NovelToon NovelToon
Retired Hero

Retired Hero

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wanto Trisno 2

Setelah pahlawan terhebat berhasil mengalahkan Raja Iblis, dikhianati manusia. Dituduh berbuat kejahatan dan tak ada yang mempercayai semua yang dikatakan.

Alih-alih demi terciptanya kedamaian dunia, pahlawan bernama Rapphael Vistorness pun membiarkan dirinya ditangkap dan dihukum mati. Siapa sangka, dirinya malah mengulang waktu pada saat pertama dipanggil dari dunia lain.

Karena telah kembali, maka tugas pahlawan bukanlah tanggung jawabnya lagi. Bersantai dan berpetualang di dunia ini, saatnya untuk menikmati kehidupan tanpa beban kepahlawanan. Namun ia tak pernah lupa untuk mencari informasi, siapa dalang atas nasib buruknya dimasa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanto Trisno 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pedang Patah

Sebelumnya, Rapphael telah menyimpan beberapa Lumon ke dalam ruang pribadinya. Hari sudah menjelang sore, waktu yang tepat untuk membuat tempat berteduh. Karena berada di danau yang sepi, membuatnya berpikir untuk mendirikan bangunan kecil.

Sebelum membuat bangunan kecil, tak lupa mengeluarkan beberapa potong daging. Ia juga tidak lupa dengan bumbu dan bahan lain. Sejenis ubi sebagai ganti nasi.

"Gwysaa, masak ini semua dan gunakan panci ini juga." Sebelumnya ia juga membeli beberapa peralatan. Sehingga mudah

Maka dengan hentakan kakinya, ia membuat tembok dari tanah. Dengan kekuatannya saat ini, hanya bisa membuat tembok setinggi satu setengah meter, panjang dua meter dan lebar satu setengah meter. Lalu ia membuat atap dan dinaikkan ke atasnya.

Ada satu sisi yang dibiarkan terbuka karena untuk akses keluar masuk. Ia gunakan kulit Lumon yang sudah dibersihkan dengan sihir. Digunakan sebagai tirai, dipasang di akses keluar dan masuk.

Mereka ada dua orang, terpikir untuk membuat satu tempat lagi. Namun kondisinya tidak memungkinkan. Tubuhnya tidak sanggup untuk mengeluarkan sihir. Ini karena level kekuatannya masih terlalu rendah.

"Ah, besok baru daftar ke Guild Petualang dan masuk ke dalam Dungeon. Hari ini cukup seperti ini saja," pungkas Rapphael.

Urusan perut sudah selesai karena hidangan telah tersedia. Rapphael mengambil makanan dengan mangkuk yang dibeli di pasar. Juga memberikannya juga pada Gwysaa.

'Mengikuti tuan ini, aku tidak merasa kelaparan. Justru dia memberikan makanan yang enak dan pakaian yang pantas. Sungguh beruntung bahwa, dialah tuanku,' ungkap Gwysaa dalam hati.

Gadis itu benar-benar merasa bersyukur karena mengikuti orang yang tepat. Meski mati besok sekalipun, dia sudah terpuaskan mendapatkan hidup yang hanya bisa diimpikan.

Selesai makan, Rapphael mengeluarkan kulit Lumon yang tersisa. Melemparkan pada Gwysaa. "Kamu tidur di luar dan pakai ini untuk menghangatkan badan. Biarkan api unggun menyala untuk penerangan."

"Baik." Tanpa banyak kata, Gwysaa menerima perlakukan baik dari tuannya. Meskipun hanya bisa tidur di luar, baginya sudah cukup. Bahkan biasanya ia hanya tidur seadanya. Malam dalam kebingungan, sampai sering terkena penyakit radang dingin.

Kali ini sudah cukup beruntung karena perut sudah kenyang dan dapat tidur dengan nyenyak. Ia pun menambahkan ranting kering pada api yang digunakan untuk memasak. Sehingga dapat memberikan pencahayaan dan rasa hangat.

Pagi harinya, ketika selesai sarapan, mereka berangkat menuju Guild Petualang. Tujuan mereka adalah untuk mendaftarkan diri sebagai salah satu petualang. Dengan identitas ini, maka ia bisa menyelesaikan misi sekaligus memiliki identitas yang lebih leluasa.

Sebelum itu, mereka mampir di sebuah toko yang menjual perlengkapan bertarung. Di sebuah toko kecil yang dijaga seorang pria tua, Rapphael ingat pada kehidupan sebelumnya, ia juga membeli perlengkapan di sana.

Perbedaannya, kali ini ia mengandalkan diri sendiri untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Meskipun ia bisa membuat senjata sendiri, dengan kekuatannya sekarang, itu masih mustahil. Justru pada saat ini, ia harus memiliki senjata yang bagus. Tentu dengan harga yang relatif murah.

