"Lin Suyin mewarisi gelang giok dari neneknya—sebuah portal menuju dimensi ajaib tempat waktu berjalan 10x lebih cepat dan semua tanaman tumbuh sempurna. Tapi keajaiban ini membawa bahaya: ada yang memburu gelang tersebut. Bersama Xiao Zhen, CEO misterius dengan rahasia masa lalu, Suyin harus melindungi ruang ajaibnya sambil mengungkap konspirasi kuno yang menghubungkan keluarganya dengan dunia kultivator."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24: Pertarungan Dimulai
Ketegangan di ruang tamu rumah keluarga Lin terasa seperti tali yang ditarik sampai hampir putus.
Tujuh kultivator Organisasi Bayangan berdiri di satu sisi. Xiao Zhen, Chen Ling, Zhao Mei, dan Liu Peng di sisi lain—dengan Suyin berada di tengah, terlindungi.
Wanita berambut panjang dengan aura kultivator tingkat menengah melangkah maju. Senyumnya dingin seperti es.
"Xiao Zhen. Sudah lama sejak terakhir kita bertemu," ucapnya dengan suara yang lembut tapi berbahaya.
"Madame Hei," balas Xiao Zhen dengan nada datar. "Kamu masih belum bosan bermain dengan artefak curian?"
"Ini bukan curian. Ini bisnis." Madame Hei melirik ke Suyin—atau lebih tepatnya ke gelang giok di tangan Suyin. "Dan hari ini, aku akan mendapat barang dagangan yang sangat berharga."
"Kamu harus melewati aku dulu."
"Oh, aku berencana melakukan itu." Madame Hei mengangkat tangannya—tiba-tiba di telapak tangannya muncul bola energi hitam yang berputar. "Tapi pertanyaannya—apa kamu sanggup melindungi gadis itu sendirian melawan tujuh dari kami?"
"Siapa bilang dia sendirian?" Chen Ling berdiri dari tempat duduknya, barrier spiritual hijau langsung melingkupi tubuhnya.
"Aku juga di sini," tambah Liu Peng dengan santai—tapi di tangannya sudah muncul pisau spiritual yang terbuat dari energi murni.
Zhao Mei tidak bicara—tapi dia sudah melempar tiga botol ramuan ke arah Xiao Zhen, Chen Ling, dan Liu Peng. Mereka menangkap dengan tangkas dan langsung minum—Ramuan Penguat Barrier.
Energi spiritual mereka langsung melonjak—barrier yang melingkupi tubuh mereka bertiga bersinar dua kali lebih terang.
Madame Hei mengernyit. "Ramuan penguat? Dari mana kalian dapat ramuan sekuat itu?"
Tidak ada yang menjawab.
Xiao Zhen melirik sekilas ke Suyin. "Ingat yang kuajarkan. Tetap di belakangku. Aktifkan barrier-mu. Dan kalau situasi terlalu berbahaya—lari."
"Aku tidak akan lari," jawab Suyin tegas sambil mengaktifkan barrier spiritualnya. Cahaya hijau keemasan mengelilingi tubuhnya—lebih kuat dari biasanya, mungkin efek dari ramuan yang dia minum pagi ini.
Xiao Zhen tersenyum tipis—bangga tapi khawatir.
"Baiklah kalau begitu." Madame Hei menurunkan tangannya dengan cepat—isyarat menyerang.
Enam kultivator Organisasi Bayangan langsung bergerak!
Pria berjas hitam dan wanita dress merah menyerang Xiao Zhen dari dua arah berbeda—pukulan yang diperkuat energi spiritual membuat udara bergetar.
Xiao Zhen menghindar dengan gerakan yang sangat halus—seperti air yang mengalir—lalu membalas dengan tendangan yang melempar pria berjas hitam sampai menabrak dinding dengan keras.
BRAK!
Dinding retak. Foto-foto keluarga yang tergantung jatuh berhamburan.
