NovelToon NovelToon
Sepupuku Suamiku.

Sepupuku Suamiku.

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: selvi serman

Kepergok berduaan di dalam mobil di daerah yang jauh dari pemukiman warga membuat Zaliva Andira dan Mahardika yang merupakan saudara sepupu terpaksa harus menikah akibat desakan warga kampung yang merasa keduanya telah melakukan tindakan tak senonoh dikampung mereka.

Akankah pernikahan Za dan Dika bertahan atau justru berakhir, mengingat selama ini Za selalu berpikir Mahardika buaya darat yang memiliki banyak kekasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26.

"Kalau Zaki bersedia meminum obatnya nanti Bu dokter kasi hadiah." Sebagai dokter spesialis anak tentunya dokter Yuli harus pandai-pandai membujuk pasiennya.

"Zaki boleh memilih hadiahnya, mau mobil-mobilan atau robot-robot?." imbuh Dokter Yuli masih berusaha membujuk Zaki agar mau meminum obatnya. Ya, selain obat yang masuk melalui injeksi, ada beberapa obat puyer untuk radang tenggorokan yang harus di minum oleh bocah itu.

"Zaki nggak mau mobil-mobilan ataupun robot-robot, Bu dokter." masih dengan pandangan tertunduk bocah itu menjawab.

"Zaki maunya hadiah apa dong?."

"Zaki maunya mamah, bu dokter. Zaki malu setiap kali dikatain nggak punya mama sama teman-teman Zaki di sekolah." Adu bocah itu.

Deg.

Dokter Yuli tertegun mendengar permintaan Zaki. Pasalnya, kemarin Oma sempat bercerita bahwa ibu kandung Zaki telah berpulang ke pangkuan sang pencipta sejak melahirkan bocah itu. Sementara Abil, pria itu langsung berlalu meninggalkan kamar perawatan mendengar permintaan putranya. Jujur, sebagai seorang ayah tentunya Abil sadar betul jika Zaki masih membutuhkan kasih sayang ibunya, akan tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa sebab sang istri tercinta telah pergi untuk selamanya.

Melihat wajah sendu Zaki mengingatkan Dokter Yuli pada adik laki-lakinya saat ibu kandung mereka pergi untuk selamanya. Ya, saat ibu kandungnya meninggal dunia, Dokter Yuli masih duduk di bangku SMP sementara adiknya masih duduk di bangku sekolah dasar. kalau mengingat masa-masa terberat dalam hidupnya itu, dokter Yuli tidak menyangka ia dan adiknya bisa melewati semua itu hingga kini bisa menjalani kehidupan yang jauh lebih baik. Adiknya itu sekarang sudah menjadi manager di salah satu perusahaan ternama di ibu kota.

"Sayang, mamahnya Zaki sudah ada di surga nggak mungkin lagi kembali bersama kita, nak." Oma yang hampir menangis berusaha memberi pengertian pada cicitnya itu.

"Teman Zaki juga ada yang mamahnya sudah ada di surga eyang, tapi papahnya bisa memberikan mamah baru untuknya."

Deg

Abil yang baru saja kembali ke kamar perawatan kembali dikejutkan dengan pernyataan putranya.

"Mamah baru?." batin Abil, tak habis pikir Zaki sampai segitunya menginginkan seorang ibu.

Dokter Yuli nyaris kehabisan kata-kata untuk membujuk bocah itu, akan tetapi tak ada rasa kesal sedikitpun dihatinya, mengingat ia tahu betul seperti apa perasaan Zaki saat ini.

"Zaki mau minum obat kalau papah janji akan memberikan mamah baru untuk Zaki." kata bocah itu seraya melirik pada ayahnya.

Baik dokter Yuli dan juga beberapa perawat yang berada di kamar perawatan tersebut hanya bisa diam, tidak ingin terlalu ikut campur dalam urusan pribadi keluarga tersebut.

"Baiklah, Papa janji." Oma yang sedang berdiri di samping tempat tidur Zaki sontak saja menatap pada Abil ketika mendengar cucunya itu berani berjanji dihadapan putranya.

"Tuh kan, papahnya Zaki sudah berjanji, sekarang Zaki minum obatnya ya!." Dokter Yuli kembali membujuk pasiennya itu.

"Baik, Bu dokter."