Mereka melihat-lihat senjata yang terpampang di dalam toko. Tatapannya tertuju pada sebuah pedang patah yang berada di tumpukan barang bekas. Di sana Rapphael menatap lama, pedang bersejarah itu.

"Pedang ini, aku mau pedang ini," kata Rapphael yang langsung mengambil pedang tersebut.

"Oh, pedang rusak itu? Dua ratus perg. Kamu bisa mengambilnya." Pria tua itu hanya mendesah pelan. Baginya itu hanya senjata murahan. Ia tidak percaya, tamu yang datang pertama kali, hanya menginginkan pedang patah tersebut.

"Baiklah, dan juga, busur panah ini. Berapa harga yang harus dikeluarkan untuk ini?" tanya Rapphael kembali.

Pedagang itu pun menjawab. "Busur itu terbuat dari kerangka centiple api. Harganya tiga ribu lima ratus perg. Ambil atau tidak?"

Harga yang relatif mahal jika dibandingkan dengan pedang patah yang barusan ditawar. Namun kondisi busur itu lumayan bagus dan baru. Sehingga harga yang ditetapkan lebih tinggi. Namun karena harga relatif tinggi, tidak banyak uang tersisa di tangannya.

Rapphael mengeluarkan sebuah tanduk dari balik bajunya. "Bagaimana dengan tanduk ini? Bisakah ditukar busur dan pedang ini?"

"Tanduk Treduk? Ini sangat berharga. Diperkirakan usianya lebih dari seratus tahun. Hahaha, cukup. Anggap saja kau beruntung. Ini seharga busur dan anak panahnya. Anggap saja pedang rusak ini gratis."

Jika dibandingkan dengan harga yang ditetapkan oleh Guild Petualang, itu jauh lebih murah. Meskipun selisih harganya tidak terlalu jauh. Namun cukup bagi pria tua itu untuk membuat senjata sihir dengan tanduk Lumon tersebut.

"Itu tanduk Treduk yang didapatkan di hutan? Tidak disangka, harganya cukup mahal," ujar Gwysaa. Gadis itu pun tidak tahu menahu soal harga-harga barang tersebut.

Bahkan ia telah memakan daging Treduk tersebut. Tidak disangka, tanduknya semahal itu. Tidak terbayangkan jika Lumon jenis itu dijual seluruhnya. Mungkin lebih mahal lagi.

"Kau tahu, gadis muda. Harga tertinggi pada Lumon jenis ini ada pada tanduk ini. Selain tanduknya, yang lainnya tidak berharga. Meski kamu memakannya, itu tidak menjadi masalah," ungkap sang penjual senjata.

Gwysaa mengangguk mengerti. Meskipun tuannya juga menjual daging Treduk dengan harga tinggi di pasar. Namun tentu saja harga itu sudah ditetapkan oleh Rapphael.

Rapphael memberikan busur dan anak panahnya pada Gwysaa. Karena ia melihat status gadis itu sebagai pemanah. "Kamu bisa membawa ini untuk membunuh nanti."

"Ini ... terlalu mahal. Lalu, pedang itu?" Gwysaa ragu untuk menerima busur tersebut. Karena harganya lebih mahal daripada pedang patah.

Siapa menduga, Rapphael menunjukan kemampuannya. Ia lalu mengayunkan pedang tersebut dan menghasilkan gelombang energi yang membuat takjub.

"Luar biasa. Tidak disangka, pedang itu mengandung energi sihir yang tersembunyi. Sepertinya aku yang salah menilai." Namun ekspresi pria tua itu tetap tersenyum. Lalu tertawa dengan gembira, ada yang mengetahui rahasia dari pedang patah tersebut.

Meski memiliki energi sihir luar biasa, tetap saja itu pedang yang rusak. Jika ingin memaksimalkan potensi, maka harus diperbaiki dengan bahan dan harga yang lebih tinggi.

"Ini adalah senjata yang rusak. Wajar harganya sangat murah. Untuk memperbaikinya, butuh material yang langka dan mahal."

"Benar. Benar sekali. Jadi, itu hanya barang rusak saja. Jika ingin diperbaiki, dengan tanduk Lumon ini, tidak akan cukup. Bahkan sepuluh tanduk pun tidak akan cukup," ujar pedagang membenarkan perkataan Rapphael.

Akhirnya Gwysaa mengerti. Karena harga pedang itu justru lebih mahal daripada busur panah di tangannya. Meski harus mendapatkan material yang harganya berkali-kali lipat.

Pedang patah itu dibawa dengan santai di pundaknya. Karena pedang itu tidak memiliki sisi yang tajam. Itu karena fokus serangan pedang itu bukan untuk memotong sesuatu. Melainkan harus menggunakan energi sihir untuk memaksimalkan kekuatannya. Jadi aman dibawa ke mana-mana.

Mereka meninggalkan toko senjata dan menuju Guild Petualang. Ini adalah awal baru bagi Rapphael setelah lepas dari status pahlawan.

***

1
anggita
mampir lewat ng👍like aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!