Wanita dress merah tidak menyerah—dia melancarkan serangan berantai dengan kecepatan tinggi. Tapi Xiao Zhen lebih cepat. Setiap pukulan dihindar atau diblokir dengan mudah.
Di sisi lain, Chen Ling menghadapi dua kultivator sekaligus—pria kemeja batik dan seorang wanita berkacamata. Mereka menyerang dengan teknik berkoordinasi, tapi Chen Ling dengan kemampuan pengintaiannya bisa memprediksi setiap gerakan mereka sebelum terjadi.
Dia melompat tinggi—hampir menyentuh langit-langit—lalu mendarat di belakang kedua musuhnya dan melancarkan serangan kejutan yang membuat mereka terpental.
Liu Peng menghadapi dua kultivator lainnya dengan gaya yang sangat berbeda—seperti sedang bermain. Dia tertawa sambil menghindari serangan, sesekali melontarkan komentar santai.
"Wah, serangannya terlalu lambat!"
"Kamu harusnya latihan lebih keras!"
Tapi pisau spiritualnya bergerak dengan presisi mematikan—setiap sayatan meninggalkan luka di barrier musuh.
Zhao Mei berdiri di pojok, tidak ikut bertarung secara langsung. Tapi tangannya sibuk—melempar botol-botol ramuan yang meledak saat menyentuh tanah, menciptakan kabut yang membuat gerakan musuh melambat.
Suyin berdiri di tengah kekacauan ini dengan barrier yang tetap aktif, mengamati setiap gerakan.
Madame Hei sendiri belum bergerak—dia hanya berdiri dengan tenang, mengamati pertarungan dengan mata tajam.
Lalu pandangannya bertemu dengan pandangan Suyin.
Dan dia tersenyum.
Tiba-tiba, Madame Hei menghilang—bergerak dengan kecepatan yang bahkan mata Suyin tidak bisa menangkap.
Detik berikutnya, dia sudah berdiri tepat di hadapan Suyin—melewati Xiao Zhen yang sedang sibuk melawan dua kultivator.
"Halo, sayang," bisik Madame Hei sambil mengulurkan tangan ke arah gelang giok.
Refleks, Suyin mundur dan mengalirkan semua Qi-nya ke barrier.
Tangan Madame Hei menyentuh barrier—dan terpental dengan keras.
"Oh?" Madame Hei terlihat sedikit terkejut. "Barrier-mu cukup kuat untuk pemula. Menarik."
Sebelum dia bisa menyerang lagi, Xiao Zhen sudah muncul di antara mereka—wajahnya lebih dingin dari yang pernah Suyin lihat.
"Jangan. Sentuh. Dia." Setiap kata diucapkan dengan nada yang berbahaya.
"Atau apa?" Madame Hei tertawa. "Kamu akan membunuhku? Kita sama-sama tahu kamu tidak bisa—aku sudah terlalu kuat untukmu sekarang."
"Coba saja."
Mereka berdua meledak dengan energi spiritual yang sangat besar sampai membuat seluruh ruangan bergetar. Furnitur yang tidak dipaku ke lantai bergeser, jendela-jendela bergetar keras.
Suyin mundur beberapa langkah—aura yang mereka berdua pancarkan terlalu berat, terlalu intens.
Xiao Zhen dan Madame Hei mulai bertukar pukulan dengan kecepatan yang hampir tidak terlihat. Setiap benturan energi mereka menciptakan gelombang kejut yang membuat udara berdesir.
BRAM! BRAM! BRAM!
Lantai mulai retak. Dinding mulai hancur di beberapa bagian.
Suyin menyadari—kalau pertarungan ini terus berlanjut di dalam rumah, rumah keluarga Lin akan hancur total!
"XIAO ZHEN!" teriaknya. "BAWA PERTARUNGAN KE LUAR!"
Xiao Zhen mendengar—dia melompat mundur, menciptakan jarak dengan Madame Hei.