Dokter Yuli mengambil alih sendok berisi puyer yang sudah dilarutkan di sendok dari tangan Oma kemudian membantu Zaki meminumnya.

"Anak pintar." Puji dokter Yuli setelah Zaki meminum obatnya.

Dokter Yuli kembali tertegun ketika bocah itu tiba-tiba menggenggam tangannya.

"Bu dokter juga punya anak seperti Zaki ya?." kasih sayang dokter Yuli membuat bocah berusia lima tahun tersebut berpikir dokter Yuli sudah memiliki seorang anak makanya begitu pengertian kepadanya, padahal faktanya apa yang dilakukan oleh dokter Yuli hampir dilakukan oleh wanita itu kepada semua pasiennya.

"Belum anak ganteng, Bu dokter belum menikah makanya belum punya anak." Jujur Dokter Yuli tanpa maksud apapun.

"Benarkah?."

Dokter Yuli mengangguk membenarkan.

"Kalau begitu, bu dokter mau nggak jadi mamahnya Zaki?." dengan entengnya bocah itu memberikan penawaran pada dokter cantik dihadapannya itu.

Dokter Yuli terkesiap mendengarnya.

"Zaki ...." Abil menegur putranya yang berbicara sembarangan tersebut.

"Maafkan anak saya, dokter! Sepertinya Zaki belum sepenuhnya paham dengan maksud ucapannya." Abil merasa tidak enak hati pada dokter Yuli.

"Tidak perlu minta maaf, tuan! nama juga anak-anak." Balas dokter Yuli sambil mengulas senyum tipis di wajahnya.

"Zaki serius, Bu dokter." Bocah itu kembali melontarkan kalimat yang mampu membuat ayahnya menghela napas panjang dibuatnya.

"Sekarang Zaki kan sudah minum obat, kalau begitu Bu dokter lanjut ke ruangan lain dulu ya." Demi menghindari pertanyaan Zaki, dokter Yuli memutuskan untuk pamit undur diri guna melanjutkan tugasnya, melakukan visit ke pasiennya yang lain.

"Kalau begitu, saya permisi dulu tuan.... nyonya...." Dokter Yuli pamit pada Abil dan juga Oma.

"Terima kasih, dokter."

"Sama-sama, Nyonya." dokter Yuli merespon ucapan terima kasih dari Oma.

"Kayaknya nggak ada salahnya menerima penawaran dari bocah itu dok, lagian ayahnya juga ganteng." Ujar salah seorang perawat yang ikut serta bersama Dokter Yuli ketika mereka melintas di salah satu koridor gedung.

"Apaan sih, namanya juga anak-anak pasti ngomongnya suka asal begitu." balas Dokter Yuli.

"Kalau nggak salah tuan Syabil Fahreza saudara sepupunya dokter Zaliva." timpal salah seorang perawat lainnya.

"Pantesan tuan Syabil juga ganteng, ternyata masih satu pabrikan rupanya."

"Kamu pikir tuan Syabil barang apa, satu pabrikan."

Dokter Yuli hanya geleng kepala mendengar obrolan kedua pesawat yang berjalan dibelakang langkahnya tersebut.

Obrolan mereka pun berakhir ketika hendak memasuki kamar perawatan lainnya.

Malam harinya.

Za terus menatap ponselnya, menunggu panggilan video dari suaminya.

Beberapa menit kemudian Za melebarkan senyumnya mendengar ponselnya berdering dan nama suaminya tertera di layar ponselnya.

"Halo sayang...."

"Iya mas."

"Mas baru kembali ke hotel usai meeting." Mahardika meletakkan ponselnya di atas nakas samping tempat tidur, lalu mulai melepas jas yang melekat ditubuhnya, dan di lanjutkan dengan melepas satu persatu kancing kemejanya.

Za terpanah melihat suaminya itu melepas kemejanya hingga kini tubuh bagian atas Mahardika hanya tinggal ditutupi oleh sebuah singlet berwarna putih.

"Kenapa aku baru sadar kalau suamiku ternyata begitu menawan." batin Za.

"Sayang...." seruan Mahardika sekaligus menyadarkan Zaliva dari lamunannya.

"Iy_iya mas." Za terbata.

"Kamu mau mas bawakan oleh-oleh apa nanti, sayang?."

