NovelToon NovelToon
THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Masa Depan / Mata Batin / Cintapertama
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

​"Sentuhan kakak-kakakku adalah napasku, tapi sentuhannya... adalah hidupku."
​Shine terlahir dengan mata yang bisa melihat melampaui waktu. Namun, setiap penglihatan tentang masa lalu yang kelam dan masa depan yang berdarah menuntut bayaran mahal: energi hidupnya. Ia rapuh, tersiksa, dan bergantung pada pelukan dua kakak laki-lakinya yang posesif, Jin dan Suga.
​Hingga ia melangkah masuk ke restoran Euphoria.
​Jeon Jungkook adalah koki jenius yang selalu memimpikan gadis yang sama selama bertahun-tahun. Saat mereka bersentuhan, Shine menyadari satu hal: Jungkook bukan sekadar manusia, dia adalah 'baterai' abadi yang bisa memulihkan kekuatannya secara instan.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 The Business Rival

Udara di dalam ruang rapat utama Kim Corp terasa seberat timah. Meskipun mereka berada di lantai paling atas gedung pencakar langit yang dijaga ketat, perasaan terawasi tidak pernah benar-benar hilang. Jin duduk di kepala meja, rahangnya mengeras saat membaca laporan intelijen yang baru saja diletakkan Namjoon di depannya.

Setelah serangan sindikat di apartemen seberang, sebuah peta konspirasi yang lebih besar mulai terbentuk. Ini bukan lagi sekadar kasus KDRT atau preman jalanan. Ini adalah perang korporasi yang melibatkan mistisisme dan keserakahan manusia.

"Siapa mereka, Namjoon?" suara Jin terdengar dingin, jenis suara yang membuat seluruh stafnya gemetar.

"Hansung Group, Tuan," jawab Namjoon tanpa ekspresi. "Selama ini kita mengira mereka hanyalah rival bisnis di bidang teknologi. Namun, mata-mata kita menemukan bahwa mereka telah membentuk unit khusus bernama 'Project Delphi'. Mereka tidak lagi menggunakan analis pasar untuk memprediksi saham. Mereka mencari 'alat' yang bisa melihat masa depan secara absolut."

Jin melempar dokumen itu ke meja. "Dan mereka tahu tentang Shine."

"Mereka tahu dia adalah seorang Oracle. Dan mereka tahu bahwa setiap kali Shine melihat pergerakan besar, Kim Corp selalu mengambil langkah yang tepat. Bagi mereka, Shine bukan lagi seorang adik dari keluarga Kim... dia adalah mesin penghasil uang paling akurat di dunia.

Di paviliun, Shine sedang duduk di sofa, sementara Jungkook sedang sibuk mengoleskan salep pada luka lecet di punggungnya sendiri. Sejak kejadian di bunker semalam, mereka hampir tidak terpisahkan. Ikatan energi di antara mereka kini terasa lebih dari sekadar kebutuhan medis; itu telah menjadi tarikan gravitasi yang tak terelakkan.

"Kemarilah," ucap Shine lembut, mengambil alih botol obat dari tangan Jungkook.

Jungkook menurut, memunggungi Shine. Tato di punggungnya yang kokoh tampak berkilat di bawah lampu, namun ada goresan merah baru di sana akibat pertempuran kemarin. Saat jemari Shine menyentuh kulitnya, Jungkook memejamkan mata. Bukan karena rasa sakit, tapi karena sensasi hangat yang menjalar ke seluruh sistem sarafnya.

"Jungkook-ah, aku merasakan sesuatu yang aneh lagi pagi ini," bisik Shine sambil mengoleskan salep dengan gerakan melingkar yang pelan.

Jungkook menegang. "Penglihatan baru?"

"Bukan... ini berbeda. Ini bukan tentang darah atau jeritan. Ini tentang angka-angka. Aku melihat grafik yang terus bergerak, lalu aku melihat gedung-gedung besar yang runtuh seperti kartu." Shine menghela napas, menyandarkan keningnya di punggung Jungkook. "Rasanya seperti ada banyak orang yang sedang memikirkan aku, tapi dengan cara yang sangat rakus. Mereka melihatku bukan sebagai manusia, tapi sebagai angka."

Jungkook segera berbalik, meraih bahu Shine dan menatapnya tajam. "Siapa pun mereka, mereka tidak akan menyentuhmu. Aku tidak peduli jika itu raja atau presiden sekalipun."

"Tapi mereka berbeda dari penculik kemarin, Jungkook. Mereka memiliki kekuasaan. Mereka bisa menggunakan hukum untuk menjemputku," suara Shine bergetar.