"Chen Ling! Liu Peng! Amankan area! Aku akan bawa Madame Hei keluar!" teriaknya sambil melirik Suyin. "Kamu tetap di dalam dengan Zhao Mei! Jangan keluar!"
Sebelum Suyin sempat protes, Xiao Zhen sudah melancarkan serangan besar ke arah Madame Hei—sengaja mengarahkan energinya ke arah pintu belakang yang menuju taman.
Madame Hei terpental keluar—dan Xiao Zhen langsung menyusul.
Pertarungan mereka berlanjut di taman belakang—jauh lebih brutal dan lebih bebas tanpa khawatir merusak rumah.
Di dalam ruang tamu, Chen Ling dan Liu Peng masih menghadapi enam kultivator Organisasi Bayangan yang tersisa.
"Zhao Mei, jaga Suyin!" teriak Chen Ling sambil melancarkan serangan ke tiga musuh sekaligus.
Zhao Mei langsung berdiri di samping Suyin, barrier spiritualnya menguat.
"Kita mundur ke koridor," bisik Zhao Mei. "Di sana lebih sempit—lebih mudah bertahan."
Mereka mundur perlahan ke koridor yang menghubungkan ruang tamu dengan bagian dalam rumah.
Tapi salah satu kultivator Organisasi Bayangan—pria berjas hitam yang tadi dilempar Xiao Zhen—bangkit dengan wajah penuh amarah.
"Kalian pikir bisa kabur?!" teriaknya sambil melancarkan bola energi hitam ke arah Suyin.
Zhao Mei langsung melempar botol ramuan—cairan di dalamnya meledak dan menciptakan dinding asap tebal yang menyerap energi serangan.
"Lari sekarang!" perintah Zhao Mei.
Suyin berlari ke koridor—tapi langkahnya terhenti.
Di ujung koridor, berdiri tiga orang lagi yang tidak dia lihat sebelumnya.
Kultivator Organisasi Bayangan yang masuk lewat pintu samping saat semua orang sibuk bertarung di ruang tamu.
"Kena jebakan," gumam Zhao Mei sambil menarik Suyin ke belakangnya. "Ada lagi yang tidak terdeteksi formasi."
"Bagaimana bisa?" Suyin panik.
"Mereka mungkin pakai artefak penyamar." Zhao Mei sudah mengeluarkan beberapa botol ramuan. "Bersiaplah."
Tiga kultivator itu menyerang dari depan. Pria berjas hitam menyerang dari belakang.
Suyin dan Zhao Mei terkepung di koridor sempit.
Zhao Mei melempar semua botol ramuannya—ledakan warna-warni menciptakan kabut, asap, dan bahkan api kecil yang memaksa musuh mundur sementara.
"Suyin, dengarkan baik-baik," ucap Zhao Mei cepat. "Aku akan tahan mereka. Kamu lari ke kamar di ujung koridor—kunci pintu dari dalam—dan hubungi Xiao Zhen lewat ponsel!"
"Tapi kamu—"
"AKU AKAN BAIK-BAIK SAJA! LARI SEKARANG!"
Zhao Mei mendorong Suyin keras—membuatnya terpental ke arah ujung koridor.
Suyin berlari dengan langkah kilat—teknik yang diajarkan Zhang Wei. Gerakannya cepat sampai meninggalkan bayangan samar.
Dia sampai di kamar terakhir—kamar yang dulu jadi kamar tidur nenek—masuk dengan cepat dan mengunci pintu dari dalam.
Napasnya terengah-engah. Jantung berdegup kencang.
Di luar, terdengar suara ledakan dan teriakan—Zhao Mei masih bertarung.
Suyin meraih ponselnya dengan tangan gemetar—tapi sebelum sempat menelepon, pintu kamar bergetar keras.
BRAK!
Seseorang menendang pintu dari luar.
BRAK! BRAK!
Pintu mulai retak.
Suyin mundur ke pojok kamar, mengaktifkan barrier dengan sekuat tenaga.
BRAK!
Pintu jebol.
