Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Yang Tertinggal
kedua wajah yang saling bertatap persekian detik, membuat keduanya seakan saling terpanah.
Gianna Memalingkan wajahnya, "Silahkan duduk-duduk," kalimat David menujuk bangku di hadapannya.
"Saya di perintah oleh Rebecca untuk menyampaikan laporan ini." kata Gianna menyodorkan laporan, David yang mendengar itu melepas kacamatanya dan meraih laporan di tangan Gianna. Tidak banyak yang diucapkan David langsung membuka tiap lembar.
Betapa terkejutnya David melihat hasil laporan yang telah di revisi begitu teliti dan rapi, David mengambil pulpen yang ada di saku kanan atas untuk menandatangani laporan "serahkan kepada Rebecca" mendengar itu Gianna meraih dan mengangguk "baik Pak" Gianna hendak pergi namun, "Kamu Putri Robby Tan bukan?" tanya David "Betul Tuan" Ujar Gianna mendengar kalimat itu sontak David mengerutkan dahi "No, Panggil David saja" Gianna mengangguk paham dan segera pergi.
Restoran Jepang yang menjual banyak sushi dan sashimi kini keduanya berada, makanan Jepang adalah salah satu favorit Gianna, Anna mengakui itu, negara Jepang istimewa baginya. "bagaimana itu bisa terjadi" tanya Lisa "Ayah ku meminta aku belajar bisnis dia mengirimku ke suatu perusahaan untuk belajar disana." jawab Anna sembari memegang sumpit "Kalo kamu mau belajar bisnis kamu bisa sekolah atau ambil kelas singkat," Saran Lisa "Itu dia, aku sudah pernah mencoba hanya 2 semester bertahan setelah itu aku memilih keluar jurusan" Lisa yang mendengar itu mengangguk.
"Ada hal yang membuat aku lebih terkejut lagi" Ucap Anna disaut oleh Lisa "Apa?". "Ternyata CEO disana masih muda, Aku kira dia seumuran Ayah ku tua bangka beruban" Ucap Anna geli "Lalu". "Aku rasa dia pria Latina mix Asia, kulitnya sawo matang tampan dan tegas" Tutur Anna yang di sambut senyuman Lisa, melihat itu "Jangan berpikir aneh-aneh" ucap Gianna menaruh mangkoknya kasar "hehehe maaf, aku fikir dia akan serasi dengan kamu" Lanjut Lisa menggoda, "Aku tidak mau jatuh cinta lagi" kalimat Gianna dengan ekpresi berubah membuat Lisa merasa bersalah.
sepenggal masalalu, cinta pertama dan ciuman pertama.
Lima tahun lalu Gianna menikmati masa liburan musim panas di Rio de Jeneiro, Brazil. suatu restoran elit menjadi tempat makan siang Gianna lalu seorang weiters memberikan satu gelas wine sebelum itu weiters tersebut mengatakan itu dari seseorang yang ada di seberang tempat Gianna duduk.
Ketika Gianna melihat kearah yang di tunjuk oleh Weiters tersebut Anna melihat seorang pria dengan wajah Brazil mata grey. singkat nya pria itu meminta bergabung dimana tempat Gianna makan, sejak saat itu mereka berkenalan dan menjadi teman dekat.
Kurang lebih lima belas hari liburan Gianna cukup sering bertemu Mateo, ketika Gianna pulang ke negaranya Mateo berkali-kali berkunjung untuk bertemu Gianna sampai 5 kali berkencang di Negara asal Gianna mereka resmi berpacaran.
Hubungan mereka sangat baik dan seimbang, Mateo pria yang royale terlebih bisnisnya ada dimana-mana membuat Gianna selama bersama Mateo terasa cukup bahkan diberi lebih. Gianna merasa hubungan yang seimbang dan bahagia sampai perjalanan dua tahun menjalin komitmen keduanya sepakat untuk kejenjang serius, sampai diulang tahun Gianna ke21 Mateo secara resmi melamar Gianna.
Gianna masih ingat tiga bulan sebelum dirinya melangsungkan pernikahan, Mateo justru menghilang tanpa kabar Gianna mencoba menghubungi namun nihil, Gianna mencoba mendatangi Brazil dan bertanya pada anggota keluarga terutama Vincent(adik Mateo) tersisa hanya satu karena semuanya telah pergi, sama halnya dengan Vincent yang juga tidak mengetahui keberadaan Mateo, masih dalam proses pencarian.
satu tahun... Dua tahunnn...
Masih menjadi harapan Gianna. Namun harapan itu seakan perlahan mulai sirna, seperti tisu yang hilang terkena air. sirna, dan pudar. kejadian itu yang membuat Gianna makin gila akan dunia malam dan alkohol hanya itu yang jadi tempat berlarinya dalam sunyi dan sepi, dengan harapan malam akan segera berganti pagi.
Gianna hanya ingin menjalani hidupnya yang sekarang mungkin kosong namun setidaknya membuat Gianna tidak merasakan sesak dan air mata. Gianna mulai tumbuh, dan menata semuanya kembali.
devvuholic