Sontak saja Za menggelengkan kepalanya, karena faktanya ia tidak menginginkan oleh-oleh apapun, sebab yang diinginkan oleh wanita itu adalah suaminya segera menyelesaikan urusannya di sana dan kembali ke tanah air.

"Apa kamu yakin, nggak mau oleh-oleh, hm?."

"Atau jangan-jangan kamu sudah kangen berat ya sama mas?."

Tanpa berpikir panjang Za langsung mengangguk sehingga membuat Mahardika mengulum senyum dibuatnya.

Menyadari tindakannya tadi, Za lantas mengoreksi maksudnya. "Maksudnya aku kangen diantar sama kamu berangkat kerja, mas. Malas kelamaan diantar sama mang Dodo." tentu saja itu hanya alasan Za yang memiliki gengsi setinggi gunung, dan Mahardika menyadari itu.

Mahardika lantas mengangguk, seolah percaya dengan dalih Za padahal kenyataannya Mahardika sedang menahan senyumnya.

1
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Jumi Eko
Bagus
Yulia Sunarya
ceritanya bagus alurnya keren 👍
Deera__
wah wah wah ujug ujug SAH aja😭😭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

kageet akuu /Chuckle//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Lupa Nama
kak,,q mau tanya,,apa Mahardika sepupu zaliva dr pihak ibu,,trus Abil sepupu zaliva dari pihak ayah,,kok dua2nya sepupu zaliva🙏🙏🙏🙏🙏
Selvia: yes👍👍👍👍
total 1 replies
Marina Tarigan
mknya ngomong jangan sembarangan apa hasilnya kamu yg blangsatan achirya kan walau kamu diguyur air comberan sekalipun kamu mau karena sdh gerah ya
Marina Tarigan
kenapa Abil masih ingat perkataanmu tdk akan menyentuh istrimu spi kapanpun kamu pria paling jahat sedunia berkata kasar yg menyakitkan perasaan wanita yg super dlm segala hal kecuali harta mulutmu jahat apa kah achirnya kamu bucin akut nantinya kalau didunia nyata mulutmu sdh ku sumpal biar tdk ngomong sembarangan
Marina Tarigan
jodoh gak kemana ya yang dekat bisa jauh yg jauh bisa dekat deh
Marina Tarigan
benar Hilda Bemo itu orang pintar dan bertanggung jawab kamu nantinya bahagia bersamanya
Marina Tarigan
bagus Juli kamu bkn utk baby sitter zaki kamu orang terhormat kalau Abil tdk menganggapmu ya sudah selesai pernikahan adikmu minta cerai saja pikirkan dirimu bukan orang lain yg tdk menganggapmu biarkan dia terus mikir ke arwah istrinya
Marina Tarigan
jadilah suami layaknya seoranf suami Abil istrimu juga bukan wanita sembarangan dia takdirmu perlakukan dia layaknya seorang istri
Marina Tarigan
semoga rmh tgga kalian dipenuhi cinta luar biasa nantinya salut karaktermu dr Juli
Marina Tarigan
dr za idiot pikiran ngelantur ke mana2 mknya jgn ngomong sembarangan nantinya kamu yg cinta mati sm Dika. aneh
Marina Tarigan
terima kasih dr. juli jaga martabatmu dgn baik Dika bukan jodohmu
Marina Tarigan
reaksi ulat bulu ketek pasti marah dlm hati ya semoga dia jgn memusuhi da Za dgn diam2
Marina Tarigan
sdhlah juli jgn mengharapkan yg tdk mungkin Dika sdh menikahi gadis yg di intainya jgn jadi pengganggu rmh tgga orang lain memalukan seorang dr sps anak lagi cinta tdk bisa dipaksakan tdk baik mencintai suami orang lain
Marina Tarigan
masih mau cerai Za suamimu orang penting di tempatmu bekerja banyak wanita menginginkan suamimu jgn keras kepala lah
Marina Tarigan
mertua sengaja ya agar Za dan Dika berduaan dirumah utk mendekatkan Za Dika ya sadarlah Za suamimu diincar banyak wanita lebih dari kamu jgn nanti menyesak deh
Marina Tarigan
ntah daei mana dr Za ketahui Dika buaya darat wanita yg tergila2 dgn suamimu kalaupun kamu pusah dari Dija banyak pengagumnya padahal suamimu katakan dia rxk pernah main2 dgn wanita
Marina Tarigan
anej bin ajaib
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!