Masuk seorang pria tinggi besar dengan bekas luka di wajah—kultivator yang tidak dia lihat sebelumnya. Aura yang dia pancarkan jauh lebih kuat dari kultivator lain.
Kultivator tingkat menengah. Yang kedua.
"Akhirnya," ucap pria itu dengan suara berat. "Sendirian dengan gadis kecil berharga."
Suyin menelan ludah—ketakutan nyata untuk pertama kalinya hari ini.
Tapi dia tidak akan menyerah.
Dia mengangkat tangan—gelang giok bersinar terang.
"Kamu harus melewati aku dulu," ucap Suyin dengan suara yang lebih kuat dari yang dia rasakan.
Pria itu tertawa—tawa yang menggelegar di kamar sempit itu.
"Gadis kecil berani. Aku suka itu. Tapi keberanian tidak cukup."
Dia mengangkat tangan—energi hitam pekat berkumpul di telapak tangannya, jauh lebih besar dari apapun yang pernah Suyin lihat.
Dan dia melancarkan serangan langsung ke barrier Suyin.
Di taman belakang, Xiao Zhen dan Madame Hei bertarung dengan intensitas yang mengerikan.
Pohon-pohon tumbang, tanaman hancur, bahkan kolam ikan retak dan airnya tumpah ke mana-mana.
Madame Hei tertawa sambil melancarkan serangan berantai—bola-bola energi hitam yang meledak setiap kali menyentuh sesuatu.
"Kamu sudah melemah, Xiao Zhen! Apa karena terlalu lama tidak bertarung sungguhan? Atau karena terlalu sibuk main cinta-cintaan dengan gadis kecil itu?"
Xiao Zhen tidak menjawab—dia fokus menghindari dan membalas serangan.
Tapi di dalam hatinya, ada kekhawatiran yang terus tumbuh.
Suyin. Dia meninggalkan Suyin di dalam.
Seharusnya aman dengan Zhao Mei, Chen Ling, dan Liu Peng.
Tapi kenapa dadanya terasa tidak tenang?
Tiba-tiba, dia merasakan sesuatu—getaran dari resonansi spiritual yang dia bagikan dengan Suyin.
Getaran yang artinya Suyin dalam bahaya besar.
Wajah Xiao Zhen berubah—dari tenang jadi sangat serius.
"Waktunya bermain sudah habis," ucapnya dengan nada yang sangat berbeda.
Energi spiritual di sekitar tubuhnya meledak—jauh lebih kuat dari sebelumnya. Cahaya biru gelap yang sangat pekat menyelimuti seluruh tubuhnya.
Madame Hei mundur satu langkah—untuk pertama kalinya terlihat sedikit khawatir.
"Kamu... kamu pakai Kekuatan Penuh Klan Xiao? Untuk gadis kecil itu?!"
"Dia bukan gadis kecil. Dia adalah seseorang yang sangat penting bagiku."
Xiao Zhen melancarkan serangan yang sangat cepat dan sangat kuat—Madame Hei hampir tidak sempat menghindar.
Dalam tiga gerakan, dia sudah melukai barrier Madame Hei sampai retak.
Dalam lima gerakan, Madame Hei tersungkur di tanah dengan luka di lengan dan kaki.
"Ini... tidak mungkin..." bisiknya.
"Pergilah. Dan jangan pernah mendekati Suyin lagi. Kalau aku lihat kamu atau organisasimu di dekat dia—aku tidak akan seramah ini." Xiao Zhen berbicara dengan nada yang tidak bisa ditawar.
Madame Hei bangkit dengan susah payah, menatap Xiao Zhen dengan campuran takut dan marah.
"Ini belum selesai."
"Sudah selesai. Percaya padaku."
Madame Hei menghilang dengan teknik pelarian—meninggalkan jejak asap hitam.
Xiao Zhen langsung berbalik dan berlari ke dalam rumah—lebih cepat dari sebelumnya.
Dia harus ke Suyin.
Sekarang.