya.

Sebenarnya Anita istrinya juga masih bisa melayaninya, tapi memang dasar Bram saja yang gila sela***angan. Ia tidak pernah merasa cukup dengan istrinya, ia selalu mencari wanita cantik yang masih mudah untuk memuaskan dirinya.

Tia juga bukan lah satu-satunya perempuan yang pernah tidur dengannya selain Anita istrinya.

Mereka pun pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya. Dengan angkuh Tia berjalan ke bagian kasir, karna masih ada orang-orang yang tadi menyaksikan keributannya.

"Nih mbak saya mau bayar belanjaan saya." ujar Tia sambil melirik sinis orang-orang yang masih berbisik-bisik melihatnya.

"Semuanya jadi lima juta lima ratus ribu ya mbak." ucap mbak kasir yang sudah selesai menghitung belanjaan Tia sambil memasukkan pakaiannya ke dalam paper bag.

Om Bram pun langsung menyodorkan kartu ATM nya.

"Maaf pak, ada kartu lain? Ini kartunya tidak bisa digunakan." ujar si mbak kasir sambil menyodorkan kembali kartu ATM milik om Bram.

"Loh, kenapa tidak bisa? Ini Isinya banyak kok." seru om Bram.

"Tapi ini memang tidak bisa digunakan pak."

ujar si mbak kasir masih dengan nada sopan.

"Coba sekali lagi dek, mungkin mesinnya error."

Si mbak kasir pun mencoba sekali lagi, tapi tetap tidak bisa.

"Maaf pak, kartunya memang tidak bisa dipakai."

Om Bram mengeluarkan kartu ATM nya yang lain dan menyodorkannya pada si mbak kasir.

"Coba pakai yang ini." Om Bram pun sudah merasa gelisah karna kartunya tidak bisa digunakan. Padahal seingatnya, isinya masih sangat banyak.

Tia pun tidak kalah cemasnya, ia takut kalau sampai tidak bisa membayar belanjaannya, apalagi orang-orang masih memperhatikannya.

"Sama pak, ini juga tidak bisa digunakan. Bisa pakai uang cash saja." ucap si kasir.

"Hah?" Om Bram makin tercengang, ia juga sudah deg-degan. Pikirannya sudah kemana-mana, mengingat istrinya yang akhir-akhir ini cuek, tidak seperti biasanya.

"Mas!" ujar Tia meremas tangan om Bram.

"Saya gak bawa uang cash, gimana dong sama belanjaannya dek."

Si kasir pun mendengus.

"Belanjaannya tidak bisa dibawa. Kalau bapaknya mau, bapak bisa ambil uang dulu. Nanti bisa balik lagi." ketus si mbak kasir yang wajah ramahnya sudah hilang.

"Mas tapi itu baju-baju ku mas." tunjuk Tia pada baju-baju pilihannya yang dibawa kembali oleh pegawai toko.

"Nanti kita balik lagi, udah ayo. Kita ambil uang dulu." Om Bram pun menggandeng lengan Tia keluar dari toko pakaian.

Tia yang kesal dan malu menyembunyikan wajahnya dibalik punggung om Bram karna orang-orang yang tadi menyaksikan pertengkarannya dengan ibu-ibu itu menyorakinya.

Sedangkan dari tempatnya, seseorang yang sedari tadi memperhatikan keduanya tersenyum sinis melihat keduanya dipermalukan didepan umum.

"Ini belum seberapa dari semua yang sudah kamu lakukan mas." ucap seorang wanita yang tak lain adalah Anita.

Anita juga yang tadi sengaja menabrak bahu Tia. Anita yang melihat suaminya keluar rumah pagi-pagi sekali memutuskan mengikuti kemana suaminya pergi, dari mulai menuju kontrakan sampai ke mall. Tidak lupa Anita juga mengambil foto dan video suaminya yang berhubungan badan dengan Tia ketika dikontrakan.

"Mas, gimana sama belajaan aku tadi. Lagian kenapa kamu gak bawa uang sih." ketus Tia dengan wajah cemberut.

Ia merasa malu dengan orang-orang, apalagi ia dengan sombong mengatakan kalau ia bisa membeli semua isi toko pakaian itu.

"Nanti kita balik lagi sayang, mas harus mastiin sesuatu dulu." ucap om Bram yang sudah merasa gelisah, takut kalau kelakuannya yang selama ini suka bermain perempuan diketahui sang istri.

"Aku gak mau balik ke tempat itu lagi. Pokoknya nanti kamu ganti sama baju yang lebih banyak." ujar Tia.

"Iya iya.. Nanti mas beliin yang lebih banyak.

Sekarang mas anterin kamu pulang dulu ya."

"Kok cepet banget kita jalan-jalannya mas."

"Mas mau mastiin sesuatu dulu. Kenapa ATM mas tadi gak bisa digunakan."

"Oh iya, kenapa tiba-tiba ATM kamu gak bisa dipakai, itu ada isinya kan?" selidik Tia menatap om Bram.

"Isinya banyak sayang, tapi mungkin ATMnya lagi bermasalah."

"Pokoknya kamu harus ganti untuk hari ini mas, besok aku minta belikan yang lebih banyak."

"Iya sayang, apa sih yang gak buat kamu." ujar om Bram tersenyum genit.

'Hoeekkk..dasar aki-aki' batin Tia memalingkan wajahnya.

Setelah mengantarkan Tia pulang, om Bram pun melajukan mobilnya pulang ke rumah.

"Semoga Anita tidak tahu kelakuan ku yang selama ini sudah berselingkuh dan mengambil uang cafe untuk bersenang-senang dengan perempuan lain." gumam om Bram cemas.

"Kalau sampai Anita tahu, tamat sudah riwayat ku." ucap om Bram lagi sambil mengacak-acak rambutnya gusar.

1
Desi Belitong
aku suka dia melawan bukan hanya bisa nangis💪💪
Aisyah Sabilla
THOR KAPAN UPDATE
Iry: kemungkinan bsk aku update langsung banyak yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!