Tiba-tiba, pintu paviliun terbuka kasar. Jin masuk dengan langkah terburu-buru, diikuti oleh Suga. Wajah keduanya sangat tegang.

"Pindahkan dia sekarang juga ke Safe House di pegunungan," perintah Jin langsung pada Jungkook.

"Apa yang terjadi, Hyung?" tanya Suga, meskipun ia sudah bisa menebak jawabannya dari raut wajah kakaknya.

"Hansung Group baru saja mengajukan petisi ke kementrian kesehatan. Mereka menuduh kita menyekap seorang 'pasien dengan kemampuan khusus' tanpa izin negara. Mereka ingin menggunakan kedok perlindungan medis untuk mengambil Shine dari kita," Jin meninju dinding paviliun dengan geram. "Secara hukum, mereka bisa membawa tim medis militer ke sini dalam waktu 24 jam."

Jungkook berdiri, auranya mendadak berubah menjadi sangat gelap. "Mereka ingin menjadikannya peramal saham? Menjadikannya budak untuk memprediksi pasar?"

"Itulah rencana mereka," sahut Suga sambil memeriksa tas medis darurat. "Begitu Shine berada di tangan mereka, mereka akan memompa tubuhnya dengan stimulan saraf agar dia terus berada dalam fase trans. Itu akan membunuh otaknya dalam hitungan bulan."

Shine menutup mulutnya dengan tangan, air mata mulai menggenang. Ia merasa seperti burung yang baru saja merasa bebas, namun kini pemburu yang lebih besar datang dengan jaring baja.

Jungkook mendekati Jin. Untuk pertama kalinya, kedua pria yang selalu bersitegang ini memiliki pemikiran yang sama sepenuhnya. "Aku akan membawanya pergi. Bukan ke pegunungan—mereka pasti sudah menjaga akses ke sana. Aku akan membawanya ke tempat di mana hukum tidak bisa menjangkau kita."

"Ke mana?" tanya Jin.

"Ke distrik bawah, tempat J-Hope hyung dulu berkuasa. Di sana tidak ada CCTV, tidak ada sinyal satelit, dan orang-orang di sana lebih takut pada tato di tanganku daripada seragam militer," jawab Jungkook tegas.

Jin menatap adiknya, lalu menatap Jungkook. Ia tahu risiko menyerahkan Shine ke tangan Jungkook di wilayah tanpa hukum. Namun, ia juga tahu bahwa hukum saat ini sedang menjadi musuh mereka.

"Bawa dia," ucap Jin parau. "Jika kau membiarkan mereka menyentuhnya, jangan pernah kembali ke rumah ini hidup-hidup."

"Aku tidak butuh perintahmu untuk itu, Tuan Kim," balas Jungkook.

Jungkook menarik tangan Shine, membantunya berdiri. Ia mengambil jaket hitam besarnya dan memakaikannya pada Shine, menutupi tubuh mungil gadis itu hingga ke lutut. Ia juga memakaikan topi pada Shine untuk menyembunyikan wajahnya yang terlalu cantik.

"Percayalah padaku," bisik Jungkook di telinga Shine. "Malam ini kita akan menghilang dari peta."

Shine mengangguk, mencengkeram lengan Jungkook dengan erat. Saat mereka melangkah keluar melalui pintu belakang, Shine menoleh sekali lagi ke arah rumah megah yang selama ini menjadi penjaranya. Ia sadar, pelariannya kali ini bukan hanya soal keamanan, tapi awal dari perjalanan di mana ia akan benar-benar menjadi milik pria di sampingnya—seutuhnya.

Di kejauhan, sirine mobil hitam dengan logo Hansung Group mulai terdengar mendekati gerbang utama. Namun, di balik semak-semak lebat taman belakang, dua bayangan telah melompat ke dalam mobil tua yang sudah menunggu dengan mesin yang menderu pelan.

Perang korporasi telah berubah menjadi pengejaran maut, dan bagi Jungkook, melindungi Shine kini bukan lagi soal tugas—ini adalah tentang mempertahankan jantung hatinya sendiri.

...****************...

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
army v nya jadi apa, JHope sama jimin blm kluar y
sabana: v jadi sepupunya shine, belum pada keluar lagi🤭. semoga berkenan
total 1 replies
sabana
ini fanfiction tentang BTS ya tapi fokus pada Jungkook semoga suka
sabana: mungkin fokusnya lebih ke Jungkook🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!